Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Memenuhi Janji
Raya dan Mita duduk disebuah warung bakso dipinggir jalan, memesan bakso dan segelas es jeruk, mungkin ini pertemuan terakhir dua sahabat ini, karena setelah lulus sekolah menengah Mita bermaksud melanjutkan kuliah diluar kota dan ikut bersama sang ayah untuk pindah kerja keluarkota.
"Kamu beneran Ray nggak mau langsung kuliah?dan mau rehat dulu? sayang umur Lo Ray." tanya Mita yang masih penasaran dengan alasan Raya yang tak ingin berkuliah dulu. Karena setau Mita, Raya punya banyak impian dalam hidupnya.
"Bener la, ada janji yang harus aku penuhi dulu sekarang, nanti kalo semua udah beres aku baru mikirin impian aku."
"Kamu bener gak pengen cerita gitu ke aku masalah kamu sebenarnya itu apa?"
"Nanti jika sudah waktunya aku akan cerita, tapi tidak sekarang aku butuh waktu."
"Gak pa pa kok Ray, aku ngerti aku hanya berdoa semoga semua masalah kamu cepet selesai, dan berdoa semoga kamu bahagia dengan keputusanmu."
"Makasih mit, jangan lupa tetep kabari aku ya walaupun kita jauh tapi jangan putus komunikasi, siapa tau nanti aku bakal nyusul kuliah sama kamu walaupun mungkin aku bakal jadi junior kamu dikampus hahaha."
"Gak pa pa lah jadi junior aku, aku bisa jadi senior yang galak buat kamu hahaha."
"Punya junior seimut ini masa kamu tega sih mit." dengan wajah memelas.
"Tega dong, cuma si Rafa itu yang gak tega sama kamu,.aku sih tega banget malah hahaha."
"Seneng, liat aku menderita."
"Ga dong becanda sayangku. Oh ya, si Rafa gimana kabarnya?dia kan pinter gak mungkin lah gak kuliah." Tanya Mita penasaran dengan teman orok sahabatnya itu.
"Mana aku tau, udah ah jangan bahas Rafa. Kita tuh mau kangen kangenan bukan ghibahin orang." Raya yang tidak ingin Mita mengorek masalah Rafa mengalihkan pembicaraan agar Mita tak bertanya panjang lebar.
"Iya iya, jutek amat sih setiap aku mau bahas tentang Rafa, gak seneng banget kayaknya sih Rafa aku rebut hahaha."
"Ter..Se..Rah...."ucap Raya ketus
" Iiihh ada yang lagi PMS ni kayaknya, jutek amat neng."
"Siapa yang PMS sih, aku tuh cuma males aja bahas yang gak penting, mending hari ini kita happy happy."
"Iya Raya, mumpung kita lagi diluar ngemall aja yuk, biar gak belanja yang penting cuci mata, kan lumayan buat menyegarkan mata."
"Ide bagus tuh, ayo buruan abisin baksonya trus kita capcus!" dengan semangat penuh kedua sejoli ini menuju mall.
Setelah seharian menyegarkan mata, kedua sahabat ini akhirnya memilih pulang karena hari sudah sangat sore, dan mereka harus kembali kedunia sebenarnya.
* * *
"Udah selesai kangenan sama Mita nya Ray?" tanya Rahma yang melihat putrinya sudah pulang.
"Udah bun, besok Mita udah mau berangkat."
"Kamu jangan lupa Minggu depan Rafa sama orang tuanya mau ngelamar kamu."
"Iya bun." jawab Raya malas sambil berlalu masuk kedalam kamar, menghempaskan tubuh mungilnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya sejenak.
Nasib memang tak ada yang tau, apa yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan.
Ketika impian harus terkubur karena sebuah perjanjian. Raya hanya bisa pasrah dengan semua keadaan, mencoba berbaikan dengan keadaan kar ena tak ada pilihan.
Janji tetaplah janji, jangan ingkar jika tak punya alasan. Karena dibalik kisah kecewa mungkin ada hikmah. Dan dibalik kebahagiaan juga terdapat kesedihan, tak ada yang tak mungkin.
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org