NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:681
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kota

tanpa terasa, malam hati tiba.

tok tok tok...

"kak, apa sudah tidur"

pintu terbuka, revan muncul di sana.

"kak revan, apa kak ardan sudah tidur." tanya han li.

revan menoleh ke arah ardan yang tengah bersantai.

"dan" panggil revan.

ardan dengan cepat berdiri dan menghampiri revan.

"ada apa van" tanya arda.

"kak ardan. ayah memanggil kakak, katanya di tunggu di depan" ucap han li.

"eh han li. bilang ke tuan han luo kalo kakak sebenatar lagi ke sana" ucap ardan.

"ok kak, kalo begitu han li pergi dulu" ucap han li yang berbalik pergi.

ardan kembali masuk, mengambil jaketnya di lemari.

"van, tidur dulu aja. tapi jangan kunci kamar" ucap ardan yang berjalan keluar.

revan hanya berdehem menjawab ardan.

saat sampai di depan rumah, ardan melihat han luo tengah duduk menatap hutan.

ardan mulai mendekat.

"duduklah" ucap han luo tanpa menoleh.

ardan menurut, ia duduk di sebelah han luo.

"sebagai penghuni rumah ini, bukankah lebih baik kau jujur" ucap han luo.

"maaf tuan han luo, apa maksudnya" tanya ardan.

han luo menatap ardan, ia menuangkan teh ke cangkir, dan memberikannya kepada ardan.

"mungkin, kau bisa menipu han li dengan mengatakan dari desa tanpa kultivasi. tapi kau perlu ingat nak, aku bukan anak kecil yang semudah itu di tipu. jika kau terus menyembunyikan identitasmu bukanlah itu kurang sopan"

ardan terdiam, mendengar ini.

ia mengambil cangkir teh, menyeruputnya sembari melihat rimbunnya hutan.

"aku tidak tau anda akan percaya atau tidak. tapi aku akan jujur, sebenarnya aku bukan dari dunia ini, bahkan aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa sampai ke sini"jujur ardan.

setelah mengatakan ini, ardan memperhatikan ekspresi han luo.

ardan mengerutkan keningnya karena, ekspresi han luo yang tampak tetap tenang.

"jangan menatapku seperti itu" ucap han luo yang masih menatap hutan.

"kau bukan orang pertama yang datang dari dunia tanpa kultivasi ke sini" lanjut han luo.

"maksud anda" tanya ardan.

"ya... sebelumnya sudah ada beberapa orang sepertimu. tapi kebanyakan sudah mati, kau merupakan segelintir orang yang selamat" ucap han luo.

"apa mereka mati, karena monster di hutan ini" ardan mengingat monster yang tengah memakan manusi saat ia baru pertama kali datang.

han luo menggeleng, ia menjatuhkan diri ke sandaran kursi.

"sayangnya tidak begitu, malahan orang yang berhasil bertahan itu kebanyakan muncul dari hutan" ucap han luo.

"jika bukan, lalu apa yang membuat mereka mati"

"bisa di bilang mereka terlalu naif, mereka menganggap dunia ini sama seperti dunia mereka. Walaupun aku tidak tau sistem hukum dan pemerintahan di dunia kalian, tapi dari sifat mereka, aku bisa melihat kalau sistem pemerintahan kalian tidak seburuk di dunia ini".

"memang apa yang mereka lakukan hingga di bunuh" tanya ardan.

"kebanyakan dari mereka terlalu lantang berbicara tanpa kekuatan, mereka pikir dengan mengeritik penguasa akan bisa merubah keadaan mereka"

han luo yang sedari tadi hanya menatap hutan akhirnya menoleh ke arah ardan.

"nak, apa yang akan kau lakukan kedepannya" tanyanya.

ardan terdiam, ia menatap langit dalam dalam.

"aku bukan, orang yang suka di tekan ataupun sebagainya. dari awal aku sudah memikirkan untuk membangun faksiku sendiri, aku tau ini mungkin terdengar seperti hal lebah yang ingin menaklukkan singa."

"aku suka dengan pikiranmu nak. tapi, sengatan lebah tidak akan terlalu berefek ke singa kan" ucap han luo.

"memang. jika itu hanya dengan satu atau dua lebah, lalu bagaimana dengan ratusan bahkan ribuan lebah."

han luo berdiri, ia menepuk pundak ardan.

"karena anakku sangat menyukai kalian, aku akan membantu sebisaku. besok aku akan ke kota untuk menjual daging, ku harap kau bisa ikut dan menilai dan membuat keputusanmu dengan matang" setelah mengatakan ini, han luo berlalu pergi.

ardan menatap, langit lebih dalam lagi.

"ibu, apakah kau juga bernasip sama sepertiku. atau memang benar yang di katakan pak tua itu kau mati dalam kecelakaan sehingga tubuhmu tidak di temukan" gumam ardan.

hampir satu jam, ardan hanya diam.

sesekali ia, mengelap pipi yang sedikit basah.

setelah sedikit merasa lega, ardan masuk.

saat masuk ke kamar, ardan melihat revan yang tengah tidur.

"aku tidak sendiri, masih ada teman yang lebih dekat dari pada keluargaku sendiri" batinnya.

keesokan harinya, ardan mengikuti han luo ke kota.

sedangkan revan, berlatih ke tempat wei Rey bersama han li.

di pinggir kota, ardan melihat keadaan kota.

ia juga melihat beberapa orang bertarung, bahkan saling membunuh.

"apa kau merasa asing dengan pemandangan ini" tanya han luo.

"ya... bukan berarti di tempatku tidak ada orang yang saling membunuh, tapi mereka tidak terlalu terang terangan seperti ini" jawab ardan.

"apakah di sini tidak ada petugas keamanan" tanya ardan.

"tentu ada, tapi mereka tidak akan peduli dengan orang orang yang mereka anggap kelas bawah." ucap han luo.

mereka, terus berjalan. sampai masuk ke gerbang lain.

pemandangan di tempat ini sangat berbeda dengan tempat sebelumnya.

walaupun, kehidupan mereka tidak tergolong mewah.

tapi itu sudah cukup layak.

"ini adalah warga klan menengah" ucap han luo.

mereka berhenti setelah sampai ke toko daging.

ardan hanya menunggu di luar toko.

saat tengah memperhatikan sekitar, dari kejauhan ardan melihat banyak orang memberi hormat ke arah kereta kuda.

dari tempat ia duduk, ardan bisa melihat seorang pemuda yang duduk di dalam kereta kuda.

"karang sekali tuan muda wei long datang ke tempat ini, apakah dia sedang mencari selir" ucapan orang yang tidak jauh dari ardan.

"semoga benar, siapa tau anakku bisa terpilih" jawab orang di sampingnya.

ardan hanya memperhatikan percakapan mereka.

"wei long.... apakah itu keluarga kelas atas di sini" batin ardan.

"ada apa nak" tanya han luo yang baru keluar dari toko.

ardan hanya menggeleng.

mereka kembali melanjutkan perjalanan, sebelum kembali.

mereka membeli persediaan makanan terlebih dahulu.

Setelah ke luar dari kota itu.

"tuan han luo, siapa wei long" tanya ardan.

han luo, berhenti mendadak, ia menatap ardan.

"apa kau bertemu dengannya" tanya han luo.

"aku hanya melihatnya di kereta kuda, banyak sekali orang memujanya" jawab ardan.

"baguslah, dia adalah putra mahkota. sebisa mungkin kau jangan pernah bersinggungan dengannya" ucap han luo.

mereka kembali melanjutkan perjalanan.

"bagaimana nak, apa kau sudah tau sistem pemerintahan di dunia ini" tanya han luo.

"sedikit banyak, aku sudah tau." jawab ardan.

"jadi apa tujuanmu ke depannya"

"aku akan tetap membuat faksiku sendiri, bahkan aku semakin yakin dengan keputusanku"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!