Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 6 Hadiah Kecil Dari Elias
Elias melanjutkan berkeliling kantor ekspor impor milik Ayahnya.
"Barang yang disebelah sana itu barang ekspor atau impor?"
"Itu barang impor, ayo ke sana, aku tunjuk kan." kata Elias menarik tangan Cyara.
Cyara malu di lihat banyak orang, ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Elias, namun tidak bisa. Tangan nya terlalu erat, sehingga ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Ini barang impornya. Pembeli membeli barang banyak dari luar negeri dengan harga super murah, kemudian menjualnya kembali dengan harga lima kali lipat harga beli.''
"Bagaimana jika aku ingin membeli satu barang saja, apa itu bisa?"
"Bisa, tapi rugi, karena akan terkena ongkos kirim yang besar. Jika belinya dalam jumlah partai besar, maka harga barang dan ongkos kirimnya bisa lebih murah."
"Barang apa yang kamu ingin kan, aku akan mencarinya. Anggap saja sebagai hadiah dariku, hadiah jadian kita."
"Ah, tidak, aku tidak menginginkan barang-barang."
"Lalu apa yang kau inginkan?''
"Aku ingin dicintai dengan tulus."
Elias tidak menjawabnya, dia masuk ke gudang dan mengambil beberapa barang.
"Cyara, pilih lah mana yang kamu suka. Tas ini, baju, sepatu, boneka...."
Cyara menggeleng melihat semua barang yang di bawa Elias.
"Kalau begitu pilih satu saja. Jika kau tidak memilih, artinya kau tidak menghargai ku..."
"Maaf bukan itu maksudku..."
"Lalu apa..."
"Aku tidak bisa menerimanya."
"Kalau begitu biar aku saja yang memilih untukmu. Yang mana ya... yang ini saja. Tas ini cocok untuk mu. Pakailah untuk kuliah, biar aku bisa melihatnya." kata Elias memberikan shoulder bag impor berwarna maroon.
"Terima kasih, Kak..."
Cyara melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul lima lebih empat puluh menit.
"Aku ingin pulang saja, karena sudah hampir pukul enam. Tadi aku tidak berpamitan pada Ibu dan Ayah, mereka pasti mencari ku."
"Padahal setelah ini, aku mau mengajak mu ke rumah. Oke kita balik sekarang."
Ada beberapa pegawai yang melintasi mereka membawa barang ke gudang dan mengobrol. Cyara samar-samar mendengar obrolan mereka.
"Kelihatannya gadis itu gadis baik, tidak seperti yang lainnya, yang datang ke sini dengan tangan kosong, pulangnya penuh barang bawaan."
"Mungkin masih awal, nanti jika sudah terbiasa ke sini akan seperti gadis kebanyakan."
"Kenapa dua putranya bos kita play boy semua ya ?"
"Siapa tahu gadis itu bisa menyadarkan nya, sama seperti Kakaknya dulu."
Cyara menoleh ke arah mereka, dan mereka seolah tahu jika Cyara mendengar nya, kemudian mereka segera pergi menjauh.
"Ah, sudah, kita lanjut kerja jangan bergosip."
Elias berhenti dan menoleh Cyara yang berjalan di belakangnya
"Ada apa berhenti Cyara... bukan nya mau pulang sekarang ?"
"Oh, tidak...iya kita pulang saja, Kak."
Elias dan Cyara sudah sampai di depan mobil, dia membuka langsung pintu untuk Cyara.
"Masuk dan duduklah, Cyara."
"Terima kasih, Kak...maksudku Elias..."
Elias masuk ke mobil lewat pintu sebelah kanan, kemudian mengemudikan mobil nya. Mereka meluncur keluar dari perusahaan Ayah Elias.
"Aku kembali ke kampus, saja."
"Aku akan mengantarmu sampai rumah."
"Bukannya aku tidak mau, tapi aku meninggalkan motor di tempat parkir."
"Apa aku antar sekarang ke rumahmu, besok pagi aku jemput?"
"Oh, tidak perlu, Kak..." kata Cyara dengan gelagapan.
"Baiklah kalau kamu memaksa."
Mereka meluncur ke kampus, melewati Swalayan yang menjual pizza.
"Bau nya harum, kita berhenti dulu sebentar." kata Elias turun dari mobil.
Elias menunggu Cyara turun, tapi tidak turun juga. Dia membukakan pintu untuk Cyara lagi.
"Ayo turun, sebentar saja." kata Elias kemudian memesan pizza.
Cyara turun dan mengikuti Elias berjalan.
"Kita duduk di sini berdua, ayo ke sebelah sini."
Cyara duduk di sebelah Elias, ia merasa berdebar karena baginya berada terlalu dekat dengannya.Ia menatap Elias, apakah ia juga merasakan hal yang sama dengan nya. Ternyata tidak, Elias kelihatan biasa saja, meskipun mereka duduk bersebelahan.
Pizza datang, Elias kemudian memakan satu potong.
"Kenapa melamun, tidak segera di makan ?"
"Sebenarnya aku teringat pada Rianti, aku janji besok akan mentraktirnya pizza. Dia memintaku mentraktirnya sebagai perayaan kita jadian."
"Jadi kamu menceritakannya pada Rianti, bukankah ada yang bilang kapan lalu minta dirahasiakan saja ?"
"Oh, maaf. Aku cerita hanya pada Rianti saja, dia sahabatku. Lalu bagaimana dengan Kakak, maksudku Elias, apakah menceritakan ke teman lainnya ?"
"Aku belum cerita siapa-siapa, kamu ingin aku ceritakan pada semua orang atau kita backstreet saja ?"
"Kalau hanya sedikit yang tahu, misalnya teman dekat saja, aku tidak apa-apa. Kalau yang lain, mungkin nanti biar mereka tahu sendiri, seiring berjalannya waktu."
Karena takut kelamaan, mereka hanya makan satu potong pizza saja, dan membungkus sisanya. Kemudian Elias mengantarkan Cyara menuju ke kampus.
"Aku turun di sini saja, aku akan berjalan ke tempat parkir, Kakak kembali saja."
"Kalau begitu aku antar sampai ke tempat parkir."
Elias mengikuti Cyara berjalan ke tempat parkir.
"Terima kasih, Kak untuk hari ini. Aku pulang duluan. Kakak hati-hati ya baliknya." kata Cyara menaiki motor nya dan melaju.
"Iya Cyara. Jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai rumahmu."
"Oh, iya...aku tadi lupa tidak berfoto dengan nya. Mau aku arsipkan fotonya. Besok aku akan ambil foto berdua untuk bukti." kata Elias tersenyum lebar kemudian kembali ke mobil dan pulang.
Pagi hari di rumah Cyara.
Cyara bangun dengan ceria, dia melihat tas pemberian Elias dan mencoba memakainya, kemudian bercermin.
"Bagus sekali tasnya, aku suka. Kalau di pikir-pikir sebenarnya aku beruntung bisa jalan sama Elias. Dia cakep, tajir, dan perhatian..." gumam Cyara.
"Tapi masalahnya, aku belum mengenal nya. Aku juga belum tahu siapa mantan nya." gumam Cyara sambil melihat jam dinding yang menunjukkankan pukul tujuh lewat sepuluh menit.
Cyara segera berangkat ke kampus. Beberapa saat kemudian dia sudah sampai di tempat parkir. Dia berjalan menuju kelasnya melewati Kelas Elias.
"Kelihatannya masih sepi, mungkin dia juga belum sampai." gumam Cyara kemudian meneruskan berjalan. Banyak cewek yang melihatnya dengan tatapan tidak enak, namun Cyara tetap menjadi mengabaikannya dan memasuki kelas.
"Cyara....."
"Rianti, tumben agak siang baru datang."
"Gimana datingnya semalam ?"
"Sst...jangan keras-keras. Kita ngobrol di dalam saja yuk."
Mereka duduk di bangku paling belakang dan melanjutkan obrolan.
"Tasmu baru, coba kulihat...
"Ini, cobalah. Ini pemberian Elias."
"Sungguh, ini seperti tas impor, elegan. Sebenarnya kamu beruntung jalan dengan Elias."
"Semalam aku di ajak berkeliling perusahaan ekspor impor milik Ayahnya, namun ada yang aneh. Mayoritas pegawai mereka berceloteh tentang play boy dan cewek agresif. Aku tanyakan ke Elias, dia bilang yang dibicarakan mereka adalah Kakaknya."
"Menurutku kau harus mencari informasi mengenai Elias."
Ponsel Cyara bergetar, dia mengambil dan mengecek ada chat masuk, dari Elias ternyata.
"Dia mengajak ketemuan lagi nanti sore."
"Menurutku kau harus lebih mengenalnya dengan sering bersama."
Obrolan mereka berakhir ketika dosen memasuki kelas. Mereka mengikuti kelas sampai akhir. Bel berbunyi dan kelas berakhir, semua mahasiswa keluar kelas.
Cyara berjalan sampai halaman depan Gedung Keperawatan, Ternyata Elias menunggunya di kursi tunggu.
Elias menghampiri Cyara dan menggandengnya di depan banyak mahasiswa, seolah memamerkannya pada semua orang.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫