NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:131k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Gempaa.... Gempaa..." Kartini melompat ke tempat tidur memeluk tubuh Arga, sedetik kemudian ia tempelkan wajahnya di bahu Arga. Dia pikir bapaknya masih hidup.

"Woe! Minggir!" Arga melepas tangan Kartini yang merangkulnya kuat. Agak kesulitan juga tapi akhirnya berhasil, lalu menarik bokongnya ke pinggir tembok.

Kartini mengucek mata, menatap Arga intens, ketika sadar segera menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Tentu saja malu, rupanya ia sedang ngigau karena mimpi gempa dan memeluk almarhum ayahnya, tapi ternyata tubuh Arga.

Sementara itu kesabaran Arga sudah di ujung tanduk. Suara ngorok Kartini yang seperti orkestra baru saja usai, kali ini tambah emosi, karena Kartini berani memeluknya seperti itu.

"Emmm... maaf Bos, saya bermimpi," Wajah Kartini memerah, ia menyesal kenapa harus mimpi dan memeluk Arga seperti baru saja? Untuk menghilangkan rasa malu Kartini lebih baik melanjutkan tidur.

Tidak ada jawaban dari Arga, tapi menatap ke arah tubuh gemuk yang terbaring damai di lantai itu, menurutnya tanpa merasa bersalah.

"Dasar wanita tak tahu diri..." geram Arga dalam hati.

Tanpa pikir panjang, Arga meraih bantal tambahan yang ada di sampingnya. Sekuat tenaga melempar ke arah Kartini.

BUK!

Bantal itu menghantam tubuh Kartini untuk yang kedua kali.

"Eh, Bos ini kenapa sih?!" Kartini tersentak kaget, matanya terbuka lebar lalu kembali duduk, meraba bahunya yang tertimpa bantal lantas menoleh ke arah Arga bingung.

"Saya kan sudah minta maaf Bos, lagi pula kan saya tadi mimpi, kalau begini bos sudah melakukan kdrt," Kartini berbicara banyak, kesal juga dia, padahal masih mengantuk.

"WOI! LOE MASIH NGGAK SADAR?! KAMAR INI SEPERTI PASAR MALAM?! SUARA NGOROK LO BERISIK BANGET. SIALAN!" bentak Arga parau karena kurang tidur, matanya melotot tajam di tengah keremangan kamar.

Kartini mengerjap-ngerjap, baru sadar kalau dia tidur ngorok. "Masa sih, saya ngorok?" Tanya Kartini merasa jika Arga mengada-ngada.

"Awas ya, ngorok lagi!" Ancam Arga.

"Ma-maaf... Aku nggak sadar, Bos," jawab Kartini lembut ia tidak mau berdebat, yang ada dalam pikirannya kini hanya ingin tidur.

"Dasar gendut nyusahin!" maki Arga kesal, lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ingin melanjutkan tidur. "Tutup mulut loe kalau tidur! Gue butuh istirahat, nggak mau denger suara mesin kapal laut loe lagi!" Arga marah-marah sambil tiduran.

Kartini menatap tubuh Arga yang tidur posisi menghadap tembok memeluk guling tanpa bantal. Kartini mengembalikan bantal Arga dengan cara melempar dan tidak sengaja membentur kepala Arga. Jantung Kartini berdebar kencang karena tengah membangunkan macan tidur.

"WOI! LOE MASIH SAJA GANGGU, BALAS DENDAM YA?!"

"Nggak, Nggak, maaf, aku hanya mengembalikan bantal," jawab Kartini merasa bersalah, wajahnya yang ketakutan itu tampak lucu.

Arga mendengus kasar membalikkan badannya dengan posisi semula. "Cepet tidur lagi, tapi kalau suara ngorok loe kedengeran sekali lagi, gue lempar lo keluar kamar!"

"Siapa juga yang mau tidur di kamar ini, Bos!" Kartini akhirnya menjawab. Padahal sebelumnya ia ingin tidur di kamar Kakek, tapi Arga sendiri yang memaksa. Suasana kembali sepi sudah tidak ada jawaban Arga lagi. Kartini merebahkan tubuhnya, sebenarnya masih sangat mengantuk, tapi jika ia tidur lantas ngorok lagi pastinya Arga akan ngamuk.

Kali ini gantian Kartini yang tidak bisa tidur, hatinya bertanya-tanya, sejak kapan ia tidur ngorok? Lalu kenapa selama ini orang-orang terdekat tidak ada yang memberi tahu? Malam ini benar-benar malam yang panjang bagi Kartini.

Pagi harinya setelah mandi dan shalat subuh, Kartini membuat sarapan untuk Kakek. Setelah selesai ia ke kamar membantu Kakek mandi.

"Kakek kok nggak pernah bilang kalau saya tidur ngorok," kata Kartini ketika tengah membantu Kakek berpakaian.

"Hahaha..." kakek justru tertawa, membuat dahi Kartini berkerut.

"Kok kakek malah tertawa," Kartini menceritakan ia malu ketika malam tadi tidur di kamar Arga ternyata ngorok.

"Kenapa dengan bocah itu? Dia marah karena kamu ngorok?" Cecar kakek, ia ingin menegur cucunya itu jika sampai marah-marah.

"Tidak Kek, saya cuma malu," Kartini tidak mau menceritakan perlakuan Arga kepadanya. Namun, Kartini senang, baru kali ini ia melihat kakek tertawa bahagia, mungkin karena ia dengan Arga sudah menikah.

"Nggak apa-apa kamu ngorok mungkin karena kelelahan, selama ini tubuhmu baik-baik saja, untuk mengurangi ngorok sebaiknya konsultasi dengan dokter Santoso," titah kakek.

"Baik Kek," Kartini mendorong kursi kakek menuju ruang makan.

Di sana, Arga sudah menunggu sambil mengaduk kopinya. Ketika Kartini mendorong Kakek ke arahnya ia menoleh sekilas, walau rasa kesal malam tadi masih tersisa, Arga menjaga sikap di depan Kakek.

"Bagaimana tidur kalian malam tadi Ar?" Tanya Kakek berharap cucunya itu sudah membobol gawang Kartini.

"Luar biasa Kakek," Arga merangkul pundak Kartini.

Kartini menunduk, dadanya berdebar, baru pertama kali ia dirangkul seperti itu meskipun hanya pura-pura. Ia memainkan ujung jarinya di atas meja.

"Ya sudah... kita sarapan," Kakek merasa lega lalu menyendok makanan rendah kalori yang sudah Kartini siapkan.

Rasa gugup Kartini pun perlahan menghilang ketika Arga melepas tangannya dari pundaknya. Tergantikan rasa lapar yang memuncak karena ia hanya makan kemarin pagi, siang harinya banyak tamu dan malamnya ada drama hingga lupa makan. Tanpa pikir panjang, ia mulai ambil piring dan menyendok makanan di hadapannya.

 Mata Arga membelalak lebar, sendok yang dia pegang pun jatuh ke lantai. Ia tertegun melihat piring di hadapan Kartini.

Bukan cuma satu piring nasi, tapi hampir setengah wadah nasi goreng pindah ke piring wanita itu. Belum lagi tambah ayam goreng dua potong besar, telur dadar satu potong, sosis tiga buah. Belum lagi di piring lain beberapa potong roti tawar ditumpuk tinggi

Arga melongo. Rahangnya sedikit mengendur, menatap tak percaya betapa lahapnya Kartini menyantap makanan.

Wusss...

Rasa lapar Arga tiba-tiba hilang ketika dalam hitungan detik, nasi di piring istri kontrak-nya itu berkurang drastis.

Kartini mengunyah dengan santai, matanya terlihat menikmati sekali, seolah ia baru saja berpuasa berhari-hari. Suara denting sendok dan garpunya terdengar cepat dan berirama.

Kartini menoleh dengan mulut penuh, pipinya mengembung seperti hamster. "Hemm... Mas Arga kok belum makan?"

"Habiskan semua, mungkin kamu lapar karena ngorok semalaman!" Ketus Arga, hingga lupa jika di sebelahnya ada kakek.

"Arga..." Kakek memperingatkan.

"Iya, Kek," Arga menyeruput kopi sedikit.

Kartini yang sedang merasakan nikmat kembali melahap habis sisa makanan di piringnya. Satu gelas air putih ia teguk habis, lalu meraih piring roti yang sudah ia isi selai.

Arga mengusap wajahnya kasar, perutnya merasa mual.

"Ya ampun... Gila, beneran kayak kuli bangunan baru pulang lembur," batin Arga takjub sekaligus kesal. "Gue kira cuma badan doang yang gede, ternyata porsinya juga nggak main-main. Nanti gue bangkrut kali punya istri modelan begini," Arga pun meninggalkan meja makan.

"Mas Arga kok nggak makan ya, Kek?" Kartini rupanya masih tidak sadar mengapa Arga tiba-tiba kenyang.

"Biar saja, dia kalau sarapan cukup minum kopi, ayo habiskan," Kakek yang sudah terbiasa melihat Kartini makan tidak kaget karena setiap hari tenaganya terkuras untuk mengurus dirinya.

Kartini pun mengangguk, setelah menghabiskan roti lalu mendorong Kekek ke kamar, kemudian naik tangga ingin melihat apa yang dilakukan Arga di dalam kamar. Kartini membuka pintu perlahan, pria tampan itu sedang memasang dasi sepertinya hendak ke kantor.

"buuuurrrp!

Arga menolek cepat ketika mendengar Kartini yang kekenyangan bersendawa panjang.

"Dasar kecoaaaakkk..." Arga sudah tidak bisa nahan lagi akhirnya berteriak.

"Mana Bos? Mana kecoaknya?" Kartini tidak sadar justru berlari dan berhenti di hadapan Arga meneliti baju yang sudah melekat di tubuhnya.

...~Bersambung~...

"Hallo... mau lanjut tidak kisah ini? Yang mau lanjut ngacung, kalau tidak, selagi bab belum banyak sebaiknya tak usah buna lanjutkan. Soalnya sayang banget, sudah capek-capek nulis tapi tidak sesuai dengan ekpetasi reader."

1
Cah Dangsambuh
asraghfirllah serung apa kabar denganmu toh kamu juga cuma orang luar kok sampe segitunya mau ngerebut warisan orang emang kamu mati semua harta akan ikut di bawa?pake apa coba mbawanya,,,thor bikin seruni struk aja biar cuma bisa ngeliati rampasanya ga bisa nikmatin🙏🙏🙏🙏maaf kak othor aku kebawa emosi
Rina
Aduh Seruni bener” ya kamu 😡😡😡😡
Lia siti marlia
itu lah ciriciri orang serakah belum apa apa ketakutan gak kebagian lagian siqpa suruh gak ngurus mertua giliran gak dikasih warisan sewot 🤬🤬🤬dasar nyonya seruni bagus nya pa baskara menyeretnya keluar 🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 senang nya dalam hati heyyyy
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉 puasssssse hahahahahah hahah
vj'z tri
seret terus gantung lampir 1 ini di pohon toge pap 🤧🤧🤧
muhammad ihsan
lanjut thor
Endang Sulistiyowati
ya ampun Seruni mulutmu sepedas cabe setan. ingat umur toh. udah seret aja keluar kunci pintunya, daripada bikin rusuh
Mitha
serundeng ini bikin greget ya,,😂😂😂😂
🌷💚SITI.R💚🌷
up lg nlbina
🌷💚SITI.R💚🌷
pecah sudah esmosi baskara,knp ga dr dulu siapa tau so seri tobat
🌷💚SITI.R💚🌷
seruuun kamu ya kasihan bangeet..jd maling teriak maling
Eka ELissa
🙄🙄🙄 pdhal yg temuin diam notaris itu kmu Sruni 🙄🙄🫣🫣
Eka ELissa
waduh 🫣🫣🫣seruni tantrum
Yuliana Tunru
mulut bisusk tukang fitnah pula padahal dia yg nemui notaris ceraikan z bagaskara muaknlihat sikap x serakah bgt padajla vm mantu
Dew666
😍😍😍
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
dia cuma menantu kok lagaknya kaya yg berkepentingan yaa
Rina
Eh si Seruni itu bener” ya gak ada otak maling tetiang maling 😡😡😡
Semoga notarisnya bilang yang nemuin dia bukannya Arga tapi Seruni sendiri 🫢
Pengen tahu gimana reaksinya 🤣🤣🤣
Lia siti marlia
nah ini nih orang bidoh lempar batu sembunyi tangan 😁😁😁jadi ketahuan deh birok nya tante seruni 🤣🤣🤣
muhammad ihsan
kok sekarang 1 x update biasanya 2 x
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!