NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuning

...

Latifa masih tidak bisa percaya dengan Minami. Namun setiap hari selalu saja Minami mendekatinya. Latifa sedikit merasa terganggu dengan Minami yang selalu saja mendekati dirinya.

Namun Latifa tidak memarahi Minami karena ia tahu kalau Minami bukanlah orang yang ingin mengejek Latifa. Minami hanya ingin berteman dengan Latifa, ia hanya ingin dekat dan akrab.

"Mengapa kamu selalu mendekatimu? aku gak pernah menjawab semua perkataanmu" Ucap Latifa yang sedang menulis.

"Tidak ada alasan apapun, aku hanya ingin berterimakasih kamu mau mendengar hal bodoh yang aku katakan itu sudah cukup, tak usah menjawabnya juga gak apa apa" Jawab Minami.

Latifa menundukan kepalanya, Ia yakin kalau Minami akan berhenti mengejarnya karna bosan.

Itu lah yang setidaknya ia pikirkan tentang Minami. Namun semenjak hari itu, Minami selalu datang dan bercerita. Entah itu penting atau tidak, ia selalu datang dan bercerita banyak hal tanpa mempedulikan Latifa yang tidak menjawabnya.

Latifa bingung harus bagaimana, Ia takut jika Minami merasa sakit hati jika ia tidak menjawab semua cerita dan pertanyaan Minami, namun itulah yang Latifa inginkan.

"Aku yakin, Gak lama lagi ia akan bosan denganku!" gumamnya.

Keesokan harinya Minami tiba-tiba saja tidak bertemu Latifa, Latifa pikir mungkin ini puncaknya, Minami telah bosan dengan Latifa dan meninggalkannya.

"Sudah kuduga, ia pasti bosan denganku?" Ucapnya.

"Mana ada yang ingin berteman dengan orang membosankan sepertiku? tidak ada!" Latifa membereskan mejanya dan beranjak untuk pulang.

Latifa meninggalkan kelas untuk pulang, ia tak melihat Minami hari itu, entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi Latifa yakin jika Minami sudah bosan dengannya.

Di gerbang sekolah, Latifa dihampiri oleh salah satu orang tuanya Minami. Orang tua Minami ada hal yang ingin dibicarakan dengannya. Namun Latifa tidak ingin membuang banyak waktu, Ia meminta untuk segera mengatakan kepentingan mereka mencari Latifa.

Ternyata Minami hari ini tidak bersekolah, Ia ternyata mengalami kecelakaan saat berangkat ke sekolah, Minami memaksa orang tuanya untuk tidak mengantarkannya ke sekolah karena ia ingin pulang jalan kaki bersama Latifa hari itu. namun hal yang paling tidak disangka terjadi, Minami mengalami kecelakaan, ia ditabrak oleh truk. Kakinya patah.

Latifa yang mendengar alasan Minami kecelakaan karna dirinya pun langsung merasa bersalah. Ia meminta orang tuanya Minami untuk segera mengantarnya. meski Latifa tidak yakin apakah informasi ini benar atau salah, ia hanya ikut walau nantinya ia diculik karna asal menerima ajakan orang lain.

"Aku tak peduli, Jika Minami benar-benar kecelakaan, aku harus meminta maaf kepadanya, Semua ini salahku, meski mereka menipuku lagi, aku sudah tidak peduli!" Minami memasuki mobil orang tuanya Minami dan mereka langsung tancap gas ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, ia berlari ke kamar A-5 untuk melihat kondisi Minami.

"Ini semua salahku"

Minami terus berlari hingga akhirnya ia bertemu dengan Minami yang terbaring lemah di kasur.

wajah yang selama ini selalu tersenyum, wajah yang selama ini selalu ceria, wajah yang selama ini selalu tertawa harus hancur. Kondisi Minami cukup parah, Bukan hanya kakinya yang patah, tapi tangannya ikut patah.

Latifa perlahan mendekat, semakin mendekat semakin sakit pula hati Latifa. hingga akhirnya ia sampai di hadapan Minami yang tak sadarkan diri.

Latifa memandangi wajah Minami tanpa senyuman itu. Ia memandang wajah tanpa kehangatan itu. wajah yang selalu tertawa disampingnya, meski Latifa tidak pernah menjawab segala pertanyaan ataupun cerita yang dibawakan Minami.

Latifa hancur, hancur sehancur-hancurnya. Orang yang menyelamatkannya saat ini sedang tebaring lemah. harsnya Latifa tidak pernah merasa dilahirkan, ia membuat banyak kesalahan. ia tak ingin menyakiti orang yang berharga baginya. tapi bukan ini yang Latifa maksud, ia hanya ingin diperhatikan dari jauh, bukan menjadi yang paling dekat.

"Kenapa kamu gak mikirin dirimu, sih Minami." Latifa menangis.

"Harusnya kamu tidak pernah bertemu denganku!"

"Lihat, Kamu sekarang tersakiti seperti ini, itu karna aku!"

"Kau terlalu naif, aku tidak pernah meminta ditemani, tapi kamu selalu berada disampingku."

"Aneh kan? kenapa kamu gak menjauh saja, menjauh dan mendapatkan yang lebih baik dari diriku?"

"Mengapa harus aku? aku bukan teman yang kamu cari, Minami."

"Aku.. aku bukan orangnya!"

...

Latifa menjaga Minami yang masih tak sadarkan diri itu. ia perlahan menggenggam tangan Minami yang dingin.

Kali ini, Ia yang bercerita.

"Kau tau, Minami?"

"Aku selama ini bisa memainkan alat musik, Lho!"

"Semua berawal dari ibuku yang membelikan sebuah alat musik cantik"

"Aku selalu memainkan alat itu, hari demi hari"

"Tanpa berhenti aku selalu latihan"

"Gagal demi gagal sudah aku lewatkan"

"itu yang membuatku kuat"

"tau ga? aku juga ikut bermain bersama instrumen lain di orkestra, lho"

"Aku asik bermain flute dan dijuluki si diva cilik"

"kadang aku terganggu dengan julukan itu, tapi pada akhirnya aku senang dengan julukan itu"

"Aku berterimakasih kepada banyak orang yang selalu mendukungku dari belakang"

"Mereka keren"

"dan sekarang kamulah yang menyelamatkanku"

"Di pohon itu, kamu seperti ibuku, membantuku berdiri saat aku terjatuh"

"Aku sempat ragu kalau kamu hanya menjahiliku"

"namun sekarang itu gak berarti"

"kamu menyelamatkanku, kamu mempercayaiku, kamu bercerita denganku"

"karna itu, Minami. Tolong bercerita lebih banyak bersamaku, aku akan menjawabnya. aku janji!"

Latifa terdiam dan menangis.

Beberapa saat kemudian ia mengambil tasnya. di dalam ternyata ia masih menyimpan Flute pemberian ibunya, meski sedikit rusak ia masih bisa memainkannya.

Ia memainkan Morning mood from Edvard Grieg peer Gynt Suite No. 1 Dihadapan Minami. perlahan ia kembali mengangkat Flutenya dan mengiringi Partitur yang sudah ia bawa dari dulu.

Suara indah dari Instrumen itu keluar, Suara merdu yang seharusnya selalu menjadi tempat bersandarnya Latifa akan kekejaman dunia.

Ia merasa bebas saat menutup setiap lubang dari Instrumen-nya, ia merasa hidup. hingga saat ia membuka mata, ia melihat ibunya yang tersenyum kepadanya, Sang ibu menunjuk ke arah Minami yang ternyata sedari tadi ia melihat Latifa yang memainkan Flute itu.

Latifa berlari memeluk Minami yang baru saja bangun itu. ia menangis dan meminta maaf karna sudah jahat dengan Minami, ia tak menginginkan ini, ia berpikir jika ia mengabaikan Minami, maka Minami akan menjauhinya. ternyaa tidak, Latifa sekarang sudah percaya dengan Minami sepenuhnya. ia percaya, bahwa Minami berbeda!

...

Semenjak itu Latifa kembali bangkit dan lanjut bermain Flute miliknya. ia tak peduli bagaimana orang melihatnya, ia bermain untuk Minami dan orang yang mendukungnya. ia bermain untuk sang ibu yang telah melahirkannya.

"Aku beruntung dilahirkan ke dunia, Bu. terimakasih"

...

"Hei, Latifa. Kenapa bengong?" Tegur Minami.

"Minami, Kamu jangan mengganggu si imut-ku dong" Ucap Daniel bercanda.

"Ehh.. jadi kamu hanya menganggapnya sebagai boneka imut, Daniel?" Minami mencubit pipi Latifa.

"Mi-minami, Sakittt" Latifa kemudian tertawa, mereka bertiga tertawa bersama, tiga sahabat itu tertawa bersama.

Kisah mereka harusnya bermulai dari sini. namun, Waktu mereka tinggal sedikit.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!