NovelToon NovelToon
Dalang Di Balik Pembunuhan

Dalang Di Balik Pembunuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Action
Popularitas:109
Nilai: 5
Nama Author: Dian umar

Kayla, Alfian, Joy, dan Jenny berusaha memecahkan dalang di balik penculikan dan pembunuhan. Puzzle demi puzzle mereka susun, hingga membentuk sebuah petunjuk, bahwa Seseorang yang sangat dekat dengan mereka adalah pelakunya. Lalu tindakan apa yang akan mereka ambil? Dan apa motifnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Kak gimana? Udah dapet hewan yang akan melatih kita?" Tanya Jenny yang masih fokus mengotak-atik laptop.

Kayla mendesis, "Sial!"

Pandangannya masih tertuju pada layar ponsel. Jarinya menari-nari di atas keyboard seperti seorang yang menari dengan alunan yang dipercepat.

Ting!

Setelah selesai mengirim pesan, Kayla merebahkan tubuhnya di sofa. Ia terlihat beberapa kali menarik napas lalu membuangnya kasar. Napasnya tersengal-sengal seperti sedang menahan emosi yang begitu besar.

"Kenapa?" Jenny menghentikan aktivitasnya sebentar. Ia menutup laptop lalu beralih menatap Kayla.

"Mereka tidak menepati janji! Kriteria anjing yang ingin kita sewa sudah di sewa orang lain." Ucap Kayla dengan nada yang terdengar sangat kesal.

Jenny memegangi kedua pipi Kayla dengan tangannya. "Nggak apa-apa, kan masih banyak juga tempat yang lain."

"Waktu kita tidak banyak! Kita harus segera berlatih! Supaya kita bisa healing bareng -bareng." Ucap Kayla frustasi.

Kayla sangat ingin berlibur, apalagi sebentar lagi mereka akan melakukan misi yang berat dan cukup berbahaya.

"Huh!"

Mereka membuang nafas kasar secara bersamaan seolah apa yang mereka pikirkan sama.

Tak! Tak! Tak!

Suara langkah dari arah depan tidak membuat mereka sadar. Mereka masih saja bengong dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Alfian yang baru datang itu pun langsung bergabung di samping Kayla.

Kabar gembira dari Joy menyelamatkan mereka dari lamunan yang tidak berfaedah.

"Aku udah bawa anjing yang sesuai kriteria." ucapnya dingin.

Kayla dan Jenny langsung tersadar. Mata keduanya berbinar saat mendengar apa yang di ucapkan Joy.

"Beneran!" Tanya mereka kompak.

Joy hanya mengangguk kepala, "Iya, aku tidak mungkin berbohong."

Jeni celingak-celinguk mencari keberadaan anjing yang dimaksud Joy. Saat tidak menemukan apa-apa Jenny langsung cemberut.

"Katanya tadi ada! Mana? Jangan berbohong!" Ucap Jenny kesal saat apa yang ingin dia lihat ternyata tidak ada.

Ekspresi Kayla dan Alfian menunjukan bahwa mereka menyetujui apa yang dikatakan Jenny.

Melihat hal itu, Joy memijat pelipisnya dengan kasar. Lalu kembali tenang seperti biasa.

"Aku nggak mungkin bawa kesini. Apalagi kalian sedang tidak memegang senjata, atau kalau kalian ingin segera ke alam baka? Bisa banget!"

"Hehehe... Iya juga ya!" Alfian cengengesan. Tangannya mengusap wajah yang kini panas menahan malu.

Walaupun sempat mengiyakan ucapan Jenny... Tapi Kayla sama sekali tidak merasa malu. Ia begitu tenang, tidak seperti Alfian yang terlihat malu.

Soal Jenny? Jangan ditanya!

Gadis itu masih saja cemberut. Ia melipat kedua tangan di dada sambil memanyunkan bibir. Jenny terlihat seperti anak kecil yang sedang marah dan ingin sekali di bujuk.

Walaupun mengaku salah...Tapi ia sangat kesal dengan jokes-nya Joy yang terdengar tidak lucu, melainkan terdengar sangat menyeramkan!

"Udah... Nggak usah ngambek." Ucap Kayla seraya merangkul pundak Jenny.

Kayla terdiam sesaat, matanya berbinar. Ia seperti baru saja mendapatkan ide yang bagus.

"Dari pada ngambek, mending kita langsung lihat anjingnya!" Bujuk Kayla.

"Ayo!"

Jenny terlihat sudah tidak marah, ia kembali bersemangat seperti biasa.

............

"Anjing ini memiliki insting pemburu yang sangat kuat. Tak hanya itu, gerakannya sangat cepat sehingga dibutuhkan konsentrasi yang tinggi." Jelas Joy dengan nada serius.

"Aku membawa 4 anjing. Masing-masing akan dapat satu untuk pelatihan. Ingat! Jangan sampai membuat anjingnya mati! Cukup dengan melumpuhkannya."

"Kita harus menyerang pada titik lemahnya, yaitu dibagian belakang kepala. Akan tetapi, jangan sampai terlalu keras, jika tidak... Anjingnya bisa mati." Jelas Alfian kepada mereka bertiga.

Kayla dan Jenny hanya manggut-manggut, seakan mereka mengerti dengan penjelasan dari Alfian.

Sedangkan Joy tampak serius dan fokus mendengarkan instruksi dari Alfian.

Setelah mendengar instruksi mereka pergi ke ruangan pelatihan.

Ruangan ini sangat luas. Interiornya berwarna maron dan hitam. Menimbulkan kesan yang mewah sekaligus dingin.

Saat maju beberapa langkah dari pintu utama, kalian akan melihat berbagai macam persenjataan terpajang rapi. Senjata yang terpajang mulai dari senjata api seperti pistol dan senapan. Hingga senjata tajam seperti pisau lipat dan karambit.

Setelah berjalan 20 meter... Kalian akan melihat Sebuah Cage MMA. Bedanya Cage ini tidak ada panggungnya seperti Cage yang ada di pertarungan MMA.

Cage ini pernah mereka pakai buat latihan bersama harimau. Kenapa mereka masih mau latihan? Sedangkan mereka pernah mengalahkan harimau.

Jawabannya karena anjing Doberman dan babi hutan yang akan mereka lawan itu memiliki titik vital yang hampir sama. Cara bertarungnya juga sama. Dimana babi hutan dan anjing Doberman ini memakai insting pemburu, gerakan mereka sangat lincah, tapi terlalu gagas.

Kalau dibilang mereka sudah sangat kuat, akan tetapi mereka tetap melakukan pelatihan. Ibaratnya kayak pisau, walaupun tajam kalau tidak diasah pasti akan tumpul.

"Aku yang akan mencoba duluan!" Kayla maju satu langkah menandakan dirinya siap bertarung.

"Oke." Jawab mereka bertiga secara bersamaan.

Kayla bersiap di pintu pertama. Sedangkan di pintu yang berhadapan dengannya berdiri anjing Doberman raksasa yang terlihat buas dan siap menerkam mangsanya.

Pintunya terbuat dari besi yang berjaring-jaring kuat. Sehingga mereka bisa melihat dengan jelas anjing Doberman di depan sana tanpa ada penghalang.

"GRRRRR...AWWWWW!!!"

Suaranya menggema dan memantul-mantul, membuat gendang telinga seakan mau pecah.

Untuk para orang biasa atau penakut pasti akan ketakutan mendengar auman dari anjing itu.

Tapi berbeda dengan mereka. Mereka tampak begitu tenang, suara auman tadi hanya terdengar seperti suara kucing yang mengeong.

Krek!

Pintu besi di buka, Kayla masuk ke dalam arena dengan tubuh yang tegak dan terlihat sangat keren.

Kayla mengambil karet yang sudah dipersiapkan tadi. Dia mengikat rambutnya ke belakang agar lebih mudah bertarung.

Anjing Doberman berada di kandang kecil yang terhubung langsung dengan pintu kedua. Seakan pintu kedua hanya pembatas antara Arena dan kandang kecil itu.

Krek!

Para petugas membuka pintu kedua. Terlihat anjing Doberman itu keluar dari kandang kecil.

"GRRRRRR!!!"

Ia tidak langsung menyerang Kayla. Anjing itu masih di tempatnya, tapi ia mengeluarkan auman yang sangat keras.

"Berisik!" Kayla mengorek telinganya dengan ujung kelingking.

Melihat Kayla yang tidak takut sama sekali, Anjing itu terdiam sesaat. Namun setelahnya ia mulai lari dengan kecepatan penuh.

Sebelum sang anjing menerkam, Kayla langsung menghindar.

Bumm!

Anjing itu menabrak jaring-jaring besi dengan sangat kuat. Setelah sadar dia berlari lagi ke arah Kayla.

Kali ini gerakannya sedikit berubah. Lebih terarah dari sebelumnya. Kayla hampir saja terkena cakarnya.

Saat anjing itu kembali menerjang Kayla, Kayla melompat dengan lompatan yang lebih tinggi dari anjing Doberman. Saat Kayla sudah berada di belakang anjing Doberman, dia langsung melipat sikunya dan menghantam tengkuk anjing dengan satu pukulan.

Bugh!!

Setelah mendapat pukulan di titik vital, anjing itu terkapar lemas. Matanya sempat melihat Kayla, tapi tatapannya tidak setajam tadi.

Deg!!

Kenapa ini? Kenapa aku sedih melihatnya terkapar! Kasian sekali.

Tes!

Tak terasa air mata Kayla jatuh menetes, ia tidak tahu kenapa setelah melihat anjing ini pingsan hatinya merasa sangat sedih.

Kayla berlutut, ia memeluk tubuh anjing yang terkulai lemas itu dengan sangat lembut, seakan-akan sedang memeluk hewan kesayangan.

"Kayla! Apa yang kau lakukan?" Ucap Alfian sedikit khawatir.

Walaupun anjingnya sudah pingsan, ia sangat khawatir kepada Kayla.

"Aku akan merawatnya!" Ucap Kayla penuh keyakinan.

"Dia sangat berbahaya! Mungkin dia akan memangsamu setelah kejadian tadi!" peringat Alfian.

Keinginan Kayla sungguh membuat Alfian jantungan. Terlihat kekhawatiran di wajahnya.

"Aku tetap akan merawatnya! Tidak ada yang bisa menghentikan ku! Termasuk kau!" Tunjuk Kayla dengan penuh amarah.

Ia terlihat begitu menyayangi anjing itu. Bahkan tak segan-segan memarahi Alfian yang merupakan teman satu tim.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!