NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Makam Kuno (bagian kedua)

 Keheningan menyelimuti tempat itu selama beberapa detik, hanya terdengar suara dedaunan kering yang tertiup angin di atas sana.

 "Niat jahat?, hehehe...nona kamu terlalu tinggi menilai nyawamu." sahut suara itu dengan nada yang terdengar geli namun getir.

 "Jika aku ingin membunuhmu, tanpa perlu kau turun kesini aku dengan mudahnya bisa membunuhmu di atas sana."

 Su Ying terdiam. Kata-kata itu terdengar sombong, namun ia tahu itu bukan gertakan kosong.

 "lalu, kenapa kau menungguku?"tanya Su Ying, suaranya kini lebih rendah, mencoba menyembunyikan getar ketakutannya yang masih tersisa.

 Ia melangkah masuk ke dalam terowongan gelap itu mencoba percaya pada orang asing di bawah sana.

 Tiba-tiba, terdengar ringkikan kuda tak jauh darinya. Su Ying menoleh dengan cepat, namun di saat itu juga batu nisan telah menutup kembali dengan suara berdebum pelan.

 Di atas sana, suara derap langkah kaki kuda terdengar sangat jelas di permukaan tanah yang tipis. Mungkin ada sekitar dua atau lebih ekor kuda yang berputar-putar mengitari kuburan itu, seolah mereka sedang mencari sesuatu.

 Dan beberapa saat kemudian, terowongan itu menjadi terang secara misterius, menampilkan deretan anak tangga batu yang mengarah jauh ke bawah. Cahaya itu memantul pada dinding yang lembap menyingkap lumut dan akar-akar tua yang merambat seperti pembuluh darah raksasa.

 Suasana terowongan itu menjadi sunyi seketika. Kesunyian yang berat, yang membuat suara detak jantung Su Ying sendiri terdengar seperti tabuhan genderang di telinganya. Orang misterius yang tadi bicara padanya belum juga menampakkan dirinya. Bahkan, suara gerakan dan gesekan kain pun tak lagi terdengar.

 "Tuan?" panggil Su Ying, suaranya gemetar, tertelan oleh keheningan yang janggal.

 Tak ada sahutan. Hanya ada barisan anak tangga yang seolah memanggilnya untuk turun lebih jauh.

 Di luar makam, orang yang menunggang kuda itu membicarakan sesuatu yang menarik perhatian Su Ying. Suara mereka berat, namun kata-kata mereka menyelinap masuk ke dalam terowongan itu.

 "Jangan sampai mereka hilang, kita harus membunuh mereka sebelum Tuan muda mengetahui rencana kita." kata salah satu di antaranya dengan nada menekan.

 "Aku yakin mereka melarikan diri ke arah sini." sahut salah satu pengejar di atas sana. Perlahan suara mereka semakin menjauh, meninggalkan makam itu dalam kesunyian.

 Su Ying melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga, nafasnya tersengal bercampur udara dingin dan lembapnya dinding terowongan itu. setelah beberapa saat dia berjalan, sebuah getaran halus merambat dari bawah telapak kakinya.

 Di hadapannya, dinding batu yang lebar tiba-tiba bergerak secara mekanis, bergeser perlahan ke samping dan membuka lebar. Cahaya yang lebih terang kali ini berasal dari lentera minyak yang menyala otomatis di dinding, memenuhi ruangan di balik dinding.

 Su Ying terpaku di ambang pintu masuk. Ruang itu luas, lebih mirip sebuah aula rahasia dari pada sebuah lubang perlindungan.

 Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja kayu jati yang kokoh dengan sebuah botol arak porselen putih dan sebuah kotak kecil dari kayu Cendana di atasnya.

Namun, yang paling mengejutkan Su Ying adalah apa yang berjajar di dinding-dinding ruangan tersebut. Bukan tumpukan kayu bakar seperti yang ia lihat di rumahnya, melainkan barisan senjata yang berkilauan di timpa cahaya lampu. Pedang panjang, tombak dan beberapa belati dengan ukiran rumit.

"ini...apa semua ini?" bisik Su Ying, jemarinya gemetar saat ia melangkah masuk ke dalam aula itu. "mungkinkah, aku masuk ke ruang rahasia kerajaan?"

"hahahah...manusia lugu dan menarik." ucap orang misterius dari arah depan Su Ying. Kali ini dia telah menampakkan wujudnya sepenuhnya.

Lelaki itu melangkah maju, membiarkan cahaya lentera menyinari wajahnya yang pucat namun berwibawa. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang dingin. Su Ying tertegun, penampilan lelaki ini memberikan deskripsi yang sangat berbeda dengan suaranya yang terdengar berat dan serak seperti gesekan batu.

Wajahnya nampak jauh lebih muda dari yang di bayangkan Su Ying, dengan fitur wajah yang tajam dan kulit yang sehalus porselen, seolah ia tidak pernah tersentuh oleh terik matahari.

"kau terkejut melihatku?, apakah kamu masih berpikir aku adalah orang jahat?" ucapnya sambil terus melangkah pelan ke arah Su Ying. Setiap langkahnya tidak menimbulkan suara, seolah-olah ia berjalan di atas udara, menambahkan kisah mistis pada kehadirannya.

Su Ying mundur selangkah, punggungnya menempel pada dinding batu yang dingin. "ka-kamu, si-siapa?"

Lelaki itu berhenti tepat di hadapan Su Ying. Jarak mereka kini begitu dekat hingga Su Ying bisa mencium aroma wangi bunga melati yang lembut, namun aroma itu segera bercampur dengan aroma wangi bunga lainnya yang memberi kesan istimewa sekaligus misterius yang sulit di jelaskan dengan kata-kata.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!