Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5."Sedikit sikap hangat om kulkas"
Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan yang terjadi didalam mobil. Ale juga tidak berani angkat bicara, dia takut saat dia angkat bicara justru Andrian akan membahas masalah ganti rugi, jadi dia juga hanya bisa diam saja sampai tiba dilokasi.
“Ini adalah contoh bangunan yang klien minta. Kurang lebih kita akan membuat bangunan dengan basic seperti ini, jadi tolong catat apasaja tempat yang ditonjolkan dari bangunan ini” “baik pak..” mereka berkeliling mengitari luasnya bangunan ini, ntahhlahh ntah sudah berapa hektar yang mereka itari dengan kaki mereka.
Ale merasa sangat pegal, tapi bossnya ini sama sekali tidak merasa capek. “auhhhhh...” “kenapa?!!” jawab andrian kaget yang tiba-tiba mendengar suara rintihan dari Ale.
“ahhh tidak apa-apa pak...” “Kamu yakin? saya tidak suka orang berbohong” tegas andrian yang sangat tidak suka dibohongi, walaupu hanya hal kecil. Baginya, kebohongan tetaplah hanya sebuah kebohongan, tidak da alasan dibaliknya.
“sepertinya kaki saya licet pak, karna sudah dari tadi berdiri dan berjalan tanpa henti” jawab ale dengan rasa perih ditumit kakinya. Andrian baru menyadari bahwa mereka dari tadi memang belum beristirahat.
“ahhiya, saya lupa. Bisa berjalan sedikit lagi? didalam ada cafe, kita bisa beristirahat disana.” “baik pak..”
Mereka berjalan beriringan menuju cafe yang ada didalam.
Sesampainya disana mereka langsung disambut pelayan dan mereka memesan makanan. Lega sekali rasanya, akhirnya Ale bisa duduk dan beristirahat. Mereka menikmati makanan mereka masing-masing tanpa ada yang membuka percakapan.
Selesai dari gedung yang mereka kunjungi, Andrian memberhentikan mobilnya disebuah toko sepatu wanita. “kamu tunggu sini saja,” “baik pak..”
Ale penasaran sebenarnya dia mau membeli sepatu untuk siapa, apa untuk kekasihnya? Hahaha membayangkannya saja sudah membuatnya geli. Siapa wanita yang mampu bertahan disamping sikap dinginnya.
“Ini pakai,” Ale tercengang melihat andrian memberikan bagpaper toko itu kepadanya.
“untuk saya pak?” “kalau kamu mau membuangnya juga gapapa, tapi besok jangan datang kekantor lagi” ucap andrian tegas seperti sebuah ancaman.
“Ohhh tidak-tidak pak, mana mungkin saya berani...” dengan secepat kilat Ale memakai sepatunya. Tanpa ale sadari Andrian menyunggingkan senyum atas tingkah lucunya.
“Pak, kita mau kemana lagi ya pak?” “ya pulang..” “tapi motor saya masih dikantor pak” “sudah biarkan disitu saja, tidak akan hilang” “ehmmm iya pak, baik pak, lalu bapak akan mengantar saya?” “menurut kamu?” “Maaf pak, saya mana berani berfikir jauh tentang bapak, nanti didepan ada pemberhentian buss pak, saya turun disitu saja tidak apa-apa”
Andrian memberhentikan mobilnya didekat pemberhentian buss.
Sebenarnya Ale masih tidak percaya ketika Andrian benar-benar akan mengantarnya hanya dipemberhentian bus. Tapi dia sudah berhenti disini, artinya Ale benar-benar harus turun.
“baik pak, trimakasih..” Andrian langsung melesat meninggalkan Ale.
“saya akan antar kamu pulang, seperti itu biasanya seorang laki-laki, tapi mana berlaku untukk manusia kulkas itu!!” gerutu Ale yang sebenarnya sangat kesal.
“ Ahhh apa masih ada buss lewat ini? Hmmm harusnya sih ada” tak lama Ale menunggu, kemudian bus datang lalu Ale langsung menaikinya.
**
Andrian sampai dirumahnya dan langsung disambut oleh para pelayan yang bekerja dirumahnya.
Pak nanda adalah kepala pelayan dirumah itu, dia sudah ditugaskan menjaga Andrian sejak Andrian masih kecil. Pak nanda adalah orang kepercayaan ayahnya yang dipercayakan untuk selalu menjaga Andrian.
“Selamat malam tuan muda.. makanan sudah disiapkan.” “saya tadi sudah makan diluar pak.” “Baik tuan..” Andrian langsung pergi kekamarnya untuk bergegas mandi dan istirahat.
Pak nanda sangat faham terhadap mood tuan mudanya itu. Malam ini sepertinya mood nya sedang bagus. Bagi pak nanda, semua sangat terlihat dari mata dan aura yang dipancarkan tuan mudanya itu. Syukurlah, itu berarti dia bisa langsung pulang. Pak nanda memang selalu menjaga rumah ini, tapi ketika Pak Nanda sudah memastikan bahwa tuan mudanya itu baik-baik saja dan akan beristirahat, pak nanda akan meninggalkannya dan pulang kerumahnya. Tapi jika mood tuan mudanya sedang tidak baik, dia sama sekali tidak akan keluar dari rumah ini untuk pulang, bahkan untuk tidurpun Pak Nanda tidak bisa tenang.
**
Ale beristirahat dikamarnya, dia masih tidak menyangka bossnya yang sedingin kulkas itu bisa berbuat sehangat itu.
“memangnya wajahku semenyedihkan itu? Sampai dia kasihan dan memberikan sepatu kepadaku? Akhhh sudahlah, mungkin dia memang benar-benar kasihan kepadaku sampai memberikan sepatu itu kepadaku. Lagian itu kan karna kakiku licet yaaa. Ahh Ale, kamu terlalu panjang berfikir tentang om kulkas itu.” Ale langsung bergegas untuk tidur karna besok dia harus bangun pagi. Ntahlah tapi Ale juga merasakan malam ini hatinya lebih tenang.
**
"Selamat pagi pak.. Maaf sebelumnya karna ini sangat tiba-tiba" "apa ini dew?" Tanya Andrian bingung karna masih sepagi ini dan sekretarisnya itu sudah menyuguhkan kata maaf.
"Ini surat resign saya pak.. Selesai kontrak saya minggu depan, dan saya ingin mengundurkan diri pak" Dewi berkata sambil sedikit merasa takut, karna rencana ini memang sangat tiba-tiba.
"Kamu akan menikah" tanya Andrian go the point. Dewi tidak kaget karna dia memang sangat mengerti atasannya itu. "Iya pak, pasangan saya tidak mengizinkan saya bekerja lagi pak, jadi saya resign dari perusahaan ini" Andrian memahami setiap kata yang diucapkan sekretarisnya itu.
"Jadi menurut kamu, siapa yang bisa menjadi pengganti kamu?"
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa