NovelToon NovelToon
Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Anime Danmachi Sebagai Seorang Penulis

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: the anonym

Dulu aku adalah pria biasa di Bumi, tapi suatu hari aku tewas tersambar petir dan terbangun di dunia lain. Namun, aku tidak memiliki sistem atau kemampuan curang; aku hanyalah manusia biasa. Lalu, aku memutuskan untuk menulis novel yang terinspirasi dari game Honkai Star Rail, dimulai dari High Cloud Quintet
dan saya juga setelah selesai dari dunia anime danmachi saya memutuskan untuk menambahkan alur nya ke berbagai dunia mulai dari anime hingga game
(Pernyataan penolakan: Saya bukan pemilik anime Danmachi; pencipta Danmachi adalah Fujino Omori, dan saya juga bukan pemilik Honkai Star Rail) Ini hanyalah cerita fanfiction yang saya buat
dan saya membuat fanfiction ini dengan bantuan AI, jadi jika Anda tidak ingin membaca cerita ini, itu tidak masalah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the anonym, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Bengkel Terkutuk dan Hati Seluas Samudera

Keheningan yang diberikan oleh perlindungan Freya terasa seperti berteduh di bawah bayang-bayang naga yang sedang tidur. Aman untuk saat ini, namun mematikan jika sang naga terbangun dan merasa bosan.

​Sistem patron bawah tanahku berjalan dengan sangat lancar. Setiap minggu, kantong berisi ribuan Valis dan emas murni dikirimkan melalui jaringan sang bartender bermata satu. Aku telah memindahkan tempat tinggalku dari penginapan reyot ke sebuah rumah sewaan dua lantai yang tenang di Distrik Utara, jauh dari keramaian alun-alun utama dan hiruk-pikuk Familia besar.

​Meski begitu, aku tidak pernah lengah. Di rumah ini, aku memiliki ruang bawah tanah yang kudedikasikan khusus sebagai ruang kerjaku, lengkap dengan jalur pelarian darurat.

​Di sinilah aku duduk malam ini, ditemani secangkir teh hangat, bersiap menulis nasib dua anggota terakhir Kuintet Awan Tinggi: Yingxing si Pandai Besi Jenius, dan Jing Yuan, sang ahli taktik.

​Aku memulai dengan Yingxing. Jika Dan Feng dikutuk karena mencoba membangkitkan yang mati, dan Jingliu hancur karena menebas sahabatnya sendiri, maka Yingxing harus menanggung karma atas kejeniusannya.

​Di duniaku dulu, Yingxing diinfeksi oleh daging Shuhu hingga menjadi makhluk abadi yang menderita, dikenal dengan nama Blade. Di dunia Orario ini, aku memodifikasi kisahnya ke dalam ranah Smithing dan Alkimia terlarang.

​"Yingxing tidak bisa menerima bahwa senjata yang ia tempa gagal melindungi Baiheng. Dalam duka dan amarahnya yang membabi buta, ia menyelinap ke sisa-sisa medan pertempuran di lantai 60. Ia memungut serpihan kayu dari Pohon Keabadian dan mengumpulkan genangan darah hitam chimera yang dulunya adalah Baiheng."

​"Di bengkel rahasianya, ia mencoba menempa sebuah pedang baru—senjata yang bisa membunuh keabadian itu sendiri. Namun, saat logam langka itu berpadu dengan kutukan Abundance di dalam tungku, sebuah ledakan sihir murni terjadi. Pecahan logam beracun itu tidak hanya menembus jantungnya, tapi menyatu dengan aliran darahnya."

​"Yingxing tidak mati. Rambut putihnya menghitam seketika. Tubuhnya beregenerasi dengan paksa, menyembuhkan setiap luka namun meninggalkan rasa sakit yang abadi. Ia telah menjadi senjata hidup yang tak bisa hancur, dikutuk untuk terus hidup dalam siksaan. Merasa dirinya bukan lagi manusia, ia membuang nama Yingxing, membalut tubuhnya dengan perban, dan mengambil nama baru: Blade. Seorang buronan Dungeon yang memburu kematiannya sendiri."

​Aku menghela napas. Kisah Yingxing terlalu kelam. Menulisnya membuat dadaku sesak.

​Namun, cerita ini tidak akan lengkap tanpa sebuah pilar penyangga. Seseorang yang harus menanggung beban melihat seluruh keluarganya hancur, namun tetap harus berdiri tegak. Itulah tugas Jing Yuan.

​Jing Yuan adalah kebalikan dari mereka semua. Ia tidak dikutuk secara fisik, namun jiwanya dipaksa untuk menahan beban yang tak terbayangkan. Saat merancang psikologis karakternya, ingatanku melayang pada sebuah filosofi kuno dari kehidupan masa laluku: jembar segarane. Sebuah ungkapan yang berarti memiliki hati dan kesabaran seluas samudra, mampu menampung segala badai dan kepahitan tanpa batas.

​Aku menuangkan filosofi itu ke dalam paragraf selanjutnya.

​"Dari kelima bintang yang bersinar di bawah panji Dewa Lan, hanya satu yang tersisa waras di atas tanah. Jing Yuan, sang anggota termuda. Ia harus melihat kaptennya menjadi gila, penyihir terkuatnya dikurung oleh para Dewa karena dosa penciptaan, pandai besinya menjadi monster abadi, dan penembak jitunya menjadi debu."

​"Namun Jing Yuan tidak meneteskan air mata darah. Ia memiliki hati yang 'jembar segarane'—kesabaran dan ketabahan seluas samudra kelabu. Ia menelan semua duka Familia-nya sendirian. Ia merapikan sisa-sisa kehancuran, mengambil alih posisi Kapten, dan berjanji pada Dewa Lan bahwa selama ia masih bernapas, warisan Kuintet Awan Tinggi tidak akan pernah padam."

​Ketika aku selesai menyalin bab tersebut dan menyegelnya ke dalam map kulit khusus—satu untuk jaringan bawah tanah, dan satu salinan eksklusif bersampul ungu gelap untuk sang Pengamat di Menara Babel—aku merasa sebuah babak besar dalam hidupku di Orario baru saja usai.

​Keesokan paginya, aku memutuskan untuk keluar rumah dan menikmati udara segar. Aku berjalan santai ke Pasar Pagi di Distrik Barat, berniat membeli beberapa potong daging kualitas tinggi dan rempah-rempah.

​Namun, suasana pasar hari ini berbeda. Ada kepanikan yang tertahan di udara. Sekelompok petualang berlari tergesa-gesa menuju markas Guild.

​"Apa yang terjadi?" tanyaku pada seorang pedagang buah tua yang sedang mengemasi dagangannya dengan panik.

​"Kau belum dengar, Nak?" kata kakek itu dengan mata membelalak. "Ada ledakan besar di distrik pandai besi sejam yang lalu! Setengah jalanan hancur!"

​Aku mengernyitkan dahi. "Ledakan sihir dari monster?"

​"Bukan!" kakek itu menggeleng keras. "Kudengar dari penjaga kota... ada sekelompok pandai besi dari Familia tingkat menengah yang mencoba meniru teknik terlarang! Mereka mengumpulkan darah monster reptil dan mencoba mencampurnya dengan ranting pohon aneh dari Dungeon, persis seperti cerita fiksi gila yang sedang beredar di kalangan bangsawan itu!"

​Jantungku seakan berhenti berdetak. Keringat dingin seketika mengucur di punggungku.

​"Teknik... Yingxing?" bisikku tanpa sadar.

​"Ya! Mereka mencoba menempa senjata keabadian, tapi tungkunya meledak! Kabarnya tiga pandai besi kehilangan kewarasan mereka karena menghirup asap beracun dari tungku itu," jawab kakek itu sambil mengunci peti buahnya. "Guild baru saja mengeluarkan dekrit darurat. Mengadaptasi atau mempraktikkan apa pun dari kitab "The Xianzhou Alliance" kini dianggap sebagai tindak kejahatan kelas satu!"

​Aku berdiri terpaku di tengah hiruk-pikuk pasar yang kacau.

​Aku menulis kisah itu untuk membuktikan bahwa keajaiban dan tragedi Kuintet Awan Tinggi hanyalah fiksi belaka. Namun, aku meremehkan ambisi umat manusia. Di Orario, jika sebuah fiksi menawarkan setitik saja kemungkinan untuk mendapatkan kekuatan absolut, para petualang akan dengan sukarela mempertaruhkan nyawa dan kewarasan mereka untuk menjadikannya kenyataan.

​Fiksiku tidak lagi sekadar cerita. Ia telah menjadi buku sihir terlarang, dan aku baru saja tanpa sengaja meracuni pikiran para pandai besi di seluruh Orario.

1
l.."..l
aku suka novel ini, makin lama ceritanya menarik
Ero-Sensei
oke ini semakin menarik
Ero-Sensei
buseng dah repot amat MC skizo padahal tinggal bilang cuma fiksi dan ngapain juga perlu ngumpet.
Ero-Sensei
repot amat, tinggal bilang aja ini cuma karya fiksi. lagian kisah argonot aja cuma karya fiksi khayalannya argonot yang pengen jadi pahlawan. aslinya mah bocah cupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!