NovelToon NovelToon
Ruang Dihatinya

Ruang Dihatinya

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Poligami / CEO / One Night Stand / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Alza audah menikah dan memiliki seorang anak, tapi ia bertemu dengan seorang wanita yang sudah membuat pria itu kembali jatuh cinta. Bagaimana perjalanan cintanya setelah itu?

Rumina sudah lama jatuh cinta dengan pria itu, tapi ia menahan diri setelah tahu kalau orang yang dicintai ternyata sudah mendua, bahkan memiliki seorang anak. Bagaimana perjalanan cintanya setelah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Uang Tebusan

Akila tidak tahu bahwa separuh dari gaji Rumina digunakan untuk menopang hidup ayah dan ibunya.

Dalam hati, Akila ingin menghancurkan Rumina agar tak punya harapan untuk hidup lagi, sama seperti dirinya sendiri dulu. Kalau bukan karena Austin, mungkin ia sudah tiada.

“Akila!” Rumina berkata sambil bangkit dan berdiri, lalu menampar wajah kakaknya dengan keras.

Plak!

Merasakan sakit dan panas di pipinya, Akila meradang dan membalas tamparan Rumina tak kalah kerasnya.

Plak!

“Kau! Sudah berani sekarang, ya? Tawaranku masih sama, kalau kau mau melihat ibu dan ayahmu, beri aku seratus juta!” kata Akila.

“Sayang! Aku bisa memberikan uang itu kalau kau mau!” kata Austin mendekati Akila dan memegang tangannya.

“Kamu membela dia?” kata Akila sambil melebarkan mata dan menunjuk pada Rumina yang masih menangis.

“Bukan, tapi aku kira kamu butuh uang itu. Aku bisa memberinya nanti,” kata Austin lagi.

Seseorang di seberang telepon menggenggam benda pipih itu di tangannya dengan kesal. Ia mengambil sesuatu dari saku bagian dalam jasnya, sebuah kartu dengan nominal tertentu. Ia mengurangi beberapa nominal melalui internet antarbank agar jumlah uang di kartu itu pas seratus juta. Setelah selesai, ia memanggil sopir sambil mengulurkan kartu itu padanya.

“Rey! Berikan kartu ini pada wanita itu, dan bawa perempuan yang bersamaku tadi kemari!” katanya.

“Baik, Tuan!”

Si sopir yang dipanggil Rey oleh Alza turun dengan cepat dan menghampiri Rumina, gadis yang sangat beruntung karena telah diperlakukan istimewa oleh tuannya. Mungkinkah sang Tuan terpesona dengan pelayanannya di kamar, sampai rela memberinya jam tangan dan uang sebagai tebusan.

“Nona, Tuan meminta Anda kembali, berikan ini padanya!” Rey berkata sambil menunduk, lalu menyerahkan kartu dari Alza.

Rumina mengernyit dan melihat antara kartu dan juga sopir pribadi Alza. Ia tertegun memikirkan apa yang sedang dialaminya. Namun, ia hanya mendapatkan sebuah kenyataan bahwa Alza kembali membantunya.

Tiba-tiba Akila meradang dan meringsek ke depan Rumina, hingga adiknya yang lebih kurus darinya terpelanting ke tanah.

“Aaww!” pekiknya sambil meringis kesakitan, punggung dan kepalanya terbentur lantai.

Akila menendang pinggang adiknya dengan keras.

“Sejak kapan kau dipanggil Nona? Hah! Ingat Rumi! Aku bersumpah, kau tidak akan hidup lebih baik dariku!” katanya sambil berkacak pinggang dan melihat Rumina di bawah kakinya. Akila berkata jujur tentang keinginan dan dendam terdalamnya.

Rey membantu Rumina bangkit, caranya sangat lembut dan sopan.

“Mari, Nona! Saya bantu!” Rumina menerima uluran tangan Rey dan bisa berdiri dengan berpegangan padanya, lalu menerima kartu dari pria itu.

“Terima kasih!” katanya seraya tersenyum pahit. Ia tidak tahu harus membalas kelak dengan apa.

Melihat hal itu, bukan hanya Akila saja yang cemburu, tapi Alza juga. Pria itu menahan perasaannya dalam diam sambil duduk bersandar.

Sementara di teras, Akila mendorong Rey dan memisahkannya dari Rumina.

“Siapa kamu! Jangan ikut campur urusanku! Ngerti? Pergi sana, kau tak diundang di sini!” katanya kesal.

Pandangan Akila beralih pada Rumina dan berkata, “Hei! Kamu Rumi, ingat soal bayaran itu kalau mau menemui ibu dan ayahmu!”

“Ini! Pakai saja, uang yang kau minta ada di sana!” kata Rumina sambil memberikan kartu ke tangan kakaknya.

Walaupun, ia tidak tahu berapa jumlah uang yang ada dalam kartu, tapi ia percaya kalau Alza yang melakukan itu untuk dirinya.

“Sombong sekali kau ini, dasar tidak tahu diri!” Akila berkata sambil merampas kartu dari tangan adiknya.

“Kau yang tidak tahu diri!” sahut Rumina.

Akila kembali hendak menyerang, ia sudah mengangkat tangan hendak memukul.

Rey lagi-lagi terpaksa menghalanginya dengan menarik Rumina ke belakang tubuhnya.

“Hei! Sudah cukup! Ayo pergi!” katanya, lalu pergi sambil menarik tangan Rumina.

“Pergi ke mana maksud Anda?”

“Tuan Alza meminta Nona kembali!”

“Oh.”

Hal itu dilihat jelas oleh Alza dari balik kaca mobilnya. Tiba-tiba matanya memerah dan ia mengusap wajahnya kasar. Ia tidak suka Rey berbuat seperti itu sebab Rumina adalah wanitanya. Seharusnya ia menghabiskan malam ini dengannya di kamar yang sudah dipesan, dan ia sudah mengeluarkan uang sekitar satu koma lima milyar untuknya.

Alza menarik napas dalam dan menghempaskannya perlahan. Dalam hati ia bertekad akan menyentuh Rumina.

“Tunggu, Tuan! Saya ingin melihat Ibu dan Ayah dulu!” kata Rumina sambil melepaskan tangan Rey darinya.

Sementara itu, Akila tersenyum, tapi lebih mirip orang yang menyeringai. Ia melihat kartu di tangannya dan memberikan kunci rumah pada Rumina.

“Mereka ada di dalam!” katanya.

Rumina mematikan ponsel dan membuka kunci pintu. Ia bergegas menyalakan lampu serta mencari kedua orang tuanya di kamar. Ternyata mereka baik-baik saja, dan apa yang dilakukan oleh Akila adalah gertakan demi mendapatkan uang.

Apa pun alasan Akila, perbuatannya termasuk kezaliman antar sesama manusia. Memeras orang yang banyak uang saja tidak boleh apalagi melakukannya pada orang yang tidak mampu atau saudaranya sendiri.

Rumina duduk di sisi tempat tidur kedua orang tuanya sambil menitikkan air mata. Ia tertegun untuk berpikir.

Setelah malam ini, mungkin mereka tidak akan sering bertemu lagi karena ia harus berbakti pada Alza.

Ia yakin tidak akan mudah lepas darinya karena uang yang sudah dikeluarkan pria itu sangat banyak. Ia tidak tahu berapa harga jam tangan yang diberikan, tetapi ia yakin kartu yang diberikan untuk Akila senilai seratus juta. Ia tidak akan bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dengan menabung selama setahun dari gaji pekerjaannya.

Setelah melihat kedua orang tuanya dengan puas, ia mencium tangan Ayah dan ibunya dan berkata lirih, “Ayah, Ibu ... selamat tinggal!”

Setelah keluar dari kamar, ia berpapasan dengan Akila yang raut wajahnya tidak bersahabat.

"Pergilah, Rumi... dan jangan pernah kembali lagi, karena Ayah dan Ibu mulai sekarang adalah milikku!" ucapnya. Ia benar-benar haus kasih sayang dari ayah dan ibu, hingga tidak mau berbagi.

Rumina tidak menyahut. Dia hanya melempar pandangan singkat ke arah Austin, kemudian berjalan menuju kamarnya. Dia mengirim pesan Alza.

"Tuan, tunggu sebentar lagi. Aku akan mengemas pakaianku dan setelah itu, aku siap melakukan apa pun yang kau inginkan, termasuk menyerahkan nyawaku!"

Rumina mengambil beberapa pakaian dari lemari, sepatu, tas, dan semua perlengkapan kerjanya, kemudian mengemasnya dalam satu koper besar. Dia juga memasukkan buku tabungannya ke dalam koper. Setelah semuanya teratur, dia keluar rumah dan mendekati Rey. Air mata sudah membasahi pipinya.

"Pergilah anak manja! Sudah saatnya kau pergi tanpa orang tua!" ujar Akila yang duduk di sofa panjang sambil menatap adiknya dengan tatapan kosong. Suaminya, Austin, juga memandanginya dengan tatapan aneh, tetapi Rumina membalas dengan tatapan tanpa ekspresi. Austin terkesan sangat lemah di matanya.

"Rumi...! Apakah kau sudah pulang?" ❤️❤️❤️❤️❤️

1
eleo01
ketidak jujuran itu merepotkan
Elmimar02
luar biasa rekomendasi banget
Elmimar
masa udah end, kan masih banyak cerita yang gantung, gimana masalah Rey, masalah Akila? trus beneran itu orang tuanya gak apa-apa?
El_Tien: Yang jelas mereka baik-baik saja
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
iya happy ending bagi rumina, alza juga isabel. megan pun sudah tenang. tapi bagi akila?......... siapa yg tau?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: karya bagus, pasti ditunggu, kakEL❤❤❤❤❤❤❤
total 5 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
apakah megan kritis?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
rumina pasti akan melihat sesuatu 🙈
El_Tien: iya, sesuatu yang mengharukan 🥰
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
rumina keceplosan itu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🙈🙈🙈🙈🙈... ruminya ngomong
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
permintaan rumina sederhana sekali ya.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
inilah saatnya pernikahan itu?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: horeeeeeee
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
mami? wah, mungkin kah isabel juga ingin rumina menjadi maminya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elara
cerita yang luar biasa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akh.... ternyata ruminalah pawang 🪱 alza
El_Tien: hmmm.....ternyata 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Elmimar02
emang kalo kamu jadi Megan, rela gitu, Thor?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ketus banget. siapa itu?
El_Tien: siapa yaa kira2......?
total 1 replies
🥳Lana🥳
semoga kisah ini berakhir bahagia... semangat kaka
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
siapa pasangan alena? austin atau rey?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: alena kemarin katanya gak suka rey karena lebih muda ya? mungkinkah itu....
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
harus selalu semangat, pantang menyerah!
El_Tien: iya ini mendadak malas karena peraturan baru Nt 😭
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
megan bener2 mempersiapkan rumina menjadi penggantinya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jika pakai rencana, buatkan kurikulum nya saja😁
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
itu suara megan ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣.... malah nyanyi..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!