sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
"Dimana ayah? biasanya sudah pulang." khawatir zean.
Tidak lama, dia melihat ayahnya berjalan dan membawa bungkusan-bungkusan besar ditangannya. zean sedikit terkejut.
"ayah. apa semua ini? " tanya zean penasaran.
"ayo ayo kita masuk dulu. " kemudian mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
ayahnya dengan antusias mengeluarkan beberapa makanan dan barang seperti sepatu dari bungkusan itu.
tentu zean terkejut dan langsung bertanya.
"ayah dapat darimana semua ini? ayah menang lotre? ayah, serius menang dari kupon itu? " tanya zean
"aishh, kau ini. tidak. kupon nya akan di lotre minggu depan. ayah bertemu dengan orang baik. dia memberikan ayah semua ini. " ucapnya senang.
"huh? " zean masih tidak percaya.
"sudah, cepat ganti pakaian mu itu dan ayo makan malam. " ucapnya sambil mendorong zean masuk.
setelah berganti pakaian, zean turun untuk makan malam dengan ayahnya. disana ayahnya bercerita kalau dia bertemu dengan anak baik yang menolongnya dan memberikan semua ini untuknya. zean hanya mendengarkan saja, dan menikmati makan malam itu.
.....
"tuan muda, anda sudah pulang? silahkan masuk. " sapa sopan bibi art di sana.
"dimana papa dan wanita itu? " tanyanya.
"tuan sedang perjalanan bisnis. dan nyonya dia mengurus salah satu mall yang sedang bermasalah tuan muda. " ucap bibi itu.
'khem. hanya dekheman kecil dari Gavin sebagai jawaban pertanyaannya.
dia kemudian naik dan masuk ke dalam kamarnya. dia berbaring, dan tersenyum mengingat bahagianya bapak yang siang tadi dia belikan makanan dan barang. aku harap anaknya senang dengan barang itu.
sunyi pun melanda, hanya ada dengkuran halus disana...
....
"arine." panggil zean.
arine keluar rumah dan menyahut zean.
"owh Hi zean. eh, eh apa ini hm? sepertinya matahari nya terlalu banyak hari ini" ucapnya menggoda zean.
zean hanya tersenyum ramah, zean tau dia mengarah pada sepatu dan seragam barunya itu.
mereka berjalan dengan santai menuju sekolah.
disisi lain,...
'sial sial sial. bagaimana bisa gua bangun kesiangan. ' racau Gavin sambil bergegas menuju meja makan.
disana dia dapat melihat papa dan mama tirinya itu yang tersenyum padanya. clara berniat menyapa Gavin, tapi.. Gavin langsung membawa roti dan selai dan langsung betgegas pergi.
clara hanya terkejut. dia menoleh ke pelayan disana. dan...
"nyonya kami sudah mencoba membangunkannya, tapi tuan muda tidak ingin bangun. " jawab pelayan itu.
"huh.. anak itu benar-benar" desus Adrian lelah dengan anaknya itu.
dijalan, Gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan diluar nalar. tapi sial, sialnya. malah terjebak macet, entah apa yang dilakukan oleh truk di depan. jika telat dia akan tetap berdiri di panasnya, papa nya sangat menyebalkan untuknya. bukan membela, dia lah yang meminta hukuman itu diberikan bahkan dirinya tidak terkecuali.
2 menit tidak ada tindakan, akhirnya Gavin terpaksa memilih jalan lain.
"zean, tunggu disini oke? aku harus membeli buku dulu disana" arine kemudian meninggalkan zean di pinggir jalan. zean menoleh ke atas saat merasakan tetes air jatuh ke hidungnya.
"hm? apa tadi malam hujan? " dia kemudian menoleh ke jalanan, dan ternyata benar. ada beberapa genangan air disana, begitu juga yang ada di dekatnya. dia ingin pindah takut...
Byurrrrhhh.....
genangan air itu mengenai zean, sepatu seragam dan bahkan sedikit wajahnya. zean langsung menoleh ke pelaku. dan dia tidak berhenti atau meminta maaf, melainkan terus melaju dan meninggalkan zean.
arine yang sudah selesai membeli, dia tertawa melihat temannya itu. soal sekali untuknya.
"aahahahha, kasian sekali kamu zean. hanya menjadi matahari dalam beberapa menit" tawanya keras.
zean hanya menatap datar melihat itu...