NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Lima tahun kemudian.

Siang itu jalanan kota dipenuhi kendaraan. Gedung kejaksaan pusat tampak sibuk dengan para pegawai yang berlalu-lalang.

Sebuah mobil hitam perlahan berhenti di depan gedung tersebut.

Pintu mobil terbuka.

Seorang pria turun dari sana dengan setelan jas hitam rapi dan wajah tampan yang dingin.

Tatapannya tajam, sementara aura tegasnya membuat beberapa orang langsung mengenalinya.

Pria itu adalah Damien Lu.

Mantan calon suami Evelyn Shen… pria yang dulu menghancurkan hidup wanita itu.

Lima tahun lalu, ia pergi begitu saja saat Evelyn jatuh, membiarkan wanita itu menanggung hinaan, kehancuran karier, dan runtuhnya hidup seorang diri.

Namun selama lima tahun terakhir, Damien bekerja di luar negeri dan menjadi sosok terkenal di dunia kejaksaan internasional karena keberhasilannya memecahkan berbagai kasus kriminal besar dan organisasi kejahatan berbahaya.

Namanya berkali-kali muncul di media hukum internasional. Banyak penjahat bahkan menganggapnya sebagai jaksa paling sulit dihadapi.

Kini, Damien resmi dikirim kembali ke negara itu oleh kejaksaan luar negeri untuk menangani beberapa kasus besar yang belum berhasil dipecahkan.

“Itu Damien Lu?”

“Aku dengar dia menyelesaikan banyak kasus internasional.”

“Katanya tingkat kemenangan kasusnya hampir sempurna.”

Bisikan kagum terdengar di sekitar lobby.

Namun Damien sama sekali tidak memperdulikannya.

Ekspresinya tetap dingin dan tenang saat ia melangkah masuk ke dalam gedung kejaksaan.

Tidak ada yang tahu bahwa pria yang kini dipuji banyak orang itu… pernah menjadi mimpi buruk terbesar dalam hidup Evelyn Shen.

Beberapa saat kemudian.

Pintu lift terbuka perlahan di lantai paling atas.

Damien melangkah keluar dengan tenang. Beberapa pegawai langsung berdiri tegak saat melihatnya lewat.

“Jaksa Lu.”

“Selamat datang kembali, Jaksa Lu.”

Damien hanya mengangguk tipis tanpa menghentikan langkahnya.

Tak lama kemudian ia tiba di depan ruang kepala kejaksaan.

Tok tok.

“Masuk.”

Damien membuka pintu dan masuk ke dalam.

Seorang pria paruh baya duduk di balik meja besar sambil menatap Damien dengan ekspresi puas.

“Akhirnya kau kembali juga,” ucap pria itu.

Damien berdiri tegak. “Kepala Kejaksaan.”

Pria itu tertawa kecil. “Di luar negeri kau membuat namamu semakin menakutkan. Bahkan sebelum kau tiba, berkas permintaan bantuan sudah menumpuk di mejaku.”

Damien tetap tenang. “Saya hanya menjalankan tugas.”

“Masih sama seperti dulu,” ujar atasannya sambil menggeleng kecil. “Dingin dan sulit ditebak.”

Pria itu kemudian mengambil sebuah map tebal dari mejanya lalu melemparkannya pelan ke arah Damien.

Kepala kejaksaan membuka laci mejanya lalu mengeluarkan dua map berbeda dan meletakkannya di depan Damien.

“Aku memberimu dua pilihan kasus.”

Damien melirik kedua map itu tanpa ekspresi.

“Kasus pertama,” ujar kepala kejaksaan sambil mendorong map merah, “pembunuhan berantai yang sudah terjadi selama lima tahun. Pelakunya sangat rapi dan belum pernah meninggalkan bukti kuat.”

Damien membuka map merah itu perlahan.

Foto-foto korban memenuhi halaman pertama. Semua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan pola yang hampir sama.

“Kasus ini sekarang ditangani Tim A divisi investigasi kriminal khusus,” lanjut kepala kejaksaan. “Kapten Wong sebagai pemimpin tim. Sedangkan dua detektif utamanya adalah Wesley dan Evelyn Shen.”

Tatapan Damien sedikit berubah saat mendengar nama itu, tapi ia tetap diam.

“Keduanya dikenal sebagai partner paling solid di divisi kriminal. Banyak kasus besar berhasil mereka pecahkan.”

“Kasus ini sebelumnya ditangani oleh Tim B dari divisi investigasi kriminal khusus,” ujar kepala kejaksaan sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Mereka bertugas menangani kejahatan berat dan kasus berprofil tinggi.”

Damien membalik halaman berikutnya tanpa ekspresi.

“Namun selama lima tahun, mereka gagal menemukan pelaku utamanya. Korban terus bertambah dan tekanan publik semakin besar. Karena itu, mulai hari ini kasus tersebut resmi diserahkan pada Tim A.”

“Unit investigasi kriminal terbaik yang kita miliki saat ini,” jawab kepala kejaksaan. “Mereka khusus menangani kasus besar yang sulit dipecahkan.”

Kepala kejaksaan kemudian mendorong map hitam lainnya.

“Kasus kedua adalah korupsi dan pencucian uang berskala internasional.”

Damien membuka map itu.

Beberapa nama petinggi perusahaan besar dan pejabat penting terpampang di sana.

“Kasus ini melibatkan jaringan luar negeri dan organisasi besar. Sangat rumit, tapi sesuai dengan pengalamanmu selama bekerja di luar negeri.”

“Pilih salah satu,” ujar kepala kejaksaan sambil menatap Damien dalam. “Kedua kasus itu sama-sama penting.”

“Pelajari dulu semua berkasnya,” ucap kepala kejaksaan sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Tidak perlu membuat keputusan sekarang.”

Damien tetap berdiri tenang sambil memegang kedua map itu.

“Kau baru kembali ke negara ini. Jadi pahami dulu situasinya sebelum memilih.”

Damien mengangguk tipis. “Baik.”

"Dan satu lagi...Evelyn Shen terkenal dengan sikap angkuhnya, selain itu dia sulit diatur. bahkan Kapten Wong juga sulit untuk mengaturnya. Kalau kau memilih bekerja sama dengan mereka. Maka kau harus banyak bersabar."

***

Suara sirene menggema di jalanan kota.

Sebuah mobil hitam melaju kencang menerobos lampu merah, membuat kendaraan lain panik menghindar.

“Dia menuju jalan utama!” teriak Wesley sambil memutar setir tajam.

Mobil investigasi yang dikendarainya langsung mengejar dari belakang.

Di kursi penumpang, Evelyn menatap lurus ke depan dengan tajam sambil memegang pistolnya.

“Kalau dia masuk terowongan, kita akan kehilangan dia,” ucap Evelyn.

“Aku tahu.”

Brak!

Mobil buronan itu sengaja menabrak kendaraan lain untuk membuka jalan.

“Sialan!” geram Wesley lalu menginjak pedal gas lebih dalam.

Mesin mobil meraung keras.

Jarak mereka makin dekat.

Pria buronan di depan melirik dari kaca spion dengan wajah panik. Ia langsung mengeluarkan pistol dan menembak ke arah belakang.

Dor!

Dor!

Peluru menghantam kaca depan mobil investigasi.

Evelyn langsung menunduk cepat.

Mobil mereka berbelok tajam memasuki jalan sempit penuh kendaraan.

Namun Wesley sama sekali tidak mengurangi kecepatan.

“Pegangan!”

Sret!

Mobil mereka meluncur melewati celah sempit nyaris menyerempet truk di sisi jalan.

Evelyn membuka jendela mobil lalu mengarahkan pistolnya ke ban kendaraan buronan.

Tatapannya fokus penuh meski mobil terus berguncang.

Dor!

Tembakan pertama meleset.

Pria buronan itu tertawa panik dan kembali menambah kecepatan.

“Sedikit lebih dekat!” ucap Evelyn tajam.

“Kalau lebih dekat lagi kita masuk berita besok pagi!” balas Wesley.

Meski begitu, Wesley tetap mempercepat mobil mereka hingga hampir sejajar.

Angin kencang menerpa rambut Evelyn.

Matanya menyipit.

Dor!

Peluru kedua langsung menghantam ban belakang mobil buronan.

DUARR!

Ban pecah seketika.

Mobil itu kehilangan kendali dan berputar liar di tengah jalan sebelum akhirnya menghantam pembatas dengan keras.

Brakkk!

Asap mengepul dari kap mesin.

Wesley langsung menginjak rem mendadak.

Belum sempat buronan itu keluar—

Brak!

Evelyn sudah membuka pintu mobil dan berlari cepat ke arahnya.

Pria itu baru saja turun sambil membawa pistol ketika Evelyn menendang tangannya dari samping.

Pistolnya terlempar.

Evelyn langsung membanting pria itu ke kap mobil dan memborgol kedua tangannya dengan kasar.

“Lari lagi kalau bisa,” ucap Evelyn dingin.

Pria itu meringis kesakitan.

Sementara beberapa polisi lain baru tiba di lokasi, salah satu dari mereka hanya bisa menghela napas kagum.

“Tidak heran mereka disebut duo paling gila di divisi kriminal…”

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
wow thor bacanya sambil tahan nafas
Kinara Widya
lanjut kak
Umi Kolifah
apakah Evelyn sebenarnya bukan anak Ronald tapi anak steve
lin sya
koq saling cinta tp saling bnci, tdk saling trbuka dan tdk saling prcya satu sama lain, tp diprtemukan lgi dlm satu krjaan, damien butuh extra keras kalo mau luluhin evelyn, ibaratnya kalo sudah trluka dan membekas akan sulit lgi prcaya
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
penasaran memang thor knp smpe Damien pergi disaat-saat peristiwa penting
Dian Fitriana
update
kitty ❤
lanjut Thor 🔥
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq setuju sama Evelyn ngpn bantu eve
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
double update ya thor🫶
Rini Yusnani
rasa rasanya pingin kirim santet ke damian
Rini Yusnani
bertemu gundul mu itu👊
Rini Yusnani
sok peduli lu damian,ganti aja namamu jadi siluman jijik liat kamu dah buat evelyn sampai depresi😠
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
Anonim
Harus tunggu 2-3 hari baru up 1 bab dan ternyata pendek😃
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
masih penasaran thor kenapa Lu pergi disaat mau nikah
Kinara Widya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!