NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Beranak Tiga

Menikahi Duda Beranak Tiga

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Candradimuka

"Jaminan rumah sakit, operasi, dokter, apa pun sampai Ibu kamu baikan. Rumah, makanan, dan sokongan usaha. Sepuluh tahun. Itu mahar saya."

Untuk membiayai operasi cangkok hati ibunya, Juwita sebagai anak satu-satunya harus berusaha keras. Di tengah frustrasi memikirkan biaya rumah sakit, seorang pria tampan datang meminta Juwita jadi istrinya. Sebagai ganti, pria itu akan membiayai seluruh pengobatan Ibu dan akan menanggung kehidupan orang tuanya sepuluh tahun kedepan.

Juwita setuju.

Masalahnya, ternyata pria itu punya tiga anak yang tiga-tiganya adalah anak setan.


*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Boing Yang Meresahkan

"Kamu belum bawa baju, kan?" tanya Adji mengikuti Juwita masuk.

"Iya." Juwita cuma bawa beberapa baju di tas, karena berpikir masih harus bolak-balik juga ke rumah dan rumah sakit.

"Ini lemari istri saya." Adji menggeser pintu lemarinya ke samping, menampilkan sebuah ruangan kecil berisi deretan baju dan cermin besar. "Istri saya bilang baju-bajunya boleh kamu pake. Lagian enggak ada anak perempuan di sini. Sayang kalau disimpan."

Istri orang ini pasti wanita yang legowo luar biasa. Maksud Juwita, apa dia tidak berpikir 'tolong simpan dan ingat aku'?

Dia malah seperti menyuruh Juwita mengambil tempatnya.

"Enggak pa-pa? Mungkin lebih baik disimpan buat kenang-kenangan?"

Adji tersenyum samar. "Saya juga bilang begitu, tapi beliau bilang yang pergi tetep pergi mau ada kenangan juga. Kamu pake bajunya pun enggak bikin istri saya otomatis dibuang, kan? Justru bagus, katanya."

Begitu, yah? Juwita tidak mengira perempuan yang waktu itu ia temui punya pribadi luar biasa.

Sekali lagi harus dipertanyakan kenapa tiga anaknya jadi setan padahal ibu ayah mereka begini.

"Habis ganti baju, ayo turun makan. Tadi saya bilang ke anak-anak buat tunda sarapan biar bisa makan bareng."

Makan bersama tiga anak setan, kah? Hah, Juwita sudah lelah duluan.

Tapi ia segera ganti baju, memakai salah satu dress santai di lemari Melisa, istrinya Adji, lalu turun.

Sengaja Juwita pakai, untuk melihat reaksi anak-anaknya Adji. Mungkin Adji dan Melisa baik-baik saja. Bagaimana dengan anak mereka?

"Baju Mama." Sesuai dugaan, mereka mengenalinya.

Juwita pura-pura tidak sadar, membantu asisten rumah menyiapkan makanan di meja.

"Kakak." Cetta menyengir lucu. "Kakak pake baju Mama, yah?"

Jangan pernah lagi percaya pada cengiran lucu bocah setan ini. "Iya, Kakak pinjem, yah?" balas Juwita berusaha santai.

"Tapi, Kakak."

"Hm?"

"Kalo Mama yang pake, ada boingnya."

AAAAAKKKKHGHHGGGGG!

Dua bocah setan itu mengajari setan kecil mereka sesuatu yang haram!

Juwita tersenyum dengan sudut bibir kaku, berkedut menahan kesal. Bocah yang tadi ia pecundangi, plus bocah yang mempecudanginya, mereka kompak menutup mulut tertawa.

Kalau Cetta yang bicara, sebagai bocah kecil, jelas sulit protes.

Adji langsung menutup wajahnya dengan kesan 'aku menyerah'.

"Cetta." Anak kedua, Banyu, memanggil adiknya tiba-tiba. "Enggak boleh gitu."

Juwita melotot karena yakin dia pasti akan menambahkan.

"Ngomentarin badan perempuan itu pelecehan seksual namanya. Semua orang beda-beda. Ada yang besar, ada yang rata. Enggak boleh diejek."

Cetta mengerjap polos. Tiba-tiba cemberut. "Mau yang besar."

"Kalian—"

Ucapan Adji terpotong oleh tawa keras Abimanyu. Anak SMA yang kata Adji baru kelas satu itu kini memegangi perutnya, tertawa terpingkal-pingkal.

Juwita mengepal tangan kuat-kuat. Nampaknya kalau tidak dipukul sekarang, ketiga bocah ini akan terus mengejeknya rata.

"Abimanyu, Banyu, Cetta." Juwita memanggil ketiganya penuh ketegasan.

Mungkin karena terkejut, mereka langsung menoleh. Merinding melihat Juwita tiba-tiba tersenyum manis.

"Bukan enggak ada boingnya, Sayang," ucap Juwita lembut tapi dingin. "Boingnya buat Papa, bukan kalian. Maaf, yah."

Abimanyu dan Banyu tercengang. Cetta menatap papanya, yang tahu-tahu sudah diguncang oleh tawa.

Detik ketika tawa itu mengeras, Juwita sadar kalau barusan ia bukan memukul mereka, tapi memukul diri sendiri.

Aakkkkhhhh! Kenapa malah mengatakan itu?!

*

1
Rahmawaty❣️
Panggilannya ganti donk jgn lu gw lu gw , tante aja ya😅
Rahmawaty❣️
Mreka abis ngpain thor ko bajunya berserakan???? Udh belah duren blom si???? 😅😅
Rahmawaty❣️
Wowww😆
Rahmawaty❣️
Kadang aku slalu berbuat baik ke org tp knp allah blm mendatangkn hal baiknya buat aku🥲
Rahmawaty❣️
Tampol jg ni si nenek nenek🤭
Rahmawaty❣️
Wow di ciummm
Rahmawaty❣️
Pdhl prgi sama suaminya tp ttep aja ada yg jahatin
Rahmawaty❣️
kaya sales ya wi/Facepalm//Facepalm/
Rahmawaty❣️
Haduhhhhhh...
Anak2 tirinya cuma beda brpa tahun doang sma ibu tirinya , jd gmna yaaaa...kn jd baperrr mrekaa🤭😋
Rahmawaty❣️
Jgn di bayangin atuh wi😂😂
Rahmawaty❣️
Apa mesti melihat bukti dlu baru kalian pda prcaya ya bocah
Rahmawaty❣️
Emg rada rada ni bocah , ga bisa ikhlas nerima mamanya prgi kayanya..
Udh bagus adeknya ga rewel nanyain mamanya ,
Rahmawaty❣️
Haha lgsug repleks liet bajunya/Facepalm//Facepalm/
Rahmawaty❣️
/Joyful//Joyful//Joyful/
Rahmawaty❣️
Emak lu udh dikuburan kocak
Rahmawaty❣️
Pikiran wanita beda2 , ada yg krna ngandelin suaminya jd ga bisa lepas dari suami.. Tp klo wanita yg berkarir mh gampang2 aja pisah dri suami krna bisa mandiri
Rahmawaty❣️
😂😂😂😂
Rahmawaty❣️
Cetta umur 6 thn mh udh gede, udh msuk SD kya anakku, hrs nya udh ngerti mamanya si
Rahmawaty❣️
Iiihh ko anak2 nya pda bgitu sii ngomongnya
Rahmawaty❣️
Cetta ini cwok ya thor ????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!