NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Melihat perubahan ekspresi pada wajah suaminya, senyum Niya seketika luntur. Niya tidak tahu apa yang membuat ekspresi suaminya berubah secepat itu. Tentunya Niya tidak bisa jika tidak langsung bertanya.

"Mas Riyan kenapa? Kok ekspresinya begitu?" ibu jari Niya mengusap sudut bibir Riyan dengan penuh cinta. Tetapi Riyan segera menghentikannya dan berlalu begitu saja, tanpa menjawab pertanyaan Niya.

Melihat suaminya yang berjalan menjauh tanpa sepatah kata, Niya pun dibuat bingung. Niya menebak jika suaminya mungkin sedang kesal padanya? tetapi kesal karena apa? Niya rasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.

Tetapi pagi ini ada yang lebih penting untuk Niya urus. Jadi Niya mengesampingkan rasa bingung sekaligus penasaran itu. Niya memilih berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan lebih dulu.

...----------------...

Niya sudah selesai dengan pekerjaannya, anak anak juga sudah dia antar ke sekolah semua. Sekarang Niya bisa bersantai sambil memainkan ponselnya. Dicarinya ponsel yang sejak tadi belum sempat dia sentuh.

Setelah menemukannya diatas nakas samping tempat tidur, Niya membuka ponselnya dan Niya dibuat fokus oleh pesan yang masuk ke ponsel miliknya.

Riski: Hai..!

Niya: Hallo..!

Riski: Boleh kenalan?

Niya: Boleh

Riski: Aku Riski. Namamu siapa?

"Sejak kapan aku bertukar pesan dengan akun ini? Aku semalam kan tid--oh! Mas Riyan!" seru Niya heboh, oh, Niya tahu sekarang. Mungkin perubahan ekspresi wajah suaminya ada kaitannya dengan pesan ini.

Semalam dipukul sebelas malam Niya sudah tertidur. Dan dia kebangun ketika Zona memanggilnya, sampai sekarang Niya juga baru saja menyentuh ponselnya ini. Jadi, yang bertukar pesan dengan akun ini semalam sudah pasti suaminya.

"Oh Tuhan! Mas Riyan pasti bisa salah paham sama akun ini. Pasti mas Riyan mengira jika aku berhubungan dengan si Riski Riski ini. Tidak! Aku tidak boleh membiarkan kesalah pahaman terjadi diantara aku dan mas Riyan."

Niya bergegas mengambil tas yang ada didalam lemarinya, memasukan ponsel miliknya ke dalam tas itu, menyampirkannya di bahu, kemudian keluar dari kamar. Niya ingin menemui suaminya di tempatnya bekerja sekarang ini.

Hanya butuh waktu dua puluh menit, Niya sudah sampai di depan gedung mall yang di dalamnya di pimpin oleh suaminya. Niya turun dari motor maticnya, dia berjalan seanggun mungkin untuk masuk ke dalam mall itu.

Di dalam mall ini ada beberapa orang yang sudah tahu siapa dirinya tetapi kebanyakan banyak yang tidak mengenalnya. Niya tersenyum ramah ketika tatap matanya bertemu dengan beberapa orang yang mengenalnya.

"Bu." sapa seorang wanita yang seumuran dengan suaminya di depan stand salah satu buah. "Ibu ingin bertemu Pak Riyan?"

"Iya. Beliau di ruangannya, kan?"

"Pak Riyan baru saja keluar Bu. Emmm mungkin sebentar lagi beliau kembali."

Niya mengangguk. "Kalau begitu saya tunggu di sini, sekalian melihat lihat stand yang ada."

"Mau saya temani, Bu?"

"Apa saya tidak mengganggu pekerjaan mu, mbak Emi? Takutnya kau akan di marahi bos mu nanti," Niya terkekeh di ujung kalimatnya. Tentu saja yang membuat Emi ikut tertawa tetapi tawanya masih terlihat sopan dan terlihat berkelas.

"Ah, Ibu ini. Mari saya temani berkeliling, Bu." Emi yakin bosnya itu tidak akan memarahinya hanya karena dirinya berani meninggalkan tugasnya demi menemani istri bosnya yang sedang berkunjung.

Selama menghampiri beberapa stand buah, Niya dan Emi tidak berhentinya mengobrol, mereka berdua terlihat begitu akrab dan terlihat sangat dekat. Emi bersyukur karena memiliki atasan yang seramah Bu Niya ini. Tak di pungkiri Emi juga dapat melihat tatapan tatapan dari teman kerjanya yang menatapnya penuh tanya dan ada pula yang menatapnya penuh kagum karena bisa sedekat ini dengan istri bos.

"Wah, jadi perkembangan di sini sudah cukup lebih baik ya dari terakhir kali saya berkunjung. Terakhir kali saya ke sini mungkin sudah satu tahun atau malah sudah dua tahun." Niya tertawa di ujung kalimatnya tawa yang begitu anggun menurut Emi.

"Oh iya, ini sudah hampir tiga puluh menit kita berkeliling, Bu. Kemungkinan pak Riyan sudah kembali,"

"Oh, begitu ya. Baiklah, kalau begitu saya ke ruangannya dulu dan kau boleh kembali bekerja. Makasih mbak Emi, sudah mau menemani saya hampir tiga puluh menit ini."

Emi tersenyum ramah. "Sama sama, Bu."

Begitu sampai di depan ruangan suaminya, Niya mengetuk pintu itu tiga kali, setelah mendapat sahutan dari dalam, Niya membuka pintu itu. Di dalam ruangan sana, Niya bisa melihat suaminya yang sedang sibuk dengan laptop serta beberapa berkas.

"Mas," panggilnya seraya berjalan mendekat. Dapat Niya lihat jika suaminya itu sempat terkejut akan kedatangannya tapi hanya sebentar. "Kau sedang sibuk?" tanya Niya setelah duduk di kursi yang berseberangan dengan suaminya.

Riyan berdeham, menatap istrinya sejenak lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Pekerjaannya saat ini sedang tidak baik baik saja semenjak ada satu komplain dari konsumen kemarin.

Riyan mengangguk. "Kau sendirian, Yang?" tanpa menoleh Niya karena dia masih harus mengisi beberapa hal didalam map tersebut.

"Iya, aku sendirian. Anak anak masih disekolah. Jika kau sibuk aku akan menunggu waktu istirahat supaya bisa berbincang dengan mu."

Riyan mendongak, menatap wajah Niya sebentar, kemudian menutup map yang sudah selesai dia isi. Kemudian lanjut pada map berikutnya. "Sebenarnya sibuk, tapi masih bisa kok bicara dengan mu, ada apa?"

"Aku ingin membahas soal ekspresi wajah mu yang berubah drastis tadi pagi. Ada apa sebenarnya mas? Kau bisa bertanya pada ku, dan aku pasti akan menjawabnya dengan jujur. Atau aku melakukan kesalahan tanpa aku sadari?" Niya menatap lekat suaminya yang juga sedang menatapnya.

"Sayang, ini di tempat kerja ku lho. Kita bisa bahas soal itu nanti di rumah saja. Tidak perlu kau bawa bawa kemari pembahasan itu." Ada nada sedikit jengkel di dalamnya yang dapat Niya sadari. Membuat Niya semakin yakin jika perubahan suaminya kemungkinan gara gara pesan semalam yang masuk di ponselnya.

Niya merogoh ponsel di dalam tasnya, membuka room chat yang semalam, lalu meletakan ponsel itu di depan suaminya. "Apa gara gara pesan ini kau berubah sedikit acuh pada ku, Mas?"

Riyan melengos, dia terlihat malas membahas soal itu. Tapi sepertinya memang perlu di bahas. Tanpa menyentuh ponsel Niya, Riyan beranjak dari duduk, memasukan kedua tangan di saku celananya.

"Suami mana yang tidak kesal jika istrinya mendapat pesan dari lelaki lain, Niya? Bahkan aku pun tahu jika kau mendapati hal serupa pada ku, kau pasti akan mendiamkanku,"

Niya menghela, ternyata dugaannya benar. Perlahan bibir Niya tersenyum. "Itu tandanya... mas Riyan cemburu, kan?"

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!