NovelToon NovelToon
SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Bagi Zei, dunia hanyalah hamparan lumpur sawah Desa Danau Keruh dan beratnya cangkul di pundak. Namun, segalanya runtuh dan lahir kembali ketika ia menyaksikan Turnamen Musim Semi. Di atas panggung kuarsa, ia melihat Qian Yue’er—sang "Permata" dari Sekte Cendrawasih—bertarung dengan keanggunan yang menyerupai tarian burung surga.

​Terpikat oleh keindahan yang mustahil itu, Zei menolak takdirnya sebagai petani. Menggunakan Qi elemen tanah yang kasar dan memodifikasi alat tani menjadi senjata, ia nekat merangkak naik dari turnamen ke turnamen. Di tengah cemoohan kaum bangsawan yang menganggapnya "pungguk merindukan bulan", Zei harus bertarung melawan rasa mindernya sendiri.

​Ini bukan tentang menjadi yang terkuat di kolong langit, ini tentang sebuah janji naif seorang anak desa: agar bisa berdiri di panggung yang sama dan melihat sang bulan menari sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WARISAN SANG PEMABUK DAN GENDERANG TURNAMEN

​Keheningan di Kedai Bambu Retak tidak bertahan lama. Tiga murid Sekte Taring Besi yang tersisa segera mencabut pedang mereka, wajah mereka merah padam oleh amarah dan rasa malu. "Berani sekali kau menyentuh murid sekte kami! Mati kau, anak desa!" teriak salah satu dari mereka, melesat maju ke arah Zei.

​Namun, sebelum mereka sempat melangkah lebih dari tiga tindak, sebutir kulit kacang melesat membelah udara dengan suara desingan tipis yang nyaris tak terdengar.

​BUK! BUK! BUK!

​Tiga kulit kacang itu menghantam titik meridian di lutut ketiga murid tersebut dengan akurasi yang mengerikan. Detik berikutnya, mereka semua ambruk ke lantai, memegangi kaki yang mendadak mati rasa dan tidak bisa digerakkan. Seisi kedai kembali melongo.

​Dari sudut remang-remang, pria tua berpakaian kumal itu bangkit berdiri sambil menenteng kendi araknya. Langkah kakinya tampak sempoyongan, namun dalam sekejap mata, ia sudah berada di depan Zei.

​"Teknik Sisik Nagamu itu kuat, Bocah," ucap pria tua itu, suaranya serak dan berbau alkohol. "Tapi kau kaku seperti batu kuburan. Di panggung turnamen besok, seorang kultivator elemen angin akan mencincang jubah ramimu menjadi helai benang sebelum kau sempat mengayunkan tangan kosongmu yang lambat itu."

​Zei terkejut. Pria tua ini mengetahui nama jurus buatannya sendiri dan membaca kelemahannya hanya dalam sekali lihat. "Senior... siapa Anda?"

​"Panggil saja aku Tetua Gu," seringai pria tua itu, memperlihatkan deretan giginya yang tidak lengkap. "Ikut aku ke halaman belakang. Sekarang. Jika kau tidak ingin mati konyol di pertandingan pertamamu."

​Malam itu juga, di bawah temaram cahaya bulan di halaman belakang kedai yang sepi, Tetua Gu melatih Zei tanpa ampun. Tanpa banyak bicara, Tetua Gu melepaskan tekanan Qi yang sangat masif, memaksa Zei untuk menahannya. Zei berulang kali terlempar, bahkan sempat muntah darah karena dadanya sesak menahan gelombang energi dari sang tetua.

​"Kultivator elemen tanah selalu berpikir tentang bertahan di tempat. Itu salah besar!" bentak Tetua Gu sambil memukul betis Zei dengan ranting pohon. "Bumi itu bergerak! Kau harus bisa mengalirkan Qi tanahmu dari telapak kaki, menyebarkannya ke permukaan tanah di sekitarmu. Rasakan pergeseran udara dari getaran tanah. Gunakan itu untuk memprediksi arah serangan lawan sebelum matamu melihatnya. Ini disebut teknik Bumi Bergeser!"

​Zei menahan rasa sakitnya, bangkit berdiri, dan memejamkan mata. Ia berhenti fokus pada tubuhnya sendiri dan mulai menyatukan kesadarannya dengan tanah tempatnya berpijak. Perlahan, seiring dengan getaran energi yang ia sebar di tanah, ia mulai bisa merasakan ke mana arah ayunan ranting Tetua Gu berikutnya. Fondasi Sisik Naganya berevolusi menjadi jauh lebih fleksibel dan responsif.

​Fajar menyingsing, dan Kota Kecamatan meledak oleh suara gemuruh raksasa. Genderang turnamen bertalu-talu, memanggil puluhan ribu manusia untuk memadati Stadion Kuarsa Putih yang megah.

​A-Lang, dengan bibir yang masih sedikit bengkak namun wajahnya penuh semangat, berhasil mendaftarkan nama Zei di menit-menit terakhir menggunakan sisa uang perak patungan dari orang-orang desa. Zei ditempatkan di kelompok penyisihan kasta terendah: kelompok petarung mandiri tanpa sekte.

​Saat Zei berdiri di lorong stadion bersama ratusan peserta lainnya, terompet perak berbunyi, menandakan kedatangan para tamu agung dari sekte-sekte besar yang akan bertindak sebagai pengamat. Zei mendongak ke arah tribun VIP yang berada tinggi di atas awan buatan.

​Jantung Zei mendadak berpacu liar. Di sana, duduk di barisan depan dengan keanggunan yang tak tertandingi, adalah Qian Yue’er. Gadis itu mengenakan jubah putih murni Sekte Cendrawasih yang berkilau di bawah sinar matahari. Wajahnya sedingin es, menatap lurus ke arah arena tanpa emosi. Keindahan sosok itu kembali membanjiri sanubari Zei, menghapus semua rasa lelah akibat latihan kilat semalam. Aku di sini, batin Zei berbisik, aku datang untuk melihat tarianmu lagi.

​"Pertandingan pertama Kelompok E: Zei dari Desa Danau Keruh melawan Lin Feng dari Sekte Angin Puyuh!" seru wasit turnamen dengan suara yang diperkuat oleh batu gema.

​Zei menarik napas dalam-dalam, melangkah keluar dari lorong menuju hamparan panggung kuarsa putih yang luas. Di seberangnya, berdiri Lin Feng, seorang pemuda kota dengan jubah hijau ramping yang memegang sepasang pedang pendek yang tipis. Lin Feng menatap jubah rami cokelat Zei dengan senyum meremehkan.

​"Anak desa yang beruntung bisa lolos dari pendaftaran," ejek Lin Feng, memutar kedua pedang pendeknya hingga menciptakan desingan angin yang tajam. "Akan kubuat pertandingan ini selesai dalam tiga detik."

​GONGGG!

​Begitu suara gong pertandingan dimulai terdengar, Lin Feng mendadak lenyap dari pandangan. Gerakannya yang dialiri Qi elemen angin membuatnya bergerak secepat bayangan.

​Sret! Sret! Sret!

​Bilah-bilah pedang pendek Lin Feng menebas jubah rami Zei berulang kali dari berbagai arah. Meskipun teknik Sisik Naga Zei berhasil menahan mata pisau itu agar tidak melukai kulitnya, kain jubah rami barunya mulai robek di beberapa tempat. Sorak-sorai penonton bergemuruh, mengira anak desa itu hanya menjadi samsak hidup yang akan segera tumbang mengenaskan.

​"Kau hanya bisa diam seperti batu!" teriak Lin Feng dari balik bayangannya sendiri, bersiap menusukkan kedua pedangnya ke titik lemah di leher Zei.

​Di tengah hujan tebasan dan kecepatan yang membutakan itu, Zei mendadak teringat wejangan Tetua Gu semalam. Ia berhenti mencoba mengejar bayangan Lin Feng dengan matanya. Zei menghentakkan kaki kanannya dengan keras ke atas panggung kuarsa.

​Wush!

​Qi tanah milik Zei merambat cepat di bawah permukaan panggung, menciptakan jaring energi tak kasat mata melalui teknik Bumi Bergeser. Detik itu juga, getaran langkah kaki Lin Feng yang sangat tipis terpeta dengan jelas di dalam benak Zei. Ia tahu persis dari mana arah serangan fatal lawan akan datang.

​Zei memutar tubuhnya setengah lingkaran secara instan. Tepat saat Lin Feng muncul di samping kirinya dengan sepasang pedang yang mengarah ke leher, tangan kanan Zei yang dipenuhi kapalan sudah melesat maju terlebih dahulu. Energi tanah yang tebal mengeras di kepalan tangannya, memancarkan pola Sisik Naga emas yang jauh lebih solid dari sebelumnya.

​Jurus Membajak Bumi dilepaskan dengan kecepatan ganda berkat prediksi dari getaran tanah. Tinju mentah Zei memecah gelombang angin pelindung tubuh Lin Feng, melesat lurus menuju dada sang lawan.

​Di tribun VIP, mata Qian Yue’er yang semula menatap malas ke arah arena mendadak sedikit melebar karena terkejut merasakan gelombang getaran Qi tanah yang begitu murni dan masif dari kasta petarung bawah.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏿🌟💥
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
💥👍🏿👍🏻👍🏿💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏻👍🏿🌟
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
💥🌟👍🏻🌟💥
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
👍🏿👍🏻🌟👍🏻👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
🌟👍🏼👍🏻👍🏼🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
👍🏻⭐👍🏿⭐👍🏻
y@y@
👍🏾🌟👍🏼🌟👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏼🌟💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!