NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

  Siang itu Santa baru saja terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya mulai lapar. Namun saat ia akan bangun tiba tiba kepalanya terasa nyeri dan pusing berat. "Ya ampun nih badan gue kenapa pula?, badan lemes kepala pusing banget dan juga perut rasanya laper banget" gumam Santa pelan. Setelah meraba keningnya sendiri dengan punggung tangannya ternyata demam. Santa baru sadar bahwa dirinya tertidur diatas sofa sejak semalam. Santa bangun dari sofa secara perlahan karena kepalanya pusing seolah olah apartemen miliknya sedang berputar putar.

 "Waduh kenapa rasanya berputar putar, aww kepala gue tambah sakit banget" ringis Santa sambil memegangi kepalanya. Karena dia sadar dirinya tinggal seorang diri didalam apartemen, karena dia juga merasa sedang kehausan akhirnya pelan pelan Santa bangun dari sofa lalu berjalan tertatih tatih menuju dapur untuk mengambil air minum. Beruntung Santa bisa segera menggapai meja makan dan berpegangan meja akhirnya Santa bisa duduk di kursi. Pelan pelan Santa mengambil teko dan gelas untuk minum.

                  >>>>>>

  Sedangkan dirumah Alisha, gadis cantik tersebut sejak semalam sudah menghawatirkan sahabatnya. Ia berulang kali menghubungi nomor Santa namun lagi lagi nomor diluar jangkauan. "Nih anak kemana ya, kok sejak kemarin malam susah sekali dihubungi. Apa terjadi sesuatu ya sama dia, kok tiba tiba perasaanku enggak enak ya sejak semalam aku kepikiran dia. Lebih baik aku datang langsung ke apartemennya aja deh, sekalian bawakan ngajak dia makan siang bareng" gumam Alisha pada dirinya sendiri. Setelah itu gadis cantik tersebut segera bersiap pergi menuju apartemen sahabatnya.

Tap

Tap

Tap

Kebetulan bik Surti sedangkan mengepel lantai, mendengar langkah kaki turun dari tangga wanita paruh baya tersebut langsung menoleh dan terlihat nona mudanya sudah berpakaian rapi tidak lupa membawa tas selempang kesayangannya.

   " Non Alisha mau kemana?" tanya bik Surti saat Alisha sudah sampai lantai bawah. "Saya mau ke apartemen Santa bik, nanti kalau mama dan papa sudah pulang kerja tolong sampaikan ya bik" jawab Alisha tersenyum lembut.

  "Iya non, baik. Nanti saya sampaikan ke tuan dan nyonya saat beliau sudah pulang" jawab bik Surti.

"Terimakasih bik, yaudah saya langsung berangkat ya bik takut kesiangan nanti" pamit Alisha sebelum pergi.

 Alisha mengendarai mobilnya sendiri, sebelum sampai di apartemen Santa ia sempatkan membeli makan siang di restoran langganannya. Setelah itu Alisha langsung tancap gas menuju apartemen Santa. Entah mengapa perasaannya mulai gelisah apalagi nomor telepon sahabatnya tidak bisa di hubungi sama sekali.

  "Semoga aja dia baik baik saja" gumam Alisha.

 Setelah 35 menit kemudian, mobil Alisha sudah sampai di loby apartemen. Setelah parkir mobil Alisha segera memasuki lift dan menekan tombol menuju lantai 15 tempat tinggal Santa. Setelah beberapa menit kemudian Alisha keluar dari dalam lift dan segera berjalan menuju apartemen Santa. Tanpa mengetuk pintu Alisha langsung menekan nomor pin pintu apartemen Santa.

 Tak lama kunci pintu terbuka, perlahan Alisha membuka pintu tersebut. Didalam nampak sepi seolah olah tidak ada penghuninya, Alisha berulang kali memanggil Santa namun tidak ada sahutan sama sekali.

"Santa kamu dimana, San.." panggil Alisha seraya membuka pintu kamar Santa. Namun sepi dan tempat tidur terlihat masih rapi karena tidak biasanya kamar sahabatnya begitu rapi seolah tidak dipakai tidur.

   "Tuh orang kemana sih, Santa.." Alisha berjalan menuju balkon dikamar Santa namun nihil tidak ada Santa. Namun tiba tiba pandangan Alisha tertuju kelantai ada ponsel yang sudah hancur berkeping-keping dan Alisha tau itu ponsel Santa. Kedua mata Alisha membola tiba tiba perasaan kawatir dan takut terjadi sesuatu terhadap sahabatnya. "Santa enggak mungkin di culik kan tapi dia pandai ilmu bela diri atau semalam ada pencuri tapi barang barang berharga milik Santa masih lengkap. Terus dia pergi kemana, terus kenapa ponselnya sampai hancur?" gumam Alisha bertanya tanya.

  Alisha melihat pintu kamar mandi terbuka dan tidak ada orang. Alisha keluar dari kamar berjalan menuju dapur karena kebetulan ia merasa haus. Di saat melewati meja makan tiba tiba tatapannya terpaku disatu titik, seseorang sedang tergeletak dilantai dapur. "Ya Allah, Santa!! jerit Alisha kaget melihat sahabatnya sudah tidak sadarkan diri. Alisha langsung memangku mengangkat kepala Santa ia letakkan diatas pangkuannya, buliran air matanya tidak bisa lagi ia tahan. Alisha begitu hawatir dengan keadaan sahabatnya, padahal kemarin saat bersamanya ia masih baik baik saja. Entah ada apa dengan sahabatnya karena Santa tipe orang sedikit tertutup tentang masalah pribadinya. Alisha merasakan suhu tubuh Santa panas, ternyata Santa sedang sakit.

"San, Santa bangun San" ucap Alisha seraya menepuk pelan pipi Santa. Tak lama kemudian kedua mata Santa perlahan terbuka dan terlihat jelas sahabatnya sedangkan menangis terisak berusaha membangunkannya. "Lo jelek kalau nangis gitu" ucap Santa pelan mencoba menghibur sahabatnya.

"Santa.." panggil Alisha pelan. Alisha gadis berhati lembut, ia tidak bisa melihat temannya sakit.

"Udah jangan nangis, gue enggak kenapa napa kok cuma sedikit pusing aja" ucap Santa berusaha bangun dan Alisha dengan sigap membantu Santa berdiri dengan memapah tubuh bongsor Santa kedalam kamar.

"Sorry, gue jadi ngerepotin Lo dan terimakasih Lo udah datang disaat yang tepat" ucap Santa setelah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.

"Iya sama sama, kamu pasti belum makan kan?, aku tadi sengaja beli makan siang untuk kita berdua. Sebentar aku ambilkan dulu ya, sekalian aku tata diatas piring" Alisha langsung keluar dari dalam kamar untuk menyiapkan makan siang mereka. Tak lama Alisha datang dengan membawa nampan berisi nasi dan sop buntut kesukaan Santa beserta segelas air putih dan beberapa potongan buah buahan.

"Nah makan siang sudah siap, saatnya makan" ucap Alisha tersenyum manis. Saat Santa akan mengambil makanan diatas nampan tiba tiba tangannya ditepis pelan sama Alisha. "Kamu masih lemes biar aku saja yang suapin kamu, enggak terima penolakan oke" ujar Alisha tegas saat melihat sahabatnya akan menolak keinginannya. Akhirnya Santa pasrah dan nurut makan disuapin oleh sahabatnya yang sudah ia anggap seperti sodaranya sendiri.

"Apa kamu punya obat penurun demam, kalau tidak ada biar aku belikan di apotik. Atau aku antarkan kamu ke rumah sakit saja biar dirawat dirumah sakit. Aku kawatir sama keadaan kamu San, mau ya?" tanya Alisha lembut. Santa langsung menggelengkan kepala "Enggak perlu, gue udah mulai baikan kok tingal pusingnya saja" jawab Santa menolak.

Alisha hanya bisa menghela nafas panjang, karena sahabatnya paling enggak suka dirawat dirumah sakit. "Yaudah kamu punya obat Paracetamol nggak badanmu panas loh?" tanya Alisha mengalah.

" Ada kok, ditempat obat kayaknya masih ada" jawab Santa. Alisha langsung keluar kamar mengambil kotak obat milik Santa. Tak lama Alisha masuk lagi membawa obat Paracetamol dan segera memberikan kepada Santa.

" Minum obatnya, kalau enggak mau minum obat lebih baik kerumah sakit saja" ancam Alisha tegas. "Iya ya bawel" Santa langsung menerima obatnya dan segera meminumnya dari pada dibawa ke rumah sakit.

"Nah gitu dong, baru anak pintar" ucap Alisha tersenyum lembut seraya mengelus kepala Santa seperti seorang ibu memuji anaknya. Santa yang diperlakukan seperti itu entah mengapa hatinya tiba tiba sedikit mellow mengingat momen saat mommy nya berperilaku seperti Alisha. "Mom, Santa rindu Mommy" ucap Santa dalam hati.

\>\>\>\>\>\>

Sedangkan dibelahan negara lain seorang pria tampan sedang sibuk bekerja namun pikirannya sama sekali tidak fokus. Sejak semalam perasaanya tidak tenang, ia selalu memikirkan adik satu satunya yang berada di negara lain.

Sebenarnya adiknya sudah sering merengek ingin dirinya datang menemuinya, namun karena tekanan pekerjaan yang tidak ada habisnya sehingga membuat dirinya mengabaikan keinginan adiknya. Pria tersebut ialah David Cullen kakak kandung Santa. Pria keturunan Rusia tersebut terpaksa hidup berpisah dengan adik satu satunya. David memilih menetap di Rusia karena perusahaan miliknya berada di negara tersebut sedangkan adiknya memilih kuliah di negara Indonesia. Sebenarnya David tidak setuju saat sang adik memutuskan untuk menempuh pendidikan di negara lain. Selain jauh dengan sang adik dia juga tidak bisa mengawasi secara langsung sang adik. Meskipun dia sudah meminta beberapa orang kepercayaannya untuk mengawasi sang adik. Setiap hari ia hanya bisa melihat aktivitas adiknya melalui orang kepercayaannya. Dia tau adiknya memiliki seorang teman dekat dan selama adiknya berteman dengan gadis tersebut adiknya perlahan menjadi orang lebih baik dan penurut meskipun penampilannya masih seperti seorang pria.

David segera menghubungi asisten pribadinya Gery agar segera datang ruangannya. Tak lama terdengar pintu diketuk dari luar, saat mendengar sahutan dari dalam barulah Gery masuk kedalam. "Selamat pagi tuan, apa ada yang perlu saya lakukan?" sapa Gery.

"Persiapkan penerbangan sore ini menuju Jakarta" perintah David singkat. Gery yang mendengar perintah bosnya langsung mempersiapkan penerbangan sore hari untuk bosnya. "Baik tuan" jawab Gery patuh. Setelah itu Gery langsung pamit untuk menjalankan perintah bosnya.

Setelah kepergian asistennya David duduk bersandar pada kursi kebesarannya seraya memejamkan kedua matanya, ia ingat dulu dirinya dekat dengan sang adik. Namun sejak peristiwa 5 tahun lalu saat kejadian kedua orang tuanya meninggal secara tragis karena kecelakaan. Sikap David berubah menjadi dingin tak tersentuh, sang adik yang duluan begitu manja perlahan ia abaikan sehingga sang adik merasa tidak lagi diperhatikan oleh sang kakak. Itulah yang membuat Santa nekat memilih kuliah di Indonesia.

"Maafkan kakak Santa, kakak telah menyakiti perasaanmu tapi percayalah kakak tetap menyayangimu sampai kapanpun karena kamu adalah keluarga kakak satu satunya" gumam David lirih tanpa terasa setetes air mata jatuh dengan sendirinya.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!