NovelToon NovelToon
Pacar Psikopat

Pacar Psikopat

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hana Rubby

TAMAT

Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.

" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Pacar ku

Sudah seminggu berlalu setelah terjadinya insiden pemukulan oleh beberapa geng motor terhadap Daffa, Rara tak hentinya terus memikirkan kondisinya, namun ia bingung harus bertanya pada Ferdy atau kepada tante tiara, jika ia bertanya langsung tentang keadaan Daffa, apa tanggapan mereka nanti jika tiba-tiba Rara mengkhawatirkannya.

Rara harus memikirkan cara lain, agar ia bisa mengetahui keadaan Daffa, setelah lama berfikir tiba-tiba muncul niat untuk datang ke apartemen tempat Daffa tinggal, namun tak lama hal itu ia tepis, bagaimana mungkin niat itu tiba-tiba muncul begitu saja, sama saja itu bunuh diri.

Rara makin cemas dan tidak karuan memikirkannya, akhirnya ia pun menyerah, paling Daffa akan membunuhnya jika mereka bertemu kembali.

" Pagi Kak Ferdy. " Sapa Rara lemas, yang baru tiba di minimarket tempat ia bekerja dan membuat Ferdy melihatnya merasa heran dan mengerutkan dahi.

" Ada apa, kamu belum sarapan kenapa lesu sekali. " Tanya Ferdy yang sudah tiba duluan.

" Tidak.. " Jawab Rara singkat. namun masih terlihat wajah sedihnya.

" Lalu, Apa yang membuatmu pagi-pagi sudah terlihat lesu, tak mau bekerja lagi disini. " Tanya Ferdy,

Namun Rara tidak menanggapi, ia hanya duduk termenung. Tak lama Rani pun datang, ternyata Rani pun bersikap sama, seperti malas untuk bekerja hari ini. Rani tiba lalu duduk di samping Rara dengan gaya yang sama seperti Rara, menaruh kedua tangan untuk menjadi meja dagunya bersandar.

" Kalian pada kenapa si, lagi demo sama aku, Pagi-pagi udah pada lesu aja. Ini lagi dateng-dateng langsung masuk gak nyapa gak apa. kenapa kamu Ran, kurang belaian dari Rizky. " tanya Ferdy membabi buta.

tetap saja mendapatkan Respon yang sama dari mereka berdua, Diam.

Ferdy pun membuang nafas nya kasar, dan menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah para karyawannya ini.

" Yaudah hari Ini kalian gak usah kerja, aku akan ajak. kalian jalan-jalan. tapi kalian Harus ikut aku dulu ke suatu tempat. " Ucap Ferdy, spontan membuat Rara dan Rani beranjak dari tempat duduknya.

" Horeee..... " Sorak gembira Rara dan Rani...

" Bos kita emang paling dabest yaa Ra, makin betah deh kerja sama Kak Ferdy." Goda Rani.

" Sudah jangan banyak bicara. Tolong bawa plastik hitam yang sudah ku simpan di ruangan ku. Aku tunggu di mobil, jangan lama-lama. " Titahnya dengan nada ketus. Rara pun yang akhirnya mengambil plastik hitam di ruangan Ferdy, Karena Rani sudah membuntuti Ferdy menuju ke mobil diparkir dihalaman Minimarket, tak lama Rara pun tiba lalu dengan segera Ferdy pun melajukan kendaran nya ke suatu tempat.

*******

1 Jam lamanya mereka diperjalanan, akhirnya tiba di sebuah apartemen mewah, tanpa banyak bertanya Rara langsung mengenali tempat ini. Tiba-tiba jantungnya langsung bergemuruh tidak beraturan, hatinya juga ikutan merasa senang seolah sedang berirama akan bertemu seseorang yang sudah seminggu ini mengganggu pikirannya.

Mereka masuk gedung, lalu naik lift menuju lantai dimana Daffa tinggal. Ferdy memang berencana menjenguk Daffa hari ini, tapi tak berniat mengajak kedua karyawannya, karena Daffa pasti tak akan menyukai keberadaan mereka di apartemennya.

Makanya dari itu, Ferdy berniat mampir sebentar melihat kondisi Daffa, lalu mengajak Rara dan Rani jalan-jalan.

" Ting... Tong... " Suara bel berbunyi untuk memberitahu pemilik apartemen bahwa ada yang berkunjung.

" Ting.. Tong.. " suara bel kembali berbunyi, namun tak ada tanggapan dari penghuni apartemen

" Ting... tong.. " Masih tetep tak ada tanggapan.

Ferdy pun mulai panik, lalu membombardir menekan bel tanpa henti, Agar Daffa segera Membukakan pintu. terus dan terus menekan bel sampai Ferdy kesal sendiri.

" Dia lagi ngapain si. " Tanya Ferdy Kesal yang beralih dari menekan bel jadi menggedor pintu.

" Kak, Ini apartemen siapa si, Pacar kakak? . " Tanya Rani Polos.

" Kamu Gila apa, ngapain aku bawa kalian ke apartemen pacar ku." Jawab Ferdy masih Kesal.

" Ini lagi, Mati apa Tidur si..." Ucap Ferdy semakin kesal karena masih belum ada tanggapan dari si pemilik Apartemen.

Sekitar 10menit akhirnya usaha Ferdy tak sia-sia pintu pun terbuka, dan terlihat Daffa seperti habis mandi, Rambutnya yang basah makin memperlihatkan betapa tampan nya Ia.

" Lo habis mandi, Lama banget mandi aja. " Tanya Ferdy kesal main nyelonong masuk tanpa dipersilahkan oleh Daffa, namun tak ditanggapi Daffa yang mematung melihat ternyata ada Rara, lalu Daffa mengabaikan mereka berdua tak membiarkan masuk tetapi dengan posisi pintu masih terbuka lebar. Daffa pun duduk bersandar di sofa dengan sebuah minuman ditangan kanannya, hanya dapat memperhatikan gerak gerik sahabatnya yang sedang kedapur mengambil beberapa minuman.

" Ada Apa Pagi-pagi sudah kesini. " Tanya Daffa dengan nada datar.

" Gue khawatir sama Lo lah, udah seminggu lo gak jawab telpon gue, gue kira lo Mati. Makanya gue kesini." Jawab Ferdy.

" Tante tiara nelponin gue terus nanyain kabar lo, Apa lo gak bilang sama Nyokap lo tentang kondisi lo kemarin-kemarin. " Tanya Ferdy dan hanya dijawab gelengan kepala saja oleh Daffa.

" Bener-bener lo ya. " Ucap Ferdy lalu meneguk botol air mineral yang digenggam nya.

Daffa terus memperhatikan Ferdy dengan heran dan bertanya.

" Lo gak nyuruh mereka masuk. " Ucap Daffa santai yang memberitahu Ferdy bahwa ia masih membiarkan Rara dan Rani diluar.

" Biarin aja, gue cuma mau mampir nengokin kondisi lo doang. Udah ya gue pamit gue masih harus ngajak mereka jalan-jalan, gue ambil 2 botol minum buat mereka." Ucap Ferdy yang akan pergi meninggalkan Daffa, Namun terhenti saat melihat sebuah benda yang ia kenal itu milik seseorang.

Ferdy mengerutkan Dahi.

" Ini kan Handphone nya Rara, kenapa ada di sini?." Tanya Ferdy curiga.

" Tanya aja sendiri sama dia, Kenapa Handphone nya ada disini. " Jawab Daffa santai.

Ferdy pun menghampiri Rara dan Rani untuk mempersilahkan mereka masuk, lalu memberikan mereka minum untuk istirahat sejenak. Rara dan Rani duduk berdampingan, dan posisi duduk Rara juga tak jauh dari Daffa. Setelah membiarkan mereka Minum Ferdy nya langsung mengajukan pertanyaan pada Rara.

" Ra, Ini handphone mu kan. " Tanya Ferdy yang menunjukan sebuah benda yang sudah lama hilang ternyata ada di rumah Daffa. Rara pun terkejut, ia tak tau harus menjawab apa. Masa Ia jawab habis menginap di rumah Daffa lalu handphone nya tertinggal. apa tanggapan mereka nanti.

Rara pun segera mengambil Handphone nya.. lalu memasukan nya kedalam tas, namun ia masih tidak tahu harus berkata apa untuk menyakinkan mereka agar tak berfikir macam-macam.

" Ra... kok diem. " Tanya Rani yang semakin membuat Rara bingung.

Kondisi seperti ini benar-benar sangat menyudutkan Rara, padahal ia tidak merasa salah tapi kenapa seolah-olah dia yang bersalah disini, sedangkan Daffa hanya diam saja dan asik meminum minuman yang ia genggam.

Rara pun melirik ke arah Daffa dan tak sengaja Daffa pun menatap Rara juga, Mata mereka pun bertemu namun Rara segera membuang wajahnya agar tak berlama-lama menatap Daffa.

Masih hening tak ada sepatah kata pun yang Rara keluar kan, membuat Ferdy dan Rani makin penasaran. Daffa pun menghabiskan minuman nya dan menyimpan Botol di atas meja dengan keras, membuat Rara, Rani dan Ferdy terkejut.

" Dia Pacar Ku. " Ucap Daffa, yang sudah menarik tangan Rara untuk duduk di sampingnya. Sontak hal tersebut membuat Rani dan Ferdy terkejut dibuatnya, apalagi Rara merasa sangat risih diperlakukan seperti ini.

Rani dan Ferdy pun menatap Rara meminta kejelasan, apakah yang diucapkan Daffa itu benar. Namun Rara hanya menunduk tak berani menatap balik mereka, bukan karena takut Ferdy dan Rani marah, Tapi karena tangan Daffa yang sudah berada di pinggang Rara, memberi isyarat bahwa Rara harus mengiyakan ucapan Daffa.

" Kenapa wajah kalian seperti itu, masih tidak percaya kalau kami benar berpacaran. Sebaiknya kalian pergi, dan tinggalkan kami berdua. karena aku sangat merindukan gadis ku ini. " Ucap Daffa sambil Membelai Rambut Rara lalu mencium puncak Kepala Rara dan mendarat kan dagu nya di bahu Rara.

Siapa yang tak akan suka diperlakukan seperti itu, bukankah Sikap Daffa sudah membuktikan bahwa Daffa sangat menyukai Rara. Seharusnya sudah mengerti tanpa meminta pembuktian lagi.

Tapi tidak untuk Rara, Rara tidak menyukai sikap Daffa, kenapa ia merasa seperti wanita murahan, yang diam saja diperlakukan seperti ini, ini sama saja ia dengan sukarela masuk kedalam kandang singa yang kelaparan. Tapi ia juga tidak bisa bilang kalau ia pernah menginap di apartemen Daffa, bagaimana tanggapan mereka nanti.

1
Knox Arcadia
memang kesian daffa tp bagiku lebih baik rara lupakan daffa dan mencintai samuel demi nyawa daffa dan org tersayang dia. Lagian samuel gak buruk amat dia jadi kejam pun karna rara tak setia dengannya
Knox Arcadia
aku harap samuel buat rara tergila gila dengan firinya dan kau buat rara jadi psikopat kepada sesiapa yg benci samuel
Qaisaa Nazarudin
Udah malas bacanya...🙄🙄🙄 Alurnya gak sesuai denga Ekspektasi aku..
Qaisaa Nazarudin
LHO KOK SAMUEL😱😱😱😳😳😳 KU PIKIR DAFFA..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rara harus bisa bicara,Karena inilah saat nya kalo Rara ingin terlepas dr Sam..
Qaisaa Nazarudin
Fhuuhh lega aku,Berikan dia hukuman seumur hidup,biar tau rasa dia..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ternyata Ferdy juga ada,Gimana ceritanya mereka bisa ada di sini? Terus Samuel kemana?
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo beneran itu Daffa lega aku..
Qaisaa Nazarudin
Benar2 Gila si Samuel,Aku Benci Samuel..Dasar Egois..😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Lho kok gitu sih,Tapi aku kebih suka kalo Rara bersama Daffa,Samuel kenapa sih suka banget merebut kebahagiaan Daffa,Lagian Tiara kok diam aja sih..ckk
Qaisaa Nazarudin
Sama lacar sendiri tapi g ada romantis2 nya..
Yurika23
hayoloh Rara...keliatan juga kan...
Yurika23
seru juga...
Otih Nuraeni
Lumayan
Otih Nuraeni
kayanya seru ini Thor
Devi amalia Elfaoji
bagus sekali
Lyana Gunawan
wehh dah bucin nii si ara
Lyana Gunawan
jiwa jomblo ku meronta"
Lyana Gunawan
aduhhhh jd pingin
Lyana Gunawan
aku yakin Daffa suka sama ara waktu di liat di panti deh soalnya kan mama nya temenan sama ibu angkat nya ara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!