NovelToon NovelToon
Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Hitomaa

hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu bersama keluarga

Setelah Aidan mengantarnya pulang Imel membuka pintu rumahnya

" aku pulang " sambil melepaskan sepatunya Imel di sambut oleh ibu nya.

" selamat datang " ibunya diam menyeringai menatap wajah anaknya yang memerah

" siapa yang tadi mengantar kamu, pacar? " tanya ibu dengan nada meledek

" pacar? apa maksud ibu dia belum menjadi pacarku " jawab Imel, dia tidak bisa memandangi wajah ibunya.

" belum? Begitu kah " ibunya tertawa kecil melihat anaknya melarikan diri setelah mendengar perkataan dari dirinya.

setelah melarikan diri dari ibunya Imel memasuki kamarnya, di dalam kamarnya ada adik laki-lakinya yang sedang belajar.

" selamat datang kak " ucap adiknya bernama Zian

" sedang belajar Zian? " tanya Imel pada adiknya yang sibuk menatap buku pelajarannya

" benar, tadi di sekolah ada beberapa yang gak ngerti" jawab Zian tanpa menoleh kearah kakaknya

" mau kakak bantu?" Imel menawarkan bantuan kepada adiknya yang langsung di tolak adiknya

" gak usah aku bisa sendiri, lagian kakak juga punya tugas sendiri"

Imel hanya mengangguk dan mengambil handuk lalu menuju di kamar mandi.

setelah selesai mandi Imel menuju meja makan disana sudah berkumpul ayah,kakak dan adiknya.

Imel duduk disamping kakak laki-lakinya yang tengah asik bermain game.

" main game terus setiap hari emang gak bosan?" tanya Imel sambil menyingkirkan lengan kakaknya

" CK CK CK makanya sekali-kali main game jangan cuman belajar biar tahu asiknya main game " jawab kakaknya

Tak lama ibunya datang membawa masakan yang sudah jadi, mereka semua mengambil nasi dan lauk yang sudah ada di depan mereka.

" SELAMAT MAKAN"

Mereka semua menyantap makanan dengan lahap

" oh iya ibu ada berita menarik loh " ucap ibu di tengah-tengah waktu makan

" berita apa tuh aku mau dengar " kakaknya menjawab

" tadi ibu yang paling cantik diantar oleh calon pacarnya"

" wah wah wah serius nih, adik ku yang cantik ini akhirnya bakal punya pacar"

Ibu dan kakaknya terus mengoda sementara itu ayahnya hanya diam menatap wajahnya

" aku sudah selesai makanya, terima kasih " Imel berjalan cepat memasuki kamarnya.

...****************...

Sementara itu setelah Aidan selesai mengantar Imel pulang ke rumahnya Aidan mampir ke cafe tempat melin berkerja, suasana cafe tidak terlalu ramai hanya ada beberapa pelanggan yang sudah memesan.

" permisi kak melin, aku mau pesan yang ini"

" loh Aidan? Baru pulang sekolah tumben sore banget " tanya melin

" iya nih tadi aku habis di hukum karena terlambat masuk " jawab Aidan sambil memegang kepala belakangnya

" tunggu sebentar ya " ucap melin sambil jalan menuju dapur

Melin datang sambil membawa kopi dan menyajikannya kepada Aidan.

setelah menyuruh kopi melin tidak langsung pergi dia duduk di hadapan Aidan.

" kamu di hukum sendirian?" tanya melin sambil terus mengayunkan kakinya

" tidak aku di hukum berdua sama teman ku" jawab Aidan sambil menghela

" perempuan ? "

" benar, dia ketua kelas di kelas ku " jawab santai Aidan

" begitu kah "

Keheningan terjadi sampai akhirnya terpecahkan oleh suara orang yang sedang memesan.

" ah Aidan kamu nikmati aja dulu kopinya kakak mau melayani pelanggan yang disana"

" iya, yang semangat kerjanya kak"

suasana cafe menjadi ramai, walaupun kopi yang dipesannya sudah habis Aidan tidak langsung pulang, dia sedang melihat media sosialnya video yang muncul kadang membuatnya tertawa, foto-foto temannya kadang juga muncul, hingga akun sosial media mori muncul disitu mori memposting foto jarinya yang sedang mengunakan cicin yang tidak pernah Aidan lihat.

Aidan tidak terlalu memikirkan mori lagi dia langsung memblokir akun mori.

Setelah hari semakin gelap Aidan pulang mengunakan sepedanya.

...****************...

Inda sedang diluar rumah bersama kedua orang tuanya, ayahnya mengajak Inda dan ibunya berbelanja.

Inda dan ibunya membeli beberapa pakaian, setelahnya mereka bertiga pergi ke tempat makan.

Setelah semua selesai, mereka kembali ketempat mobil ayahnya terparkir.

Inda duduk sendiri di kursi belakang, Inda memandangi keluar kaca mobil melihat lampu-lampu jalan dan toko yang menyinari para pejalan kaki yang sedang berjalan di trotoar, pandangannya tiba tiba membeku melihat orang yang dia kenal.

" ayah aku mau turun disini" teriak Inda pada ayahnya

ayahnya memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.

" ada sesuatu?" tanya ayahnya

" tidak, tadi aku lihat temanku di cafe aku mau mampir juga "

" yaudah sana, tapi ingat jangan pulang malam-malam"

" oke akan aku ingat, aku sayang kalian berdua" Inda berlari meninggalkan mobil ayahnya

Inda terus mencari orang yang dia lihat tadi, pandangannya terus memperhatikan sekeliling dengan teliti dan akhirnya dia berhasil menemukan orang yang dia cari.

Reval kakak kelas di sekolahnya. Dia sedang bertemu pria yang terlihat cukup tua, dia menunjukan ponselnya pada pria tua itu.

Tak lama Reval meninggalkan pria tua tersebut, sementara Inda terus mengikuti Reval dari belakang dengan hati-hati berharap tidak ketahuan.

Reval berhenti di rumah kecil dia bertemu perempuan yang tidak dikenal Inda, Reval dan perempuan itu jalan bersama dan sampai pada rumah kos-kosan mereka berciuman dengan cukup intens setelah ciumannya selesai perempuan itu masuk kedalam kamar kos sementara Reval hanya melambaikan tangannya.

Inda yang melihat itu langsung melarikan diri sejauh mungkin.

Napasnya terengah-engah, menarik napas Inda kembali berdiri tegak kemudian menaiki bus.

Didalam bus Inda mencoba terus menghubungi mori lewat ponselnya tapi tidak kunjung diangkat.

frustasi Inda mengacak-acak rambutnya, setelah bus berhenti di halte Inda turun dan langsung menuju rumahnya.

Inda langsung ke kamarnya dan langsung menghubungi Keiza.

" halo " Inda dengan nada cemas

" ada apa Nda, kok suara mu kaya orang yang kecapean"

" tadi aku lihat kakak kelas yang jadi selingkuhannya mori, dia bareng perempuan lain dan kayanya dia melakukan hal yang ilegal " ucap Inda menjawab terbata-bata

" coba tenang dulu, melakukan hal ilegal seperti apa?" tanya Keiza

" kamu juga harusnya sudah tahu hal ilegal apa itu "

" oke oke aku udah tahu, seperti dia bukan cuman main-main dengan banyak perempuan"

" benar untungnya aku udah memfoto kejadian tadi, aku bakal kasih tahu mori tentang hal ini"

" sudahlah kamu istirahat dulu dan juga jangan terlalu memikirkan masalah mori"

Inda tidak senang dengan reaksi Dayat Keiza

" ada apa denganmu? Kok bisa bisanya kelihatan gak peduli gitu "

" buat apa aku peduli? Ingat yang membuat teman baikku sedih siapa? Lagian itu semua pilihan mori termasuk berselingkuh dari Aidan"

Inda tidak menjawab semua yang dikatakan Keiza tidak salah, tapi Inda mencoba membela temannya tapi tidak bisa dan hanya berujung diam kemudian mematikan telepon dari Keiza.

Inda berbaring sambil mencoba terus menghubungi mori.

( apa benar semua ini jalan pilihan kamu mori )

Pikiran Inda dipenuhi kenangan dirinya bersama mori.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!