NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Kekasih

Mengejar Cinta Mantan Kekasih

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:59.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Yazid Regana, 28 tahun, memilih berpisah dengan Nita, 26 tahun sebagai suami istri. Rumor perselingkuhan sang istri dan meninggalnya putra semata wayangnya akibat keteledoran Nita, membuat Yazid nekad mengakhiri pernikahan sucinya.

Tidak mau larut dalam kesedihan karena kehilangan putra semata wayangnya, kini Yazid mulai mengikhlaskan Ghani, putra semata wayangnya yang telah meninggal.

Kehadiran Heliza mantan pacar yang dulu ditinggalkannya karena memilih menerima perjodohan dengan Nita, kini membangkitkan kembali asa dan semangat di dalam dirinya. Yazid bertekad akan mengejar kembali cinta yang dulu pernah tersakitinya itu. Namun, Heliza (25), seakan trauma berdekatan lagi dengan pria yang berprofesi sama seperti dirinya yakni seorang aparat TNI. Sedangkan Heliza sampai saat ini masih belum membuka hatinya untuk pria manapun terlebih Yazid.

Apakah Yazid bisa menaklukan kembali cinta masa lalunya? Ikuti kisahnya dalam "Mengejar Cinta Mantan Kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Pertolongan Yazid

Hujan lebat di sore itu belum reda, semua orang termasuk Yazid dan Heliza masih berdiri di emperan swalayan, menunggu hujan reda.

Heliza masih menyeruput kopinya, tatapan matanya tajam ke depan, namun entah apa yang dia lihat. Hanya samar. Tentang kisah masa lalu yang baginya sangat menyakitkan, kini muncul kembali menari-nari. Saat dirinya menerima penolakan dari keluarga Yazid enam tahun yang lalu.

Demi bakti pada ibunya yang saat itu sedang sakit, Yazid akhirnya menerima perjodohan dengan seseorang yang lebih tinggi tingkatan derajatnya dibanding dirinya. Kala itu, Heliza hanya seorang karyawan magang di sebuah perusahaan kecil yang gajinya tidak seberapa. Hal ini dipandang sebelah mata oleh orang tuanya Yazid. Sehingga pada akhirnya Yazid terpaksa menerima perjodohan dengan gadis pilihan orang tuanya yang sama seprofesi dengan Yazid yakni Tentara.

"Aku minta maaf, Hel. Demi Tuhan ini demi baktiku pada Ibu yang saat ini sedang sakit," alasan Yazid kala itu. Heliza pergi dengan deraian air mata, tak terkira sakitnya hati Heliza saat itu.

**

Gadis yang masih selalu di hatinya ini, masih asyik dengan satu cup kopi late dalam genggamannya. Sesekali dengan muka yang datar ia seruput sembari tatapan matanya samar ke depan.

Yazid melihat heran dengan Heliza, sejak kapan gadis cantik di sampingnya ini suka kopi? Hati Yazid bertanya-tanya. Minumnya sambil berdiri dengan cueknya. Jauh beda dengan Heliza yang dulu dia kenal.

"Tidak baik lho minum sambil berdiri. Masih ada banyak meja kosong untuk kita duduk, lebih baik kita duduk di sana, sekalian kita pesan makan. Kamu pasti lapar kan?" ujar Yazid menegur Heliza dengan halus. Heliza mengkerutkan kening tanda tidak suka. Dia mengibas tangannya tanda menolak ajakan Yazid.

"Jangan pegang-pegang, aku bukan muhrim kamu," cegah Heliza sambil menepis tangan Yazid.

"Maaf," ujar Yazid sembari mengangkat kedua tangannya. Heliza memejamkan matanya kesal. Dengan segera dia beranjak dan berlari menuju parkiran motor. Sepertinya Heliza tidak mau berlama-lama berada di dekat Yazid, buktinya hujan lebat saja dia terjang.

"Heliza!" panggil Yazid seraya mengejar Heliza yang kini bermandikan hujan. Heliza tidak menghiraukan Yazid yang mengejarnya, dia terus merangsek hujan dan keluar dari parkiran Swalayan Delima. Yazid tidak tinggal diam, dia menuju mobilnya dan mengejar motor Heliza yang kini melaju membelah hujan.

"Hel, sebegitu marahnya kamu sama aku. Aku ingin minta maaf sama kamu atas salahku dahulu. Demi menghindari aku, kamu rela menerobos hujan yang lebat," ujar Yazid dibalik kemudi.

Yazid masih belum menyerah mengikuti motor Heliza, namun saat di belokan menuju arah rumah Heliza, tiba-tiba motor Heliza terjatuh. Sepertinya motor Heliza terjerembab pada jalan yang berlubang. Yazid segera menghentikan mobilnya lalu turun dan berusaha menolong Heliza.

Heliza tidak bisa bergerak, rupanya motornya menimpa kaki kirinya sehingga tubuh Heliza terkapar dengan tangan kanan menahan badan motor. Yazid segera mengangkat motor Heliza. Saat Yazid berusaha mengangkat motor Heliza, beberapa orang penghuni ruko menghampiri dan ikut membantu.

Motor Heliza berhasil di angkat, kini giliran Heliza yang Yazid angkat.

"Pak, saya minta tolong, bawa motor gadis ini ke bengkel Bapak. Perbaiki jika ada yang rusak. Nanti saat hujan reda saya ambil motornya berserta ongkosnya," ucap Yazid pada salah satu penolong yang kebetulan pemilik bengkel di pinggir jalan tersebut.

"Tidak perlu, aku mau pulang saja. Lagipula kakiku tidak kenapa-kenapa," sergah Heliza ketus. Dia memang tidak mau sebenarnya dapat bantuan dari Yazid, laki-laki yang kini berusaha dihindarinya. Tanpa mempedulikan Heliza, Yazid melakukan tugasnya menolong Heliza yang sepertinya kakinya terkilir.

"Pak ini KTP saya, nanti saya datang lagi ke bengkel bapak ya," ujar Yazid sembari memapah tubuh Heliza masuk ke dalam mobil. Heliza yang masih kesal mau tidak mau pasrah saat tubuhnya dipapah Yazid. Heliza terduduk basah kuyup di dalam mobil Yazid sambil sesekali merasakan perihnya kaki yang sakit. Sepertinya dia terkilir.

Yazid sudah berada di dalam mobil, lalu melajukan mobilnya ke tempat yang teduh dan terhindar dari arus air hujan yang deras. Tujuan utamanya akan menangani kaki Heliza yang sepertinya kesakitan karena terkilir akibat kena timpa motor.

Basah dari tubuh Heliza maupun Yazid membasahi jok mobil. Tapi Yazid tidak peduli, yang dia pedulikan adalah keselamatan Heliza. Yazid segera turun dan membuka pintu mobil lebar-lebar. Heliza heran apa yang mau Yazid lakukan?

"Sayang, kamu duduknya menyamping ya, lalu kakinya kamu selonjorkan dan luruskan." Yazid memberi intruksi untuk mengarahkan Heliza supaya kakinya selonjor di atsa jok mobil. Heliza nampak ragu, dia hanya mampu meringis menahan rasa sakit di kakinya.

"Buat apa? Kamu mau cari kesempatan dalam kesempitan, kan?" dengus Heliza kesal sembari waspada, dia tidak mau kulitnya disentuh oleh orang yang saat ini dia benci.

"Aku mohon, Hel, ikuti aku. Aku hanya ingin menolong kamu, ini demi kebaikan kamu," mohon Yazid sembari menatap Heliza yang masih meringis. Heliza tidak menjawab, sesekali dia menarik nafasnya dalam untuk menghadapi Yazid yang masih sangat dia benci. Namun dengan terpaksa karena desakan Yazid dan kakinya yang memang sakit, Heliza mengikuti arahan Yazid menyelonjorkan kakinya di atas jok. Dan Heliza berhasil menyelonjorkan kakinya seperti apa yang Yazid mau.

Yazid melihat Heliza sudah pasrah dengan kakinya, namun raut muka ragu itu kentara. Yazid akan berusaha membuat Heliza percaya padanya bahwa apa yang dilakukannya adalah murni menolong.

"Sayang, aku minta ijin untuk meraba kaki kamu dan menyasar kaki kamu yang terkilir," pinta Yazid memohon. Sekilas Heliza nampak tidak suka dengan ucapan sayang dari Yazid, dia mendilakkan matanya marah.

"Aku mohon jangan katakan sayang lagi, kalau kamu mau bantu, bantu saja. Tidak perlu basa-basi," ujarnya protes dengan raut kesal.

"Ok, aku minta maaf," sesal Yazid dengan raut wajah kecewa.

Dengan perlahan Yazid mencoba meraba kaki Heliza yang terkilir, dia urut dan menyasar perlahan kaki Heliza yang terkilir sehingga sesekali Heliza mengeluarkan jeritan. Rupanya Yazid punya sedikit ilmu tentang menyasar urat, sehingga saat ini ilmunya7 bisa diterapkan untuk menolong Heliza.

Lima belas menit kemudian kaki Heliza sepertinya sudah lumayan mendingan, meskipun untuk dipakai jalan masih terasa sakit. Karena efek terkilir masih ada.

"Bagaimana, apakah kaki kamu sudah agak mendingan?" Yazid menatap wajah Heliza yang cantik namun menahan raut sakit.

"Lumayan mendingan. Sepertinya sekarang sudah agak ringan dibanding tadi," jawab Heliza sembari kembali duduk dengan benar di jok mobil dengan pandangan ke depan. Raut wajah datarnya masih jelas terlihat.

"Terimakasih, tapi, ini bagaimana jok mobilnya basah?" Heliza merasa tidak enak dengan keadaan jok mobil Yazid yang kini basah.

"Sudah, tidak apa-apa. Nanti bisa dikeringkan dengan airgun." Heliza menundukkan kepalanya menyimpan rasa malu. Bagaimanapun juga dia kini telah berhutang budi sama Yazid

1
evi carolin
enak aja ,gampang banget ya bikin salah n nyakitin perasaan org seenaknya aja minta dilupakan dan disuruh berbuat baik seolah tdk terjadi apa apa ,manusia ga tanggung jawab
Ghiffari Zaka
iZhin masuk Thor.....sepertinya menarik bngt ceritanya,semangat Thor semoga mampu menarik pembaca yg banyak🥰🥰🥰🥰
Nasir: Aamiin Kak... wah seneng sekali Kakak masih setia baca karya saya. Mksh byk ya.
total 1 replies
Naufal hanifah
suka cerita nya
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Hera sasuwe
👍
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
shesil
Authornya ngasal bikin novel, tanpa survey dulu.
Dunia halu sih boleh tapi tetep pake logika lah kalo ngayal.
Yg kayak gini kok bisa dpt gold 😂😂
Nasir: Dapat gold juga dapat mikir Mbak. Coba deh kamu nulis bisa gak?
total 1 replies
shesil
Nginep di Tanah Lot, jalan kaki ke Hard Rock.
Bisa sih...sampe HR betis langsung bengkak dan kaki rasa mau putus.
Jarak Tanah Lot - HR itu 1.5jam pake mobil (kurleb 22-23km) jadiii bisa dibayangin kan kl jalan kaki harus berapa lama 🤣🤣🤣
Next time survey dulu Thor kalo mau bikin novel biar readernya ga ngakak² (seperti gw 🤣🤣🤣)
Nasir: Lucu ya Mbak? Sama, saya juga tertawa dengan kelucuan Anda. Kalo cerita fiktif ga ada tuh larangan jarak Tanah Lot ke Hard Rock Kafe hanya satu kilo atau 1000 km.
total 2 replies
Bunda Aish
terimakasih Thor, ceritanya sederhana tapi related dengan kejadian sehari-hari disekitar kita
Nasir: Mksh byk Kakak cantik. Lanjut ke karya yg lain ya.
total 1 replies
Athallah Linggar
eliza eliza,5 thn disakiti tp gmpg bngt luluhnya. Bkin si cwo berjuang dg sakit dlu kya kamu.
Athallah Linggar
Enak bner ya,dlu ninggalin perempuan tnp kata dg alasan dojodohin basiiii. Skrng dh kecewa sm yg dijodohin deketin yg dlu disakitin. Laki pengecuttt
falea sezi
bner klo q mah sakit hati bgt di rendahkan gt demi punya ambisi mantu kek jalang ya bu
falea sezi
bodoh aja di jadikan second choise mau dih menjijikan
falea sezi
q kehilangan salah satu anak. triple ku aja nyesek minta ampun meski segumpal daging aja suamiku nangis nya berhari hari kehilangan slaah satu anak kembar kami
Nasir: Innalillahi, smg kuat dan tabah ya Kak. Smg Allah ganti lagi dgn buah hati yg baru.
total 1 replies
Nur Aini
sungguh sangat luar biasa ♥️♥️♥️♥️
Nasir: Makasih banyak Kak...
total 1 replies
Irni Yusnita
bagus ceritanya 👍
rahma hartati
Bagus2 Cerita mu ya Thorr..
aku suka yulisan dan bahasa di dalam Cerita mu..
🤗🤗
fell nya dapat..
Nasir: Masya Allah, mksh byk ya Kak.... sehat sllu ya...
total 1 replies
Lita Pujiastuti
salut cara author menggambarkan karakter masing² tokoh ..begitu cermat dan bikin geregetan krn sifat tokoh yg nganyelke..

😊👍👍
Nasir: 😄😄😄 Terimakasih byk Kak...
total 1 replies
Lita Pujiastuti
2 tahun tanpa kabar kok, masih nyalahin. Kalau mau ditungguin, ya harusnya rutin kasih kabar, biar ada kepastian
Nasir: Betul sekali.
total 1 replies
Lita Pujiastuti
lanjuttt....makin dekat dg akhir nih ..
Lita Pujiastuti
sepertinya hampir tamat nih ...😊
Nasir: Iya Kak, itu babnya pendek.
total 1 replies
Lita Pujiastuti
Heliza ceplas ceplos...selalu diutarakan apa yg dia rasakan tanpa tedeng aling². Harusnya Yazid paham itu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!