Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FlashBack
Sore hari ini dilalui Pras dengan rasa syukur dan bahagia. Dia mengemudikan mobilnya dengan tenang diiringi lagu favoritnya.
Plaaakkk..!!
Tiba - tiba Pras menepok jidatnya. Dia teringat akan Dina _ sahabatnya. Dia punya janji bertemu hari ini. Dia pun segera menepikan mobilnya.
Dia meraih telepon genggamnya. Ada tulisan 21 panggilan tak terjawab dilayar monitornya. Dia menelpon balik ke nomor Dina.
Tliluuutttt...tliluuuut....
"Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area. Cobalah beberapa saat lagi atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan" operator berbicara.
Dia berkali - kali mencoba menghubungi tapi selalu mendapatkan jawaban yang sama.
"Ditelpon gak nyambung.. mau langsung kasih surprise gak tau juga alamatnya, hmm pulang aja deh, beli makanan aja lah untuk ibu dan Zylva" ucapnya yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Akhirnya dia pun putar arah untuk mampir ke toko langganannya. Tidak seperti biasa, kali ini dia harus ikut nomor antrean. Setelah lama menunggu, akhirnya dia mendapatkan yang dia inginkan. Melanjutkan kembali perjalanannya.
****
"Assalamualaikum.." sapa Pras kepada ibu setelah dia masuk kedalam rumah, sambil mengedarkan pandangannya ke setiap arah.
"Waalaikumsalam," jawab ibu.
"cari bidadari kecilmu? imbuh ibu lagi.
Pras hanya mengangguk - anggukkan kepalanya.
"Tadi setelah makan, dia duduk sebentar kemudian langsung ke kamarnya, mungkin dia capek.." ucap ibu memberikan penjelasan kepada Pras.
"Oh iya, ini Pras beli makanan untuk ibu dan Zylva" Pras meletakkan bungkusan yang ada ditangannya, dan segera menuju kamar Zylva.
Langkah Pras terhenti ketika ibu melarangnya menemui Zylva.
"Sudah biarkan anakmu, jangan ganggu dulu. Nanti ibu yang memberi penjelasan padanya. Mendingan sekarang kamu mandi, bersihkan diri biar fresh kembali" ucap ibu menenangkan hatinya.
"Ya sudah kalau begitu, terimakasih ya, bu. Pras ke kamar dulu" sambil berlalu dari hadapan ibu.
Setelah selesai menyegarkan diri kembali, dia pun menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk. Menyandarkan kepalanya pada sebuah bantal yang super nyaman.
Pikirannya kembali nge_blank. Sesaat dia memejamkan matanya, dan tiba - tiba saja dia bangkit dari tempat tidurnya.
Meraih sebuah album foto bersampul warna merah. Foto - foto kenangan bersama almarhumah istrinya dan saat - saat pertama mendapat status mommy and daddy.
Semua kenangan yang pernah ada terputar kembali, dalam gulungan roll memory yang tersimpan dikepala yang entah berapa giga isinya.
Oweeekk..oweekk...oweekkk..
Suara tangis bayi memecah ketegangan yang dirasakn oleh Pras. Akhirnya moment yang dinanti pun tiba. Proses lahiran melalui caesar.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau telah menganugerahkan bidadari yang sangat canti kepada kami. Sehat sempurna. Semoga dengan kehadirannya membawa keberkahan dunia dan akhirat dalam perjalanan rumah tangga kami ya Rabb" dengan perasaan yang luar biasa bahagianya, dia mengungkapkan rasa syukurnya ketika melihat baby girlnya lahir menambah kesempurnaan dalam hidupnya.
setelah beberapa menit kemudian, "Pak, ini putrinya sudah bisa digendong, sudah selesai dibersihkan" ucap salah satu perawat yang bertugas saat itu.
"Oh iya, terima kasih suster" jawab pras sambil mengulurkan tangan menggendong bayinya. Pras pun mengumandangkan adzan dan iqomah ditelinga putrinya itu dengan suara terbata - bata.
Tanpa sadar airmata mengalir dikedua pipinya. Alunan suara yang merdu membuat semua orang yang ada diruangan itu mengharu - biru. Hanyut dalam suasana, membuat semuanya ikut menetaskan air mata. Terlebih lebih Hilda yang tak kuasa menahan tangisnya.
Setelah selesai diadzankan, Pras memberikan putrinya pada Hilda. " Assalamualaikum, cantik.. welcome to my world, you are so beatiful honey, love you so much...sehat - sehat ya sayang" ucap Hilda sambil membelai lembut pipi mungil itu, dan sekarang ada dalam dekapannya.
Pras berdiri disisi hilda sambil mengelus kepala Hilda. "Thanks a lot, you are the best. Love you, muuaach.." ucap Pras kepada istrinya.
"Maaf, bapak Prasetyo Nugroho.. anda ditunggu dokter" kata salah seorang perawat.
"Oh.. baik, sus. Terima kasih. Saya kesana sekarang" jawab Pras.
"Sayang.. aku temui dokter dulu ya..kamu sama ibu dulu. Kalau butuh sesuatu tinggal bilang ke ibu atau panggil perawat, ya?" Ucap Pras.
"Bu.. titip Hilda sebentar ya bu," ucap Pras kepada ibu yang ikut menunggu proses kelahirannya. Pras berlalu dari pandangan.
Ada apa dokter tiba - tiba memanggil saya, seperti ada yang urgent. Pikir Pras sambil terus berjalan menuju ruangan dokter.
Tok..tok..tok..
Pras mengetuk pintu ruangan dokter.
"Ya, silahkan masuk pak, Pras. Marii..silahkan duduk." sambut dokter dengan hangat. Dokter pengganti yang menangani Hilda saat ini.
"Terima kasih dokter. Kalau boleh saya tahu, kenapa dokter memanggil saya kesini? Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi, dokter??" ucap Pras menyelidik.
"hmm, memangnya bapak tidak mengetahui tentang penyakit yang diderita istri bapak?" ucap dokter itu kembali bertanya.
"Penyakit???! memangnya istri saya sakit apa, dok? Selama ini dia tidak pernah mengeluh ataupun cerita kepada saya! jawab Pras yang merasa sangat terkejut.
Dia merasa sebagai suami yang gagal menjaga istrinya. Sampai - sampai tidak mengetahui kakau istrinya sedang menderita.
"Saya harap pak Pras tenang, semoga kita bisa mengatasinya dengan baik." ucap dokter.
"Apakah bapak pernah melihat track record kesehatan istri bapak selama masa kehamilannya?" imbuh dokter itu lagi.
"Tidak pernah, dok. Hanya mendengar dari istri saya langsung, karna saya mempercayai" jawab pras perlahan sambil menyesali dirinya.
"Sebenarnya apa penyakit istri saya, dok?" tanya Pras kembali.
"Istri bapak menderita Leukimia Chroinic Myeloid (CML) stadium akhir" kata dokter.
"Apakah itu sangat berbahaya, dok?" tanya Pras kembali dengan perasaan cemas.
"Penyakit ini sangat langka yang menyerang orang dewasa 1.7 dari setiap 100.000 orang dewasa. Jadi mulai saat ini harus segera ditangani secara intensif" imbuh dokter spesialis Penyakit dalam itu.
Bagaikan tersambar petir telinga Pras saat mendengarkan semua penjelasan dokter saat itu. Seolah dunianya hancur luluh lantak, memporak porandakan hidupnya.
Pras yang terduduk lemas tak berdaya kembali sadar, dengan suara tangisan bayi. Dia teringat dengan tubuh kecil yang baru terlahir kedunia.
"Lalu, dok bagaimana dengan anak saya? Apakah dia mewarisi penyakit ibunya?? lanjut Pras yang sangat mengkhawatirkanny.
"Kanker darah yang diderita oleh ibu - ibu hamil sebenarnya tidak memiliki dampak terhadap bayi yang dikandung. Pengobatan yang dijalani oleh ibu hamil lah yang berdampak pada pertumbuhan janin dalam kandungan. Pengobatan itu biasanya menyebabkan supresi tulang belakang. Yang menyebabkan rendahnya jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih bayi sehingga menyebabkan janin cacat ketika lahir." terang pak dokter kepada Pras.
"Jadi bersyukurlah, putri bapak sehat sempurna, ini semua karna istri bapak belum pernah menjalani treatmen ataupun pengobatan lainnya untuk menyembuhkannya ".lanjut pak dokter.
"Jadi.. saya sarankan mulai sekarang istri bapak untuk tidak meyusui demi kesehatan putrinya." imbuh pak dokter lagi.
"Baik, dok. akan saya usahakan selalu mengingatkan istri saya. dan saya minta kepada dokter, sembuhkan istri saya." pinta Pras.
"Mudah - mudahan istri bapak dapat di sembuhkan" jawab dokter menenangkan hati Pras.
"Dokter.. dokter... dokter.." panggil salah satu perawat dari ruangan Hilda.
"Ada apa?" tanya dokter itu.
"Pasien bernama Hilda Ayunda drop lagi dok." ucapnya.
Mereka pun berlari menuju ruang Hilda terbaring.
"Apa yang terjadi dengan Hilda, Pras? Tanya ibu yang menjaga Hilda sejak proses oprasi. Sampai akhirnya dia masuk ke ruang ICU selama 2 hari. Dan dokter pun berkata " Maaf, pak. kami sudah berusaha, namun ketentuan Allah berbeda".
Sejak saat itu Pras menutup hati untuk wanita manapun. Dia mengunci hatinya hanya untuk Hilda Ayunda. Wanita terhebat yang telah memberinya hadiah sangat luar biasa. Hadiah terindah sepanjang hidupnya.
Kini Pras tenggelam dalam sedih yang menjajah hatinya.
Saat ini dia tersesat dipersimpangan. hanya mampu terdiam.
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️