NovelToon NovelToon
Kemuning Si Anak Haram

Kemuning Si Anak Haram

Status: tamat
Genre:Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Soehardi

Kemuning seorang gadis kecil murid sekolah dasar di desa yang cukup makmur. Dia diasuh oleh kakek dan neneknya.

sehari-hari dia sering dibully oleh teman-temannya di sekolah karena lahir tanpa ayah dan ibunya adalah bekerja sebagai TKW di Korea Selatan.

Ibunya pulang dalam keadaan hamil tanpa suami. Setelah melahirkan beberapa bulan kemudian ibunya kembali bekerja di Korea dan sejak saat itu Kemuning tumbuh besar dalam pengasuhan kakek dan neneknya.

Bagaimana Kemuning menghadapi bullian dari teman-temannya? Bagaimana nasib Kemuning di masa depan dengan labelnya sebagai anak Haram?

ikuti keseruan kisahnya hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Soehardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Rewang di rumah saudara

Sore hari itu Kemuning pulang dari mengaji di masjid dekat rumahnya. Diruang tamunya ada bude nya sedang bertamu dirumah nenek. Dia melakukan takzim pada budenya dan langsung masuk ke dalam tanpa berkomentar apa-apa.

Budenya menanggapinya dengan sinis, dia tidak pernah menyukai cucu keponakannya yang berkulit putih bersih, bermata sipit mirip anak-anak di film-film Korea.

Nenek keluar membawa suguhan teh dan kukusan ubi jalar hasil panen di kebunnya.

“Bagaimana kabarmu Tin dengar-dengar anakmu mau mantu dapat orang mana?” Tanya nenek.

“Iya yu Nurul cucuku si Endang dapat orang dari desa sebelah ga jauh-jauh saja jodohnya ini mau lamaran nanti kamu bisa rewang ya yu.”

“Alhamdulillah Endang sudah ketemu jodohnya, iya nanti insya Allah aku rewang mosok adik e mantu ora rewang?” kata nenek.

“Ayo disambi sak ono ne, tapi Iki sing sehat kanggo sak umuran awak e dewe.” (Ayo silahkan dicicipi seadanya tapi makanan ini bagus untuk menjaga kesehatan kita).

Bude Tinah menyeruput teh hijau tubruk buatan nenek dan mengunyah ubi ungu kukus hasil kebun nenek.

“Iki tanduran e dewe to yu?” (Ini hasil kebun sendiri?)

“Iyo swasembada pangan dewe Tin sembarang soyo larang. Nek swasembada ngene sik iso gemati duit ditabung kanggo masa depan e genduk. (Iya swasembada pangan sendiri Tin sekarang semua serba mahal dengan swasembada pangan sendiri bisa ngirit uang ditabung buat masa depan cucu.

Setelah menghabiskan tehnya bude Tinah berpamitan pulang.

Hingga hari rewang pun datang seperti biasa adatnya orang-orang di pedesaan keluarga pada berkumpul dan gotong royong membantu yang punya hajat.

Nenek dan kakek datang membawa Kemuning. Juga istri paman Agus dan anaknya. Dengan tas ranselnya yang cantik, jam tangan impor kiriman ibunya outfit Kemuning memang terlihat mahal dan sosoknya yang blesteran indo-korea membuatnya berbeda dengan anak desa pada umumnya.

Kakek memarkir mobil Innova terbaru warna hitam yang mewah untuk ukuran desa itu milik Kemuning hadiah ulang tahun dari ibunya. Ibunya tahu bahwa anak haram di desanya sering dihina dan dibully. Ibunya Kemuning ingin dia tumbuh besar berbeda dengan anak-anak desa yang lain. Hidup sangat berkecukupan, dan bisa liburan naik mobil ke berbagai tempat wisata bersama keluarga pamannya, kakek nenek dan Kemuning.

Kemuning tidak terlalu suka bertemu dengan para sepupu perempuan dan orangtua mereka. Dia lebih akrab dengan sepupunya yang laki-laki karena permainan mereka bukan boneka tapi lebih sering memanjat pohon jambu dan makan jambu diatas pohon. Mencari bekicot di kebun dan menyerahkan bekicot hasil tangkapan mereka ke ibu masing-masing untuk diolah menjadi masakan.

“Ning….” panggil seseorang. Kemuning menoleh dan tersenyum lalu melambaikan tangannya.

“Tunggu sebentar,” serunya.

Setelah bertemu dengan tuan rumah dan bersalaman Kemuning pamit untuk bermain.

“Nek Zidan ngajak Kemuning main. Boleh keluar sekarang?”

“Boleh, sini nenek simpan tas mu. Ganti sepatumu dengan sandal kalau mau main.”

Kemuning menghampiri Zidan dan sepupu-sepupunya yang lain. Mereka melakukan TOS tinju.

“Ayo Ning melu aku.” Ajak Zidan. (Ayo ning ikut aku)

“Ayo dino Iki mbolang nang ngendi?” (hari ini mbolang kemana)

“Ayo Ning cari buah rombusa.” Ajak Bobby sepupunya yang lain.

“Ayok…” jawab Kemuning bersemangat.

Buah rombusa adalah buah yang berbulu seperti markisa dan tanaman merambat dan tumbuh ditempat yang lembab.

Mereka berlari menuju sungai kecil sebelum pematang sawah milik keluarga mereka. Sungai kecil itu terawat karena dipakai untuk pengairan tapi di pinggiran sungainya sering ditumbuhi tanaman merambat yang harus dimusnahkan tapi memiliki buah yang rasanya enak kalau di kota menjadi buah yang mahal dan hanya dijual di toko khusus buah yaitu “dunia buah”

Mereka mencari sungai yang belum dibersihkan dan menemukan semak-semak yang buahnya mereka cari Kemuning, Zidan dan Bobby makan buah yang sudah kuning. Dan mengumpulkannya dalam tas kresek yang mereka bawa.

“Aku wes entuk okeh Bob,” ayo golek buah dewandaru” seru Zidan.

Mereka pergi ke hutan mencari buah yang rasanya aneh, pahit, kecut sepet tapi enak kalau dibuat rujak. Mereka juga memetik jambu air, jambu monyet yang tumbuh di hutan dekat rumah kerabat mereka.

Mereka pulang dengan membawa banyak buah-buahan liar yang tumbuh dihutan.

“Lek Anik gawekno bumbu rujak ki lo akeh buah.” Pinta Zidan. (Bi Anik buatin bumbu rujak dong, nih banyak buah).

Orang yang dipanggil lek Anik tertawa “ya Allah mbolang tekan ndi wae to le sampe entuk buah sak mene akeh e.” Sambil menyiapkan cobek dan bumbu-bumbu lainnya. (Ya Allah mbolang kemana aja sih nak sampai bawa buah sebanyak ini)

Akhirnya semua orang ikut menikmati rujak dengan menambahkan mangga muda, belimbing, dan ketimun.

Para lelaki bertugas menyembelih ayam, dan para wanita menyiapkan bumbu dan memasaknya, ada yang memasak kue-kue tradisional untuk suguhan.

Saat makan siang tiba ibu-ibu mereka menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya masing-masing.

Nenek memanggil Kemuning dan membuka tasnya lalu mengeluarkan makan siang mereka sendiri. Nenek tidak akan meninggalkan Kemuning sendirian selama makan siang.

“Ini makanmu nduk nenek suapi ya.” Kemuning hanya mengangguk. Kemuning anak yang mandiri dia bisa makan sendiri tapi kalau neneknya akan menyuapinya berarti dia harus menurut.

“Anak jadah ki mangan opo kuwi?” (anak jadah makan apa itu?)Ketus seorang wanita yang menor dan pergelangan tangannya penuh gelang emas.

“ora usah kakean cangkem we, ki aku masak dewe gawe putuku ga njupuk pangananmu. Haram tak dulangne nang putuku.” (Jangan banyak mulut aku masak sendiri buat cucuku, ga tak ambilkan dari makananmu haram buat cucuku” balas nenek.

Bude Tinah begitu ibu Kemuning memanggilnya atau Mbah Nah kalau Kemuning memanggilnya tampak merah padam. Dan berlalu meninggalkan Kemuning dan nenek.

Dibelakang terdengar suara ribut-ribut.

Tampak seorang anak menangis. Nenek ke belakang untuk melihat apa yang terjadi.

Ternyata Mbah Nah ngamuk gara-gara kerabat jauhnya mengambil ayam untuk anaknya.

Didesa orang miskin dihina dan disisihkan yang kaya dipuja-puja.

“Dar ayo melu aku wes tinggalen penggawean mu ayo mangan melok aku ajaken anakmu.” Kata nenek (Dar ayo makan ikut aku ajak anakmu)

“Lho yu pekerjaannya masih banyak kok diajak pergi. Ga bisa kamu masih harus masak wong belum selesai semua kok.” Kata salah satu dari mereka.

“Kamu kalau mau pakai tenaga orang resikonya harus memberinya makan dengan layak. Kalau kamu ga mau memberinya makan karena takut miskin ga apa-apa. Aku yang akan kasi makan dia. Ayo Dar kita pergi dari sini sekarang.”

Kemuning menggandeng anak lek Darwati nenek mencari suaminya dan memintanya mengantarkan mereka pulang.

Sesampainya dirumah nenek menyuguhkan rendang daging dan gulai daun pakis.

“Ayo Dar anggap rumah sendiri, anakmu ambilkan makan ayo kita makan sama-sama.” Kata nenek.

“Zidan mau makan sama apa nak” tanya ibunya”

“Zidan mau rendang bu.” Jawabnya.

Kemuning duduk disebelah Zidan dan membuka bontotannya lalu makan bersama yang lainnya. Zidan makan dengan lahap sampai tambah dua kali.

Selesai makan Kemuning mengupas buah jeruk Mandarin yang dibelinya waktu ikut lek Agus ke kota. Zidan adalah teman sekaligus kerabat Kemuning yang paling dia sayangi karena Zidan baik padanya. Kemuning memberikan kupasan jeruk kepada Zidan.

“Makanlah Dan ini jeruknya enak sekali aku beli dikota waktu ikut lek Agus pergi.”

“Bude kenapa kok Kemuning dibawakan nasi sendiri? Kenapa tidak makan ditempat rewang saja?” Tanya Darwati ibunya Zidan.

“Kalau Kemuning makan disana bakal jadi masalah nanti. Kamu tahu kan sikap mereka pada Kemuning? Sama nasibnya dengan Zidan. Makan dijatah dan tidak boleh mengambil ayam. Aku tidak terima kalau cucuku dibegitukan mending aku bawakan makanan dari rumah.” Kata nenek.

Darwati manggut-manggut. Benar juga kata bude. Lain kali aku akan membawa makananku sendiri untuk anakku.

Kemuning membuka handphone nya dan melihat pesan dari ibunya.

“Nek ibu mau video call.” Katanya sambil menyerahkan handphonenya kepada neneknya.

Dilayar ibunya sedang berbicara dengan neneknya yang menceritakan apa yang baru terjadi. Ibunya minta video call dengan Darwati yang kenal dekat dengannya. Mereka mengobrol sejenak dan akhir video call nya selesai.

“Ayo nak siap-siap kita jalan-jalan sama kakek kata lek Darwati.

Ibu mentransfer uang kepada ibunya Zidan untuk membelikan Zidan alat tulis dan seragam baru serta baju baru untuk ibunya Zidan.

Nenek ikut gembira ibunya Zidan dapat rejeki dari anak perempuannya.

“Pak ayo terno nang pasar” kata nenek

Kakek hanya menuruti keinginan istrinya dan selalu menjadi sopir kemanapun mereka ingin pergi.

1
falea sezi
g suka dengan sifat ibunya kemuning dr awal emank gatel murahan keluar dr agama demi laki ya harus nya laki nya yg ikut qm oon😓
falea sezi
🤣🤣 yaelah demi laki di belain murtad pantes anak mu kecewa 😓
falea sezi
🤣🤣 emaknya gatel sibuk honeymoon anak g betah diem aj pantes hamil di luar nikah😒
falea sezi
beom agama nya apa
falea sezi
manggil santi kok g sopan g pake mbk😒 si agus
falea sezi
gimana nasib pernikahan agus😓 bangke bgt adek nya inah😓
Wanita Aries
wahh cari masalah ma kemuning
Wanita Aries
kerennn thorr
Wanita Aries
kapok tuh
Wanita Aries
lanjut
Wanita Aries
kasian jg kemuning di gebleng bgtu
Wanita Aries
wahh kemuning byk temannya
Wanita Aries
bahagia selalu kemuning
Wanita Aries
lanjut thor
Wanita Aries
kok gtu kluarga ayah kemuning
Wanita Aries
gk sabar nunggu nikahan santi sama beom pst seru
Wanita Aries
haredang euyy ttngga julid
Wanita Aries
wah senangnya kemuning ketemu ayahnya
Wanita Aries
wahh bntr lg kemuning SMP
Wanita Aries
haduh gk brenti2nya bully2an
Sri Wahyuni: begitulah jmn now. ga didesa ga dikota sama.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!