NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:371
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah

Hari-hari berlalu dengan sangat cepat, setelah acara makan malam bersama itu tidak ada lagi percakapan antara jungkook dan taehyung bahkan sekarang hubungan mereka justru semakin menjauh.

Taehyung yang sibuk dengan hubungannya dan irene sedangkan jungkook sibuk dengan belajar dan berkumpul bersama para sahabatnya.

Siang ini jungkook dan para sahabatnya sedang di kantin.

“Kookie, kamu mau lanjut kuliah kemana?" Tanya lisa.

“Aku mau kuliah ke luar negeri, mungkin ke belanda karena di sana ada kak yoongi dan istrinya kak jimin" kata jungkook sambil mengaduk minuman yang ada di depannya.

“Kamu keluar negeri bukan untuk menghindari seseorang kan?" Tanya jennie sambil memicingkan matanya ke arah jungkook

"Engga, aku pengen suasana baru aja tapi sama papa mama bolehnya ke belanda biar ada yang mengawasi katanya” jelas jungkook.

“Kalau sudah disana jangan lupa sering kabari kami mengerti" pesan rose.

Yang lain pun mengangguk setuju, sedangkan jungkook hanya tersenyum.

Hingga tak beberapa lama ada keributan di depan toilet yang dekat dengan kantin dan karena penasaran lisa pun bertanya kepada salah satu siswa.

"Ada apa sih? Kok rame?” Tanya lisa.

"Irene terkunci di salah satu bilik dan badannya basah kuyup, sekarang lagi ditenangin sama taehyung" jelas siswa tersebut dan setelahnya meninggalkan lisa.

"Ada apa?” Tanya jennie penasaran

"Irene terkunci di salah satu bilik toilet tapi sekarang sudah keluar” kata lisa.

"Mungkin kuncinya rusak kali” tebak rose.

"Bukanlah tadi kookie juga dari toilet?” Tanya jisoo dan diangguki oleh jungkook.

"Untung bukan kamu yang kekunci, kamu kan punya phobia tempat sempit” ujar jennie.

Setelah beberapa saat mereka kembali ke kelas dan disaat jungkook baru saja mendudukkan pantatnya tiba-tiba mejanya digebrak dengan sangat keras membuat jungkook terlonjak karena terkejut.

“Kamu apa-apaan sih tae?" Kata jungkook.

“Kamu yang apa-apaan hah??!! Kenapa kamu ngunci irene di toilet??” Tanya taehyung dengan emosi.

"Hah ngunci? Siapa juga yang ngunci aku ga tau apa-apa” Kata jungkook dengan nada yang tenang.

"Ga usah bohong, irene yang cerita tadi” jawab taehyung.

"Alasannya apa coba aku ngunci irene di toilet?" Tanya jungkook.

“Bukankah beberapa waktu yang lalu kamu mengancam irene supaya menjauhiku? Dan karena irene tidak menjauhiku makanya kamu menguncinya di toilet sebagai peringatan bukan begitu jeon jungkook" kata taehyung.

“Kamu dengar semua cerita itu dari irene iya? Dan kamu percaya gitu aja?" Tanya jungkook.

“Tentu saja dia kekasihku jadi aku harus percaya dengannya" kata taehyung.

“Terserah, tapi aku tidak pernah melakukan semua yang kamu tuduhkan kepadaku" kata jungkook sambil menahan sesak di dadanya.

“Kita kenal sejak kecil tae dan kamu tahu aku seperti apa bukan? Aku tidak akan menjelaskan ataupun membela diri karena meski aku berkata yang sebenarnya kamu tidak akan percaya bukan? Jadi mulai sekarang jangan usik hidupku” jelas jungkook lalu pergi dengan membawa tasnya.

Semua siswa dan siswi di kelas yang melihatnya berbisik bisik karena baru pertama kali kedua sahabat itu bertengkar.

"Aku mau nyusul jungkook” kata lisa tapi di tahan oleh jisoo.

"Biarkan jungkook tenang dulu, dia butuh waktu sendiri” peringat jisoo.

Sebenarnya keempat sahabat jungkook menyaksikan langsung perdebatan itu tapi mereka diam bukan berarti tidak peduli tapi mereka tahu jika jungkook tidak akan suka jika mereka berempat terlibat masalahnya.

*****

Sejak kejadian itu hubungan jungkook dan taehyung semakin renggang, jungkook tahu jika irene mencoba membuat taehyung membencinya lalu apakah jungkook peduli tentu saja tidak karena percuma menjelaskan jika taehyung terlalu mencintai irene

Jam istirahat terlihat jungkook yang berjalan dengan santai di koridor dan tak jauh dari situ terlihat irene yang berjalan ke arahnya dan entah darimana datangnya tiba-tiba sebuah pot jatuh dari atas.

Taehyung yang melihat hal itu segera berlari ke arah jungkook dan irene dan dengan gerakan cepat dirinya menarik salah satunya sedangkan yang satu ditarik oleh siswa lain yang kebetulan berada di dekat situ.

Tidak ada cedera serius hanya jungkook yang mengalami sedikit memar, jantungnya masih belum berhenti berdetak dirinya masih linglung dengan situasi yang ada.

“Kamu ga papa kan?" Tanyanya sambil memeluk jungkook erat dengan posisi duduk di lantai.

Suara itu familiar, suara husky yang selama ini dirinya rindukan.

Jungkook menatap pria didepannya saat ini yang masih dengan nyaman memeluk pinggangnya dan jangan lupakan mereka berdua menjadi pusat perhatian.

"Makasih” kata jungkook lirih dan mencoba bangun.

“Aakkhh" ringis jungkook saat mencoba berdiri tapi disaat dirinya hendak melangkah tiba-tiba tubuhnya oleng dan dengan sigap taehyung menangkapnya.

"Hati-hati” kata taehyung dan dengan sekali angkat taehyung menggendong jungkook ala bridal.

"Turunin tae” bisik jungkook.

"Kamu diam aja aku tahu kaki kamu keseleo” kata taehyung lalu menatap irene.

"Sebentar ya sayang aku antar jungkook ke uks dulu” kata taehyung dan diangguki irene.

Di uks

“Hentikan kegilaanmu kookie" kata taenyung tegas.

Jungkook menatap heran kearah taehyung 

“Apa maksudmu tae?" Tanya jungkook.

“Selama ini kamu meneror irene kan? Kamu tahu irene sampai ketakutan karena itu, dan hari ini kamu hampir mencelakai dia" kata taehyung.

“Meneror? Meneror apa sih maksud kamu, aku sama sekali tidak paham" tanya jungkook.

Taehyung mengeluarkan beberapa kertas dan menyerahkannya kepada jungkook.

“Ini tulisan kamu kan, coba kamu lihat" kata taehyung.

Jungkook mengambil salah satu kertas dan membukanya dan tulisan itu hampir mirip dengannya tapi dia tahu itu bukan tulisannya.

"Ini bukan tulisanku meskipun mirip” kata jungkook.

"Kamu berubah kookie” kata taehyung

"Berubah apa maksud kamu?” Tanya jungkook.

"Jungkook yang aku kenal tidak suka mengancam orang seperti ini, tapi ini apa? Kamu melakukannya” kata taehyung.

"Tapi tae, memang bukan aku yang melakukannya” kata jungkook.

"Untuk insiden baru saja kamu bisa menjelaskannya?” Tanya taehyung.

"Kim taehyung aku juga hampir celaka kalau kamu lupa dan kamu menuduhku?” Tanya jungkook sambil berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh.

"Waktu kamu lewat pot itu belum jatuh dan pot itu jatuh bertepatan dengan irene yang berjalan ke arahmu” jelas taehyung.

"Keluarlah, aku ingin sendiri” kata jungkook lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

"Kita harus bicara kookie, kita harus menyelesaikan semuanya” kata taehyung.

"Tidak ada yang perlu kita selesaikan, lebih baik kamu keluar dan terima kasih sudah membantuku” kata jungkook sambil memunggungi taehyung dengan air mata yang sudah mengalir ke pipi putihnya.

"Kita harus bicara, lihat aku kookie bukankah kita sahabat? Jadi tolong dengarkan aku, jangan meneror irene lagi" kata taehyung.

Jungkook membalikkan badannya dan duduk dia menatap taehyung tajam dengan air mata yang terus mengalir.

"Aku bukan sahabatmu kim taehyung karena seorang sahabat tidak akan meragukan sahabatnya yg sudah dirinya kenal sejak lama dan lebih mempercayai orang yang baru dirinya kenal" ucap jungkook dengan menahan isakannya.

“Selama ini aku diam dengan segala tuduhan yang kamu berikan hanya karena aduan dari kekasih tersayangmu itu bukan berarti aku mengakuinya, tapi aku tidak ingin berdebat" jelas jungkook.

Hati taehyung berdenyut sakit saat melihat air mata itu mengalir dari mata bambi jungkook dan tanpa berkata sepatah katapun dirinya pergi meninggalkan jungkook sendirian.

Di luar uks.

"Bagaimana tae? Tanya irene

"Aku sudah bicara dengannya, kamu jangan khawatir* kata taehyung

“Maaf ya tae karena aku kamu jadi bertengkar dengan jungkook” kata irene lirih

"Tidak masalah kami sering bertengkar tapi setelah itu kami akan baikan lagi, lagian aku punya cara membuat dia berhenti marah padaku” jelas taehyung.

"Baiklah kalau begitu” kata irene sambil tersenyum.

" Tapi apakah kamu yakin yang menerormu jungkook?" Tanya taehyung sambil menatap irene.

“Aku juga kurang tahu tapi kata anak-anak itu tulisannya mirip punya jungkook” kata irene.

“Sebenarnya aku ragu jika itu tulisan jungkook,mungkin ada orang yg justru ingin mengadu domba kalian berdua" jelas taehyung.

“Aku juga tidak tahu, tae aku lapar ayo kekantin" ajak irene mengalihkan pembicaraan

“Baiklah ayo" ajak taehyung sambil menggandeng tangan irene berjalan menuju kantin.

1
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!