NovelToon NovelToon
CAHAYA JINGGA

CAHAYA JINGGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuriyyah

Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.

Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.

Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.

Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Hari ini adalah hari dimana Jingga akan dipertemukan dengan orang tua Ken. Ken sangat tidak sabar menunggu momen itu.

Namun hal yang berbeda dirasakan oleh Jingga. Sungguh dia sangat gugup bertemu mereka.

"Sayang ayo berangkat!" ucap Ken sambil menarik tangan Jingga masuk ke dalam mobil.

"Ken, aku gugup," ucap Jingga yang tak dapat menyembunyikan perasaan gelisahnya.

"Tenang sayang, kamu percaya kan sama aku," ucap Ken.

Dan Jingga hanya mengangguk walaupun dalam hatinya dia benar-benar gugup.

Akhirnya mobil yang dikendarai Ken sampai dipekarangan rumah Ken. Jingga menatap takjub rumah Ken yang besar dan sangat indah itu. Dan hal itu semakin membuat Jingga ragu, akankah orang tua Ken setuju.

"Assalamu'alaikum! Mah... " ucap Ken setengah berteriak.

Pintu terbuka dan memunculkan sosok yang tampan dan cantik walaupun sudah berumur, yang tak lain adalah orang tua Ken.

"Wa'alaikumsalam. Akhirnya datang juga kamu Ken. Kami sudah tak sabar ingin melihat calon menantu Mamah dan Papah," ucap Bella ibunya Ken.

Dan Jingga menyalami mama dan papanya Ken dengan perasaan takut. Namun rupanya Bella sangat senang melihat Jingga. Jelas dari raut wajahnya saat pertama melihat Jingga, dia langsung sumringah.

"Kamu cantik banget sayang," ucap Bella sambil memeluk Jingga. Jingga pun merasa bahagia karena mamanya Ken terlihat senang melihat kehadirannya.

"Makasih Tante," ucap Jingga.

"Jangan manggil Tante! Panggil Mama aja ya sayang, bentar lagi kan kamu jadi menantu Mama," ucap Bella senang.

"Iya Ta---Mama," ucap Jingga tergagap.

"Sayang ayo ajak mereka masuk!" perintah Roy papa Ken.

Dan Bella tak canggung-canggung merangkul Jingga masuk kedalam rumah. Sedangkan Ken berjalan dengan papanya dibelakang mereka.

"Pantes kamu pengen cepet-cepet nikah Ken, ternyata kekasihmu sangat cantik apalagi ditambah jilbabnya," puji Roy.

"Hahahaha, iya Pah. Nanti Papah percepat aja pernikahannya bulan depan," ucap Ken semangat.

"Dasar kamu anak nakal," ucap Roy membuat Ken tersenyum lebar yang menampilkan deretan giginya yang putih.

Kini mereka berada diruang keluarga untuk membicarakan rencana pernikahan Ken dan Jingga. Dimulai dari Ken yang menjelaskan secara rinci tentang kehidupan Jingga sampai rencananya yang akan mempersunting Jingga.

"Gimana Pah, Mah? Kalian setuju kan?" tanya Ken.

Dan pertanyaan Ken itu membuat jantung Jingga berdegub kencang. Harap cemas menanti jawaban dari orang tua Ken.

"Papah dan Mamah setuju Ken. Tapi apa kalian sudah meminta restu ayahnya Jingga?" tanya Roy.

"Setelah ini Pah rencananya," jawab Ken.

"Kalo kalian udah dapat restu dari ayahnya Jingga, Mamah pengen pernikahannya diadakan bulan depan Ken," ucap Bella tersenyum senang.

Perasaan Jingga berangsur lega kala mendapatkan restu dari orang tua Ken. Tapi apa tadi kata mamanya Ken, satu bulan lagi. Berarti bulan depan dia akan menjadi istri Ken pikir Jingga.

"Makasih Mah, Pah. Untung persiapannya udah beres semua," ucap Ken.

"Maksud kamu apa Ken?" tanya Roy penasaran.

"Ya persiapan semuanya udah. Dari mulai baju pengantin, tempatnya dan undangan juga udah dicetak Pah," ucap Ken bangga.

"Jadi kamu nyiapin semuanya dulu, terus minta restunya baru sekarang?" tanya Bella yang kaget dengan penuturan Ken. Bagaimana mungkin ada orang yang mau nikah tapi meminta restunya belakangan, ini anak minta digetok pikir Bella kesal.

"Iya Mah," ucap Ken sambil nyengir kuda.

Jingga hanya menunduk malu. Tapi orang tua Ken bangga karena Ken mau menghalalkan Jingga secepatnya. Itu artinya Ken tak mau membuang-buang waktunya dengan pacaran.

Akhirnya mereka makan siang bersama dengan diselingi obrolan ringan. Apalagi Bella yang sangat senang menggoda anaknya itu dengan candaan yang membuat Jingga malu hingga wajahnya memerah bak kepiting rebus.

...----------------...

Hari minggu adalah hari libur dan merupakan hari panjang bagi Ray. Bagaimana tidak, disaat orang lain pergi menghabiskan hari dengan kekasih ataupun orang tercinta mereka, Ray hanya menghabiskan waktunya dirumah.

"Kak pergi keluar yuk!" ajak Dafa.

"Kamu aja, Kakak males. Lagian kalo keluar gak ada yang nyegerin," ucap Ray malas yang hanya tiduran diatas sofa.

"Ya kali aja nanti pas keluar, ada wanita cantik yang dihalte," ucap Dafa memancing Ray.

"Kamu kenapa tiba-tiba ngomong kaya gitu?" tanya Ray kaget, dia heran dari mana adiknya ini tahu perihal gadis halte yang diincarnya.

"Alah gak usah mengelak lah Kak. Aku tahu setiap melewati halte itu Kakak langsung senyum-senyum kaya ABG yang lagi kasmaran, hahahaha!" ucap Dafa yang berhasil membuat Ray salah tingkah dan melemparkan bantal sofa pada dirinya.

"Tuh tuh lihat! Muka Kakak kaya kepiting yang baru direbus," ucap Dafa yang senang membuat kakaknya kesal. Namun matanya membesar melihat Ray yang berlari kearahnya membawa gunting. Dia mau ngapain pake gunting? Horor banget pikir Dafa. Dia segera berlari kekamarnya sebelum diamuk oleh Ray.

"Hey tunggu! Awas aja kalo turun, aku botakin kepalamu. Dafa... " Teriak Ray kesal.

Akhirnya Ray memutuskan untuk membersihkan diri karena setelah selesai berolahraga tadi, dia belum sempat mandi. Sungguh dia kesal bagaimana adiknya itu tahu, apakah ekspresinya terlalu menunjukan atau bagaimana pikir Ray kesal.

Satu jam kemudian keduanya sama-sama keluar dari kamar, dan Dafa hanya menunjukan raut wajah tak bersalahnya.

"Jadi kita mau pergi kemana Kak? Ke Mall, Taman atau pergi makan saja?" tanya Dafa.

Awalnya Ray hanya melirik kesal adiknya, namun akhir kalimat yang diucapkan Dafa seolah membangunkan semangatnya untuk mencari tahu tentang Jingga lagi.

"Ya sudah kita pergi makan saja," balas Ray yang pura-pura masih kesal.

"Oke." ucap Dafa cepat.

Mereka pun segera bergegas pergi. Sepanjang perjalanan Ray hanya fokus menyetir tak berminat menimpali ocehan sang adik yang terbilang cerewet itu.

Sampai akhirnya mobil Ray berhenti diparkiran sebuah restoran yang tak lain tempat Jingga bekerja.

Ray terus memperhatikan sekeliling restoran tapi tak melihat siulet Jingga.

Ray dan Dafa memesan makanan yang sama. Tak butuh waktu lama pesanan mereka pun datang.

"Mana yah Citra? Kok belum kelihatan," ucap Dafa pelan.

"Kamu nyari siapa sih?" tanya Ray penasaran.

"Itu loh Kak temen aku pas SMA sekarang kerja disini. Namanya Citra," jawab Dafa.

"Temen atau pacar?" tanya Ray sedikit menggoda adiknya itu.

"Temen lah. Kalo dijadiin pacar nanti ribet sama pacar aku yang lain," jawab Dafa tanpa malu.

"Sudah Kakak duga kamu playboy cap kapak hahaha!" ucap Ray sambil tertawa.

"Maka dari itu, masa kalah sama adik sendiri. Jadi kapan Kakak punya pacar? Atau mau aku kenalin sama temen-temen aku?" tanya Dafa yang mendapat dengusan dari Ray.

"Ini sekarang lagi proses," jawab Ray asal.

"Siapa? Mana buktinya?" tanya Dafa lagi.

"Ada lah. Kamu gak usah tahu. Dia kerja disini, maka dari itu Kakak sering kesini buat nyari tahu tentang dia," ucap Ray jujur.

"Woah... Beneran nih gak bohong? Siapa Kak mana tahu Citra kenal?" tanya Dafa yang merasa senang setidaknya kakaknya ini sudah banyak berubah dan mau membuka hati buat wanita.

"Namanya Jingga. Kakak juga baru tahu namanya pas kemarin makan siang disini bareng Adit," ucap Ray.

"Jangan bilang itu gadis yang sering Kakak lihat dihalte?" tanya Dafa yang semakin penasaran.

Dan Ray hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Baiklah aku akan meminta bantuan Citra," ucap Dafa.

Ray tak menolak ataupun menerima tawaran Dafa, dia hanya fokus pada makanannya.

Dan orang yang sedari tadi dicari Dafa akhirnya muncul namun dia baru datang bersama temannya.

"Citra!" panggil Dafa.

"Oh hai Daf. Kamu ngapain disini?" tanya Citra sedikit kaget karena setahu dia, Dafa itu jarang makan diluar.

"Ya makan lah masa nyari pacar hahaha.... Oh iya ngomong-ngomong soal pacar, Kak Ray katanya mau nyari tahu seseorang yang kerja disini," jawab Dafa.

Ray yang sedang minum pun tersedak akibat ucapan adiknya yang blak-blakan itu.

"Nyari siapa Kak?" tanya Citra pada Ray.

"Oh engga, itu bohong. Dafa ngomong nya ngasal," ucap Ray bohong.

"Lah katanya tadi nyariin , hmmm... kalo ga salah namanya Ji---" ucap Dafa yang terpotong karena Ray.

"Bukan siapa-siapa Cit. Dafa suka ngawur, udah kamu lanjutin kerja aja," ucap Ray cepat sebelum Dafa membocorkan semuanya. Bisa-bisa dia malu disini. Biarlah dia yang mencari tahu tentang Jingga sendiri pikirnya.

"Udah ayo pulang!" ucap Ray tak terbantahkan sambil menarik tangan Dafa keluar.

Citra hanya bengong namun dia mengangkat bahunya acuh. Dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya.

"Kak apaan sih. Katanya tadi mau dibantuin tapi malah ngajak pulang. Kakak aneh," ucap Dafa kesal.

"Udah biar Kakak sendiri yang cari tahu," balas Ray sambil menatap tajam kearah Dafa.

Dafa kalo sudah melihat tampang sangar Kakaknya, hanya diam tak membantah.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
kalo judul novelnya apa???
Nurriyah: Wah, terima kasih kak atas kunjungannya 😍😍😍
total 3 replies
Puan Harahap
nyicil 10 like thor
mampir ya
Puan Harahap
hadir dan salam daroi pria idola
Puan Harahap
hadir, salan pria idola
Puan Harahap
hadir
Puan Harahap
salken thor
Rochmah Yuliati
gak ada lanjutannya thor??
Nurriyah: Maaf ya kak, belum bisa up lagi. Tapi Author akan segera menyelesaikannya 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
dasar ken,,, gak punya urat malu,,,,kepedean banget,,, skrg ngakuin anak dulu loe kemana aja,,, malah gak mengakui anak dlm kandungan jingga sbgai darah dagingnya,,,,
Nurriyah: Sesal selalu di akhir, mungkin itu yang dia rasakan kak 😊 😊
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
wah...wah...wah ini lebih memalukan lagi istri baru seminggu meninggal dah ngejar mantan aja dengan tak tau malunya bahkan meremehkan orang lain kayak dia yang lebih baik baik aja ckckck
Nurriyah: Iya kak 😊 😊 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
urat malunya udah putus tu
Nurriyah: 😊😊😊 iya kak
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
awas klo ken bikin ulah dengan keadaan rey yg sekarang
Nurriyah: Kalo bikin ulah nanti ta getok kepalanya kak 😀
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
semoga cepet sadar dan pulih...dan semoga kecelakaan ini murni bukan rencana seseorang
Nur Aida Zhaafira
jgn sampe kenapa2 sama rey
Nafisa Hasan
heeh ada apa kk......
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
nah loh,,,,apa yg terjadi sampai jingga begitu kaget,,,,!?!?
Anissa Magfirah
jangan bikin terkejut juga lho thor jantung kita yang baca , dan buat kita penasaran,
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
Viorinne Chella
Semangat thor
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞
Nurriyah: Iya kak terima kasih 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
sehari sekali dong kk upnya
Nurriyah: Maaf kak kemarin ada acara keluarga jadi tidak bisa update 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
cara ken menemui anaknya yg salah,,,kenapa harus dgn cara tdk baik,, tentu saja jingga merasakan kesal dgn tindakan ken
Anissa Magfirah
saya senang saja sikap jingga , tapi saya juga muak melihat sikap ken yg terlalu angkuh, syukurlah kalau ken sadar, tapi, sebagai mantan suami, dia seharusnya secara baik baik dan jgn terlalu angkuh , jengkel ,kecewa sama ken ,
피롷: dri kmaren aku pgen bgt geplak palanya ken pke panci pink😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!