NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: PENDEKAR KIPAS PERAK

Sinar matahari mulai condong ke barat, menerangi halaman Paviliun Bunga dengan cahaya keemasan. Suara ting-ting-ting terdengar riuh namun teratur, bercampur dengan napas terengah-engah.

"Ayo fokus, Putri! Jangan melamun!" seru Mo Fei sambil melempar lagi butiran-butiran batu kecil ke udara dengan kecepatan tinggi.

"Aku sedang fokus!!" teriak Lian Er sambil melompat dan mengibaskan tangannya.

SYUT! SYUT!

Dua jarum emas melesat keluar, namun sayangnya hanya mengenai satu batu, sedangkan yang lain meleset dan jatuh ke tanah.

"Aduh! Hampir saja!" gerutu Lian Er kesal sambil memukul lantai. "Kenapa susah sekali sih mengatur tenaga dan arahnya?!"

Mo Fei tertawa kecil lalu melompat turun dari atas batu besar tempat ia duduk.

"Tenang saja, ini baru hari kedua. Dulu aku butuh waktu tiga bulan baru bisa mengenai sasaran bergerak secepat itu. Kau sudah sangat hebat kok," puji Mo Fei sambil mengusap kepala Lian Er seperti mengusap anak kucing.

"Jangan menganggap aku anak kecil!!" bentak Lian Er tapi wajahnya justru memerah, tidak benar-benar marah.

Namun, tiba-tiba senyum di wajah Mo Fei lenyap seketika. Tubuhnya menegang, matanya tajam menatap ke arah gerbang taman.

"Putri, diam di tempat. Ada tamu..." bisik Mo Fei pelan namun tegas.

Belum sempat Lian Er bertanya, angin di sekitar mereka berubah arah. Tercium aroma wangi bunga lili yang sangat harum, namun wangi itu terasa dingin dan menusuk, bukan wangi yang manis.

Kreeekk...

Pintu gerbang kayu besar yang terkunci rapat terbuka dengan sendirinya pelan-pelan tanpa disentuh oleh siapa pun.

Di ambang pintu, munculah sebuah sosok wanita yang sangat cantik jelita. Cantiknya bukan main, seolah-olah bidadari turun dari kayangan. Ia mengenakan gaun panjang berwarna putih perak dengan bordiran bunga yang rumit. Rambut hitam panjangnya terurai indah, dan di tangannya, ia memegang sebuah kipas lipat berwarna perak yang berkilauan.

Wanita itu berjalan mendekat dengan langkah anggun, setiap langkahnya seolah membuat bunga-bunga di taman ikut tunduk hormat. Namun, aura yang dipancarkannya... sedingin es di puncak gunung tertinggi.

"Wah... wah... Ternyata benar apa yang dikhabarkan," ucap wanita itu dengan suara lembut namun terdengar menusuk hati. "Seorang pendekar hebat ternyata sedang sibuk bermain-main dengan gadis kecil yang tidak tahu apa-apa. Sungguh membuang-buang waktu."

Lian Er langsung berdiri di depan Mo Fei, meskipun tangannya gemetar. "Kau siapa?! Berani masuk seenaknya di sini! Ini wilayah Kekaisaran!"

Wanita itu tertawa kecil, suaranya indah tapi terdengar sinis. "Kekaisaran? Sayang sekali Nona manis... Di dunia persilatan, yang kuat adalah hukum. Dan hari ini... aku datang untuk mengambil sesuatu yang sangat berharga dari temanmu ini."

Ia menatap lurus ke arah Mo Fei.

"Nama aku Bai Yue, Pendekar Kipas Perak dari Sekte Gunung Es. Dan kau... Mo Fei... kau harus ikut denganku, atau hancur di tempat ini."

Mo Fei menghela napas panjang, lalu tersenyum santai seperti biasa. "Waduh, cantik sekali tamunya hari ini. Tapi sayang, mulutnya tajam sekali. Maaf ya Nona cantik, aku tidak punya kebiasaan ikut dengan orang yang baru kenal lima menit."

"Berani sekali kau menolakku," Bai Yue mendengus kesal. "Kau tahu tidak, berapa banyak pendekar gagah perkasa yang rela mati hanya untuk bisa melihat senyumku? Tapi kau... kau memilih gadis biasa ini?"

"Biasa atau tidak, dia temanku. Dan siapa pun yang mengganggu latihanku... adalah musuhku," jawab Mo Fei dingin.

"Bagus! Kalau begitu jangan salahkan aku!"

WUSSS!!!

Dalam sekejap, Bai Yue mengibaskan kipas peraknya ke depan.

TRANG!!!

Bukan angin biasa yang keluar, melainkan ratusan lembaran besi tipis yang sangat tajam keluar dari kipas itu seperti hujan badai! Lembaran-lembaran itu bergerak begitu cepat dan rapat, menutupi seluruh ruangan!

"Mo Fei, hati-hati!!" jerit Lian Er.

Mo Fei tidak bergeming. Ia berdiri tenang, kedua tangannya bergerak secepat kilat di depan dada.

TING-TING-TING-TING!!!

Suara benturan terdengar bertubi-tubi begitu cepat hingga terdengar seperti satu bunyi panjang yang memekakkan telinga.

Ajaibnya, semua lembaran besi tajam itu terpental jauh oleh jarum-jarum emas yang ditembakkan Mo Fei! Tidak satu pun yang berhasil menyentuh tubuhnya atau menyentuh ujung bajunya!

Wajah Bai Yue berubah kaget. Ia tidak menyangka serangan pamungkasnya bisa digagalkan semudah itu oleh benda kecil.

"Bagus... Sangat bagus," Bai Yue tersenyum miring, matanya berbinar penuh gairah bertarung. "Ternyata kau memang layak menjadi lawanku. Ayo main lebih serius!"

Bai Yue melompat ke udara, tubuhnya berputar indah seperti bunga yang mekar. Kipas peraknya berputar kencang menciptakan pusaran angin es yang membekukan udara di sekitarnya.

"TEKNIK RAHASIA: SALJU ABADI YANG MEMBEKU DUNIA!"

Suara Bai Yue bergema dingin. Tiba-tiba suhu di halaman itu turun drastis. Tanah dan tanaman mulai tertutup es tipis. Ribuan jarum es terbentuk dari udara kosong, siap meluncur menghujani Mo Fei!

"Uhuy! Keren juga ilmunya!" seru Mo Fei malah terlihat senang. "Tapi lihat ini! TEKNIKKU JUGA TIDAK KALAH!"

Mo Fei menarik napas dalam-dalam. Seluruh otot tubuhnya rileks. Ia mengangkat kedua tangannya ke samping, dan seketika...

WIBBB!!!

Ribuan cahaya emas muncul dari dalam bajunya, berputar mengelilingi tubuhnya seperti badai emas!

"Ini... ini apa?!" mata Bai Yue terbelalak. Ia bisa merasakan tekanan energi yang begitu besar dan mematikan.

"Ini namanya... LINDUNGAN DIRI SERIBU JARUM!" teriak Mo Fei.

Dengan satu gerakan tangan ke bawah...

SYUUUUUUUTTTT!!!

Bukan satu atau dua, tapi ratusan jarum emas ditembakkan sekaligus ke arah serangan es Bai Yue!

Dua kekuatan besar bertabrakan!

DORRR!!!

Ledakan dahsyat terjadi, debu dan es beterbangan ke mana-mana, membuat seluruh halaman tertutup kabut putih tebal.

Lian Er memejamkan mata dan menutupi wajahnya dengan tangan. "Mo Fei!!"

Beberapa saat kemudian, ketika debu mulai menipis...

Terlihatlah sosok Mo Fei masih berdiri tegak di tempat yang sama, baju putihnya berkibar tertiup angin sisa ledakan. Di depannya, Bai Yue terlihat mundur beberapa langkah, napasnya memburu dan wajahnya pucat. Kipas peraknya sedikit tergores.

"Kau... kau benar-benar monster..." desis Bai Yue tak percaya.

Mo Fei tersenyum lebar. "Terima kasih pujiannya. Sekarang... mau menyerah atau mau main lagi?"

Bai Yue mengepal kuat tangannya, lalu tiba-tiba ia tersenyum senyum yang aneh. "Hari ini aku kalah... tapi ini belum selesai. Mo Fei... aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kau. Tunggu saja!"

Dengan gerakan cepat, Bai Yue melemparkan asap putih ke tanah dan lenyap secepat angin, meninggalkan hanya aroma bunga lili yang samar.

 

Keadaan kembali tenang.

Lian Er segera berlari menghampiri Mo Fei, memeriksa tubuhnya dari atas ke bawah.

"Kau tidak apa-apa kan?! Kau tidak terluka?! Tadi keren sekali tapi menakutkan!!" serbunya panik.

Mo Fei tertawa lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku kuat dong. Cuma... wah, ternyata ada juga wanita tangguh di luar sana ya. Lumayan seru."

Namun, senyum itu perlahan hilang.

"Tapi Putri... Pendekar Kipas Perak itu bukan orang sembarangan. Kalau dia sudah datang, artinya Sekte Gunung Es mulai mengincarku. Permainan ini... makin panas saja."

Ia menatap jarum emas di tangannya yang kembali berkilau di bawah sinar matahari.

"Siapa lagi yang akan datang selanjutnya ya?" gumamnya.

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!