NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan dan Tekad

Pemuda sombong itu berjalan mundur dengan wajah pucat pasi, tubuhnya masih gemetar hebat akibat tekanan dahsyat yang baru saja ia rasakan. Dia tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun, dan dengan kepala tertunduk dalam, dia berjalan kaku menuju barisan paling belakang, kali ini dengan sikap yang jauh lebih sopan dan penuh ketakutan. Melihat kejadian itu, seluruh calon murid yang hadir menjadi semakin segan dan hormat. Mereka kini mengerti betapa menakutkannya sosok di atas panggung itu jika sudah marah, namun juga betapa adilnya dia dalam memperlakukan orang lain. Proses seleksi berlanjut hingga matahari mulai condong ke barat. Ye Chen berdiri tegak dengan wajah datar, matanya yang tajam meneliti setiap orang yang lewat. Dia tidak hanya melihat bakat atau akar qi, tapi lebih dari itu, dia melihat ke dalam hati dan niat mereka. Di antara ratusan orang yang berhasil lolos, ada beberapa sosok yang menarik perhatian khususnya. Salah satunya adalah pemuda anak pembuat sepatu, Xiao Yu. Meskipun tubuhnya kurus dan pakaiannya lusuh, namun saat menjalani tes fisik dan mental, Xiao Yu menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Dia jatuh berkali-kali, kulitnya lecet, napasnya tersengal, tapi setiap kali dia bangkit kembali dengan mata yang menyala-nyala. Tidak ada kata menyerah dalam kamusnya. Ye Chen memperhatikannya dari jauh, sudut bibirnya terangkat sangat tipis, hampir tidak terlihat.

"Bakat memang penting, tapi tekad dan hati yang baja adalah hal yang paling berharga" Batin Ye Chen dalam hati, matanya memancarkan cahaya penilaian yang tajam.

"Anak ini... memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada yang terlihat oleh mata biasa. Bahkan bisa dibilang, dia adalah permata sesungguhnya di antara kerikil-kerikil biasa" Lanjutnya di dalam pikiran, menyadari bahwa semangat yang tak kenal menyerah itu jauh lebih berharga daripada sekadar akar qi emas.

"Di tangan yang tepat, bahkan besi biasa bisa ditempa menjadi pedang legendaris. Xiao Yu... kau telah menarik perhatianku" Gumamnya pelan dengan senyum tipis yang penuh arti.

Setelah seluruh proses seleksi usai, Ye Chen memanggil beberapa murid yang dianggap memiliki bakat istimewa, termasuk Xiao Yu, menuju sebuah aula tertutup yang tenang dan damai di bagian terdalam sekte. Di dalam ruangan yang megah namun hening itu, Ye Chen duduk tegak dengan wibawa yang luar biasa. Sementara itu, para pemuda terpilih berdiri dengan sikap penuh hormat, jantung mereka berdebar kencang bercampur rasa gugup dan antusias, tidak berani mengangkat wajah sembarangan.

"Kalian telah melewati seleksi awal" Ucap Ye Chen dengan suara rendah namun jelas terdengar hingga ke setiap sudut ruangan, memancarkan otoritas yang tak terbantahkan.

"Tapi ingat, menjadi murid Sekte Langit bukan berarti akhir dari perjuangan, melainkan awal dari penderitaan dan latihan yang berat" Lanjutnya dengan nada serius, matanya menatap tajam satu per satu sosok di hadapannya.

"Di sini tidak ada tempat untuk bersantai atau bermalas-malasan" Ucap Ye Chen dengan tegas, suaranya dingin dan tegas tanpa kompromi.

"Kalian akan didorong hingga ke batas kemampuan kalian, bahkan mungkin melewati batas itu sendiri. Tubuh akan sakit, pikiran akan lelah, tapi itulah harga yang harus dibayar untuk menjadi kuat dan berdiri di puncak dunia" Lanjutnya dengan penekanan yang dalam.

"Jika kalian mencari kemudahan atau kemewahan, lebih baik kalian pulang sekarang juga sebelum menyesal" Ucap Ye Chen dengan suara dingin dan tegas.

"Namun jika kalian siap menelan keringat dan air mata, aku berjanji... suatu hari nanti, kalian akan memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah nasib sendiri dan melindungi apa yang kalian sayangi" Lanjutnya dengan nada yang sedikit melembut namun tetap memancarkan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Seluruh pemuda di hadapannya menunduk dalam, mendengarkan setiap kata yang diucapkan dengan penuh perhatian dan rasa hormat yang mendalam. Tidak ada satu pun suara yang keluar, hanya hening yang menyelimuti ruangan. Setiap nasihat dan peringatan yang keluar dari mulut Ye Chen seolah terpatri kuat di dalam hati dan pikiran mereka. Wajah-wajah itu tampak serius dan sungguh-sungguh, memahami betul beratnya tanggung jawab yang akan mereka pikul mulai hari ini.

"Aku tidak akan membuang waktuku untuk orang yang malas atau tidak punya tujuan hidup" Ucap Ye Chen dengan suara dingin dan tegas, menatap tajam ke arah mereka satu per satu.

"Oleh karena itu, aku memberikan kalian kesempatan istimewa di luar dugaan. Kalian akan segera memasuki masa Kultivasi Tertutup untuk memperkuat dasar qi kalian sebelum mempelajari teknik yang lebih dalam dan mematikan" Lanjutnya dengan nada penuh wibawa.

"Di sana, waktu terasa berjalan sangat lambat dan kesepian akan menjadi teman terdekat kalian" Ucap Ye Chen dengan suara tenang namun berat, menggambarkan tantangan yang akan mereka hadapi.

"Tapi percayalah, hanya dengan cara itulah kalian bisa menyingkap batas potensi diri dan melompat naik ke level yang jauh lebih tinggi dalam waktu singkat" Lanjutnya penuh keyakinan.

Mata mereka seketika berbinar-binar penuh antusiasme mendengarnya. Kesempatan untuk melakukan kultivasi tertutup dengan bimbingan langsung dari sosok agung di hadapan mereka adalah sebuah kehormatan terbesar dan impian yang tak terbayangkan bagi setiap kultivator. Tanpa banyak bicara, Ye Chen perlahan mengangkat tangannya. Beberapa cincin penyimpanan berwarna hitam pekat melayang keluar dari ruang spasialnya, berputar sebentar di udara, lalu dengan tepat dan cepat jatuh melayang ke telapak tangan masing-masing murid.

"Cincin ini adalah hadiah dariku" Ucap Ye Chen dengan nada datar namun penuh makna.

"Di dalamnya terdapat pakaian ganti, beberapa pil energi tingkat tinggi, dan yang paling penting... sebuah teknik kultivasi tingkat menengah bernama Teknik Awan Giok" Lanjutnya pelan.

"Teknik ini lembut namun kokoh, sangat cocok untuk membangun fondasi yang kuat dan stabil. Dengan teknik ini, akar qi kalian akan menjadi jauh lebih padat dan tidak mudah goyah" Tambahnya menjelaskan keistimewaan ilmu yang diberikan.

"Pelajarilah dengan sungguh-sungguh dan hafalkan setiap baris rumusnya. Jangan sampai kalian mengkhianati niat baik dan pemberian ini" Serunya dengan tatapan tajam.

Mendengar penjelasan itu, seluruh pemuda di sana terkejut hingga mata membelalak dan mulut mereka terbuka lebar, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja mereka terima. Mereka tahu betul betapa sulitnya mendapatkan sebuah teknik kultivasi yang lengkap dan murni, apalagi ditambah dengan pil energi tingkat tinggi yang sangat langka. Nilai dari cincin penyimpanan ini sungguh luar biasa besar, mungkin bahkan jauh lebih mahal daripada seluruh harta benda yang dimiliki oleh keluarga mereka meskipun sudah digabungkan. Sebuah kehormatan dan kekayaan yang tak terbayangkan kini ada di genggaman tangan mereka.

"Te-terima kasih! Terima kasih banyak, Pemimpin!" Seru mereka serempak dengan suara bergetar penuh haru, mata mereka berkaca-kaca melihat kemurahan hati yang luar biasa ini.

"Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan ini! Kami bersumpah akan belajar mati-matian dan tidak akan menyia-nyiakan pemberian mulia ini!" Tambahnya dengan penuh semangat dan rasa syukur yang meluap-luap, lalu membungkuk dalam-dalam hingga dahi hampir menyentuh lantai.

Kemudian, dengan gerakan yang tenang dan penuh wibawa, Ye Chen perlahan mengalihkan pandangannya. Matanya yang dingin dan tajam menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti tepat menatap lurus ke arah sosok yang berdiri paling ujung barisan. Sosok itu adalah Xiao Yu. Pemuda kurus dengan pakaian lusuh itu seketika merasa jantungnya berhenti berdetak sejenak saat tatapan agung itu jatuh sepenuhnya padanya.

"Xiao Yu." Panggil Ye Chen dengan suara yang terdengar tenang namun jelas, seolah memiliki kekuatan magis yang langsung menarik perhatian seluruh ruangan.

"Hadir, Pemimpin!" seru Xiao Yu dengan cepat, suaranya sedikit bergetar karena gugup namun penuh semangat. Dia melangkah maju satu langkah dan membungkuk dalam.

"Kau memiliki tekad yang kuat, itu adalah hal terbaik yang kau miliki" Ucap Ye Chen langsung pada intinya, suaranya dingin, tajam, namun tidak menyakiti hati.

"Tapi sayangnya, fisikmu terlalu lemah dan meridian-mu sempit. Jika kau menggunakan cara biasa atau teknik biasa saja, kau akan tertinggal jauh di belakang teman-temanmu yang lain" Lanjutnya menilai dengan objektif.

"Namun jangan khawatir" Ucap Ye Chen dengan nada yang sedikit melembut, memancarkan rasa percaya diri yang luar biasa.

"Bagi orang yang bekerja keras, aku tidak akan pernah membiarkannya kalah hanya karena takdir buruk atau kondisi tubuh yang kurang sempurna. Aku punya cara khusus untukmu" Lanjutnya dengan tatapan tajam yang penuh makna.

Tanpa banyak bicara, Ye Chen kembali menggerakkan tangannya. Kali ini, sebuah cincin penyimpanan lain melayang keluar dengan anggun. Cincin ini terlihat jauh lebih istimewa daripada yang lain. Warnanya hitam pekat yang dalam, dan di permukaannya terpahat ukiran naga kecil yang sangat halus dan indah, seolah-olah naga itu sedang tidur dan siap terbangun kapan saja. Benda itu berputar sebentar di udara, lalu meluncur cepat dan jatuh tepat ke telapak tangan Xiao Yu.

"Cincin ini khusus untukmu" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan penuh wibawa.

"Selain teknik kultivasi yang lengkap, di dalamnya tersimpan sepuluh butir Pil Dasar Naga Kecil. Pil itu sangat langka dan berharga, fungsinya bukan hanya menambah energi biasa, melainkan untuk melebarkan meridianmu yang sempit dan memperbaiki kualitas darahmu dari akarnya" Lanjutnya menjelaskan.

"Dengan bantuan pil ini, tubuh lemahmu akan ditempa menjadi jauh lebih kuat dan kokoh" Ucap Ye Chen dengan tegas.

"Gunakanlah dengan bijak dan penuh perhitungan selama masa kultivasi tertutup nanti. Jangan sia-siakan satu butir pun, karena setiap tetes energi di dalamnya sangat berharga" Lanjutnya dengan tatapan tajam.

"Dan ingat baik-baik, pil ini mengandung energi yang sangat ganas dan panas" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan serius, menekankan bahaya serta kekuatan di dalamnya.

"Saat meminumnya, rasa sakit akan terasa seperti tubuhmu hendak meledak dan hancur berkeping-keping. Tapi jika kau bisa bertahan dan menahannya..." Lanjutnya pelan, matanya memancarkan cahaya harapan.

"kau akan lahir kembali dengan tubuh baru, kuat dan perkasa seperti naga sejati" Ucap Ye Chen dengan suara penuh keyakinan dan wibawa yang luar biasa, seolah dia sendiri yang menentukan taktik masa depan pemuda itu.

Xiao Yu menangkap cincin itu dengan tangan gemetar. Saat dia merasakan hawa yang keluar dari cincin itu, air matanya tak kuasa tertahan lagi. Dia tahu, Pemimpinnya telah memberikannya sesuatu yang mustahil didapatkan oleh orang biasa sekalipun.

"Pemimpin... ini... ini terlalu berharga! Saya tidak berani menerima!" Ucapnya terbata-bata dengan wajah pucat dan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca.

"Saya... saya hanyalah anak pembuat sepatu yang tidak punya apa-apa, bahkan tidak pantas menyentuh debu di sekte ini. Mengapa Pemimpin begitu baik pada saya? Mengapa memberikan hal sebesar ini pada orang rendahan seperti saya?" Tanyanya dengan suara penuh keraguan dan rasa syukur yang luar biasa.

Ye Chen tidak menjawab segera. Dia hanya menatap lurus ke arah mata Xiao Yu dengan pandangan yang tajam dan dari Sepasang mata itu seolah memiliki kekuatan magis, memancarkan wibawa yang begitu dalam dan agung, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa seolah sedang ditatap langsung oleh langit dan bumi. Di dalam tatapan itu tersimpan kebijaksanaan, kekuatan, serta sebuah keyakinan mutlak yang tak tergoyahkan, seolah dia adalah hukum yang berlaku di dunia ini.

"Aku tidak peduli siapa orang tuamu atau dari mana asalmu" Ucap Ye Chen dengan suara tegas dan berat, setiap kata jatuh seperti palu yang memukul kepala Xiao Yu.

"Di mataku, asal-usul dan status hanyalah label kosong. Yang terpenting adalah siapa dirimu sekarang dan siapa yang akan kau jadikan dirimu di masa depan" Lanjutnya dengan nada yang dalam dan penuh makna.

"Kau memiliki hati yang kuat dan semangat yang tak kenal menyerah" Ucap Ye Chen dengan suara tegas dan penuh keyakinan.

"Itu jauh lebih berharga daripada sekadar darah biru atau harta melimpah yang bisa habis suatu saat nanti. Karena itulah... kau layak mendapatkannya" Lanjutnya dengan tatapan tajam yang menegaskan keputusannya.

Ye Chen perlahan berdiri dari tempat duduknya. Dengan langkah yang tenang dan anggun, dia melangkah turun dari panggung dan berjalan mendekati Xiao Yu. Setiap langkahnya memancarkan wibawa yang tak terhingga, membuat udara di sekitarnya terasa bergetar halus. Ia berhenti tepat di hadapan pemuda itu, lalu dengan lembut meletakkan tangannya yang besar dan kokoh di atas bahu Xiao Yu. Seketika itu juga, sebuah energi yang hangat namun sangat kuat mengalir deras masuk ke dalam tubuh pemuda melalui sentuhan itu. Energi itu bukan hanya sekadar kekuatan biasa, melainkan sebuah ketenangan abadi yang menenangkan jiwa, seolah-olah semua keraguan, ketakutan, dan kegelisahan yang ada di hati Xiao Yu lenyap seketika digantikan oleh rasa percaya diri yang kokoh dan teguh.

"Saya... saya janji!" Seru Xiao Yu dengan suara pecah dan penuh emosi, air matanya kini mengalir deras membasahi pipi, menangis tersedu-sedu bukan karena kesedihan, melainkan karena haru yang meluap-luap.

"Saya bersumpah akan bekerja keras mati-matian! Saya akan menelan semua rasa sakit dan tidak akan pernah mengeluh sedikit pun!" Lanjutnya dengan tekad yang membara.

"Saya akan menjadi kuat! Sangat kuat!" Seru Xiao Yu dengan suara yang bergetar namun penuh dengan api tekad yang membara.

"Sehingga suatu hari nanti, saya bisa berdiri tegak di samping Pemimpin dan menjadi pedang yang tajam serta perisai yang kokoh untuk melindungi sekte ini!" Lanjutnya dengan penuh keyakinan.

"Saya tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan besar ini! Selama saya masih bernapas, hidup dan mati saya adalah milik Sekte Langit! Saya akan mengabdi pada Pemimpin sampai titik darah penghabisan!" Teriaknya dengan penuh semangat dan kesetiaan yang bulat, membungkuk dalam sekali lagi dengan rasa hormat tak terhingga.

"Bagus," Jawab Ye Chen singkat, lalu menarik tangannya dan kembali ke posisi semula, wajahnya kembali dingin dan datar.

"Sekarang, dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan" Ucap Ye Chen dengan suara tegas dan penuh wibawa, kembali menatap seluruh muridnya.

"Aku akan mengajarkan kalian cara mengaktifkan teknik ini serta langkah-langkah awal untuk menyerap qi langit dan bumi ke dalam tubuh. Ingatlah setiap kata yang aku ucapkan dengan saksama, karena ini akan menjadi fondasi kalian selamanya" Lanjutnya serius.

Ye Chen mulai berbicara, suaranya rendah namun memuat kebijaksanaan yang mendalam. Dia menjelaskan tentang pernapasan, cara mengalirkan energi, dan titik-titik akupuntur penting. Penjelasannya sangat jelas dan mudah dimengerti, seolah-olah dia menuangkan pengetahuannya langsung ke dalam pikiran murid-muridnya. Xiao Yu dan yang lainnya mendengarkan dengan sangat khidmat, mencoba menghafal setiap detail yang diajarkan. Mereka merasa seolah-olah tirai yang menutupi jalan kultivasi kini terbuka lebar di hadapan mereka. Setelah selesai mengajarkan dasar-dasarnya, Ye Chen menatap mereka dengan tatapan tegas.

"Tempat kultivasi tertutup sudah disiapkan di gua-gua di sisi gunung" Ucap Ye Chen dengan suara tegas dan jelas.

"Kalian boleh masuk sekarang. Ingatlah satu hal penting: Jangan keluar dari sana sampai kalian merasa dasar qi kalian sudah benar-benar stabil dan kokoh, atau sampai aku sendiri yang datang memanggil kalian keluar" Lanjutnya memberikan perintah akhir.

"Siap, Pemimpin!" Jawab mereka serempak dengan semangat yang membara.

"Berangkatlah" Ucap Ye Chen sambil melambaikan tangan.

Mereka pun membungkuk terakhir kalinya dan dengan langkah penuh semangat, mereka berlari menuju tempat latihan yang telah disiapkan. Xiao Yu berjalan paling depan, matanya menyala dengan api impian yang baru saja dinyalakan oleh Ye Chen. Melihat kepergian mereka, Meng Huo yang berdiri di samping Ye Chen terkekeh pelan.

"Hahaha! Anak-anak itu benar-benar bersemangat, terharu sampai menangis!" Seru Meng Huo sambil tertawa lebar dan bergema, wajahnya penuh kegembiraan melihat semangat para murid baru itu.

"Tapi sungguh, Kau terlalu murah hati, Kaisar. Memberikan Pil Dasar Naga Kecil dan teknik sehebat itu pada murid baru..." Lanjutnya sambil menggelengkan kepala takjub, matanya memancarkan rasa hormat.

"Pil itu saja nilainya sudah setara dengan harta kekayaan sebuah sekte kecil, apalagi ditambah dengan ilmu kultivasi yang begitu sempurna dan langka" Ucap Meng Huo dengan nada takjub dan kagum.

"Di tempat lain, bahkan murid inti sekte yang sudah bertahun-tahun mengabdi pun belum tentu mendapat perlakuan semewah dan semahal ini," ucap Meng Huo dengan nada penuh kekaguman.

"Kaisar benar-benar memberikan segalanya tanpa tersisa demi masa depan mereka" Lanjutnya dengan rasa hormat yang semakin dalam.

Ye Chen tidak menoleh, ia tetap berdiri mematung memandang lurus ke arah pintu keluar yang telah ditinggalkan oleh para murid barunya. Pandangannya dalam dan jauh, seolah sedang melihat ke masa depan yang belum terjadi. Suaranya kemudian terdengar tenang dan datar, namun menyimpan sebuah keyakinan yang tak tergoyahkan.

"Investasi terbaik adalah menanamkan benih yang baik sejak dini" Ucap Ye Chen dengan suara tenang namun penuh wibawa.

"Jika mereka tumbuh kuat dan setia, maka kekuatan mereka akan menjadi kekuatan kita juga. Mereka adalah masa depan dan harapan Sekte Langit," Lanjutnya dengan keyakinan mutlak.

"Selain itu... aku tahu betul rasanya diremehkan dan tidak punya apa-apa" Ucap Ye Chen pelan, matanya memancarkan kilatan emosi yang dalam namun cepat terkendali.

"Selama mereka berjalan di jalan yang benar dan tidak mengkhianati kepercayaanku... aku tidak keberatan menjadi Malaikat yang memberi mereka sayap untuk terbang" Lanjutnya dengan nada yang lembut namun tegas.

"Tapi..." Tiba-tiba nada suara Ye Chen berubah drastis menjadi sedingin es. Sepasang matanya memancarkan kilatan dingin yang mematikan, seolah-olah suhu di seluruh ruangan turun drastis dalam sekejap.

"Jika ada satu pun dari mereka yang berani menggunakan kekuatan ini untuk kejahatan, menindas yang lemah, atau bahkan berani mengkhianati sekte... aku sendiri yang akan menghancurkan mereka dengan tanganku sendiri" Ucapnya dengan tekanan yang berat dan mengerikan.

"Aku yang memberi kekuatan, dan akulah yang berhak mengambilnya kembali..." Ucapnya dengan suara berat dan tekanan yang mengerikan.

"Bahkan jika itu harus berakhir dengan kematian," Lanjutnya dingin, menegaskan otoritas mutlaknya.

"Dimengerti" Sahut Meng Huo dan Liu Wening serempak dengan penuh hormat.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!