NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

" Assalamualaikum"

" Wa'alaikumsalam, masuk Rum"

Rani membawa sahabatnya ke ruang makan. Arumi memang tidak tau kalau hari ini mereka akan makan malam bersama.

" Kamu belum makan kan Rum"

" Belum Ran "

" Kebetulan, tadi aku sama ibuk masaknya kebanyakan. Jadi kita makan dulu ya, soalnya aku udah lapar"

Di dapur ibu Rani sudah menunggu Rani dan Arumi.

" Silakan duduk Rum "

" Makasih Tante"

Arumi duduk di sebelah Rani.

" Makan yang banyak ya Rum, jangan sungkan"

" Iya Tante"

Arumi mengambil nasi dan juga lauk.

" Makannya yang banyak ya Rum "

" Rani yang menyiapkan semua makanan ini untuk Rumi"

" Ibuk"

Arumi tidak menyangka kalau sahabatnya sudah menyiapkan semua makanan untuknya.

" Makasih ya Ran, lain nggak usah repot-repot"

" Nggak repot kok Rum. Aku senang bisa masakin untuk kamu"

" Sekali lagi makasih ya"

" Iya, ayo makan"

Ini kali pertamanya Arumi merasakan bagaimana rasanya dimasakin seseorang. Biasanya dia yang selalu memasak. Tapi sayangnya yang masakin dirinya bukan orang tuanya, tapi sahabatnya. Arumi bersyukur memiliki sahabat sebaik Rani.

" Gimana Rum enak nggak"

" Enak Ran "

Rani masak ayam kecap untuk Arumi. Ya sahabatnya itu pernah berkata ingin makan ayam kecap. Alhamdulillah ia bisa mengabulkan keinginan sahabatnya.

Setelah semua pekerjaan selesai, Arumi dan Rani pergi ke ruang tamu karena ibu Rani sudah menunggu di sana.

" Rum, kamu jadi bawa KTPnya"

" Jadi Ran"

Arumi memberikan KTPnya pada ibu Rani. Jadi nanti ibu Rani yang mengurus untuk buku tabungannya.

" Besok Tante balikin KTPnya ya"

" Iya Tante"

" Oh iya Buk, tadi ada ibuk-ibuk yang memborong dagangan kami. Dan ibuk itu menyarankan kami untuk memakai ponsel. Jadi kalau ada yang mau pesan gorengan untuk acara-acara bisa lewat telepon aja"

" Bagus juga, tapi kalian harus cari pelanggan dulu"

" Ibuk itu bilang dia akan bantu promosikan ke teman-temannya. Ibuk itu juga memuji rasa gorengnya. Dia bilang enak"

" Alhamdulillah kalau ibuk itu bilang enak. Itu suatu kemajuan untuk kalian berdua. Kalau kalian berdua siap untuk terima orderan dengan skala besar, nanti ibuk akan coba bantu promosikan "

" Beneran Buk"

" Bener. Tapi buat juga gorengan yang lain, seperti risol dan juga pastel. Jadi nanti orang bisa pilih mau gorengan apa"

" Siap Buk, nanti kami akan buat juga gorengan yang lain"

Rani menyerahkan uang tabungan Arumi yang ada padanya.

" Ini semua tabungan Rumi yang ada sama aku, Buk"

" Lima ratus tujuh puluh ribu "

" Banyak juga ya"

" Alhamdulillah Tante, kemarin dikasih upah lebih sama Buk mandor "

" Yang tujuh puluh ribu ini pegang saja sama Rumi. Mana tau Rumi mau membeli sesuatu "

" Nggak Tante, lagipula Rumi nggak mau beli apa-apa "

" Ya udah, uangnya Tante masukkan ke tabungan semua "

" Iya Tante "

Ibu Rani menyimpan KTP dan juga uang Arumi. Besok ia akan membuatkan buku tabungan untuk Arumi.

" Terus ponselnya gimana Buk?"

" Kalau ada yang mau pesan untuk sementara kasih nomor handphone ibuk aja. Kalau beli harga handphone kan lumayan mahal. Sedangkan uang kalian masih sedikit "

" Baik Buk, kita berdua ikut saran ibuk aja"

" Kalau gorengan kalian viral, apa kalian masih mau bekerja sebagai pemetik teh "

" Ya masih lha Buk, insyaallah kita nggak akan berhenti bekerja di kebun teh. Iya kan Rum"

" Iya Ran "

" Kalau orderan kalian banyak, bagaimana kalian bisa membagi waktu nanti "

" Kalau orderan kami banyak, kami bisa minta tolong ibuk-ibuk yang lain untuk membantu. Nanti kami kasih upah"

Ibu Rani tersenyum mendengar jawaban Arumi.

" Ide bagus, jadi kalian bisa memperkejakan orang lain. Bisa dibilang kalian berdua bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain"

" Iya Tante"

" Ibu doakan jualan kalian laris manis, dan orderan akan berdatangan "

" Aamiin "

Arumi juga senang kalau nanti banyak yang orderan gorengan mereka. Jadi nanti mereka bisa membantu keuangan ibuk-ibuk yang lain.

" Ibuk mau ke kamar dulu, kalian berdua lanjutin aja ngobrol nya"

" Iya Buk, selamat istirahat "

Sekarang hanya tinggal Arumi dan Rani di ruang tamu.

" Bentar ya Rum, mau ambil semangka dulu"

Rani pergi ke dapur untuk mengambil semangka. Ya semangka yang ia beli kemarin itu masih bersisa banyak. Rencananya mau ia buatkan jus, tapi lebih enak dimakan langsung dari pada di jus.

Rani memotong-motong semangkanya, kemudian ia membawa ke ruang tamu.

" Banyak amat Ran"

" Nggak apa-apa, di kulkas masih banyak kok"

" Nanti kamu potong-potong aja semangkanya, terus tarok di wadah yang kedap udara. Nanti semangkanya bisa tahan lama"

" Kalau di tarok dalam mangkok, setelah itu di tutup pakai plastic wrap"

" Boleh juga. Yang penting jangan tarok di dekat makanan mentah seperti daging, nanti terkontaminasi bakteri jahat"

" Daging sama buah letaknya terpisah kok"

" Harus itu, biar buah nggak kena bakteri"

Kedua gadis cantik itu menikmati semangka yang ada di depan mereka. Semangka milik pak Karso memang tiada duanya. Semangkanya sangat manis dan bijinya nggak banyak.

" Gimana mbak kamu Rum"

" Gimana apanya Ran"

" Kerjaannya, apa dia buat masalah di hari pertama kerjanya "

" Nggak tau, soalnya aku nggak ada bertanya. Kalau pun aku tanya, kamu pasti tau lha apa yang akan terjadi kalau aku bertanya "

Rani mengangguk tanda mengerti. Hubungan sahabatnya dengan saudaranya memang tidak terlalu baik. Bukan cuma dia saja, tetangga di sekitar pun tau bagaimana mereka memperlakukan Arumi.

" Nggak kebayang kalau dapat orderan banyak "

" Semoga Allah melancarkan usaha kita Ran"

" Aamiin, semoga Rum"

Arumi juga ingin membantu tetangganya yang punya kebutuhan banyak. Apalagi anak mereka ada yang bersekolah, pasti butuh biaya yang banyak.

Jadi nanti kalau orderan mereka banyak, jadi bisa membantu sedikit mengurangi beban pikiran mereka. Semoga saja Allah melancarkan jalannya.

" Ran, aku pamit dulu ya"

" Baru juga jam sembilan"

" Itu juga udah malam Ran. Kita harus cepat istirahat, besok pagi mau bangun cepat"

" Iya, tapi kan kita nggak pernah Bagun siang"

" Nggak pernah telat bangun karena kita selalu tidur cepat "

Apa yang dikatakan Arumi memang benar, mereka harus istirahat yang cukup. Karena besok pagi mereka akan kerja.

" Baiklah "

" Pamit dulu ya Ran, sampai ketemu besok. Assalamualaikum"

" Iya sampai jumpa besok, Wa'alaikumsalam"

Rani mengantarkan sahabatnya sampai ke depan pintu. Ia melihat Arumi sampai di depan rumahnya. Setelah sahabatnya tidak terlihat lagi, barulah ia menutup pintunya.

Seperti biasa, sebelum tidur Rani membersihkan wajahnya. Walaupun perawatan wajahnya tidak seperti anak orang-orang kaya, tapi wajahnya bersih tanpa jerawat.

Setelah membersihkan wajahnya, barulah Rani menggosok giginya. Kegiatan ini memang rutin setiap mau tidur dilakukan sama Rani. Kegiatan seperti membersihkan wajah di dapatkan dari Arumi.

Sahabatnya itu selalu rajin membersihkan wajahnya sebelum tidur. Makanya kulit wajah Arumi terlihat halus dan juga bersih tanpa minyak dan juga jerawat.

To be continued.

Jangan lupa dukungannya teman-teman, biar Feby semangat nulisnya

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!