NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Ray berkali-kali melirik ke luar ruangannya untuk mengecek apakah sang istri sudah datang atau belum. Ruang kerjanya ada satu sisi dengan sekat dari kaca bening. Biasanya selalu ditutup tirai, tapi kali ini ia membuka tirainya lebar-lebar hanya untuk melihat meja kerja sang istri sudah terisi atau belum.

Sang asisten yang melihat tingkah atasannya pun hanya terheran-heran. Untuk pertama kalinya atasannya terlihat cemas untuk hal selain pekerjaan.

Sekitar pukul sebelas siang, Llyn akhirnya datang. Memakai kemeja dipadukan dengan celana panjang membalut kaki jenjangnya. Tampilannya terlihat berbeda dari sebelumnya, biasanya ia selalu memakai rok atau dress.

"Boss, bu Llyn sudah datang."

"kamu pikir aku buta? aku sudah melihatnya."

Sang asisten sedikit merinding saat mendengar nada ketus sekaligus sinis dari bosnya.

"kenapa baru datang? tidak lihat jadwal kalau hari ini ada rapat?"

Llyn menatap datar Ray yang kini sudah berdiri di depan mejanya.

"maaf Pak Ray, tapi saya sudah izin sesuai prosedur dan sudah di acc. Saya juga mendapat laporan kalau rapat pagi tadi diundur jadi siang, jadi secara profesional saya tidak melanggar apapun."

Ray tertegun sesaat, ia merasa istrinya sudah berubah. Ia meneguk ludah lalu berdehem untuk menyembunyikan rasa aneh yang muncul.

"memangnya ada urusan apa sampai harus izin segala?"

"bukan urusan pekerjaan, saya tidak berkewajiban memberitahukan urusan pribadi saya kepada Anda selaku atasan saya."

Kali ini Ray yakin ada yang salah dengan Llyn. Biasanya wanita itu selalu berbicara lembut dan tidak pernah bersikap membangkang seperti ini.

"kamu kenapa? kenapa jadi begini? biasanya kamu tidak pernah membuat ribut seperti ini."

Llyn tersenyum sinis di dalam hatinya. Ternyata sikapnya sekarang di mata Ray hanyalah sedang membuat ribut.

"Mohon bapak jelaskan, sikap mana dari saya yang bapak anggap membuat ribut," tantang Llyn membuat Ray kembali gugup.

"Saya hanya berusaha bersikap profesional seperti tuntutan bapak, bapak bilang selama di kantor jangan mencampurkan dengan urusan pribadi hanya karena saya istri bapak. Saya sudah melakukannya jadi masalahnya di mana lagi sampai bapak menyebut saya membuat ribut?"

"bapak bapak bapak, saya bukan bapak kamu ya!" sentak Ray secara tiba-tiba.

Ray merasa kesal mendengar kata bapak itu keluar dari mulut Llyn. Biasanya wanita itu memanggilnya Mas apapun kondisinya, bahkan meskipun ia sudah menegurnya berkali-kali.

"Mas Rayy."

Ray menoleh lalu mematung sesaat setelah melihat sosok wanita itu di depannya. Sementara Llyn memindai wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Semuanya kesukaan Ray, itulah yang ada dibenaknya. Atau mungkin selama ini, wanita itu sendiri yang menjadi kesukaan Ray. Jadi apapun yang dikenakannya selalu dipuja oleh suaminya itu.

Llyn tidak terkejut sama sekali karena sebelumnya sang sahabat sudah memberikan info terkait wanita itu. Ia juga tau kalau suaminya mengundur rapat hanya untuk menjemput wanita itu dari bandara.

"Lilian? kenapa kamu ada di sini?"

"mas, aku bosan sendirian di hotel. Ayo temani aku keliling ibu kota," pintanya dengan suara yang begitu lembut dan manja.

Ray sontak melirik ke arah Llyn dan tiba-tiba saja jantungnya berdebar karena gugup. Sementara Llyn hanya menampilkan ekspresi datar seolah itu semua bukan hal penting.

"aku ada rapat sekarang, kamu keliling sendiri dulu saja."

"enggak mauu, kamu kan punya banyak karyawan suruh saja mereka yang rapat."

"LILIAN!"

"rapat kali ini bukan rapat penting, bapak bisa menemani kekasih bapak pergi. Nanti saya akan meminta sekertaris bapak membuatkan notulennya."

Ray merasa didorong menjauh sejauh-jauhnya oleh Llyn. Ia memandang kosong punggung sempit yang ternyata terlihat rapuh. Llyn berjalan terus hingga menghilang di balik lift.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!