PROSES REVISI
Pertama kalinya gue mencintai orang sedalam ini sampai rasanya nggak mau buat tinggalin dia. Saking nggak maunya, sampai dia yang ninggalin gue.
Reo Mehputra Yagsa.
^^^
Aku menyukainya dari pandangan pertama sejak tiga tahun lamanya. Ketika dia peka dan kami resmi berpacaran, dia malah mengkhianatiku dan dekat dengan wanita lain. Aku menyesal telah mempercayainya.
Serira Ayunda Novi.
^^^
Kesalah pahaman yang mereka hadapi begitu panjangnya sampai kejujuran tersalurkan dari hati ke hati.
"Aku nggak mau kak Reo pergi."
"Gue nggak mau lo pergi."
Teriakan hati mereka masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima
Reo berniat untuk pergi ke balkon rumah sakit yang pemandangannya itu sangat indah jika di lihat.
Tetapi Reo mengurungkan niat itu karena disana sudah ada orang yang ia kenali, yaitu Kani.
Reo tidak mengenal dekat Kani, karena Kani cewek. Wanita itu satu sekolah dengan Reo, yang Reo simpulkan bahwa dia baru masuk dan duduk di kelas sepuluh.
Reo pernah bertemu dengannya ketika Kani masih bayi. Tetapi karena Reo tidak menyuka bayi orang lain, jadi hanya Rio dan Ririn yang ngasuh Kani. Mungkin itu juga berpengaruh kepada Kani yang tidak akrab atau mungkin tidak suka kepada Reo.
"Nggak tahu juga sih. Tapi pas di uks tadi, kayaknya ada hal yang buat Reo kesel deh. Soalnya pas buka pintu agak kasar gitu!"
Reo langsung melirik ke arah Kani ketika dia menyebut namanya, kelihatannya dia sedang mengobrol dengan seseorang ditelepon.
Reo langsung mendeketi Kani dan berdiri di ambang pintu untuk berjaga-jaga jika ketahuan bisa kabur.
Namun sepetinya Kani membicarakan soal Reo yang mengobrol dengan Ririn, dia tahu?
"Kayaknya Kak Ririn tahu soal Reo nge--"
Reo langsung menarik hp Kani dan membuang hpnya ke luar balkon.
Wanita yang ada di hadapan Reo itu hanya bengong sambil menatap kebawah melihat hpnya, namun untuk apa juga? Tidak akan membuat hpnya naik keatas.
Kani ganti tatapannya menjadi kearah Reo.
"Kok dibua--"
"Lo mau ngomong apa ke orang yang lo telpon?" tanya Reo memastikan. Kani mengerutkan alisnya.
"Ya apa kek, matiin gitu, jangan langsung di buang!" jawab Kani ngawur.
"Jawab yang bener!"
"Hih! Buat apa juga gue ngejawab yang jujur sama lo!" seru Kani mulai emosi.
Reo sudah belajar dari ayahnya. Jika dia ingin kasar kepada orang lain, dia juga harus terima jika dia akan di kasari juga. Namun semua itu sudah Reo rasakan sejak ia dari kecil.
Reo berbalik badan namun langsung di tahan oleh Kani. "Kenapa?"
"Malah nanya! Gantiin hp gue! Enak banget ngebanting trus kabur!" sentak Kani yang sudah kesal.
"Jawab dulu pertanyaan gue." Tegas Reo mengulang ucapan yang sama.
Kani menggigit bibirnya sendiri yang memberi pertanda kalau ia sedang grogi atau berusaha untuk menyembunyikan rasa tegangnya. Reo memiringkan kepalanya.
"Kenapa, takut?" tanya Reo. Kani buru-buru menggeleng.
"Trus kenapa?"
"Pokok nya gan--"
"Jawab dulu pertanyaan gue! Gue udah ngucap ini sebanyak tiga kali! Kalau masih nggak juga gue pergi!"
"Eh, iya-iya! Ini-ini, gue mau ngasih tau!" seru Kani yang takut hpnya tidak akan diganti. Hp murahan juga.
Reo mengangkat dagunya yang berarti menyuruh Kani bicara. Kani menyiapkan diri untuk bicara kepada Reo. Tidak lama, ia angkat bicara.
"Tapi gue punya satu permintaan," ucap Kani. Reo langsung menggeleng.
"Ah, yaudah nggak bakal gue kasih tau!" ujar Kani, Reo mengangkat alisnya sebelah.
"Yaudah, lo juga nggak bakal dapet hp." Jawab Reo simpel.
Kani langsung jengkel dengan jawaban Reo.
"Gue minta tolong! Lo kasih buku ini ke temen gue! Gue kan jagain nyokap lo!" Sentak dia.
"Gue yang jaga ibu gue."
"Elo? Ibu lo tuh lagi lemahh, nggak bisa ngapa-ngapain" jelas Kani kembali.
"Gue cowok, gue kuat."
"Ya lo kuat, tapi emang lo bisa gantiin baju ibu lo?"
Reo terdiam.
"Nih bukunya, alamatnya di pinggir toko kue Pafilium deket SMA 2. Nama temen gue Serira, lo pasti langsung nemuin," Jelas Kani sambil memberi dua buku novel kepada Reo.
"Gue tadi mau ngomong kalo lo ketahuan ngebohong sama Kak Ririn soal pingsan. Itu doang." Jelas Kani kembali lalu pergi.
Reo pun menyesal membuang hp Kani kebawah yang membuatnya harus mengantar buku seperti kurir JNE. Namun karena Reo akan pergi ke toko kue, tidak ada keberatan sama sekali dalam benaknya.
Singkat cerita, Reo sudah sampai di toko kue Pafilium dekat SMA 2. Reo sedikit malu melewati SMA ini karena disini banyak teman clubnya yang kenal baik kepada Reo.
Namun karena sudah lama juga Reo tidak pergi ke club, Reo menjadi jarang menukar kabar dengan mereka.
Reo masuk ke toko kue itu. Perspektifnya itu toko kue yang komplit. Dari kue kecil sampai kue ulang tahun ada disana, mungkin Reo juga bisa memesan kue disana untuk ulang tahun ibunya nanti.
Reo memilih kue cheese karena ibunya menyukai itu. Ia juga membeli kue coklat karena Rio menyukainya, setelah itu Reo langsung membayar kue pesanannya.
Reo melihat pelayannya memakai celemek yang bernama, 'Pafilium Rira Cake'. Namanya mirip dengan teman yang disebutkan oleh Kani tadi membuat Reo berniat menanyakannya langsung.
"Mbak, ini toko kuenya Serira?"
"Iya Mas, Mas kenal mbak Serira? Dia orang nya baik banget loh mas. Dia juga ramah banget sama pembeli kalau dia lagi libur sekolah. Yang lebih bagusnya lagi, dia yang ngeracik semua kue yang di jual di sini!" seru pelayan itu panjang lebar. Untuk apa juga, Reo hanya butuh jawaban 'iya' atau 'tidak' saja.
"Rumahnya dimana?" tanya Reo kembali.
"Wah! Mas mau apa kerumahnya sampai langsung nanya gituu? Mas suk--"
"Saya ada urusan sama dia." Potong Reo biar cepet.
"Owh gitu. Rumahnya ada pas di samping toko kue ini Mas. Nggak bakal ke sasar kok." Jawab pelayan itu, Reo mengangguk.
"Totalnya seratus lima puluh."
Reo langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu atm, namun Reo merasa ada yang ikut terjatuh, namun tidak ada waktu baginya untuk memastikan ada yang jatuh atau tidak karena tiba - tiba ponselnya berdering.
Reo memberi atmnya ke kasir dan mengangkat telepon yang baru aja berdering.
"Hallo."
"Reo kok kamu jahat sama Kani? Kamu harus gantiin hpnya Kani loh!" seru Jessica dari sembrang sana.
"Iya Ma, abis ini Reo ke ibook." Jawab Reo yang langsung mematikan sambungan.
Setelah selesai bayar, Reo langsung mengabil atmnya kembali beserta kuenya lalu keluar dari sana.
Sebelumnya Reo menyimpan kuenya terlebih duhulu di mobil baru ke rumah teman Kani. Reo baru mengetahui namanya tadi.
Reo juga tukeran kendaraan dengan ayahnya di rumah sakit. Putra kata ia ingin bertemu teman-temannya menggunakan motor ninja Reo. Tidak tahu mengapa, walau sudah memiliki anak dua bahkan akan nambah satu, Putra masih saja berjiwa anak muda, Reo curiga Putra tidak mempunyai masa muda.
Reo berjalan ke rumah Serira. Setelah ada didepan pintunya, ia mengetuk sebanyak tiga kali sesuai tatakrama yang sudah ia pelajari dari buku tatakrama kerajaan.
Tak lama dari itu, seorang wanita paruhbaya yang Reo simpulkan kalau itu adalah ibunya, keluar membukakan pintu untuk melihat siapa orang yang telah mengetuknya.
"Siapa?" tanya Naya dengan muka geram. Mungkin ini pertama kali baginya anak laki yang datang ke rumah, jadi memberikan kesan yang menyeramkan.
"Saya temen Serira." Jawab Reo, karena akan menjadi cerpen jika dia menjelaskannya secara detail.
"Mau apa?"
"Ngembaliin buku."
"Buku apa?"
"Novel."
"Punya siapa?"
"Serira."
"Kamu suka novel?"
"Nggak."
"Trus kenapa kamu minjem novel ke anak saya?"
"Novel ini dipinjem temen saya."
Naya pun terdiam. "Silahkan masuk dulu," tawarnya dengan ramah.
Reo mengangguk lalu melepas sepatunya dan masuk ke rumahnya.
"Rira! Ada temen kamu nih!" teriak Naya memanggil anak gadisnya.
Butuh waktu sekitar dua menit untuk menunggu Rira yang akhirnya datang dengan mengenakan baju asal.
Reo langsung menutup matanya. Lama banget.
"Kamu kenapa merem?"
Reo membuka matanya kembali dan sudah tidak melihat Serira di sana.
"Nggak papa Bu, saya nitip ini aja ke Ibu. Saya permisi." Ucap Reo bangkit dari duduknya dan memberi buku yang ia pegang sendari tadi ke Naya lalu bersalaman pamit.
Reo keluar dari rumah tersebut dan mengenakan sepatunya kembali lalu pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobil dengan terburu-buru.
"Astagfirulloh."
mampir yukk ke lapak aku ARASYA
bagusss kak ceritanya👍
aku mampir ninggalin jejak sama like nya😊
mampir juga si karyaku yah
1. When i with you
2. Insaeng (인생) 😇
Bgus bgt cerita ny + kepo sy...
Tpi mama ny kok gitu ya, pa karna sifat anak nya yg beze,..
kalau bisa season 2 nyaa yaahhh
aku kangen Reo rira