NovelToon NovelToon
Moonlight Over The Mafia Empire

Moonlight Over The Mafia Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alistia Haka

Di kota megah yang dipenuhi gemerlap lampu malam dan dosa, nama Aragon De Hartmann dikenal sebagai raja mafia paling kejam dan tak tersentuh. Di balik kekuasaan, uang, dan darah yang mengalir di tangannya, Aragon hidup dalam kegelapan.

Sementara itu, Aurora, seorang gadis panti asuhan yang sederhana dan lembut, berjuang hidup sendirian setelah panti tempat ia dibesarkan terancam ditutup oleh kelompok kriminal. Demi menyelamatkan anak-anak kecil di sana, Aurora nekat mendatangi seorang pria yang paling ditakuti di seluruh kota, dia adalah Aragon De Hartmann.

Pertemuan mereka seharusnya hanya sebuah transaksi.

Namun, tatapan mata Aurora yang hangat perlahan menghancurkan dinding dingin di hati sang mafia. Untuk pertama kalinya Aragon mulai merasakan sesuatu yang hampir ia lupakan, yaitu cinta dan harapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alistia Haka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6

Berita tentang pria itu memenuhi beranda media sosialnya.

Mulai dari artikel bisnis internasional, foto para pejabat dunia yang berjabat tangan dengannya, hingga rumor tentang kekuasaannya di dunia gelap. Lalu tentang Aragon si murah hati yang selalu menyumbangkan uangnya di badan amal. Bukan jutaan, bukan ratusan juta, atau miliaran. Nominalnya fantastis dalam mata uang dollar.

“Aragon De Hartmann menghadiri pertemuan investor terbesar di Negara K.”

“Perusahaan milik Aragon kembali menguasai saham pelabuhan internasional.”

“Nama Aragon De Hartmann disebut sebagai salah satu pria paling berpengaruh di dunia.”

“Aragon pria paling mulia dan dermawan, karena menyumbangkan hampir setara dengan kekayaan sebuah kota.”

Aurora menatap layar ponselnya tanpa berkedip, kehidupan yang benar-benar timpang, dengan apa yang sedang ia alami saat ini.

Foto pria itu dan semua artikelnya muncul di sana. Foto Aragon De Hartman, duduk tenang dengan setelan jas hitam mahal, tatapan dingin dan wajah tampan yang nyaris tidak menunjukkan emosi apa pun.

Aura kekuasaan pria itu terasa bahkan hanya melalui layar.

Aurora perlahan menggigit bibirnya sendiri.

Semua orang di kota S tahu siapa Aragon De Hartmann. Bahkan bukan hanya kota S. Hampir seluruh dunia mengenal namanya. Pria itu terlalu berkuasa.

Banyak orang berkata Aragon bisa menghancurkan seseorang hanya dengan satu perintah. Polisi, pejabat, pengusaha besar, bahkan mafia lain pun memilih tunduk padanya.

Aurora sadar dirinya hanyalah wanita biasa.

Pegawai kontrak yang hidup sederhana dan nyaris tidak memiliki apa-apa. Sedangkan Aragon berada di puncak dunia.

Mustahil bagi orang seperti dirinya untuk bisa bertemu pria itu. Namun perlahan, sebuah pikiran nekat muncul di benaknya.

Jika ada seseorang yang mampu menghentikan Herder. Mungkin hanya Aragon De Hartmann. Aurora langsung duduk tegak.

Dadanya berdebar kencang bahkan hanya karena memikirkan ide gila itu.

“Tidak… Tidak… Kau sudah tidak waras Aurora! Semua ini terlalu mustahil…” gumamnya pelan memggelengkan kepala dan tubuhnya pun meringsut kembali lemas.

Tetapi semakin dipikirkan, semakin ia sadar bahwa mereka sudah tidak memiliki pilihan lain.

Aurora menatap kembali foto Aragon di layar ponselnya. Tatapan pria itu terasa begitu dingin dan jauh lebih menakutkan daripada Bulldog.

Namun di balik rasa takut itu, Aurora memaksakan keberaniannya tumbuh kembali. Dan akal gilanya bangkit lagi.

Besok.

Aurora mantap, ia akan datang ke kantor Aragon De Hartmann.

Entah nantinya ia akan berhasil bertemu atau malah diusir sebelum masuk, Aurora tidak tahu. Ia bahkan tidak memiliki persiapan apa pun.

Tidak ada koneksi.

Tidak ada janji temu.

Tidak ada jaminan bahwa pria sekuat Aragon akan mau mendengar permohonan wanita biasa seperti dirinya.

Tetapi Aurora tahu satu hal. Ia tidak akan tinggal diam sambil melihat panti asuhan itu dihancurkan.

Meski harus menghadapi pria paling berkuasa di kotanya.

Aurora akan tetap mencoba.

Aurora terdiam lama menatap layar ponselnya yang masih menampilkan berita tentang Aragon De Hartmann.

Namun semakin lama ia berpikir, semakin rasa takut memenuhi dadanya.

“Bagaimana jika ia bahkan tidak bisa melewati lobi perusahaan Aragon?”

“Bagaimana jika pria itu sama sekali tidak peduli?Atau lebih buruk lagi, bagaimana jika nama Aragon memang seseram rumor yang selama ini beredar? Bagaimana kalau aku justru mati di tangannya. Astaga!” Geram Aurora.

“Aku harus bagaimana!!”

Aurora menundukkan kepala pelan. Ia sadar dirinya tidak bisa hanya bergantung pada satu harapan tipis. Karena itu, ide gila lainnya pun muncul di kepala Aurora, malam itu juga Aurora mulai memikirkan rencana lain.

Rencana cadangan. Rencana B.

Dengan jari gemetar, Aurora mulai mencari informasi lain di internet. Ia membaca berbagai artikel bisnis, berita perusahaan, hingga forum anonim yang membahas orang-orang paling berpengaruh di kota S.

Aurora ingat siapa yang telah membeli tanah panti asuhan.

“Kata Bulldog, namanya Alexander Ridge bukan?” Desisnya.

Hingga satu nama yang ia cari ketemu di hadapannya.

Alexander Ridge.

Aurora mengernyit pelan.

Nama yang berulang kali di sebutkan oleh Bulldog. Ia kemudian membuka lebih banyak artikel tentang pria tersebut.

Ternyata Alexander Ridge adalah salah satu pengusaha di kota S juga meski tidak sehebat Aragon. Namun bukan itu yang membuat Aurora terdiam.

Melainkan fakta bahwa nama Alexander Ridge hampir ada secara bersamaan dengan Aragon De Hartmann.

Meski media tidak pernah secara terang-terangan menyebut mereka musuh, persaingan keduanya terlihat jelas.

Bisnis mereka saling bersaing.

Perusahaan mereka berebut kekuasaan di beberapa wilayah. Klub malam milik mereka bersaing merebut pasar dunia hiburan elit.

Bahkan beberapa artikel bisnis menyebut bahwa kedua pria itu seperti dua raja yang diam-diam saling menunggu kesempatan untuk menjatuhkan satu sama lain.

Ada satu artikel di banding Alexander, Aragon lebih berkuasa, meski mungkin mudah bagi Aragon, namun entah apa yang membuat Aragon tidak melenyapkan Alexander. Mungkin ada perjanjian di antara mereka.

Aurora menelan ludah pelan, ia membaca salah satu komentar anonim di forum bisnis.

“Kalau Aragon menguasai dunia gelap dengan ketakutan, maka Alexander Ridge bermain dengan cara yang lebih licik.”

Komentar lain berbunyi:

“Mereka tidak pernah perang terbuka, tapi semua orang tahu keduanya saling mengincar leher masing-masing.”

Aurora mematikan layar ponselnya sejenak.

Dadanya semakin sesak. Ia baru sadar bahwa dirinya sedang mencoba masuk ke dunia yang bahkan terlalu berbahaya untuk dibayangkan.

Dunia para monster berkuasa. Dunia yang tidak mengenal arti nyawa itu berharga. Dunia yang penuh dengan perang.

Namun perlahan Aurora kembali menyalakan layar ponselnya. Tatapannya berubah lebih serius.

“Jika aku gagal. Dan Aragon menolak membantuku. Maka aku akan mencoba Rencana B, melalui Alexander Ridge. Ya, aku akan datang menemui langsung pemilik tanah ini.” Kata Aurora.

“Itu jika aku gagal menemui Aragon, dan jika Aragon menolak membantuku,” gumam Aurora lagi pelan sembari meyakinkan dirinya sambil menatap layar ponselnya.

Tatapannya kemudian berpindah pada berita tentang Aragon De Hartmann lagi yang ia cari.

Aragon yang saat menghadiri acara amal, pembangunan yayasan anak-anak, hingga berita tentang sumbangan fantastis yang diberikan perusahaan miliknya untuk berbagai badan kemanusiaan.

Media selalu menggambarkan Aragon sebagai pria berpengaruh sekaligus dermawan.

Meski namanya ditakuti di dunia bisnis dan dunia gelap, banyak orang tetap memuji kepeduliannya terhadap yayasan sosial dan panti asuhan.

Aurora menggenggam ponselnya erat.

“Kalau berita itu benar…” bisiknya pelan.

“Maka menyelamatkan satu panti asuhan kecil seharusnya bukan hal besar untuk seseorang seperti Aragon De Hartmann.”

Aurora lalu mengingat kembali ancaman Bulldog malam itu. Dan nama lain yang berada di balik semua masalah ini adalah.

Alexander Ridge.

Pria itu adalah pemilik baru tanah panti asuhan. Orang yang telah mengutus Bulldog untuk terus menekan Aurora, demi mendapatkan hak atas tempat itu tanpa perlawanan, Bulldog menawarkan sebuah pernikahan.

Membayangkan harus berhadapan langsung dengan Alexander Ridge saja sudah membuat Aurora merinding, maka dari itu daripada Alexander Ridge yang telah benar-benar sudah menunjukkan kejahatannya mengusir dan ingin meratakan Panti maka Aurora akan menemui Aragon lebih dulu.”

“Ya karena itu lah…! Aragon menjadi satu-satunya harapan yang ingin ku coba terlebih dulu.

Meski aku sendiri tidak tahu mana yang lebih berbahaya. Menghadapi Aragon De Hartmann atau mendekati rivalnya.” Kata Aurora mantap.

Bersambung

1
Rainn G.
Calon istri ga tuh 🗿
Rainn G.
Mau kasian tapi lebih kasian diriku 😭
Rainn G.
What? Sakit banget
Rainn G.
Psikotes banget tapi suka 🔥💅🏻
Rainn G.
Manly guys
Rainn G.
Asikk ributtt 🔥
Rainn G.
Merajuk ke? 😂
Rainn G.
Marahin aja marahin 😏
Rainn G.
Iyalah orang jodohnya wkwk
Rainn G.
Makanya jaga jarak 😑
Rainn G.
Padahal omongin aja langsung ra siapa tau bisa sampein
Anggitadama
Aku tungguin lho kok blm up kak?
Anggitadama
belum up ua kak
Anggitadama
keren sekali up lagi
Anggitadama
up lagi
Arumi Hanza
seru lanjut lagi novelnya
Arumi Hanza
lanjutkan update
Luna.aluna
aku sudah tebar koin untuk kakak semoga kakak senang jadi kakak semangat untuk update selanjutnya karena novel kakak bagus sekali
Luna.aluna
Kak apakah kakak tahu novel kakak sangat aku tunggu-tunggu sekali
Bangun Hanjaya
tolong jangan lama-lama up again
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!