NovelToon NovelToon
Pangeran Senja

Pangeran Senja

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

"Aku pernah suka pada orang yang tak mencintaiku, tapi dari situ aku tahu bahwa aku benar-benar mencintainya dengan tulus tanpa mengharapkan apapun"


Pangeran RaViandra Bramasta, pria 25 tahun yang akhirnya di pertemukan lagi dengan cinta pertamanya semasa SMA.

Seringnya ia di tolak akhirnya membuat ia mundur dan menghilang begitu saja hingga takdir tak sengaja membawa gadis itu lagi ke hadapannya.

Tapi semua tak lagi sama, saat rasa nyaman dan ketergantungan mulai tumbuh mereka harus di sadarkan dengan kenyataan jika status salah satunya sudah berbeda.

Ada hati yang harus di jaga saat masa lalu berharap menjadi masa depan.

Mampukah mereka bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamit..

🍂🍂🍂🍂🍂

"Ndut, Abul ya?" Andra yang melakukan video call sambil cekikian menatap putranya.

"Apaan sih, Dadd!"

Senja yang mendengar percakapan pria di sebelahnya pun hanya diam sambil tersenyum simpul, tak ada yang hal lain kecuali bertanya dimana, mau kemana dan dengan siapa, tak lupa juga kapan Pangeran akan pulang.

Sambungan telepon hampir 20 menit itupun akhirnya berakhir masih dengan gelak tawa Daddy Andra yang mendapat banyak cubitan dari istrinya.

"Daddy mu lucu ya, anaknya di bilang kabur," ujar Senja yang sedari tadi hanya menyimak.

"Hem, saking baiknya sampe pengen ku tuker tambah," sahut Pangeran dengan nada kesal.

Drama nikah muda orang tuanya memang menguntungkan bagi pasangan tersebut karna bisa berbangga diri sebab sudah memiliki anak sebesar Pangeran di usia yang belum genap setengah abad, jadi tak salah juga mereka malah sering bertengkar tak jelas layaknya teman.

"Kaya Pipih, ribut terus sama kak Awan," balas Senja.

Keduanya terus mengobrol tentang keluarga hingga tak terasa sampai juga di pemakaman umum. Dibantu oleh Pangeran, Senja pun turun dan berjalan dalam rangkulan pria yang selama tiga tahun selalu di tolak nya itu.

"Ini makamnya?" tanya Senja dengan mata menatap kearah batu nisan bertuliskan nama, tanggal lahir dan wafat.

Hatinya yang mencelos langsung menitikan air mata hingga kembali membanjiri wajahnya yang masih sedikit pucat. Pangeran yang berada di samping Senja hanya bisa mendampingi dan mendengarkan apa yang sedang wanita itu ungkapkan meski yang terlontar hanya kata maaf yang entah sudah berapa kali.

Sebenarnya sejak awal Pangeran tak setuju menemani Senja karna justru takut ia semakin tertekan, tapi bukan bungsu Biantara namanya jika tak keras kepala.

Dan hari yang semakin sore itulah membuat keduanya tak bisa berlama-lama lalu memutuskan untuk pulang.

.

.

.

Di kediaman Biantara, Pangeran bertemu dengan Awan, dua sahabat itu melepas rindu dan banyak juga yang kini mereka bicarakan, mulai dari kenangan masa sekolah sampai kini urusan pekerjaan.

"Gue pulang ya," pamit Pager saat ia melihat jam di pergelangan tangannya.

"Kemana sih? masih sore," kata Awan yang masih ingin bertukar dengan teman baiknya itu.

"Gue dari pagi ini," kekeh Pangeran lagi, tubuhnya yang tak nyaman seolah ingin segera di bersihkan.

"Loh, mau kemana? makan malam dulu disini, Mimih sudah siapkan," sambung Cahaya yang tiba-tiba datang juga bersama Senja.

Tatapan Pangeran tentu tertuju pada wanita itu, wanita yang namanya masih terukir jelas dengan cinta yang masih penuh dan utuh. Senjanya begitu cantik dan terlihat jauh lebih dewasa. Namun yang di rasakan Pangeran saat malah ingin memaki habis habisan pemilik hatinya tersebut.

"Aku pulang aja, Mih," tolak Pangeran halus.

"Tanggung, ayo makan dulu." Cahaya dan Awan berlalu lebih dulu ke ruang makan meninggalkan Senja dan Pangeran yang kini berdiri saling berhadapan.

"Mau kan temenin aku makan?" pinta Senja yang mengulurkan tangannya.

Pangeran tak langsung meraih tangan yang dulu sangat di dambanya itu, ada sesuatu yang seolah kini tengah mencubit hatinya hingga ia memilih memejamkan matanya untuk menikmati rasa bersalah.

"Ran, ayo. Kita udah di tunggu," ajak Senja yang bingung dengan sikap pria di depannya kini.

"Aku harus pulang, lain kali mungkin aku bisa makan malam dengan kalian."

"Kenapa?" tanya Senja dengan dahi mengernyit.

.

.

.

.

Ada yang sedang menunggu kabar dariku, Sen...

1
__luvv7
tiba2 bgt dari cadel ke cowok incaran mbul.....
Intan Risma Wandy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣YaAllah nullll minul ngakak nullllll
Rista Awwalina
🥰🥰🥰🥰🥰
Vien Habib
Luar biasa
Nur Baeti
kelanjutan novel nya mna kk, knpa gk d sematkn judul nya?
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
ketawa ulang Mulu Thor 😆😆😆😆😆😆👻
Lismawati Munthe
ya...blm di bls info lanjutan ya kk
pipi gemoy
nga setuju juga siPut sama Awan Thor
yg ada nanti nasibnya seperti ndot😁
pipi gemoy
nga reka si mommy anak nya di marahi n di amuk 👻😎🌹
Maya Anzlina
thor... tolong yah.. buat cerita si minul ini... tolonng🤣
pipi gemoy
tahan banget Ran sama sifat siPut selama 2 tahun, dikit dikit cembukur marah lalu ngamuk ngamuk
beh.... cari penyakit Lo Ran👻😂
pipi gemoy
baca ulang lagi
dih.... Daddy Andra
udh gede nih 😆😆😆😆😆😆😆😆
Audiyah
Luar biasa
Araa
lanjutan nya mana ini?
Lismawati Munthe: lanjutan nya di mn teeh
total 1 replies
antha mom
suka baca nya thor nih tak kasih bintang 5
antha mom
makasih ya thor
antha mom
ini pasti ulah Daddy 😂
antha mom
😂😂😂😂😂
Lilik Juhariah
ha ha ha baca lagi tapi tetap bikin gemes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!