LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.
Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.
Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.
DIA SALAH BESAR.
Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.
kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.
Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: BADAI YANG MENGGULUNG DAN RAJA YANG BANGKIT
Malam itu, kantor Rizky di puncak
Hadiningrat Tower menjadi saksi bisu dari
badai yang akan datang.
Lampu-lampu kota berkelip di bawahnya, seolah menjadi saksi bisu dari strategi yang sedang dirajut.
Haryo telah pergi, membawa serta
instruksi-instruksi detail dan daftar tugas
yang panjang.
Rizky sendirian, dikelilingi oleh layar-layar monitor yang menampilkan data-data kompleks: grafik fluktuasi saham,
laporan keuangan Maheswari Group, dan
analisis jaringan bisnis Bagas Maheswari di
seluruh dunia.
"Ia tidak tidur?"
Pikirannya bekerja tanpa henti, menyusun setiap kepingan informasi, mencari celah, merancang serangan.
Ini bukan lagi tentang amarah yang membabi
buta.
Ini adalah perhitungan dingin, strategi
yang presisi, dan tekad baja yang ditempa
dari luka masa lalu.
Setiap kali ia melihat nama Bagas Maheswari, bayangan Adelia yang menghina, dan Bramantyo yang mengkhianati, melintas di benaknya.
Namun, kali ini, emosi itu tidak lagi menguasainya. Ia menggunakannya sebagai bahan bakar, sebagai pengingat akan harga yang harus dibayar oleh mereka yang berani
meremehkannya.
Serangan cyber yang dilancarkan Bagas
telah menyebabkan kerugian besar.
Meskipun tim IT Hadiningrat Group
bekerja siang malam, sistem belum
sepenuhnya pulih.
Operasional masih terganggu, beberapa proyek tertunda, dan kepercayaan investor sedikit terguncang.
Suryo Hadiningrat, meskipun menunjukkan dukungan penuh, tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia tahu betul betapa liciknya Bagas Maheswari.
Pagi harinya, Rizky sudah berada di ruang
rapat, memimpin tim inti yang ia bentuk:
Haryo sebagai kepala intelijen, Pak Anton
dari IT, Ibu Karina dari Humas, dan dua
pengacara terbaik Hadiningrat Group, Pak
Wijaya dan Ibu Sandra.
"Situasi IT kita masih kritis?"
Pak Anton melaporkan dengan kantung mata yang menghitam.
"Kami berhasil memulihkan 70% sistem, tapi serangan ini meninggalkan backdoor yang sangat sulit dilacak. Mereka ingin kita terus-menerus sibuk dengan
pertahanan.
"Itu memang tujuan mereka," Rizky
menanggapi, tatapannya tajam.
"Mereka ingin menguras energi dan sumber daya kita.
Tapi kita tidak akan membiarkan itu terjadi.
Pak Anton, teruskan upaya pemulihan.
Prioritas utama adalah mengamankan data
dan mencegah serangan susulan. Jangan
biarkan mereka mengalihkan perhatian kita
dari tujuan utama.
"Haryo, bagaimana dengan informasi
tentang Bagas Maheswari?"
Haryo memproyeksikan sebuah diagram
kompleks di layar.
"Tuan Muda, kami telah menggali lebih dalam. Bagas Maheswari memiliki jaringan bisnis yang sangat luas, terutama di sektor properti dan teknologi di Eropa dan Asia Tenggara.
Namun, ada beberapa kelemahan.
Perusahaan utamanya, Maheswari Global, memiliki beberapa anak perusahaan yang sangat bergantung pada kontrak pemerintah di negara-negara berkembang.
Kontrak-kontrak ini seringkali didapatkan melalui lobi yang agresif dan, dalam beberapa kasus, praktik yang meragukan.
"Praktik meragukan?" Rizky menyeringai
tipis. "Jelaskan."
"Kami menemukan beberapa transaksi
mencurigakan yang melibatkan pejabat
pemerintah di negara X dan Y," Haryo
melanjutkan, menunjuk pada beberapa
poin di diagram. "Ada indikasi suap
dan pencucian uang. Bukti-bukti ini
masih tersembunyi, tapi kami yakin bisa
mengungkapnya dengan lebih banyak
waktu.
"Bagus," kata Rizky.
"Pak Wijaya, Ibu Sandra, saya ingin kalian mulai menyusun strategi hukum. Bagaimana kita bisa menggunakan informasi ini untuk menyerang Bagas Maheswari tanpa melanggar hukum internasional.
Pak Wijaya, seorang pengacara senior
dengan reputasi tak tertandingi,
mengangguk. "Ini akan rumit, Tuan Muda.
Tapi bukan tidak mungkin. Kita bisa memulai
dengan penyelidikan internal, lalu bekerja
sama dengan otoritas setempat jika
bukti-bukti cukup kuat.
"Saya tidak ingin kita hanya bertahan," Rizky
menegaskan. "Saya ingin kita menyerang.
Saya ingin Bagas Maheswari merasakan
tekanan yang sama, atau bahkan lebih besar,
dari yang ia berikan kepada kita.
Sementara itu, di sebuah vila mewah di
pinggir kota, Bagas Maheswari sedang
menikmati kopi paginya, membaca berita
tentang kekacauan di Hadiningrat Group.
Senyum puas terukir di bibirnya.
"Rizky Hadiningrat," gumamnya, "kau pikir
kau bisa bermain-main denganku? Kau
hanya bocah kemarin sore yang beruntung
mendapatkan warisan.
Karina, istrinya, duduk di sampingnya,
wajahnya dingin dan angkuh. "Serangan
itu berjalan sempurna, Papa. Mereka pasti
sedang kalang kabut. Ini akan menjadi
pelajaran bagi bocah itu.
"Tentu saja," Bagas tertawa. "Aku sudah
memperingatkan Adelia untuk tidak
bermain-main dengan pria rendahan itu. Tapi
dia tidak mendengarkan. Sekarang, dia harus
melihat bagaimana aku menghancurkan, pria
yang mempermalukan nama Maheswari.
Adelia, yang baru saja turun dari kamarnya,
mendengar percakapan itu. Wajahnya pucat.
Ia masih belum tahu tentang pengkhianatan
Bramantyo, tapi ia tahu bahwa orang tuanya
sedang melancarkan perang terhadap Rizky.
"Papa, Mama," Adelia memulai, suaranya
ragu. "Apakah ini benar-benar perlu? Rizky...
dia sudah menyelamatkan Maheswari Corp
dari kebangkrutan total.
Bagas menatap putrinya dengan tatapan
tajam. "Kau membela pria itu? Setelah semua yang dia lakukan padamu? Dia
mempermalukanmu, Adelia! Dia mengambil
sebagian perusahaanmu!"
"Tapi dia tidak menghancurkannya,
Papa," Adelia mencoba menjelaskan.
"Dia hanya mengambil apa yang ia anggap haknya. Dan dia tidak sekejam yang Papa kira.
"Kau terlalu naif, Adelia," Karina menyela,
suaranya dingin. "Pria itu adalah ancaman
bagi keluarga kita. Dia harus dihancurkan
sebelum dia menjadi lebih kuat.
Adelia terdiam. Ia tahu tidak ada gunanya
berdebat dengan orang tuanya. Mereka
terlalu dibutakan oleh harga diri dan
kekuasaan. Ia hanya bisa berharap perang ini
tidak akan berakhir dengan kehancuran yang
lebih besar.
Kembali ke Hadiningrat Tower, Rizky sedang
meninjau laporan keuangan Maheswari
Global. Ia menemukan sebuah pola. Setiap kali Maheswari Global mendapatkan kontrak
besar di negara berkembang, ada lonjakan
dana yang tidak wajar ke beberapa rekening
offshore.
"Haryo, saya ingin Anda fokus pada
rekening-rekening ini," Rizky menunjuk pada
beberapa baris di laporan. "Cari tahu siapa
pemilik sebenarnya. Saya yakin ini adalah
kunci untuk mengungkap praktik kotor
Bagas Maheswari.
"Siap, Tuan Muda," Haryo mengangguk.
Rizky kemudian beralih ke layar lain,
menampilkan berita-berita terbaru tentang
Maheswari Corp. Perusahaan itu masih
berjuang, sahamnya terus merosot. Adelia
terlihat semakin tertekan dalam setiap foto
yang dimuat media.
"Haryo, bagaimana dengan Bramantyo?"
Rizky bertanya, tiba-tiba.
Haryo menyerahkan sebuah tablet. "Kami
berhasil melacaknya, Tuan Muda. Dia berada di sebuah pulau terpencil di Karibia. Hidup
mewah dengan uang hasil penjualan aset
Nyonya Adelia. Dia tidak tahu bahwa kami
tahu keberadaannya.
Rizky menatap foto Bramantyo yang sedang
bersantai di pantai, dikelilingi wanita-wanita
cantik. Senyum sinis terukir di bibirnya. "Dia
pikir dia aman. Dia akan segera tahu bahwa
tidak ada tempat yang aman dari Hadiningrat
Group.
"Tapi, Tuan Muda, apakah ini prioritas kita
sekarang?" Haryo bertanya, ragu. "Fokus
kita adalah Bagas Maheswari.
"Bramantyo adalah bagian dari rencana.
Rizky menjelaskan.
"Dia adalah kartu as yang bisa kita gunakan untuk memecah belah keluarga Maheswari.
Bayangkan reaksi Adelia ketika dia tahu bahwa pria yang ia percaya telah merampoknya. Dan bayangkan reaksi Bagas Maheswari ketika reputasi keluarganya tercoreng oleh skandal pencurian ini.
Haryo mengangguk, mengerti. Rizky tidak
hanya menyerang bisnis Bagas, tapi juga
kehormatan keluarganya.
"Saya ingin Anda siapkan tim untuk
membawa Bramantyo kembali," Rizky
melanjutkan. "Secara diam-diam. Saya ingin
dia muncul di waktu yang tepat, di tempat
yang tepat.
Beberapa hari berlalu. Tim IT Hadiningrat
Group berhasil memulihkan sebagian besar
sistem, meskipun beberapa backdoor masih
menjadi ancaman. Namun, Rizky tidak
lagi hanya bertahan. Ia telah melancarkan
serangan balasan pertamanya.
Melalui jaringan intelijennya, Rizky
membocorkan informasi tentang praktik
lobi yang meragukan dari salah satu
anak perusahaan Maheswari Global di
negara X kepada media lokal dan lembaga
anti-korupsi. Informasi itu disajikan dengan
sangat hati-hati, tanpa menyebut nama Bagas Maheswari secara langsung, namun
cukup untuk memicu penyelidikan.
Berita itu meledak. Media lokal di negara X
mulai memberitakan dugaan korupsi yang
melibatkan perusahaan asing. Otoritas
setempat mulai bergerak. Kontrak-kontrak
pemerintah yang selama ini menjadi tulang
punggung anak perusahaan Maheswari
Global di sana, mulai dipertanyakan.
Di vila mewahnya, Bagas Maheswari
menerima telepon dari kepala anak
perusahaannya di negara X. Suara di
seberang sana terdengar panik.
"Tuan Bagas, ada masalah besar! Media dan
otoritas mulai menyelidiki kontrak kita. Ada
kebocoran informasi!"
Wajah Bagas langsung berubah tegang.
"Kebocoran? Kebocoran apa? Siapa yang
berani melakukan ini?"
"Kami tidak tahu, Tuan Bagas. Tapi
informasinya sangat akurat. Mereka tahu tentang transaksi-transaksi rahasia itu.
Bagas membanting ponselnya ke meja. Ia
tahu ini bukan kebetulan. Ini adalah balasan
dari Rizky Hadiningrat.
"Bocah itu!" geram Bagas. "Dia berani
menyerangku!"
Karina, yang mendengar percakapan itu,
menatap suaminya dengan cemas. "Ada apa,
Papa?"
"Rizky Hadiningrat," Bagas mendesis. "Dia
menyerang anak perusahaan kita di negara
X. Dia membocorkan informasi tentang
kontrak-kontrak itu.
"Tidak mungkin," Karina terkejut.
"Bagaimana dia bisa tahu? Informasi itu
sangat rahasia.
"Dia punya jaringan," Bagas mengakui,
dengan nada kesal. "Dia tidak selemah yang
kita kira.
Kemarahan Bagas memuncak. Ia tidak
menyangka Rizky akan membalas secepat
ini, dan dengan cara yang begitu cerdik.
Rizky tidak menyerang Hadiningrat Global
secara langsung, melainkan memukul titik
lemahnya di negara berkembang, memicu
penyelidikan yang bisa merusak reputasi dan
bisnisnya secara global.
"Aku akan menghancurkan dia," Bagas
bersumpah, matanya berkilat berbahaya.
"Aku akan menunjukkan kepadanya siapa
raja yang sebenarnya.
Ia segera memanggil tim hukum dan
intelijennya. Perang telah memasuki babak
baru, dan kali ini, Bagas Maheswari tidak lagi
meremehkan lawannya. Ia tahu, ia sedang
berhadapan dengan seorang pria yang jauh
lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.
Di Hadiningrat Tower, Rizky menerima
laporan dari Haryo.
"Serangan pertama berhasil, Tuan Muda,"
Haryo melaporkan, senyum tipis di
wajahnya. "Penyelidikan di negara X sudah
dimulai. Saham Maheswari Global mulai
terpengaruh.
Rizky mengangguk. "Bagus. Ini baru
permulaan. Bagas Maheswari akan tahu
bahwa setiap serangan yang ia lancarkan,
akan dibalas dengan sepuluh kali lipat.
Ia menatap ke luar jendela, ke arah kota
yang kini diselimuti kegelapan malam. Di
kejauhan, ia bisa melihat lampu-lampu
Maheswari Group.
"Haryo, siapkan tim untuk Bramantyo," Rizky
berkata, suaranya dingin. "Saya ingin dia tiba
di Jakarta dalam waktu 48 jam. Dan pastikan
kedatangannya tidak terdeteksi oleh siapa
pun, kecuali kita.
"Siap, Tuan Muda," Haryo mengangguk.
Rizky menyeringai tipis. Bagas Maheswari
mungkin berpikir ia telah memenangkan pertempuran pertama.
Tapi ia tidak tahu, Rizky Hadiningrat baru saja memulai permainannya. Dan kartu as yang paling mematikan, Bramantyo, akan segera
dimainkan.
Perang ini bukan hanya tentang bisnis. Ini
adalah perang kehormatan, perang balas
dendam, dan perang untuk membuktikan
siapa yang layak menjadi raja.
Dan Rizky Hadiningrat, sang pewaris tersembunyi yang kini telah bangkit, siap untuk memenangkan semuanya.
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️