Hendrik seorang mafia kejam luluh dengan seorang wanita muda cantik, walau umur mereka berbeda. Cinta membutakan seseorang seperti halnya dengan Hendri yang kini jatuh cinta kepada Gersya gadis dibawah umur yang terpaksa menikah karena utang ayahnya. Seorang wanita yang sabar dan sholeh tapi setelah perjanjian pernikahan selesai yang dikonyrak selama 1 tahun.
apakah mereka akan bercerai atau cinta menyatukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 6
Keesokan harinya Gersya terbangun dari tidurnya,perlahan-lahan membuka matanya betapa terkejutnya melihat tubuhnya yang tertutup selimut dan tak memakai sehelai kain pun dan sangat berantakan.
"Apa terjadi padaku?" tanya Gersya pada dirinya sendiri.
"Kamu udah bangun sayang," ucap seseorang dibalik pintu kamar mandi.
"Kamu siapa....?" tanya Gersya memegang selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu lupa dengan suamimu yah," ucap Hendrik keluar dari kamar mandi dengan mengusap kepalanya dengan handuk dan telanjang dada.
"Aaaaaaaaaaa, kamu siapa...? kenapa aku bisa disini...?" teriak Gersya menutup matanya dengan kedua tangannya dengan penuh tanda tanya.
"Wahh, ternyata istriku telah hilang ingatan mau aku bantu mengingatya," ucap Hendrik mulai berjalan mendekati Gersya yang sedang ketakutan.
"Ka...kamu mau ngapain?" tanya Gersya gugup.
"Sayang, kamu nggak usah takut gitu aku nggak akan bakal makan kamu, karena semalam kita sudah melakukannya kalau kamu mau mengulangnya aku tidak keberatan kok," ucap Hendrik memegang dagu Gersya.
"Tidak....," ucap Gersya hendak melepaskan tangan Hendrik tapi Hendrik menggengam erat tangan Gersya dan membelai rambut panjang istrinya.
"Ternyata kamu lebih cantik saat kamu tidak memakai jilbab yah," ucap Hendrik mulai mendekati tubuh Gersya yang mulai gemetar.
Tiba...tiba....
Kring...kring..
Suara hp terdengar di laci meja kamar, membuat Hendrik menhentikan aksinya dan mengambil hp tersebut.
"Makasih Tuhan, aku selamat dari lelaki mesum ini," batin Gersya.
Setelah mengankat hp Hendrik mulai mengambil pakaian untuk ia pakai.
"Kamu ambil baju di lemari, aku sudah suruh orang membawa semua pakaianmu," ucap Hendrik meninggalkan kamar tersebut.
"Hiks...hiks...," tangis Gersya pecah melihat keadaannya sekarang yang sudah menjadi istri orang lain.
"Kenapa mereka menjualku, apa salahku...? Siapa orang tuaku yang sebenarnya...?," ucap Gersya yang penuh tanda tanya.
Gersya kemudian turun dari kamar dan melangkah ke lemari, setelah membuka lemari baju yang tersusun rapi bersebelahan dengan lemari Hendrik.
"Alhamdulillah laki-laki itu tau cara berpakaianku," ucap Gersya senang melihat lemari yang terdapat baju yang tertutup dan kerudung.
Setelah selesai berpakaian Gersya keluar dari kamar, betapa terkejutnya melihat rumah yang bagaikan istana yang begitu besar dan pelayan rumah yang begitu banyak.
"Nyonya, kalau ada yang ingin dibutuhkan panggil saja kami," ucap Pelayan rumah membuat Gersya kaget.
"Baiklah....," ucap Gersya disertai dengan senyuman.
Gersya turun dari tangga dan menjelajahi rumah Hendrik terdapat foto keluarga yang amat bahagia tapi tidak bocah yang di belakang yang terlihat murung.
"Apakah ini Hendrik?" tanya Gersya memperhatikan foto tersebut.
"Benar..., itu adalah tuan Hendrik," ucap Miko salah satu pelayan, membuat Gersya terkejut melihat kedatangannya.
"Kenapa dia terlihat tidak senang," ucap Gersya.
"Itu karena....," ucapan Miko terhenti saat melihat Hendrik pulang.
"Nyonya aku ke dalam dulu," ucap Miko pergi meninggalkan Gersya.
"Ada apa dengannya," batin Gersya.
Hendrik melihat Gersya sedang berdiri dan melamun, ada sebuah senyuman yang terukir di wajahnya melihat Gersya dan mendekatinya serta memeluknya dari belakang.
"Kamu sedang lihat apa?" tanya Hendrik tanpa melepaskan pelukannya.
"Ti...tidak ada," ucap Gersya gemetar.
"Nanti malam kamu bersiap yah, kita akan kedatangan tamu," ucap Hendrik.
"Tamu apa....?" tanya Gersya.
"Ikuti aja aba-abaku....," ucap Hendrik melepaskan pelukannya dan melihat wajah cantik Gersya.
"Apa kamu mau tau siapa orang tua kamu...? dan juga kenapa keluarga Suniatto menjual kamu...?" Bisik Hendrik membuat Gersya mengangguk dengan cepat.
"Kalau begitu aku akan memberi tahu tapi ada syaratnya...," ucap Hendrik.
"Apa...syaratnya...?" tanya Gersya.