NovelToon NovelToon
LET ME LOVE YOU

LET ME LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pansy Miracle

Venus Bach, melarikan diri dari mansion milik keluarganya. Ia beruntung karena bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang akhirnya mempekerjakan dirinya di rumah menantunya sebagai babysitter untuk cucunya. Redley Smith, putra bungsu Keluarga Smith, jatuh hati pada Venus, babysitter keponakannya. Namun, Venus membentengi dirinya dari makhluk bernama laki-laki. Apakah Red akan berhasil meluluhkan hati Venus? Ataukah semakin membuat Venus menjauh dan menutup dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIAPA DIA?

Oekkk oekkk oekkk …

Terdengar suara tangisan bayi yang saling bersahutan. Hal itu sudah biasa terdengar sejak dua hari yang lalu di Mansion utama Keluarga Smith, saat Vanilla datang membawa kedua bayi kembarnya, Kenzo dan Kirei.

Namun, kali ini tampak berbeda karena tangisan Kenzo dan Kirei bukanlah karena lapar, haus, popok basah ataupun mengantuk, melainkan karena Kazuo yang terus saja mengganggu kedua adiknya.

“Zu!” Venus sedikit menekan suaranya ketika melihat Kazuo mengangkat sebelah tangan dan ingin memukul wajah Kenzo.

Kazuo langsung menoleh ketika mendengar suara Venus dan ia perlahan menurunkan tangannya tersebut ketika melihat Venus menggelengkan kepalanya. Namun, itu tak menghentikan tangan Kazuo. Anak pertama Ryu Higuchi itu langsung meletakkan telapak tangannya di atas wajah Kenzo dan sedikit menekannya. Sekali lagi Kenzo pun menangis. Hal itu berdampak pada Kirei yang tengah tertidur, putri Ryu itu ikut menangis.

Vanilla yang baru keluar dari kamar mandi, hanya bisa menghela nafasnya pelan namun panjang. Ia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kazuo yang sepertinya sedang cemburu dengan kedua adiknya.

“Zu sayang,” panggil Vanilla. Kazuo menoleh lalu berjalan ke arah Vanilla. Ia langsung memeluk kaki Vanilla dan mulai merengek.

Venus mencoba menenangkan Kenzo dan Kirei dengan menepuk perlahan tubuh keduanya, hingga akhirnya kembali tertidur.

“Maafkan saya, Nyonya,” kata Venus merasa bersalah.

“Ini bukan salahmu. Kazuo sepertinya ingin bermanja-manja denganku dan cemburu karena aku lebih banyak bersama adik-adiknya,” kata Vanilla, “istirahatlah dulu, biar Zu bersamaku.”

“Tapi, Nyonya. Anda juga perlu istirahat,” kata Venus. Ia tak ingin dimarahi oleh Ryu jika hanya makan gaji buta, karena membuat Vanilla harus menjaga Kazuo di waktu istirahatnya.

“Aku sudah banyak istirahat. Kenzo dan Kirei tak terlalu rewel di malam hari, jadi aku bisa tidur lebih banyak. Pergilah, makan dan nikmati waktumu,” kata Vanilla.

“Baik, Nyonya,” Venus pun akhirnya undur diri dan langsung pergi ke kamar tidur yang ditempati oleh Kazuo dan dirinya. Ia tak ingin bersantai dan akan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.

Selain itu, ia tak ingin diam dan pada akhirnya termenung. Itu membuatnya kembali teringat pada pikiran buruk yang ingin ia hilangkan dari dalam pikirannya, yang sampai sekarang masih terus menetap di sana.

***

“Siang, Aunty!” sapa Redley pada Joyce.

Wanita paruh baya itu tengah menyiram tanaman yang ada di halaman depan panti miliknya. Redley yang baru saja sampai, membuka kaca jendela mobil dan menyapa wanita yang sudah seperti orang tua keduanya.

“Halo, Red. Tumben kamu datang, biasa kamu datang di akhir minggu.”

“Aku sedang senggang, Aunty. Selain itu aku …”

“Kamu ingin segera mengetahui apakah Aunty sudah menemukan seseorang yang kamu maksud itu kan?” tanya Joyce.

Redley tersenyum karena Joyce mengetahui maksud kedatangannya. Namun, sejak hari di mana ia berbicara dengan Joyce, ia merasa tak sabar untuk kembali ke panti dan bertanya.

“Apa Aunty menemukannya?” tanya Redley.

Joyce menghela nafasnya pelan lalu menggelengkan kepalanya, “data yang Aunty miliki hanya nama-nama donatur yang pernah membantu panti ini. Tapi untuk nama anggota keluarga mereka, Aunty kurang tahu.”

“Tidak apa, aku bisa mulai mencarinya dari sana,” kata Redley.

Joyce mengambil sebuah map yang berisi copy dari nama-nama donatur yang pernah dan masih membantu panti asuhan miliknya.

“Tapi Aunty mohon jangan sampai data ini diketahui oleh orang lain. Hanya dirimu saja yang boleh membacanya, Red.”

“Aku mengerti, Aunty. Terima kasih,” ujar Red kemudian mencium pipi Joyce. Joyce tersenyum kemudian menepuk bahu Redley, “pergilah, kamu pasti sudah tidak sabar untuk memeriksa data-data itu.”

Redley menganggukkan kepala kemudian berpamitan pada Joyce. Joyce menatap kepergian Redley lalu menghela nafasnya sekali lagi, “Aunty berharap kamu menemukan kebahagiaanmu, Red. Kamu adalah pria yang baik. Kamu pantas mendapatkan gadis yang baik.”

***

Sesampainya di apartemen, Redley langsung duduk di sofa dan mulai membuka map yang diberikan oleh Joyce. Ia memegang erat map tersebut berharap ia akan menemukan sesuatu yang akan menadi kunci utama dari awal pencariannya.

Redley dengan perlahan membukanya. Satu lembar, dua lembar, tiga lembar, bahkan hingga lembar ke sepuluh, ia semakin sakit kepala. Hal itu karena hanya ada nama-nama saja di sana.

Ia memegang kepalanya kemudian menarik tambut bagian samping untuk melampiaskan rasa kacau di dalam hatinya.

“Mengapa sulit sekali untuk bertemu denganmu. Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu. Jika pun kamu sudah menikah, aku akan mencari kesalahan suamimu agar aku bisa merebutmu darinya,” gumam Redley.

Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa san mengangkat tangannya ke atas untuk merilekskan tubuhnya. Kepalanya sudah cenat-cenut sejak tadi karena melihat begitu banyak tulisan.

Redley mulai memilah satu persatu dari hari di mana ia bertemu dengan sosok yang ia rindukan. Ia mencari kecocokan tanggal tersebut dengan data sumbangan dari para donatur.

Baru saja Redley berhasul fokus, suara dering ponselnya bergema di seantero apartemen. Bahkan ia sampai kaget sendiri dengan dering ponselnya.

Siall, mengagetkanku saja! - batin Redley.

Ia menarik nafas panjang kemudian mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera pada layar. Setelahnya ia menggeser ikon berwarna hijau untuk menjawab panggilan tersebut.

“Ya, Mom.”

“Kapan kamu mau pulang?!” tanya Jessica dengan nada yang berbeda dari biasanya.

“Ada apa, Mom? Apa Mommy sakit?” tanya Redley.

“Apa kamu menunggu Mommy sakit dulu baru kamu akan pulang?”

“Bu-bukan begitu maksudku, Mom.”

“Pulanglah sekarang, kita akan makan malam bersama,” kata Jessica.

Redley menghela nafasnya pelan, “Okay, Mom.”

Redley pun merapikan beberapa lembar dokumen yang tadi ia baca dengan mengembalikannya ke dalam map. Setelah itu ia pergi untuk membersihkan diri.

Dengan melajukan mobilnya biasa, Redley akhirnya sampai di Mansion utama Keluarga Smith. Ia melihat ada sebuah mobil yang tampak asing, yang tak pernah ia lihat.

“Mobil siapa itu?” gumam Redley.

Ia turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam Mansion. Ia melihat ruang tamu kosong, itu berarti tamu yang datang cukup dekat hingga bisa masuk ke ruang keluarga.

“Malam Dad, Mom,” sapa Redley saat memasuki ruang keluarga.

Di ruang keluarga tampak sosok yang dikenali oleh Redley, “Uncle, Aunty!”

Jimmy dan Verlin datang ke London untuk menguris beberapa hal yang diperlukan menyangkut Perusahaan Smith di New Zealand.

“Apa kabarmu, Red?” tanya Jimmy.

“Aku baik, Uncle.”

“Dan ini Lizbeth, putri Uncle,” ujar Jimmy memperkenalkan putrinya pada Redley.

“Red,” Redley memperkenalkan diri.

“Selamat malam, senang berkenalan denganmu,” sapa Lizbeth dengan tatapan malu-malu.

Mereka duduk bersama di ruang keluarga sambil membicarakan beberapa hal terkait perusahaan. Namun Lizbeth yang duduk di sana justru hanya memperhatikan sosok Redley yang sejak tadi memenuhi pandangannya.

Lain hal nya dengan Redley, ia merasa tak nyaman berada di ruangan tersebut. Selain karena pembicaraan bisnis yang ia tak terlalu suka, Redley juga tak nyaman dengan tatapan Lizbeth padanya.

“Aku mau ke kamar dulu, Dad, Mom. Permisi Uncle, Aunty,” akhirnya Red berhasil pergi dari ruang keluarga. Baru saja ia menapak anak tangga demi anak tangga, ia melihat sosok seseorang dengan cepat masuk ke dalam kamar tidur yang ditempati oleh keponakannya Kazuo.

Siapa dia? - batin Red.

🌹🌹🌹

1
D_Mayanti
Luar biasa
Dev..
good job thor👍😁
Dev..
gpp kok thor..karya ini masih seru utk dinikmati..😊
❄️ sin rui ❄️
emang venus sebelum nya udh kenal dekat dengan red? kok mudah sekali jatuh cinta
tuti sriyono
Luar biasa
andhist82
Lumayan
Ran Aulia
Luar biasa

Terimakasih kak ❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍😍
Zahra Khalifa
makin kesini baca makin gak msuk akal,,
serba tiba2,,serba mendadak,,
yg tadinya gadis lemah biasa,tetiba jd kuat,yg dr awal kbur tak ada hp tetiba pny hp,yg tadinya tak d jelaskan asal muasalnya tetiba pny org kepercayaan d mansion ny😅😂
setiap part macam d kejar deadline, kesannya terburu2 sampe yg baca gak dapat fiel ny,gk masuk k hti,,n jadilah baca nya macam baca berita di koran sbb setiap hal gak ada kesan lebih mendalam n detile ny
Hawatus Syahro
💐💐💐💖💖
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🥰🌹
total 1 replies
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak z🥰🙏🏻🌹
total 1 replies
Lenni Namora
semangatttt🥰
Lenni Namora
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹🥰
total 1 replies
niktut ugis
yg di dapat secara instan+ haram bertahan nya tak akan lama anda hrus tau itu bang Vladimir
niktut ugis
hanya karena kepuasan gratis ranjang Edison jadi laki² bodoh + oon
niktut ugis
Daddy Axel katanya org hebat tapi kok dapat info langsung di telan saja tidak di selidiki dulu
niktut ugis
axel ada benar nya juga tapi alangkah lebih baik di telusuri dulu knp venus bisa jadi baby sister
niktut ugis
makan tuch uang haram
niktut ugis
sebegitu hafalnya izebel dg venus..padahal venus pakai topi + masker
niktut ugis
ryu terlalu arogan apalagi sebagai ortu seharusnya tdk emosi d depan anak kecil...bisa bikin trauma si anak
niktut ugis
dech si Vladimir ternyata benalu... nyesek kan Izabel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!