NovelToon NovelToon
Unforgettable

Unforgettable

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:865.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kasih Kurnasih

Arga Aldiano siswa tampan berprestasi, multi talent, dan idola di SMA kencana. Dipuja kaum hawa adalah takdirnya. Dingin dan cuek itulah sifatnya. Peduli? bukanlah bagian dari hidupnya. cowo yang dijuluki sebagai Badboy ini adalah cowo yang paling di takuti seisi sekolah. Lalu apa jadinya jika cowo seberbahaya Arga justru di lindungi oleh seorang cewe culun? Apakah mungkin? bagaimana bisa?

Fika Pricilla, adalah gadis biasa yang memiliki ciri khas yaitu dua rambut berkepang dan kaca mata besar menutupi matanya yang sipit.

Berbagai pertentangan terus menggeluti keduanya. lalu bagaimana mungkin cewe berambut kepang itu mampu melindungi seorang Arga?

Simak ceritanya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasih Kurnasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat

Siang ini matahari memancar begitu terik. Lapar dan juga dahaga mulai terasa terutama saat bell pertama berbunyi. Seluruh siswa keluar berhamburan menuju ke tempat yang sama yaitu kantin sekolah.

Seperti biasanya, suasana kantin selalu padat. Bahkan saat ini sudah tidak ada tempat lagi untuk duduk di sana. Anak lain pun memilih membawa makanannya ke kelas atau menyantapnya di taman sekolah.

Suara ricuh para siswa untuk memilih menu makanan yang berjejer berbagai pariasi makanan semakin menggoda selera dikala perut mereka yang terus berteriak meminta asupan. Banyak siswa yang rela mengantri panjang untuk menunggu pesanannya di ladangi.

Sama halnya dengan cewe yang saat ini tengah berdiri sambil berjinjit untuk melihat seberapa panjang lagi antrian di depannya.

"Buset! Masih panjang banget. Bisa mati kurus gue disini."

Gadis berambut pendek lurus berwarna cokelat itu mengibas-ngibaskan tangannya karena merasa lelah dan juga panas, karena sejak 10 menit yang lalu ia sudah berdiri untuk mengantri. Namun beda halnya dengan gadis yang berada tak jauh dari posisinya berdiri yang justru terlihat tenang sambil membaca buku walaupun dalam suasana ramai.

Gadis bernama Lussy itupun mendengus lalu menyenggol sikutnya. "Cuy, gue heran sama lo sumpah."

Gadis berkepang itu akhirnya menatapnya.

"Heran kenapa?"

"Gini yah, menurut teori gue. Disini itu suasananya panas alias mengakhawatirkan."

Ia menyernyit.  "Mengkhawatirkan?"

"Iyeh, mengkhawatirkan antara perut gue sama bau bakso di sana. Nah, intinya gue lagi laper banget di tambah udaranya panas dan juga ngantri panjang. Kepala gue jadi pusing. Apalagi liat lo baca buku, pala gue makin ruwet tau gak!?”

Gadis itu menyicingkan mata. "Maaf Lussy, tapi jujur Fika nggak ngerti."

"Lo gak ngerti?"

Fika menggeleng sebari memasang muka polos.

"Sama gue juga! Udah lupain aja, gue juga bingung ngomong sama lo." Lussy membuang nafas kasar. "Anggap aja gue lagi ngelantur akibat kelaperan."

Fika mengangguk dan kembali membaca. Lussy adalah teman sebangku Fika dan menjadi sahabat satu-satunya yang ia miliki. Dari sikapnya yang baik, pemberani dan juga gokil, membuat Fika selalu merasa nyaman sekaligus terhibur saat ada bersamanya.

Walaupun ia sendiri terkadang tidak mengerti apa yang sedang dibahas cewe itu. Selaian itu, Lussy termasuk siswa pintar di kelasnya otomatis dialah yang selalu membantu Fika dalam hal belajar, sekaligus orang yang selalu memarahinya saat mengerjakan tugas matematika.

Entah sudah berapa menit lamanya, namun pesanan Lussy dan Fika telah selesai dibuat. Terlihat sekali bagaimana girangnya Lussy saat menerima pesanan bakso ekstra pedas itu dengan penuh suka cita. Bahkan ia langsung menarik tangan Fika untuk segera duduk di meja kosong yang menghadap ke taman sekolah.

"Fik, lo makan yang banyak biar gendutan dikit." Ucap Lussy sambil melahap dan mengunyah baksonya.

"Fika nggakmau gendut."

Lussy mengunyah bakso kedua dan menyeruput mienya dengan cepat. "Elah, jadi gendut itu belum tentu jelek. Tapi justru yang gendut itu gemesin. Kaya gue." Ucapnya riang sambil tersenyum dengan mulut penuh.

"Ya, Lussy kan emang cantik. Sedangkan Fika enggak."

Cewe berambut pendek itu pun kemudian meminum tehnya. "Kata siapa lo gak cantik?"

"Kata Fika barusan."

Lussy mendecak. "Denger Fik, cantik itu relatif. Dan setiap orang menilai lo bisa dari segi apapun, yang cantik belum tentu cantik. Dan yang jelek belum tentu jelek. Intinya, cantik itu bukan karena fisik aja, melainkan dari hati dan perbuatan seseorang. Dan semua cewe akan terlihat cantik dengan caranya sendiri."

Ia kembali memakan satu baksonya. "Lagian, yang menilai lo cantik atau enggaknya itu orang lain bukan diri lo sendiri. Dan menurut gue, lo itu cantik. Gue yakin suatu saat nanti bakal ada cowo yang bilang lo cantik. Ya gak?"

"Gaktau."

Lussy menghela pasrah. "Cuy, kenapa yah tiap gue ngomong sama lo gue rasanya ngomong sama tembok. Datar tanpa ekspresi. Padahal gue udah ngomong panjang lebar juga. Gakliat mulut gue udah berbusa karena lo?"

Fika tidak menjawab ocehan Lussy, ia hanya fokus melihat kearah belakang punggung Lussy. Jantungnya seketika mulai berdebar, tangannya memegang mangkuk bakso dengan erat.

Bagaimana tidak? Segerombolan cowo-cowo kece dan juga cool setengah mati kini mulai memasukki wilayah kantin membuat semua pasang mata tertuju pada mereka. Para cewe di sana pun mulai membereskan penampilan masing-masing berharap mendapat perhatian. Bahkan tidak banyak dari mereka yang sedang siap untuk merekam kedatangan mereka dengan antusias. Siapa mereka? Tentu saja mereka adalah cowo para pemain basket.

Bukan hanya modal skill yang mereka miliki dalam bermain basket, tetapi mereka menang segala-galanya dalam hal ketampanan. Sebenarnya yang membuat Fika semakin tegang bukan karena para cowo itu duduk di belakang kursinya, tetapi yang membuatnya merasa terganggu adalah adanya kehadirian cowo super duper dingin yang selalu melihatnya dengan tatapan membunuh. Siapa dia?

Siapa lagi jika bukan Arga Aldiano, kapten basket paling hot sejagat. Cowo dingin itu berjalan di posisi paling depan, rambutnya yang basah karena keringat membuat para cewe semakin meleleh terutama saat ia mengibaskannya dengan cepat. Bak Justin Bieber.. OMG .. Mungkin para ladies akan semakin histeris.

"Jangan takut.. jangan takut... kamu pasti bisa!" Gumam Fika sambil menunduk untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Ekhemm.."

Suara deheman  seseorang yang baru saja ia dengar membuatnya mendongkak. Dan secara reflex Fika pun kembali  mencekal mangkuk baksonya.

Sedang apa mereka disini? Batin Fika.

Segerombol tim lengkap dengan baju berwarna kuning-kuning dan juga seksi.  Baju khas yang di design khusus untuk anak-anak Cherleeders yang memiliki tubuh semampai dan sama tinggi dengan paha profesional yang terekspose secara riya menjadikannya sebagai bahan penggoda iman kaum lelaki.

Siapa yang tidak kenal dengan para anggota Chear? Mereka adalah princes-princesnya sekolah ini sekaligus si pemilik followers terbanyak di sosmed. Tergantung dengan kualitas wajah, dan keseksiannya.

Fika saat ini berada di posisi yang benar-benar tidak nyaman sekaligus terancam, bukan hanya karena posisinya yang berada di belakang anak basket, tetapi ia juga berada di tengah-tengah anak tim Cherleaders yang selain terkenal dengan kecantikannya mereka juga terkenal dengan keangkuhannya.

Namun, Fika berusaha menenangkan dirinya saat salah satu dari mereka mulai duduk disampingnya secara paksa.

"Wah wah wah.. cewe-cewe cupu lagi pada makan nih."

Fika hanya diam sambil menunduk, namun veda halnya dengan Lussy yang justru mulai mengangkat kepalanya yang tertunduk.

"Kenapa? Mau lo? Kalo mau beli noh, masih banyak." Unjuk Lussy langsung tanpa berfikir panjang dan begitu santai bahkan tidak peduli dengan keberadaan mereka.

BRAKKK!

Cewe bernama Sherla menggebrak meja sangat keras, sehingga membuat kantin hening sesaat. Para cowo di belakangnya pun ikut berbalik antusias menyaksikan seolah mereka bisa menebak akan ada kejadian seru saat ini.

"Berani banget lo ngomong kaya gitu!"

Cewe bernama Sherla itu berdiri tepat di hadapan Lussy, namun sepertinya tidak membuat Lussy takut. Justru ia kembali memakan baksonya.

"Lussy, pindah yuk." Ucap Fika begitu pelan.

Lussy pun mengentikan makannya dan mematap Fika. "NGAPAIN KITA PINDAH FIK, ORANG KITA YANG DULUAN. MEREKA YANG HARUSNYA CARI TEMPAT LAIN!" Lussy berteriak begitu lantang memenuhi kantin yang hening tanpa ada rasa takut sedikitpun.

"Heh cabe! Lo gak denger kata si cupu?! Mending lo pada pindah! Gak pantes lo duduk disini!" Teriak Sherla tak kalah tingginya. Sepertinya detik ini juga amarah Lussy mulai naik.

BRAKKK...

Tanpa terduga Lussy yang justru menggebrak meja sangat keras bahkan mangkuk baso di atas meja pun ikut terangkat. Suasana semakin mencekam semua tertuju pada Lussy yang tengah meluapkan emosi. Fika pun ikut berdiri dan berusaha keras memberi aba-aba padanya agar tetap tenang.

"Heh kacang gak punya isi! Emangnya ini meja punya emak lo apa? Seenaknya main usir. Lo aja yang pergi dari sini!"

Suara-suara heboh dari siswa lain memberi tepukan hebat pada keberanian dan juga nyali banteng Lussy. Namun justru disinilah Fika mulai merasa takut, dikarenakan Sherla telah mengepalkan tangannya dengan mata membulat sempurna bersiap menyemprot pedas Lussy di depannya.

"Dasar cupu! Lo gak tau siapa gue hah?!"

"Gue tau kok! Lo itu cewe kegatelan, centil, cerewet, angkuh, sombong, sok kaya padahal enggak. Dan satu lagi, sok CANTIK!"

Kini bukan hanya Sherla yang terbelalak dengan perkataan Lussy. Bahkan Fika pun ikut kaget mendengar perkataan Lussy yang begitu mencengangkan. Semua orang menganga tidak percaya. Para cowo basket di belakangnya pun ikut tertawa keras sekaligus bertepuk tangan untuk Lussy.

Kini Sherla telah di permalukan oleh adik kelasnya sendiri. Mau ditaruh di mana mukanya? Dengan suara sorakan semakin memuncak untuk Lussy yang menghinanya. Tentu ia tidak akan tinggal diam, ia mulai melangkah memutari meja dan menghampiri Lussy di sana. Teman-teman Chernya pun ikut menahannya agar Sherla tidak melakukan hal yang tidak diinginkan namun tidak berhasil.

"Lussy, udahan yuk. Kita ke kelas yuk."

Fika berusaha meraih tangan Lussy namun terlambat karena dia telah berbalik berhadapan dengan Sherla.

"Apa lo?" Ucap Lussy dengan kepala mendongkak.

Kemarahan Sherla telah berada di ujung tanduk.

"Kurang ajar lo!"  Tangan Sherla terangkat bersiap menampar Lussy di depannya.

Namun. "Sher!" Pergerakan Sherla tertahan karena tangan lain menahannya.

"Cukup Sher." Ucap tenang seorang cewe cantik putih bertubuh tinggi dengan rambut tergerai bebas hingga dada.

Pandangan cewe itu akhirnya tertuju pada Lussy yang masih melotot ke arah Sherla.

"Maaf yah de, atas sikap anggota kita yang kurang berkenan ini. Mungkin sebaiknya kalian kembali ke kelas aja yah. Tolong.. sekali." Ucapnya begitu sopan nan lembut.

"Pergi lo!" Sentak Sherla.

"Gak usah ngegas lo! Biasa aja!" Lussy akhirnya berbalik menatap Fika di sampingnya dan meraih tangannya. "Fik kita balik! Orang waras ngalah."

Fika mengangguk lalu berjalan keluar area kantin dengan cepat karena takut jika Sherla semakin mengamuk. Dan di tengah kepergiannya Sherla masih juga  terdengar mengoceh disana.

"Kamu berani banget Lussy, aku hampir aja jantungan tau."

"Halah! Terkadang orang-orang kaya mereka itu sekali-kali harus dilawan. Atau mereka bakal terus menindas, emangnya kita kutu main tindas-tindas aja."

"Tapi mereka itu kakak kelas kita Lussy."

"Bodo amat! Kalo menyangkut harga diri itu gak ada sangkut pautnya sama tingkatan kelas Fik."

"Heem iyasih."

"Makanya."

"Yaudah Lussy yang sabar yah, sekarang lupain aja."

Lussy mendengus mengeluaran kesal teramat kesal. "Lama-lama gue jadiin lemper basah tu anak. Kezel gue."

1
lizkook
xmz z. z. .z z
Sunarsih Bagus Inara
thor karakter ceweknya dibikin sesempurna mungkin agar bisa menandingi si aga
Herta Siahaan
isss jgn terlalu mudah percaya Fika. buat dia bener2 berubah
Herta Siahaan
dah berapa kali dihina masih jg g ngerti duh Fika saya yg jdi nangis. dah doonkkkk Fika jgn lagi terlalu baik
Herta Siahaan
duh Fika jgn terlalu lugu deh. terlalu hina kali.
Herta Siahaan
belum tahu kenapa fika bisa sampai dikeluarga arga dan Fika please deh ,. culun sich boleh tpi jgn terlalu lah sayang. dah dihina gitu dah biarin aja arga
kusyiwa hiroshi
menurut saya, lbh baik settingannya bukan anak SMA, krn saya rasa ceritanya terlalu sadis utk anak usia dibawah 20th..hanya saran saja 👌😊
Suryani
ternyata aku salah menebak kali ini yg aku kira ikbal jahat gk taunya gino yg mala jahat
Suryani
oh ternyata seperti itu ceritanya
Suryani
apa arga udah punya anak
Suryani
banyak misteri
Suryani
emang ada visual nya ya kok aku gk ada ya
Suryani
😴😴😴
Suryani
masih tanda tanya siapakah sebenarnya alan
Suryani
klu tebakan ku sih ikbal itu jahat soalnya ni ceritanya hampir mirip sama ceritanya aska dan salsa yg berjudul cinta dan masa lalu
Suryani
emang ma2 nya kemana thor
Suryani
ini ceritanya hampir mirio sama yg judulnya cinta dan masa lalu
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Awal Ginting
kamu yg sabar mungkin suatu hari nanti seseorg itu akan mencintaimu km semangat jgn bersedih🌹🌹🌹❤️❤️
Sudaryanto
aku sayang you
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!