NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. sifat dan sikap

Delisa sudah kembali bergabung bersama teman temannya saat ini berada di kantin,

" Del bener kaki Lo gpp " ucap Bayu yang duduk disebelah delisa

" aman aja yu, cuman terkilir dikit tadi juga udah diurut " ucap delisa tersenyum kecil kearah Bayu, dia tau lelaki itu sedang khawatir padanya,

" tadi ngomong apa aja sama bang varo " Bayu berbisik agar teman temannya tidak mendengar

" adalah pokoknya, ehh nanti Lo hendel yang lain gue kayaknya benar-benar gak bisa " ucap delisa lirih Bayu mengangguk mengiyakan.

" hee kalian berdua mentang mentang sepupu nih ye ngomong ya bisik bisik " ucap Anya malah di geblak bunga " biarin Napa sih, kepo aja lu " ucap bunga," apaan sih mami jagang galak galak " ucap Anya cekikikan,bunga memutar matanya kesal.

" hee mami lah maksud?? " ucap delisa heran ia menatap wajah Bayu yang tampak acuh tapi telinga nya memerah,

" gini ya tadi sebelum Lo dibawa kak Alvaro ke UKS mami papi kita malah peluk pelukan kan kita jadi salting liat kemesraan mereka gitu ceritanya " ucap Dani setelahnya delisa tertawa sedikit mengoda Bayu,

" pantesan tuh telinga udah merah duluan " ucap delisa menoel dagu Bayu dan teman temannya ikut tertawa kecuali bunga dan Bayu yang menahan malu.

Brakkk

Gebrakan meja membuat semua penghuni kantin kaget segera menoleh ke arah meja delisa dkk,

Bahkan Alvaro dan Roy juga ikut terkejut saat ini mereka sedang menikmati kopi di kantin khusus guru yang memang bersebelahan hanya di batasi kaca satu arah, yang orang luar tidak bisa melihat kedalam.

" hee Mira Lo kan yang deketin kak Morgan " ucap ghea yang terkenal suka bully salah satu pacar Morgan yang terkenal playboy,

" lah kagak anjirr amit amit banget gue deketin monyet kayak Morgan " ucap Mira tidak terima jelaslah kan yang mendekat Morgan bukan dia.

" Halah jangan bohong Lo, gue tau ya beberapa hari lalu Lo ketemuan di taman sekolah malah berduaan lagi " ucap ghea masih berselimut amarah, delisa dkk hanya diam memperhatikan bukan enggak mau bantu mereka memang seperti itu kalau bisa diselesaikan dengan mulut teman temannya hanya diam tapi kalau sudah tindakan mereka juga tidak akan tinggal diam,

" hee cacing gue enggak berduaan ya waktu itu ada Regan sama Fani yang nemenin emang ada urusan OSIS doang dan selebihnya gue jaga jarak jauhh " ucap Mira menggebu gebu,

" bohong banget sih Lo, gue liat dengan mata kepala gue sendiri Lo cuman berdua sama Morgan " ucap ghea masih belum percaya,

" kalau enggak percaya tanya aja sama Fani dan Regan atau bahkan cek aja cctv sekolah sekali " ucap Mira berdiri menatap tajam ghea .

" cihh gue gak butuh itu Lo harusnya sadar anak orang miskin kayak Lo gak pantes buat Morgan " ucap ghea mengibaskan rambutnya sok cantik,

Delisa menatap ghea sangat tajam dan itu berhasil membuat ghea mundur selangkah,

" sekaya apa Lo sampai bilang begitu " ucap dingin Bayu setengah mengejek,

" Lo juga sama aja bukan, apa perlu gue bongkar kebusukan Lo " ucap delisa tambah dingin.

" maksud kalian apa ya, kalian enggak tau kalau gue putri tunggal keluarga Wijaya yang kaya dan bokap gue juga ada saham disekolah ini " ucap ghea percaya diri, delisa tersenyum miring

Ia meraih ponselnya diatas meja menghubungi seseorang yang entah siapa.

" hallo cabut semua saham milik Wijaya dan batalkan kerja sama kita, lagi buat perusahaan Meraka menjadi ambang kebangkrutan" ucap delisa setelah itu mematikan panggilan telepon nya, Bayu hanya tersenyum mengejek yang melihat ghea putih pucat ketakutan,

Tentunya pasti dia tau siapa delisa putri keluarga artatama perusahaan kedua setelah keluarga Adipati di banding perusahaan papanya ghea yang hanya sebagian kecil bisa saja langsung lenyap di tangan delisa,

Ingat satu hal perusahaan artatama sudah sah tertulis menjadi milik delisa.

Delisa tersenyum devil kearah ghea meraih ponselnya kembali,

" halo kakek boleh kah delisa minta satu permohonan "

(...........)

" akusisi saham milik keluarga Wijaya, menjadi milikku "

(.........)

" ohh baiklah aku akan menghubungi KAK ALVARO sekarang" ucap delisa memperjelas nama yang baru saja dia perjelas.

" delisa apa maksud kamu " ucap ghea kelimpungan sendiri dia tidak mau di bunuh ayahnya kalau Sampek itu terjadi.

" ahh ya kebetulan kak Alvaro disini aku akan, mengatakan keinginan ku " ucap delisa menatap kaca cermin pembatas antara kantin guru dan murid, Alvaro tersenyum miring

" sure Beby mas ACC semua keinginanmu " Alvaro mengetik pesan kepada sekretaris nya,iya dia mendengar semua pembicaraan mereka.

Tidak lama sekretaris Alvaro datang kemeja delisa dan menunduk hormat,

" nona ini data serta saham milik Wijaya " ucap sekretaris Alvaro

" Kamu siapa " ucap delisa bingung,

" maaf nona saya belum memperkenalkan diri nama saya Rendra sekretaris tuan Alvaro, dan saya diperintahkan untuk menyampaikan ini " ucap Rendra menyerahkan maap yang di pegangan kepada delisa,

" njirr langsung di ACC gak tuh " ucap Revan lirih dani hanya melirik ke Revan setelah itu kembali menyimak obrolan yang menguras emosi tersebut.

" wah terimakasih sekretaris Rendra " ucap delisa penuh kemenangan dan membuat ghea semakin pucat, ternyata dia salah mencari gara-gara pada sekumpulan anak kelas XII IPA A1 yang nyatanya sangat solid dan kompak lihatlah dia akan dimarahi papanya atau bahkan dicoreng dari kartu keluarga,

" delisa saya mohon jangan lakukan apapun pada perusahaan papa saya " ucap ghea penuh permohonan.

" kenapa bukan kah tadi kamu terlihat sombong dan angkuh " ucap Bayu menusuk ke jantung,

" bukanya ini keinginan mu juga ghea " ucap bunga tak kalah Judas,

" awalnya kami tidak ingin ikut campur tapi kamu malah kelewat batas dan merendahkan orang lain untuk memberi makan ego serta sifat sombong mu " ucap Ririn dingin.

" mungkin ini juga salah satu bentuk tegas dari kami kepadamu agar kamu jera ghea " ucap Revan tak kalah pedas

" inget ghea harta yang kamu banggakan itu hanya sementara saja dan satu hal lagi diatas langit masih ada langit " ucap Anya

" iya aku merasa bersalah aku mohon jangan lakukan apapun pada keluarga ku " ucap ghea dengan menahan tangis,

Delisa memandang Bayu, Bayu hanya mengedipkan matanya dan delisa memahami nya.

" baik kali ini aku maafkan dan kalau aku tau kamu merendahkan orang lain lagi aku tidak akan memberikan kesempatan lagi " ucap delisa tegas ghea merasa lega,

"kamu hubungi tangan kanan kakek buat batalin mengakusisi perusahaan, tapi buat gantinya cabut saham milik Wijaya di sekolah ini untuk menjadikan pelajaran bagi yang lain juga " ucap delisa kepada Rendra.

" baik nona akan saya laksanakan, kalau tidak ada hal lain sama permisi undur diri " ucap Rendra dan di beri anggukan kepala dari delisa.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!