Kehidupan Ringgo yang selalu dibully tiba-tiba berubah saat ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang ternyata seorang siluman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enem
Melihat Mustika miliknya bersinar di tubuhl orang lain membuat Ningrum berusaha mengambilnya kembali.
Namun saat ia hendak menyentuh Ringgo, Wisnu dengan cepat menghentikannya.
"Kondisinya belum stabil, jadi jangan lakukan kontak fisik dulu," ucap Wisnu dengan suara berat
"Ehem!"
Nayra berdehem seolah memberi isyarat kepada Wisnu. Lelaki itu pun merespon dan menghampirinya.
"Sepertinya mereka berdua sedang dimabuk asmara Pak. Lihat saja, Mas Ringgo langsung siuman saat gadis itu datang. Harusnya kita beri waktu mereka untuk berdua, siapa tahu dengan begitu Mas Ringgo bisa kembali pulih," tukas Nayra
"Tapi, kondisinya belum stabil...."
"Sttt...."
Wisnu tak melanjutkan ucapannya saat Nayra memberikan isyarat dengan telunjuknya.
Wanita itu kemudian mengajak Wisnu keluar dan membiarkan Ringgo bersama dengan Ningrum.
"Akhirnya mereka keluar juga," ucap Ningrum begitu senang
Tanpa basa-basi Ningrum segera menyentuh dada Ringgo untuk mengambil mustikanya. Ajaib meski tak bisa mengeluarkan mustika itu dari tubuh Ringgo, namun dengan menyentuhnya saja tiba-tiba luka di kepalanya langsung menghilang.
Namun ia belum puas karena tubuhnya masih belum berubah. Meskipun luka di kepalanya sudah sembuh namun ia tetaplah menjadi seorang anak remaja berusia 18 tahun.
"Arggghh!" seru Ningrum melampiaskan kekesalannya
"Semua ini gara-gara kamu, aku jadi seperti ini!" seru Ningrum melampiaskan kekesalannya kepada Ringgo membuat pemuda itu tampak kebingungan.
Untuk mengecek kesaktiannya Ningrum kembali menjentikkan jarinya tanpa memegangi anggota tubuh Ringgo. Dan semuanya berhasil saat ia memegang tangan pemuda itu. Namun kekuatannya tak keluar saat ia melepaskannya.
"Sepertinya aku tidak bisa jauh-jauh dari bocah ini, karena kekuatan ku akan kembali jika bersamanya," ucap Ningrum tersenyum sinis
"Siapa kamu sebenarnya??" ucap Ringgo yang begitu kaget saat melihat Ningrum yang memiliki kekuatan magic seperti seorang pesulap.
"Haruskah ku katakan siapa aku sebenarnya?" jawab Ningrum balik bertanya
Ringgo mengangguk.
"Sebaiknya kau siapkan jantung mu dulu sebelum aku memberitahu mu," jawab Ningrum melirik kearah Ringgo membuat pemuda itu seketika salah tingkah
"Su, sudah," jawabnya gugup
"Sekarang tarik nafas dulu, terus keluarkan!" tandasnya lagi
Ringgo langsung mengacungkan jempolnya pertanda ia sudah menyelesaikannya.
Ningrum menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Wanita itu sengaja mendekatkan wajahnya kepada pemuda itu.
"Sebenarnya, aku ini adalah sebangsa siluman atau orang-orang biasa menyebutnya Demit!m, " ucap Ningrum memasang wajah seram
Seketika Ringgo langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Saking kerasnya tawa Ringgo hingga membuatnya kesakitan.
"Sukurin, itulah karma karena sudah meremehkan aku!" ucap Ningrum dengan wajah sinis
Namun Ringgo tak bercanda, pemuda itu benar-benar kesakitan hingga wajahnya memucat.
Bunyi suara monitor ICU mulai melemah menunjukkan denyut jantung Ringgo yang mulai melemah.
"Lihat baik-baik anak muda!" seru Ningrum
"Kali ini aku akan menggunakan kekuatan ku untuk menyembuhkan mu!" imbuhnya
Ia kemudian menempelkan telapak tangannya ke dada Ringgo dan menjentikkan jarinya.
*Tak!
Benar saja, seketika luka Ringgo langsung menghilang membuat pemuda itu terheran-heran melihat kondisinya.
"Bagaimana apa kau sudah percaya kalau aku ini seorang siluman?" tanya Ningrum
"Percaya," jawab Ringgo langsung bangun dari tidurnya dan berdiri di depan Ningrum.
"Tapi bagaimana mungkin ada siluman masih belia seperti mu?"
"Semua ini karena mustika sakti milikku ada di tubuhmu. Dan asal kau tau aku jadi anak kecil seperti sekarang karena itu!" sahut Ningrum dengan Nada dongkol
"Mustika saktimu didalam tubuh ku, bagaimana bisa?" tanya Ringgo tak percaya
Ningrum kemudian menempelkan tangannya ke dada pemuda itu. Dengan sebuah mantra tiba-tiba Ringgo merasakan sesuatu yang bersinar di dadanya. Ia membelalakkan matanya saat melihat sebuah benda kecil bersinar di dalam tubuhnya dan itu terlihat jelas.
"Bagaimana apa kau sudah percaya?" Tanya Ningrum
"Tapi bagaimana bisa benda itu masuk dalam tubuh ku!" sahut Ringgo
Ningrum menjentikkan jarinya dan tiba-tiba keduanya sudah berada di halaman SMA PUTRA BANGSA.
Ningrum bahkan melakukan reka ulang adegan membuat Ringgo benar-benar ketakutan melihatnya.
"Apa kau sudah mengerti?" tanya Ningrum lagi
Ringgo langsung mengangguk.
"Karena hidupku pasti akan kacau setelah Mustika saktiku ada padamu, maka kau harus selalu berada di sisiku setiap waktu agar aku bisa menggunakan kekuatan ku. Karena aku tanpa mustika naga raja itu hanya manusia biasa yang bisa saja mati," tandas Ningrum
Seketika Ringgo langsung mengusap kepala Ningrum, "Kasian sekali. Kalau kamu memang siluman harusnya kamu punya kekuatan untuk mengambil kembali mustika mu itu dari tubuhku,"
"Baiklah kalau kamu memaksa," jawab Ningrum kemudian mengambil sebuah pisau yang tergeletak di atas meja dan mendekati Ringgo.
Tentu saja Ringgo langsung mundur saaat gadis itu menggerakkan pisaunya kearahnya.
Tentu saja pemuda itu ketakutan saat Ningrum menghunuskannya kearahnya.
"Aku memang tidak bisa di menggunakan kekuatan ku untuk mengeluarkan mustika itu dari tubuhmu. Tapi aku bisa menggunakan pisau ini untuk mengeluarkannya dari tubuh mu," ucap Ningrum membuat Ringgo melotot dan menjauh darinya
"Tapi aku masih belum mau mati!" sahut Ringgo
"Tapi bukankah kamu sangat ingin mati sebelumnya. Kau berusaha untuk mati agar bisa bersama dengan ibumu?. Aku bisa mewujudkan keinginan mu itu Sekarang," jawab Ningrum
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Tentu saja karena seorang siluman bisa membaca pikiran manusia," jawab Ningrum
"Oh begitu....Tapi bagaimana dengan mustika milikmu jika aku mati, bukankah itu berarti kau juga bisa mati?" jawab Ringgo
"Benar juga, mustika itu akan musnah saat pemiliknya mati," jawab Ningrum lesu
"Kalau begitu jadilah asisten ku saja, dengan begitu kau bisa menjaga mustika mu itu,"
"Apa jadi asisten???, jongos maksud Lo!" seru Ningrum
"Hmm, bukan juga sih. Aku hanya perlu seorang asisten pribadi yang bisa mengerjakan semua tugas-tugas ku, dan menjagaku seperti ibuku,"
"Buset, banyak amat kerjaannya bang, emangya lo berani bayar berapa?" jawab Ningrum
"Seorang Ningrum Anantari tidak sudi menjadi jongos manusia, karena selama ini manusialah yang justru menjadi jongos ku!" jawab Ningrum dengan angkuh
"Ya terserah lo aja sih, yang jelas jangan salahkan aku kalau tiba-tiba kau harus kehilangan mustika saktimu mu itu. Kau sudah tahu sendiri kenapa aku berada di sini," jawab Ringgo
"Maaf tapi aku tidak tertarik untuk menjadi babu. Aku akan bertanya dulu kepada mbah Google bagaimana cara mengambil kembali mustika sakti milikku tanpa harus menjadi asisten mu," jawab Ningrum kemudian berlalu pergi
Wisnu dan Nayra tampak tercengang saat melihat Ningrum. Keduanya saling pandang saat melihat luka di kepala gadis itu menghilang.
"Bagaimana bisa lukanya menghilang dalam hitungan menit??"
"Mungkin inilah bukti kekuatan cinta, the power of love?" jawab Nayra
pantesan ningrum tahan hidup 200th
ada hiburannya🤣
pak wisnu jadiin istri si nayra
tak jamin hidup pak wisnu jdi berwarna🤩
yg penting nyai seneng 😜
saling mencintai tapi tak bisa saling memiliki 🥺🥺🥺
berarti kemungkinan besar Nayra masih hidup donk
karena kamu baru aja membunuh Ringgo di depan mata Ningrum pula
yang ada malah kamu sendiri yang bakalan meninggal noooooh
gak bisa kebayang gimana paniknya Dion saat tahu mobil yang sedang di kendarainya bisa melayang di udara