NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 awal Rusaknya persahabatan

Jadi gini, Ko..." ujar Putri di seberang telepon, suaranya terdengar seperti gemetar.

Marko yang tadinya lagi rebahan Otomatis langsung  duduk tegak. "Gimana, gimana? Cerita aja, Put."

"Gue dapet info dari Angel," ucap Putri pelan.

"Hah? Angel? Mantan si Alex?" Marko 

langsung mengernyitkan dahi. Dia sangat terkejut  karena setahunya marko, Alex dan Angel itu sudah putus komunikasi sejak 3 tahun lalu.

"Iya, Ko. Jadi sebenarnya 1 Minggu yang lalu Alex  jalan sama si angel. Nah terus kata Angel, si Alex sempat ngomong pengen balikan lagi.. tapi dia bingung karena posisinya masih punya hubungan sama gue," ucap Putri, nadanya mulai kedengaran sesenggukan menahan tangis.

"LO SERIUS?! Ah, yang bener put Masa temen gue kayak gitu," sahut Marko, antara syok dan masih nggak percaya.

"Beneran, Ko! Gue nggak bohong, si putri ngirimin buktinya kok," kata Putri meyakinkan.

"Bukti apaan emang?" tanya Marko buru-buru.

Nggak lama setelah itu, layar HP Marko bergetar. Putri mengirimkan sebuah foto.

Begitu dibuka, foto itu memperlihatkan tangan seorang cowok yang lagi genggaman erat sama Angel. Tapi yang bikin Marko melotot adalah gelang hitam yang melingkar di tangan cowok itu, Marko terasa familiar dengan gelang itu, dan Marko teringat gelang itu persis seperti gelang couple nya putri dan Alex.

"Noh, lo lihat sendiri, kan? Ada gelang couple gue sama Alex di situ," kata Putri, suaranya makin serak karena nangis.

Marko menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa ikutan sesak. "Wah... parah sih. Nggak nyangka temen gue kaya gitu. Thanks info put."

"Tapi jangan kasih tahu Alex dulu ya, Ko. Gue mohon..." pinta Putri, karena Putri takut kalo Alex tahu Bisa jadi drama yang rumit.

"Aman, rahasia lo aman di gue," sahut Marko mencoba menenangkan. "Ya udah, lo tidur sana, Put. Udah tengah malam ini. Good night."

"Ehh... mmm, iya... good night too, Marko," jawab Putri pelan, nadanya mendadak berubah agak ragu dan malu-malu sebelum mematikan telepon.

Klik. Sambungan telepon terputus. Marko langsung terdiam di kasurnya. Dia mendadak merinding sendiri mengingat respons terakhir Putri barusan. "Maksudnya apa coba pakai nada malu-malu begitu? " Tanya Marko dalam hati.

Pagi harinya, Marko berangkat ke kampus seperti biasa. Begitu sampai di area parkiran, dahi Marko langsung mengernyit heran saat melihat Alex turun dari pintu penumpang mobil Umam. Tidak seperti biasanya, karena biasanya Alex selalu membawa motornya sendiri dengan gaya berkendara yang khas, namun kali ini ia justru berangkat bersama Umam.

Woy!" panggil Marko dengan suara serak, mencoba memanggil Alex dan umam yang berdiri tidak jauh dari posisi mobil terparkir.

Sambil menghampiri sahabatnya, Marko melihat  langkah Alex yang tampak gontai seperti orang ngantuk. Setelah jarak mereka dekat, Marko sontak terkejut dan heran karena melihat muka Alex yang begitu mengantuk, dengan kantung mata menghitam yang sangat jelas.

"Mam, si Alex pasti ga tidur semalaman, ya?" tanya Marko kepada Umam setelah posisinya dekat, sambil menunjuk komuk Alex yang lemas.

Umam langsung menjawab santai sambil menggelengkan kepala, "Namanya juga patah hati, Ko. Maklumin aja."

"Wkwkwk, emang ya kalau udah patah hati pasti gitu," sahut Marko sambil tertawa mengejek Alex, mencoba mencairkan suasana meskipun di dalam hatinya Marko sebenarnya merasa canggung karena memikirkan telepon rahasia semalam.

Setelah interaksi itu, mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ruang kelas. Namun, saat baru saja sampai di koridor kampus yang mulai ramai oleh hilir mudik mahasiswa, Alex mendadak menghentikan langkah kakinya secara total. Pikirannya yang tadinya berkabut mendadak buyar saat ia melihat sosok Putri di kejauhan, sedang berdiri di dekat mading utama bersama beberapa teman sekelasnya.

Marko, karena posisinya sudah tahu seluruh cerita dan fitnah dari Putri semalam, langsung terdiam seribu bahasa. Dada Marko bergemuruh dan ia hanya bisa terpaku, tidak berani berbuat apa-apa atau mengeluarkan sepatah kata pun karena takut menambah rusak mood nya marko.

Sementara itu, mata Alex dan Putri sempat saling bertatapan selama sedetik dari kejauhan. Bukannya tersenyum atau menghampiri seperti biasanya, ekspresi wajah Putri langsung berubah menjadi sangat dingin dan salah tingkah. Seolah-olah tertangkap basah melakukan kesalahan, Putri dengan sengaja memalingkan muka, membalikkan badannya, lalu menarik lengan temannya untuk berjalan menjauh dengan terburu-buru.

Putri jelas-jelas sedang menghindari Alex di depan mata kepala mereka bertiga.

Setelah jam pelajaran kampus selesai, Marko dan kedua rekannya pun berpisah di parkiran kampus. Marko langsung berjalan menuju motornya untuk pulang ke rumah dengan membawa kendaraan seperti biasa.

Namun, di tengah perjalanan pulang yang cukup terik, tiba-tiba handphone di dalam saku celana Marko bergetar dan berdering pendek. Marko menepikan motornya sejenak ke pinggir jalan yang teduh untuk mengecek pesan tersebut. Begitu layar dinyalakan, dahi Marko mengernyit karena rupanya pesan itu berasal dari orang yang sangat ia kenal, ya... pesan itu berasal dari Putri.

“Markooo, kamu di mana? Bisa bantuin gua kaga?” tulis Putri di dalam pesan WhatsAppnya.

Marko langsung mengetik balasan dengan cepat, “Hah? Bantuin apa nih?”

Tidak butuh waktu lama, ponselnya kembali bergetar. “Motor guwe mogok, . Ini gue posisinya di samping perempatan dekat Cafe Kopi Skuy,” ucap Putri lewat rentetan pesan teksnya dengan nada lemas yang sangat kentara seolah sedang memelas meminta pertolongan.

Mengingat Putri adalah mantan pacar sahabatnya meskipun begitu Marko tidak tega untuk mengabaikannya. “Okey, gue otw,” balas Marko singkat.

“Shap, di tunggu Ko,” jawab Putri, lengkap dengan emotikon berterima kasih.

Marko langsung tancap gas membelah jalanan.

Sesampainya di lokasi, ia melihat Putri yang sedang berdiri kebingungan di samping motor maticnya. Marko kemudian turun dan berbaik hati membantu mendorong motor Putri menuju ke bengkel terdekat yang untungnya tidak jauh dari tempat motor itu mogok.

Namun, sejak momen ketika Marko datang menyelamatkan putri dan Marko sibuk mendorong motor, tanpa Marko ketahui, benih-benih perasaan aneh mulai tumbuh di hati perempuan itu. Putri diam-diam menaruh perasaan ke Marko setelah melihat sisi protektif dan kepedulian cowok itu.

“Ganteng juga nih anak kalau lagi serius gini,” ucap Putri di dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri memperhatikan postur Marko dari belakang.

Setelah sampai di bengkel dan mekanik mulai memeriksa mesin, Marko berjalan mendekati Putri setelah mendengar penjelasan dari montir.

"Ehh, ini motor lo ngga pernah diganti olinya ya?" tanya Marko dengan rasa penasaran sekaligus heran, karena ia tahu betul dari montirnya bahwa motor Putri sampai mogok total gara-gara kondisi olinya sudah benar-benar kering.

Putri langsung salah tingkah. "Hehehe iya... emang perlu ganti oli ya?" ucap Putri dengan wajah polosnya tanpa dosa.

Marko langsung menghela napas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Cewe cewe, cuma bisa makainya aja, tapi ga bisa ngerawat," ucap Marko dengan gemas sambil nepok jidatnya sendiri melihat kepolosan Putri yang kelewatan.

setalah percakapan itu Marako ada sedikit timbul rasa cinta terhadap putri...ini rasa cinta sesaat atau untuk selamanya?

Setelah motor Putri berhasil diperbaiki oleh montir bengkel, Putri langsung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Marko dengan senyuman manis yang tertahan. Tak berselang lama, mereka berdua pun memutuskan untuk berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah, Marko langsung merebahkan badannya. Bukannya tenang, pikiran cowok itu malah mendadak dihantui rasa khawatir. Dia cemas setengah mati, takut kalau hal yang dia lakukan tadi malah membuat keruh suasana antara Alex dan Putri. Marko takut kalau Alex sampai tahu kalau dia habis menolong Putri secara diam-diam, apalagi waktu itu mereka cuma berdua saja di jalan.

“Hmm... gue tadi ga salah kan ya? Niat cuma bantuin doang, kok Ga ada yang lain,” tanya Marko di dalam hatinya, berusaha menenangkan batinnya yang mulai tidak tenang.

Malam pun tiba. Malam yang biasanya berjalan sangat sunyi tanpa ada satu pun notifikasi pesan di handphone Marko, namun malam hari kali ini terasa sangat berbeda. Di tengah keheningan kamar, tiba-tiba layar ponsel Marko menyala. Sebuah pesan WhatsApp masuk, dan tebakan Marko benar, itu dari Putri.

“Koo, makasih banget buat yang tadi, coba ngga ada loo bingung gue tadi wkwkwkwk” ucap Putri di dalam pesannya.

Marko mengetik balasan singkat, mencoba menjaga jarak. “Iya, slow aja friend.”

“Mmm... Ko, lo lagi sendiri kan?” balas Putri lagi, mulai memancing obrolan yang lebih pribadi.

“Iya, emang kenapa?” sahut Marko heran.

“Telpon yoo, gue gabut pengen cerita,” ajak Putri terang-terangan.

Karena Marko sejak awal berkomitmen tidak mau menambah masalah baru di antara hubungan sahabatnya, akhirnya dengan tegas ia menolak permintaan telepon dari Putri. “Sorry ya, ehh…lain kali hehehe, gue ada tugas kampus,” ucap Marko memberi alasan.

Tak berselang lama setelah penolakan itu, Putri mengirimkan pesan beruntun lagi. Kali ini isinya langsung menembak ke topik tentang Alex.

“Koo, tolongin gue dong bilangin ke si Alex, Tolong jangan ganggu gue terus. Risih gue,” ucap Putri di dalam pesan teksnya.

Membaca pesan itu, rasa penasaran Marko langsung terpancing. Dia pun mengetik pertanyaan, “Emang dia ngapain Lo?”

“Dia neror gue, udah pakai dua nomor baru,” adu Putri, memberitahu Marko tentang kelakuan Alex yang terus-terusan mengejarnya lewat nomor asing.

Mendengar aduan fakta itu, Marko langsung kaget sekaligus heran karena tidak menyangka Alex bakal senekat itu sampai berganti-ganti nomor demi menghubungi Putri. Merasa tindakan sahabatnya sudah kelewat batas dan mengganggu, Marko langsung memberikan sebuah ide atau taktik telak kepada Putri untuk membungkam Alex seketika.

“Ouh, kalau gitu ya udah sih, tinggal bilang aja ke si Alex gini: ‘URUS HUBUNGAN LO YANG BELUM SELESAI ITU SAMA MANTAN LO YANG SEBELUM SAMA GUA’,” ketik Marko memberi saran lewat ruang obrolan mereka.

Marko menambahkan lagi di pesan bawahnya, “Dah, habis lo chat begitu, si Alex gak bakal hubungin lo lagi. Gue yakin.”

Dan benar saja, setelah itu Putri langsung mengirimkan pesan seperti yang dikatakan oleh Marko.

Keajaiban pun terjadi; beneran selepas pesan telak itu terkirim, Alex mendadak berhenti total dan tidak menghubungi Putri lagi. Taktik Marko sukses besar membuat Alex mundur dan terdiam.

“Wah, makasih Koo taktik Lo manjur anjir” balas nya setelah berhasil membuat Alex mati kutu.

“Yaa,sans ajah” balas Marko dengan sedikit ada yang ganjal di pikirannya.

setelah mengetahui taktiknya berhasil, perasaan puas Marko tidak bertahan lama. Di dalam kamar yang sepi, rasa penyesalan yang teramat sangat mendadak menghantam dadanya. Marko merasa sangat bersalah karena sadar sarannya barusan justru membuat jarak antara Putri dan Alex tambah jauh, bahkan membuat hubungan kedua sahabatnya itu makin hancur.

Batin Marko bergejolak hebat malam itu. Dia meremas rambutnya frustrasi sambil mengumpat pada dirinya sendiri, “Ahk, anjing... gue salah lagi apa ya?”

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!