NovelToon NovelToon
Back To The Past

Back To The Past

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.

"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Sudah Berakhir

"Apa kamu pantas mengucapkan kalimat itu, Zen?" tanya Rachel. Dia tidak berbalik. Tetap bicara dengan menatap lurus ke arah dinding.

Baguslah jika Zen membahas ini semua sekarang, jadi dia bisa mengungkapkan semua yang selama ini dia pendam sendirian. Sampai membuatnya sesak dan kesepian.

"Aku bahkan telah mencintai pria lain dan kamu sudah menikah dengan Amanda. Waktu sudah berjalan begitu jauh, Zen. Andai tidak ada kejadian aneh seperti ini kita juga tidak akan bertemu," timpal Rachel pula.

Zen membuang nafas dengan kasar.

"Aku tidak tahu bagaimana kehidupan mu setelah meninggalkan kami semua. Kamu bahkan tidak pamit dengan layak pada kak Ains, orang yang selama ini merawatmu. Tiba-tiba kamu pergi begitu saja. Dan sekarang apa? Rindu? Cih! lebih baik aku dengar kabarmu mati daripada kita bertemu lagi seperti ini," ucap Rachel panjang lebar tanpa ada saringan.

Namun tiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar jelas jika dia merasa marah, kesal dan kecewa.

Sementara Zen mulai menarik pinggang Rachel agar lebih dekat dengannya, mulai merasa satu per satu pengait di punggung sang istri.

Rachel sempat menelan ludah kasar saat Zen mulai menyentuhnya. Hatinya kembali berdesir entah karena apa. Cinta lama yang kembali muncul, atau tetap rasa benci.

Dalam diam Zen terus membuka pengait tersebut, sampai punggung dan pinggang Rachel mampu dia lihat dengan jelas. Namun gaun itu tidak jatuh sebab Rachel menahannya menggunakan kedua tangan.

"Aku tidak punya ganti, jadi aku pakai baju apa?" tanya Rachel ketus, dia buru-buru berbalik saat terasa gaun ini telah begitu longgar.

"Pakai bajuku dulu, Reino baru saja pergi dan membeli semua kebutuhan mu."

"Dimana kamar mandinya?" tanya Rachel lagi, masih setia bicara dengan ketus.

"Sebelah sana." Zen menunjuk sisi kanan diantara mereka.

Saat Rachel masuk ke dalam kamar mandi, dia menuju walk in closet dan membuka semua lemari bajunya yang tertutup. Terserah nanti Rachel menggunakan yang mana.

*

*

Di bawah sana perdebatan masih belum usai meski Zen dan Rachel telah pergi. Kini semua orang justru duduk bersama membicarakan bagaimana baiknya menghadapi situasi ini.

"Aku tidak ingin pernikahan ku dengan Zen gagal Kek, aku telah mencintai dia. Pernikahan kami bukan hanya pernikahan bisnis," ucap Amanda.

Diantara mereka memang Amanda lah yang lebih mencintai Zen, karena itulah dia meminta kedua orang tuanya untuk menjalin kerjasama dengan kakek Jared. Sebab hanya inilah satu-satunya jalan yang bisa dia gunakan. Tanpa dalih kerjasama, dia tak akan mampu menjangkau Zen sampai kapanpun.

"Tapi wanita itu bukan seseorang yang bisa kamu hadapi, Amanda. Dia wanita yang pemberian." Lucas yang menyahut, beda usianya dengan Zen hanya 1 tahun.

Saat ibu Zen masih hamil, ayahnya sudah kembali menikah dengan mama Sonya.

"Aku tidak butuh pendapat mu," balas Amanda.

"Tenang sayang, kamu harus tenang," ucap mama Sonya pada calon menantu tirinya tersebut. "Mama juga tidak setuju dengan wanita itu. Bagi Mama hanya kamu lah satu-satunya menantu yang tepat untuk Zen," timpalnya kemudian.

Kenapa Mama Sonya setuju, sebab dia bisa mengendalikan Amanda. Dengan begini dia pun bisa mengendalikan Zen pula.

"Karena itulah, kamu harus tetap tinggal di mansion ini. Jangan bersedia untuk keluar, hadapi wanita itu dan buat dia keluar dari mansion ini," ucap mama Sonya lagi.

Sementara kakek Jared sudah tak mampu bicara apa-apa. Dia masih begitu terkejut melihat semua perubahan Zen.

Anak yang selama ini telah dia doktrin untuk selalu patuh, kini mendadak berontak karena wanita asing itu.

*

*

Keluar dari dalam kamar mandi, Rachel hanya menggunakan handuk yang melilit di dadanya. Tak ada handuk kimono yang bisa dia gunakan.

"Mana baju ganti ku?" tanya Rachel.

"Pilihlah di walk in closet, terserah mu mau pakai yang mana. Ruang gantinya juga ada di sana, apa ingin aku temani?"

"Cih!" balas Rachel dengan cepat, dia segera menuju tempat yang ditunjuk oleh Zen. Masuk ke ruang walk in closet yang sangat luas.

Dia bahkan tidak memiliki tempat seperti ini di rumah, kehidupan Zen benar-benar berada jauh di atasnya.

Di Servo mungkin dia seorang nona muda, tapi di tempat ini Rachel merasa begitu kecil. Namun meski begitu dia tak pernah mau merendah, Rachel akan tetap menjunjung tinggi harga dirinya sendiri.

Rachel mengambil Hoodie milik Zen dan memakainya. Hanya Hoodie ini saja yang bisa dia gunakan. Semua celana Zen kebesaran untuk pinggangnya.

"Hais, tidak nyaman sekali!" kesal Rachel, karena dia tidak memakai dallaman.

Keluar dari ruangan itu Zen langsung menatap ke arahnya lurus. Menatap lekat penampilan Rachel yang terlihat seksi. Benar saja, kini gadis itu bukan lagi anak ingusan di masa SMA. Kini Rachel telah tumbuh jadi gadis dewasa.

"Jangan menatapku seperti itu!"

"Kamu sangat cantik."

"Diam!" kesal Rachel. "Apalagi setelah ini, aku ingin segera pulang ke kota Servo," timpalnya pula.

"Aku baru saja menelpon kak Damian, kamu akan berada di sini dalam kurun waktu yang cukup lama dan dia mengerti. Jadi tidak perlu cemaskan apapun," jawab Zen, Damian adalah kakak Rachel.

"Bagaimana caranya aku menjelaskan padamu. Setelah kamu pergi aku juga memiliki kehidupan ku sendiri. Ini bukan tetang kak Damian atau pun keluarga yang lain, ini tentang kehidupan pribadi ku," jelas Rachel.

Dan mendengar ucapan Rachel, Zen sangat tahu kemana arah pembicaraan ini. Pasti tentang pria yang selama ini jadi kekasih Rachel, yaitu Harley.

Mengetahui Rachel begitu memikirkan tentang pria itu membuat Zen cemburu. Dia maju untuk mengikis jarak, namun Rachel justru mundur sebab merasa terintimidasi.

"Sekarang kamu adalah istriku Hel, itu artinya hubunganmu dengan pria itu sudah berakhir," ucap Zen.

Rachel tersudut di dinding.

1
Lia Nurliana
ini mah bukan kembali ke masa lalu tapi kembali ke tahun kemarin eeh,,
Bunga
aku penggemar mu thor
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Maya Ulfa Trirahyu
kisah. lucas dan aurora adakah thor..
mini
dua r😄
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
Siti Nur holisa
cerita seru" thorrr😍
༄⃞⃟⚡D€e
yahh..meninggal jugaa 🥺🥺
༄⃞⃟⚡D€e
akhirnya sadar juga kamu Zen

jahat bener tuh kakek tua
༄⃞⃟⚡D€e
mencurigakan..jngn2 ada racunnya
Arhuba Barta
Kenapa gak kembali waktu orang tuanya masih hidup? Keberatan aku Thor
Arhuba Barta
Jika bibirmu sampai kebas, anuku jadi tegas
Arhuba Barta
yang pasti bukan daku ya Zen, daku hanyalah pelengkap penderita
Nanik Kusno
Udah khatam yang Aylin Kak Othor....
Nanik Kusno
Horeeeee...... bahagia semuanya.....👏👏👏👏👏👏👏👍👍👍👍
Nanik Kusno
Mauuuuuu.....☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Woooooooowww..... keluarga Lynford turun tangan....g ada yang bisa mengusik Zen....👏👏👏👏👏👏👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Mesti ..... nggantung.....🥴🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Benar2 berantem ala kakak beradik...☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Gimana kalau Rachel ini sekarang pacar rasa istri bagi Zen....🫢🫢🫢🫢🫢🫢
Nanik Kusno
Kak Othor emang kereen......👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Woooooooowww..... seandainya aq bisa menjadi salah satu dari mereka.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!