Kira, cewek gaul yang selalu gonta ganti pacar hingga dia di cap play girls oleh beberapa pria,penampilan nya yang sexy selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk setiap pria , Kira hanya ingin mencari pasangan yang sesuai standartnya sendiri, yaitu cowok yang sama sekali tidak mesum, Dia akan selalu meminta putus kalo sampek pacarnya itu mesum,
Sementara Arsya adalah cowok manis, suka mesum, dia juga hipper sex, Arsya juga sering gonta ganti pasangan, sama seperti Kira, Arsya hanya ingin bisa mencari wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Selama ini dia belum pernah menemukan cewek yang sesuai dengan tipenya, apalagi Arsya selalu jijik melihat Kira yang selalu di cap nya murahan.
apakah mereka bisa bersatu setelah tau kebenaran tentang Kira, apakah Arsya dan Kira bisa bersama bersama...???
yuk baca dari pada penasan nie....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
'BAB 6'
Pagi ini Ardi sudah menjemputku,karna semalam dia bilang mulai sekarang akan mengantar jemput ku untuk pergi kekantor bareng sama dia, sesampainya di parkiran saat aku keluar mobil Ardy aku melihat kak Bima yang baru saja keluar dari mobilnya, ya kak Bima mungkin juga baru datang. Aku langsung berjalan ke arah kak Bima beserta dengan Ardy karna memang lift dari parkitan menuju ke atas gedung berada di dekat kak Bima.
“ Pagi kak Bima” Sapa ku, kak Bima tak menjawab dia hanya melirik ke arah Ardi. Dan kita bertiga sudah stay di depan lift.
TING ....🔔
Lift akhirnya terbuka,dan kita bertiga masuk bersamaan.dilantai 1 litf terbuka, ada Ana,Mbak Tyas, dani,dan Juga Raka ( satu tiem dengan mbak Tyas).
“lho Ra, loe kog dari bawah” tanya Ana padaku,
aku hanya tersenyum
“ loe bareng kak Bima ?” kini Dani yang bertanya dengan menebak asal
Mereka semua sepertinya penasaran. “ tadi gue jemput Kira, dan sekarang kita udah jadian, “ jelas Ardi dan itu membuat semuanya terbelabak tak percaya, tapi beda dengan Ana, dia biasa aja tanpa ekspresi.
“ aku duluan ya Ra..” pamit Ardi setelah pintu lift terbuka di lantai 3. Aku hanya melampaikan tangan dan tersenyum. Kini semua rekan kerjaku menatapku.
“ Traktiran lho Ra “ kata mbak Tyas meminta jatah pajak jadian.
“ percuma mbak, di liat dulu aja bertahan berapa lama, nyampek sebulan gue yang traktir “ ikrar Ana menjanjikan, aku hanya tersenyum....
***
Siang ini meting dadakan untuk mengkoreksi berkas yang aku berikan kepada direktur kemaren.,mungkin pagi tadi dia baru mengecek isi map kemaren al hasil makan siang kita semua berantakan.
Team 1 dan team 2 sudah siap di ruang meeting. Mas Bima dan Mbak Tyas duduk sejajar saling berhadapan dan di susul dengan kami para anak buah. Ada aku, Ana,Hendra dan Andra duduk di samping kak Bima sejajar. Sementara di sebrang sana ada Fera, Raka,dani, dan juga Desi... kami team pemasaran yang selalu kompak, menurutku.
Pintu ruang meting terbuka dan ada sosok pria tinggi, putih, manis dan mempunyai wibawa yang sangat kuat, aku terdiam aku merasa tak percaya pria inilah yang aku lihat mesum dua kali, kenapa begitu berbeda, kalo aku gak pernah melihat dia mesum mungkin aku akan jatuh cinta sama dia, tapi yaa..... aku jijik. Penampilan rapinya tidak bisa membungkus kelakuan mesumnya.
“cih..! “ tanpa sadar aku ber decih, dan itu menjadi pusat perhatian seluruh isi ruangan, termasuk bos mesum itu sudah sudah menatapku dengan sinis.
“Anda kenapa?” tanyanya
“maaf pak saya memikirkan hal lain” jawabku asal dan sepertinya aku salah.
”berarti anda tidak fokus “
“ bukan begitu pak saya. . . ”
“ maaf kan dia pak nanti biar saya yang akan memberi peringatan kepada dia” sahut kak Bima yang sebenarnya ingin membelaku.
“ apa anda tidak punya pakaian lain untuk pergi ke kantor” bos itu mulai mengkomeni pakaianku dan sepertinya dia mencari-cari kesalahan.
“ ini. . . ”
“ dan bukankah anda yang kemaren masuk ke ruangan saya tanpa ijin ?” dia memotong ucapanku.
“ saya sudah mengetuk pintu berulang kali tapi anda tak mendengarnya. Jadi saya langsung masuk dan melihat anda . . . ”
“cukup !!” dia memotong ucapanku dan wajahnya mulai memerah, mungkin dia malu jika ketahuan belangnya di hadapan kami seluruh pegawainya.
“ setelah meeting anda saya tunggu di ruangan saya.”
“pak...” kak Bima hendak membelaku lagi cuman sudah tidak bisa.
“ langsung saja kita mulai meetingnya “ sela bos mesum itu, dan aku sudah tidak bisa fokus lagi, aku meggerutu dalam hati dan kesalnya, untungnya kak Bima sangat mengerti dengan keadaan ku, sama sekali dia tidak menyuruhku untuk presentasi.
Kulihat bos mesum itu, dia terus melihat ke arah ku dan membuat ku merinding,aku takut aku menjadi mangsanya kemudian. Aku memalingkan muka. Dan ku tundukkan kepala ku lagi.
-
-
-
-
-
-
-
Next ya readers jangan lupa tinggalin jejak kalian, karna jejak kalian sangat bearti buat aku, terimakasih.