"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.
"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.
Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertengkar lagi
"Mas?" panggil Siti saat Yusuf hendak keluar dari kamarnya.
"Ah, ya?" jawab Yusuf sedikit kaget.
"Terimakasih untuk parfumnya. Alhamdulillah aku tidak mual," ucap Siti tersenyum teduh.
Yusuf mengangguk dan tersenyum lega. "Alhamdulillah. berarti aku tidak salah memilihkannya untukmu. Sekarang istirahatlah."
Siti hanya mengangguk dan membiarkan lelaki itu keluar dari kamarnya. Ada perasaan entah di hatinya. Mungkin kebanyakan orang akan takut dan trauma bila berdekatan dengan lelaki yang telah merenggut kesuciannya. Tetapi tidak dengan dirinya. Bagaimana ia bisa takut dengan Yusuf. Sungguh sikapnya yang begitu lembut dan perhatian, maka kesalahan itu bisa ia maafkan.
Siti menyaksikan sendiri bagaimana sikap dan kebaikan lelaki itu pada anak dan istrinya, begitu pula pada orang lain. Dia bisa terbilang lelaki Sholeh. Selama dirinya bekerja di rumah ini. Yusuf tidak pernah bertindak yang aneh-aneh, bahkan untuk bicara saja ia selalu menjaga jarak. Namun, siapa sangka malam itu membuatnya hilang kendali. Sehingga terjadilah hal yang tak di inginkan. Bahkan kesalahan semalam membuat Siti harus hamil.
Pagi-pagi sekali Siti sudah bangun. Meskipun sekarang posisinya juga istri dari sang majikan, tetapi ia tidak pernah mengambil kesempatan untuk duduk manis. ia masih tetap mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya.
"Mbak Nora mau aku buatkan sarapan apa?" tanya Siti saat mendapati Nora sudah berada di belakangnya.
"Tidak perlu. Mulai sekarang kamu tidak perlu lagi mengurusi orang di rumah ini. Cukup urus saja dirimu sendiri. Kamu jaga dan rawat kandunganmu itu, agar tidak ada lagi drama manja dan mencari perhatian suamiku!" ujar Nora begitu menyakitkan.
"Maaf, Mbak. Aku tidak seperti yang mbak tuduhkan," ucap Siti menahan rasa sakit di hatinya.
"Tidak seperti yang aku tuduhkan? Hng! lalu untuk apa malam-malam kamu membawa mas Yusuf ngobrol di kamarmu? Atau jangan-jangan kamu sengaja ingin menjebak mas Yusuf agar mau tidur bersamamu, iya?" tekan Nora.
"Astaghfirullah... Jaga bicaramu, Nora. Tadi malam aku yang sengaja masuk ke kamar Siti. Aku hanya memastikan Siti tidur dengan nyaman. Sedikitpun dia tidak pernah menggodaku," ucap Yusuf mengatakan yang sebenarnya.
"Aku tidak suka kamu dekat dengan siti, Mas. Sudah berulang kali aku mengatakannya padamu!" sahut Nora kesal.
"Bukankah sebelumnya kita sudah membahas hal ini? Aku tidak bisa mengabaikan Siti. bagaimanapun juga aku harus bersikap adil selama Siti menjadi istriku. aku hanya memberi perhatian, bukan cinta!"
Siti yang berada di tengah-tengah mereka, sungguh ia tidak tahu harus bersikap bagaimana. Rasanya ia tidak tahan bila harus melihat pasangan itu selalu bertengkar hanya karena dirinya.
"Maafkan aku, Mbak. maaf jika aku sudah membuat mbak Nora kecewa. Tolong jangan bertengkar lagi. Aku tidak akan bicara apapun lagi dengan mas Yusuf," ucap Siti seraya beranjak masuk kamar.
Yusuf menghela nafas pelan. Bingung harus bagaimana menyikapi ini semua. Kenapa Nora masih tidak mengerti.
Yusuf memilih pergi dari hadapan Nora. ia bukan marah, tetapi hanya menghindari agar perdebatan itu tak berlanjut.
"Haikal, ayo papa antar ke sekolah," ucap Yusuf pada putranya yang baru saja selesai sarapan.
Haikal hanya mengangguk. Sejak Yusuf menikahi siti, sejak itu pula Haikal tak lagi banyak bicara dengannya. Bahkan saat Yusuf baru pulang dari luar kota, Haikal tak lagi antusias menyambut kedatangan sang papa.
Sementara itu Siti terduduk di depan meja rias. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa lebih baik ia pergi saja? Mungkin itu cara terbaik agar hubungan mereka tidak semakin memburuk.
"Ya, sepertinya aku harus pergi dari rumah ini. Lupakan semua perjanjian yang telah dibuat. Aku tidak mau bila hubungan mereka semakin memburuk," gumam wanita itu.
Bersambung....
untung nora semoga aja ank nya haikal sendri yg nampak mama nya selingkuh sm raka 🤣🤣🤣