bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di jenguk wanita idaman
Dan sementara dony, dony melihat dan menatap ku yang terkapar lemah tak sadarkan diri, ia memanggil ku, dan tiba tiba saja para polisi datang, dan langsung menembakan senjata api nya ke langit, lalu orang orang yang mengeroyok ku dan dony itu semuanya berlari menyelamatkan diri dari kejaran polisi.
Dony merangkak menghampiri ku yang tak sadarkan diri, dia memeluk ku dan tiba tiba saja ia menangis, karena ia mengira aku sudah mati.
" Sat bangun satt, jangan tinggalin gue sat, bangunn satt.." ucap dony sambil menangis memeluk ku yang terkapar, ia menatap wajah ku yang berlumuran darah.
Lalu dengan cepat polisi mengahampiri ku, dan mengecek detak denyut jantung ku, dengan cepat poilisi membawa ku dan dony ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dengan cepat para medis membawa ku ke ruangan rawat, Luka di kepala ku cukup parah, hingga dokter harus menjait luka di kepala ku.
Dan sementara dony, ia hanya luka ringan saja, saat itu ia sedang menunggu di luar ruangan di mana aku di rawat.
Dan tak lama kemudian setelah dokter selesai mengobati luka ku, ia pergi keluar untuk menangani pasien lainya, sementara aku masih belum juga sadarkan diri saat itu.
Saat dokter keluar dony menanyakan kabar kondisi ku kepada dokter, lalu dony masuk ke ruangan ku di rawat, ia menghampiri dan duduk di sampingku, ia berkata maaf kepada ku, tidak lama kemudian kedua orang tua ku datang menjenguk ku.
Ibu ku menangis melihat kondisi ku yang terluka terbaring tidak sadarkan diri, lalu ibu ku sambil menangis dan kesal meminta penjelasan kepada dony bagaimana semua itu bisa terjadi, dony hanya diam saat ibu ku meminta penjelasan, karena ia takut dan merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kepadaku, dony di tekan dan di paksa agar mau menceritakan bagaimana semua itu bisa terjadi, dony meminta maaf kepada kedua orang tua ku, dan ia pun menceritakan apa yang telah terjadi kepadaku, dan tidak lama kemudian emaknya dony datang menjenguk aku dan dony, emaknya dony kaget saat melihat kondisi ku, lalu emaknya memarahi dony anak nya itu.
Waktu terus berjalan dan malam semakin larut, sementara emaknya dony pamit pulang lebih awal, dan sebelum pergi emaknya dony malah menyeuruh dony untuk tetap di rumah sakit menjaga ku.
Malam pun semakin larut, dony melihat kedua orang tua ku sangat merasa ngantuk dan lelah, lalu dengan tutur kata lembut dony menyarankan kedua orang tua untuk pergi pulang, dan ber istirahat di rumah saja, dan biarkan malam itu dony yang menjaga ku, dan hingga akhirnyan kedua orang tua ku pamit pulang, dan menitipkan ku kepada dony.
Waktu terus berjalan, saat pagi tiba.
Aku tersadar, perlahan tangan ku bergarak, dan mataku terbuka, aku melihat dony dengan posisi duduk tertidur di sebelah ku, aku tersenyum melihat dony, lalu aku mengerakan tangan ku dan menjitak kepala dony, sampai dony terbangun dari tidurnya.
Dony terbangun dari tidurnya, ia sangat senang melihat ku sudah sadarkan diri, lalu ia berkata maaf kepada ku, aku tersenyum dan menanggukan kepala ku, aku senang melihat sahabat ku ternyata baik baik saja.
Tidak lama kemudian, tiba tiba ada yang menbuka pintu, perlahan ia masuk ke ruangan ku di rawat, rupanya itu adalah maya, maya menyapa ku dan dony, namun saat itu maya seperti membawa seseorang di belakang pintu, maya memaksa orang itu untuk masuk, dan berkata jangan malu malu, aku penasaran siapa yang di bawa maya itu.
Saat maya membawa masuk ke dalam orang itu, aku terdiam melihatnya, ternyata orang yang bersama maya itu adalah elina, dengan malu malu ia pun masuk dan berjalan menghampiri ku, mereka berdua datang sambil membawa bingkisan, makanan sarapan untuk ku dan dony.
Aku terdiam terpesona melihat elina yang begitu terlihata cantik dengan busana yang ia kenakan, dia tersenyum tersipu malu kepada ku, dia menyapa ku, aku pun tersenyum dan menyapa nya.
" Kok loe tau may gue di sini..? " Tanya dony.
" Iya, kan rame, yang lain juga pada tau.." maya.
" Emm kak, ini aku bawain sarapan buat kamu..!" Ucap elina kepada ku, lalu ia menaruh bingkisanya itu ke meja sebelah ku.
" Iya lin, makasih ya udah mau datang jenguk aku.." ucap ku, lalu elina tersenyum dan menganggukan kepala.
" Iya nih, gue bawain makan nih buat kalian, kalian belum pada nyarap kan..? " Maya.
" Iya may, pas banget kalian datang, mana sini may, laper gue..." Ucap dony, ia pun mengambil makanan dari maya itu.
Dony memakan makanan dari maya itu dengan lahap nya, lalu dony menyuruh elina untuk memberi satria sarapan dan menyuapinya.
" Kak mau sarapan juga..? " Tanya elina kepada ku.
" Iya boleh lin, laper aku juga.." aku
" Yaudah bentar ya kak..!! " Ucap elina, lalu ia membuka makanan untuk satria sarapan.
" Aku suapin ya kak...!! " Ucap elina dengan malu malu, aku pun tersenyum dan menganggukan kepalaku, dan perlahan elina menyuapi ku.
" Ehem ehemmm,,, " maya mengejek ku saat melihat elina menyuapi ku.
" May gue gak di suapin may.." ucap dony.
" Ogah, makan aja loe sendiri..!! " Maya.
" Tega loe may...! " Dony sambi makan.
Aku dan elina pun menahan tawa, lalu elina bertanya kepadaku bagaimana ceritanya sampai aku masuk rumah sakit seperti itu.
" Emang gimana ceritanya kak, kok bisa sampai begini ..? " Tanya elina kepadaku.
" Tau loe pada, pada sok jagoan sih kalian.." maya.
Dan dony pun menceritakan bagaimana kejadian kemarin, dony juga menceritakan kejadian kejadian kocaknya, mereka pun ketawa mendengarkan dony bercerita, mereka tanpak begitu asik ngobrol dan bercerita.
Dan tak lama kemudian maya mengajak pulang elina, dan elina pun mengikuti ke inginan maya, elina dan maya pun akhirnya pamit pulang, dony dan aku mengucapkan terimakasih kepada mereka atas perhatian mereka telah menjenguk, saat hendak elina berjalan keluar dari ruangan, aku memanggil elina, elina sejenak menghentikan langkah kaki nya dan menoleh kebelakang melihatku, lalu aku tersenyum kepadanya dan mengucap terimakasih sekali lagi kepadanya, ia pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, dan mereka pun pergi pulang.
Waktu terus berjalan, ke esokan harinya saat di sekolah, dony dan juga teman teman yang ikut tawuran, mereka di kumpulkan oleh guru, mereka semua di marahi karena sudah mencemar nama baik sekolahan, dan mereka juga di hukum berlari memutar lapangan 100 x, dan setelah itu mereka di suruh membersihkan kamar mandi dan seluruh halaman sekolah, mereka semua di hukum, terkecuali aku, karena aku masih berada di rumah sakit.
Waktu terus berjalan hari hari pun berganti, aku yang masih berada di rumah sakit, kini aku sudah merasa lebih baik, aku ingin pulang, dan aku ingin menjalani hari ku seperti biasa kembali, lalu orang tua ku meminta ijin kepada dokter untuk membawa ku pulang, dan kerena kondisi ku sudah membaik, dokter pun mengijinkan orang tua ku membawa ku pulang ke rumah, dan aku pun pulang bersama kedua orang tua ku.