NovelToon NovelToon
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Poligami / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 5
Nama Author: syarifatul hidayah

Bukan hanya tentang cinta. Tapi, tentang ikrar dari sebuah pernikahan itu sendiri. Mencintai, tapi tidak dicintai, rasa sakit yang bertubi-tubi. Yang pada akhirnya memilih pergi, setelah sebuah pengorbanan mewakili rasa cinta yang mendalam.

Dua kisah yang berbeda, tapi tujuannya sama. memperjuangkan pernikahan.

Aulya, nama yang simpel, tapi hidupnya penuh kesedihan. Menikah dengan Muhammad Zaen, laki-laki yang tidak mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syarifatul hidayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Demi Nama Baik Ibuku

Di sisi lain, di kota terpisah, dan jarak yang jauh.

"Aaaaaah, sial." Teriak seorang gadis, berambut pirang. Yang tak lain adalah lexsa Al Fakhri, yang di panggil Lexsa. Di tepi jalan raya, yang begitu sepi, hanya banyak di lalui truk dengan muatan barang.

Ban mobilnya pecah, dia lupa tidak membawa ban ganti. Dengan perasaan kesal, Lexsa duduk diatas mobilnya bagian depan. Sudah beberapa nomor yang dia hubungi, tapi tidak ada yang aktif.

Hari mulai sore, perasaannya mulai takut, karena tidak ada satupun warung atau rumah di pinggir jalan itu. Yang ada hanya pohon jati yang sudah berumur puluhan tahun.

"Bagaimana kalau aku sampai malam disini, bisa-bisa aku dimakan binatang buas." Ujarnya panik.

Akhirnya dia berdiri di pinggir jalan, mencoba mencari tumpangan. Lama sekali menunggu, setelah hampir 2 jam, berhenti mobil jazz berwarna putih. Lexsa mengetuk kaca mobil itu, kacapun terbuka.

"Ada yang bisa saya bantu mbak," tanya pengemudi mobil jazz itu.

"Maaf, tolong aku, ban mobilku pecah, aku tidak tahu harus minta tolong siapa," ujar Lexsa memelas.

Pengemudi mobil itu pun turun.

"Tujuan mbak kemana?"

"Aku mau ke desa awi, kalau aku lihat di map, sudah hampir sampai, tapi banku pecah."

"Sebentar ya Mbak, saya telepon teman dulu, biar bantu ganti ban mobilnya. Kalau tidak ada ban cadangannya harus beli mbak, bagaimana?"

"Oke, suruh bawakan yang baru, tidak masalah. Yang terpenting aku bisa melanjutkan perjalananku."

"Baik Mbak, saya telepon teman dulu."

Lexsa, bernafas lega, yang semula terasa sesak, kini merasa tenang. Setelah menelpon laki-laki yang membantu Lexsa menghampiri.

"30 menit lagi sampai mbak." Ujar laki-laki itu.

"Makasih ya, panggil aku Lexsa, jangan Mbak."

"Iya, Lexsa. Saya Adif,"

Lexsa mengambil minuman di mobilnya, dan menyodorkan kepada Adif, laki-laki tampan dan sopan.

"Maaf, saya tidak minum yang mengandung alkohol."

"Tapi ini hanya sedikit saja kandungan alkoholnya." Ujar Lexsa.

"Maaf," dengan senyum ramah.

Lexsa tidak memaksa lagi, mereka banyak diam. Tak lama kemudian datang teman Adif, yang membawa ban ganti.

"Mas Adif, ini notanya," montir itu memerikan nota pembelian ban nya.

"Terimakasih ya Mas haikal." Ujar Adif, haikal langsung mengganti Bannya. Setelah selesai, Lexsa menghampiri Haikal, dan mengulurkan uang seratus ribuan 20 lembar.

"Ini kebanyakan Mbak,"

"Ambil sisanya, makasih banget, udah di bantu. Sulit menemukan orang baik, apalagi dijalan sepi seperti ini."

"Tapi Mbak." Belum sempat Haikal menyelesaikan bicaranya, Adif menjawab.

"Rejeki jangan di tolak, untuk istri dan anakmu," Ujar Adif.

"Terimakasih, Mas selalu baik." Ucap Haikal.

"Kalau gitu, kita segera pergi dari sini, aku sudah lapar. Dan aku mohon, Adif sama Haikal ikut makan ya. Sebagai ucapan terimakasihku." Ujar Lexsa.

"Mohon maaf, saya pulang dulu Mbak, karena harus mengantar istri berobat."

"Istri kamu sakit?"

"Iya, Mbak."

Lexsa pun iba, dia mengambil uang lagi, dan memberikan ke Haikal. Lexsa yang pernah kehilangan ibunya menjadi ikut sedih.

"Kamu ambil, bawa istrimu ke rumah sakit ya. Ini kartu namaku, kalau kamu butuh biaya untuk istrimu, telepon aku." Ujar Lexsa dengan mata berkaca-kaca.

Adif melihat semua itu bagai mimpi, seorang wanita yang penampilannya seperti wanita nakal, tapi punya kebaikan yang luar biasa.

Haikal meneteskan air mata, dia tahu sakit istrinya parah, perlu penanganan husus, dan dalam sekejab ada wanita baik menolong.

"Terimaksih Mbak, saya tidak tahu harus mengatakan apa, tapi sekali lagi terimakasih."

"Pulanglah, bawa istrimu kerumah sakit."

Haikal langsung pamit, Lexsa dan Adif juga pergi. Dan langsung menyusul Haikal juga.

Tak lama mereka sampai di tempat yang sudah mulai ramai, ada cafe, yang cukup bagus dan terlihat indah dengan nuansa pedesaan. Mobil Adif berhenti dicafe itu, disusul Lexsa.

"Kamu pesan saja, saya mau sholat dulu."

"Oke, kalau boleh aku pesankan kamu juga ya?"

"Monggo,"

"Mau makan apa?"

"Makanan special di cafe ini. Mereka sudah paham."

"Oke,"

Adif langsung pergi ke musholla, sedangkan Lexsa langsung ke memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, Lexsa mencoba menghubungi seseorang yang akan di temui. Panggilan tersambung.

"Paman, ini saya Lexsa,"

"Non Lexsa dimana sekarang?" Tanya pak Iman, seorang laki-laki tua, yang menjadi sopir pribadi Almarhum ibunya Lexsa.

"Saya ada di Cafe Rindu,"

"Itu sudah dekat dengan rumah Paman, Non Lexsa hati-hati ya."

"Iya, sebentar lagi saya kesana, saya makan dulu."

Sambungan telpon putus, pesanan datang. Lexsa heran melihat menu masakan spesial cafe itu. Diapun tidak tahu apa namanya. Lexsa sendiri hanya memesan spageti dan lemon tea.

Tak lama Adif datang, dia duduk di hadapan Lexsa, langsung makan setelah berdoa.

"Kamu makan masakan apa?" Tanya lexsa heran.!

"Nasi jagung, ikan teri." Jawab Adif singkat.

"Apa itu? Kenapa aku tidak pernah mengenal nama masakan itu." Masih bertanya, dan merasa heran.

"Nasi jagung itu, ciri has orang madura, uang di masak seperti nasi putih. Jagung itu digiling terlebih dahulu, lalu di masak bersamaan dengan beras. DanUntuk ikan terinya, itu terbuat dari ikan laut. Dan dimasak pedas manis. Masakan ini adalah makanan special disini. Banyak yang mencari makanan ini dari kota sebelah.." Jelas Adif, Lexsa hanya mengangguk angguk.

"Kamu orang indonesia, seharusnya tahu makanan yang ada di indonesia."

"Ya, aku memang anak orang indonesia, tapi dari kecil, aku di luar negeri. Karena aku tidak punya ibu lagi, mau tidak mau aku tinggal bersama tanteku, adik dari Ibuku." Jawabnya dengan suara berat, saat bicara soalnya ibunya.

Adif merasa iba, saat melihat ada kesedihan yang terpancar dari wajah Lexsa.

"Maaf, kalau membuatmu teringat keluargamu."

"Gak masalah, aku mungkin masih menyimpan luka dan kesedihan yang mendalam. Tapi aku tahu posisi ternyaman mengingat kenangan itu." Jawab Lexsa tersenyum.

Merekapun segera menyantap makanan yang sudah terhidang di meja. Setelah selesai makan, Lexsa pamit kepada Adif, dia ingin melanjutkan perjalanannya.

"Aku sangat berterimakasih, kalau aku tidak bertemu kamu, entahlah. Aku pamit dulu, semoga lain waktu bisa bertemu orang baik seperti kamu lagi."

"Sama-sama." Jawab Adif ramah.

"Ini kartu namaku, jika kamu membutuhkan bantuan atau perlu pekerjaan, bisa hubungi aku." Ujar Lexsa, sambil memberikan kartu namanya.

Setelah itu dia langsung pergi.

Perjalanan dari cafe menuju rumah pak iman sangat sepi, tapi lexsa tidak takut sama sekali, sambil menelpon pak iman, Lexsa mengikuti arahannya. Tak lama sampai juga di perkampungan yang padat penduduk.

Lexsa turun, setelah benar-benar memarkirkan mobilnya dengan benar. Pak iman menyambutnya di teras rumahnya, dan disampingnya berdiri istri pak iman. Mereka berdua sudah sepuh, yang dulu menjadi sopir pribadi ibunya Lexsa.

"Malam paman,"

"Selamat malam Non Lexsa, masyaallah, mirip Nyonya ya. Sehatkah Non Lexsa?"

"Seperti yang paman lihat, saya sehat. Keadaan paman dan bibik bagaimana?"

"Alhamdulillah sehat," jawab Ibu Ima, istri Pak Iman.

Pak iman mempersilahkan masuk, rumah sederhana, yang di bangun sewaktu menjadi sopir di keluarga Lexsa.

"Rumahnya kecil, jadi Non lexsa harus nerima."

"Tidak apa-apa paman, yang penting apa yang menjadi tujuan Lexsa berhasil nanti."

"Istirahatlah dulu, non Lexsa pasti capek."

"Saya tidak capek, dan saya tidak mengantuk. Jadi, kita bicarakan masalah yang saya rencanakan di telepon waktu itu." Ujar Lexsa, seperti tidak mau berlama-lama.

"Non Lexsa yakin?"

"Sangat yakin, karena dengan begitu, keberadaanku akan di anggap oleh papa, dan tidak lagi membanding-banding aku dengan anak laki-lakinya." Ujar Lexsa penuh kebencian.

"Apa papa dan Almarhum Nyonya benar-benar mengiginkan non Lexsa masuk pesantren," Tanya pak iman serius.

"Bukan Papa, tapi Mama. Karena Mama selalu dianggap wanita murahan oleh tante Irma. Aku hanya ingin membuktikan bahwa Mama wanita baik-baik yang di nikahi Papa, saat Papa sudah beristri."

"Baiklah, besok saya antar non Lexsa ke pesantren. Tapi,,,," pak iman diam.

"Kenapan paman?"

"Non Lexsa tidak boleh minum alkohol, merokok, dan main Handpone."

"Apaaaa?"

1
Dewi Dama
kok di sisksa sama zain parah...bangat salah ketiknya
Dewi Dama
kok aurel...autoor nya ngantuk y
Dewi Dama
arumi siapa..membingungkan
Amilawati
TDK sella TDK Aulia sama perempuan murahan
Yunita Rimbe
cerita tdk jls
Yunita Rimbe
novel toon klw mlas cari cerita yg kreatif d jgn d up dong, kita sd hbis kn data, baca cerita bgtu" smua, sklian d hpus sja aplikasi novel toon mls aq ceritanya sm smua
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Iffa 😊 Semoga dilancarkan dan sukses untuk RL nya dan semangat untuk berkarya kembali
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Ooohhh ternyata bapak Fakhri dulu menduakan bu Irma juga... buah jatuh tak jauh dari pohonnya yaa.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Ada beberapa kesalahan dalam penulisan nama ya kak, seharusnya Sela ditulis Aulya, di paragraf terakhir seharusnya di tulis Sela ditulis Zaen.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜: paragraf ketiga sebelum paragraf terakhir maksudnya.
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terimalah setiap rasa sakit yang Zaen berikan kepadamu Aulya bukankah itu juga kemauanmu... Maaf bukan maksud menentang pernikahan poligami. Tapi setiap orang berbeda pemahamanmya🙏
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Hhhhhhmmmm... sudah tertebak, Zaen mencintai Aulya dan juga Sela.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Tidak mau Aulya pergi tapi tidak mau melepas Sela juga yaa mas Zaen...
May Apa Adanya
gk sabar kedok si sella kebongkar..
Ni Putu Kasihlini
Lanjut kan ya
Ni Putu Kasihlini
Lanjut ,ceritaya bagus
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yesss Aulya tidak ada di rumah orang tuanya. Biarkan Zaen merasakan penyesalan dulu... jangan pertemukan Aulya dengan Zaen. Enak saja kalau langsung bertemu.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terus Aulya harusnya gimana mas Zaen... tetap diam walaupun terus-menerus kau sakiti hatinya.
May Apa Adanya
aulya gk bakal kerumah orang tuanya zaen..
ratapi penyesalanmu..
apalagi ketika kau liat perlakuan istri tersayangmu pada ibumu kau akan nyesel zaen telah mempertahankanya...
aliffzharif
bagus aulya..
May Apa Adanya
biar rasa kau zaen.. belum dengar penjelasan langsung main mulut aja..
pergi yg jauh aulia biar zaen tau rasa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!