NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan

Bagas dan Tiara sedang makan bakso sambil mengobrol.

"Baksonya enak yahh," kata Tiara.

"Enak dong, apalagi makannya bareng gue," jawab Bagas.

"Hmmm ... iyaa sih, jadi kangen."

"Kangen apa?" tanya Bagas.

"Dasar cowok," kata Tiara memukul manja.

"Lah? kok dasar cowok," kata Bagas.

"Iiiihhhh kamu mah."

"Ooo kode nih?" kata Bagas sambil tersenyum tiba-tiba Bagas menciumnya.

Tiara tersenyum malu, lalu berkata.

"Mulai dari nol lagi nih?"

"Iyaa. Full yaa."

"Bukan ngisi bensin Bagas," kata Tiara kesel manja.

"Iyaa, aku bakal selalu ada kok," jawab Bagas tersenyum, tiba-tiba terlintas wajah Anna lalu ia melamun.

"Kamu gapapa?" tanya Tiara.

"Ohh iyaa gapapa."

Setelah makan bakso Bagas hendak mengantar Tiara pulang, mereka di hadang oleh beberapa orang berjubah di jalan yang sepi.

"Gawat," kata Bagas panik.

Mereka menghampiri Bagas dan Tiara, Bagas melawan orang berjubah itu.

"Tiara pergi dari sini!!" kata Bagas.

Saat Tiara hendak pergi, ia di cegah orang dua orang berjubah. Tiara di tangkap.

"Toloooooong!!!" teriak Tiara.

Bagas yang melihat langsung menghimpun tenaga dalam lalu memukul mereka satu persatu.

"Kau mau wanita ini, datanglah ke istana Adilaga," kata seorang berjubah.

kemudian mereka menghilang membawa Tiara. Bagas kembali ke rumahnya, bergegas untuk tidur. Namun ia tidak bisa tidur. Bagas berfikir keras.

"Gue harus selesai kan ini semua. Kalo gak, semua orang terdekat gue hidup dalam bahaya," kata Bagas, ia terdiam sejenak lalu berkata.

"Alvin."

***

Bagas langsung berangkat ke rumah sakit menjenguk Alvin. Ia pun masuk ke ruangan, tempat Alvin di rawat.

"Halo bro, kemana aja lo?" tanya Alvin.

"Gimana kata dokter?"

"Gue gapapa, gak ada tulang yang patah kok."

Bagas melihat kondisi lalu berkata.

"Tiara di culik Vin?"

"Kok bisa? sama siapa? ada kaitannya sama dunia itu?"

"Iya. Gue harus selametin dia. Tapi, gue gak bisa tidur. Gue harus masuk secepatnya ke dunia itu."

"Lo udah yakin bisa ngelawan pimpinan dari mereka, kemarin aja lawan prajuritnya satu orang aja susah. Liat gue sampe begini."

"Yaa itu dia, gue harus latihan dulu sama Ki Sanjaya."

"Siapa tuh?"

"Dia pendekar gitu, sakti. Setidaknya gue pelajarin beberapa ajian dulu, gue harus secepatnya selamatin Tiara."

"Tapi lo gapapakan Vin? gak ada gangguan, atau orang yang mencurigakan," lanjut Bagas.

"Gak ada sih. Lagian, besok juga udah bisa pulang," kata Alvin.

"Gue nginep di sini yaa, sekalian jaga-jaga."

"Iyaa gapapa nginep aja. Lagian gue jadi ngeri anjimm."

Bagas tiduran di sofa dalam keadaan yang masih gelisah, Alvin yang melihatnya pun berkata.

"Kalo lo mau cepet tidur, harus tenang dulu."

"Gimana mau tenang, kalo keadaan nya gini."

"Eh. Gimana lo di dunia itu? ngapain aja?" tanya Alvin.

"Gue harus belajar beladiri dulu, terus cari pusaka, mustika. Baru bisa ngelawan tuh pemimpinnya."

"Wih, berarti emang sakti tuh, si siapa?" tanya Alvin.

"Adilaga," jawab Bagas.

"Nah itu."

"Iyaa. Gue juga gak tau nanti berapa lama latihan sama Ki Sanjaya"

"Wah seru tuh. Latihan silat gitu ya? asik gak tuh guru lo?"

"Iyaa begitulah, orang nya suka becanda gitu tapi garing. Pernah keceplosan gue katain garing."

"Parah lo. Biar pun gak lucu, ketawa aja. Lagian biasanya kalo orang suka becanda gitu, sekali nya serius. Bakal serius banget orangnya."

"Iya juga sih, gue juga harus jaga sikap di sana."

"Nah betul. Yaa lo kan di sana dianggep jadi ksatria gitu. Jadi, harus lebih berwibawa lah. Jangan kayak pas di dunia kita," kata Alvin.

"Sekarang lo fokus dulu, tenangin diri. kalo masih belum bisa tidur. Ya mau gak mau nunggu malem," lanjut Alvin.

"Iyaa Vin. Yaudah kayak nya gue cari angin aja dulu keluar."

"Okee okee, kalo balik kesini bawain cemilan. Bosen gue makan bubur."

"Hooh nanti gue beliin."

Bagas keluar dari ruang rawat inap. Pergi ke sebuah taman, ia duduk sambil melamun.

"Mas," sapa seorang pedagang tahu.

"Oh iya pak."

"Tahu mas. Lima ribu aja."

"Iya mas, saya beli dua bungkus."

Pedagang tahu itu memberikan dua bungkus tahu pada Bagas, lalu berkata.

"Saya liat dari tadi masnya melamun di sini, lagi ada masalah mas?" Duduk di sebelah Bagas.

"Iya mas. Saya gak bisa tidur," kata Bagas sambil memakan tahu.

"Ooo begitu, semoga bisa cepet selesai ya masalahnya."

"Siap pak," kata Bagas sambil menunduk.

"Dan semoga bisa cepet menyelamatkan Tiara."

Mendengar itu, Bagas langsung menoleh ke samping. Pedagang tahu itupun hilang. Bagas kebingungan lalu menemukan secarik kertas.

"Apa ini?" Bagas melihat secarik kertas.

Kertas itu berisi alamat sebuah rumah. Tanpa berpikir panjang Bagas langsung bergegas menuju alamat tersebut.

***

Sesampainya disana terlihat rumah mewah. Ia bertemu dengan beberapa orang berpakaian rapi.

"Bagas?"

"Iya saya."

"Kamu sudah ditunggu."

Bagas pun di persilahkan masuk. Ia di antarkan ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu ada seorang yang sudah menunggunya.

"Duduk."

lalu Bagas pun duduk, lalu bertanya.

"Kalian siapa?"

"Perkenalkan, saya Doni." Mengajak bersalaman.

"Kami tahu kejadian tadi pagi. Ada yang menculik temanmu kan."

"Kami bisa bantu, kamu tinggal terima beres. tapi ada syaratnya." lanjut Doni.

"Apa?"

"Gue mau lo di pihak kami. Lo bakal dapetin apapun yang lo mau, uang, kekuasaan dan lain-lain."

Bagas melihat tatto buaya di leher nya.

"Kalian bukan dari dunia ini."

"Tentu saja. Lo juga bukan dari sini kan. Kita dari tempat yang sama."

"Bedanya, di dunia ini orangnya sangat gampang terpengaruh dan di adu domba. Dan itu menjadi peluang kita untuk menguasai. Ayo lah bergabung dengan kami," lanjut Doni.

"Takdir telah menjemputku untuk kembali. Jadi aku akan tetap mengalahkan Adilaga." kata Bagas.

"Hahaha ... Adilaga. Biarkan dia menguasai dunia yang hampir hancur itu."

"Dan saya juga yakin dunia ini akan hancur jika kalian masih menetap di sini," kata Bagas.

"Keras kepala lo," Kata Doni lalu menepuk tangannya.

Sekelompok pasukan bersenjata masuk keruangan itu bersiap menembak Bagas, Doni pun bergabung dengan pasukannya.

"Pilih bergabung atau mati di sini?"

"Gue tau kenapa kalian kesini. Di dunia itu kalian cuma jadi penjagal miskin."

"Beraninya menghina kami. Lo bakal nyesel sama keputusan lo itu."

"Karena kalian memang hina. Siluman," kata Bagas.

"Beraninya pakai senjata," lanjut Bagas.

Doni merasa terhina, kemudian menyuruh anggota menjatuhkan senjata.

Mereka maju menyerang Bagas. Dengan kemampuannya Bagas melawan mereka dengan sekuat tenaga. Karena sudah lumayan kewalahan, ia berlari mengambil senapan mesin yang ada di lantai lalu menembak mereka semua.

Sekarang hanya tersisa Doni di ruangan tersebut. Doni berubah ke wujud siluman nya menjadi seekor buaya yang besar yang telah berevolusi menjadi monster.

"Wujud dan perilaku lo sama aja. Sama-sama jelek," hina Bagas.

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!