NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terendah

Baby C yang semula menangis, rupanya seketika terdiam begitu mendapatkan ASIP yang disendokkan pelan-pelan oleh Kanaya. Memang tidak menggunakan dodot, supaya Citra, yang baru lahir itu tidak bingung pu-ting.

Memberi waktu bagi Tama untuk mandi dan menyegarkan diri, Kanaya dan Bisma mengambil alih Citra, dan menimangnya. Air mata lolos begitu saja dari mata Kanaya.

"Kasihan ya Mas, bayi sekecil ini sudah harus berpisah dari Mamanya," ucap Kanaya.

Bisma pun mengangguk setuju, "Benar Sayang, bagaimana lagi. Yang manusia inginkan, berbeda dengan yang Tuhan kehendaki," balasnya.

Kanaya rupanya juga sangat terpukul. Terlebih mengamati wajah Citra yang begitu mirip dengan Cellia. Menatap Citra seakan membuatnya teringat dengan Cellia. Mata yang sama, bibir yang sama, dan juga bentuk wajah yang sama.

"Baby Citra mirip banget sama Almarhumah," ucap Kanaya lagi dengan lirih.

"Iya Sayang, ya kita support sebisa kita, dan berharap Tama akan kuat menjalani semuanya," balas Bisma.

Begitu Tama usai membersihkan dirinya, Kanaya dan Bisma memberikan Baby C kepada Tama, keduanya kemudian berpamitan untuk pulang. Bisma juga berjanji akan mengirimkan ASIP secara berkala kepada Tama. Lagipula, ada pesan antar ekspress yang bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan ASIP yang bisa langsung sampai.

"Makasih Mas Bisma dan Mbak Naya," ucapnya.

Begitu malam tiba, usai pengajian digelar. Tama kini berada sendiri di dalam kamarnya. Baby C dibawa Mama Marina untuk tidur di kamarnya. Sementara Tama memilih mengiyakan saja.

Menurut Mama Marina, Putranya itu masih membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya sendiri. Bahkan Mama Marina meminta kepada Tama untuk tinggal di rumah mereka dulu. Sebab, Mama Marina khawatir jika Tama sendirian di rumah bersama Baby C. Dalam masa berduka ini, Mama Marina meminta kepada Tama untuk pulang ke rumah orang tua terlebih dahulu.

Malam terkadang memberi rasa yang gelap dan rasa kehilangan begitu menyelimuti hati. Malam kemarin, Cellia masih berjuang keras untuk melahirkan Baby C. Akan tetapi, malam ini hanya tinggal Tama seorang diri.

Hatiku risau, Cellia …

Saat surya berganti dan malam kembali menyapa …

Yang tertinggal hanya kesunyian …

Aku menjadi benci malam …

Malam memberiku luka dan kesunyian …

Malam memberikan kenangan yang pahit …

Aku kehilanganmu …

Kamu tidur dalam pilu …

Aku ingin berlari jauh, hilang dan tak terkenang lagi …

Cellia … Cellia …

Aku rindu kamu, Cellia …

Di dalam kamar yang tanpa diterangi dengan lampu itu, Tama duduk di lantai kamarnya yang dingin. Punggung yang bersandar di tembok kamar, dan air mata yang mengalir dengan sendirinya. Sungguh, Tama merasa sangat kehilangan.

Cellia … Sayangku …

Apakah kamu kedinginan di sana, Sayang?

Apakah kamu kesepian di sana, Sayang?

Kenapa kamu pergi tanpa pesan?

Kenapa semua ini terjadi Cellia?

Cintaku untukmu sangat besar, tetapi kamu dengan tega meninggalkanku seorang diri …

Oh Tuhan, lirihan yang begitu pilu dari seorang Tama. Pria itu memejamkan matanya dengan dramatis. Semua kenangan dalam beberapa hari terakhir seolah berputar kembali di dalam ingatannya. Mulai dari Cellia merasakan pembukaan, lemahnya Cellia dan keinginan wanita itu untuk menyerah, dan terima pesan singkat yang Cellia ucapkan.

Aku tidur sebentar ya Mas, jaga putri kita yah ….

Pesan dari Cellia dengan suaranya yang lirih dan juga lembut itu seakan masih terngiang di dalam telinga Tama.

“Apakah ini yang kamu maksudkan kepadaku untuk menjaga putri kita, Cellia? Setelah kehilanganmu, aku tidak yakin bisa menjaganya. Setelah kehilanganmu, aku tidak tahu apakah aku bisa melanjutkan hidupku,” gumam Tama dengan begitu lirih.

Tak bisa lagi mengungkapkan kesedihannya, Tama kini berbaring di lantai kamarnya. Membiarkan udara dingin dari AC menerpanya, pria itu menggunakan lengannya sebagai bantalan kepalanya sendiri. Mata yang begitu pedih karena menangis, kepala yang pening, dan juga rasa sesak yang menghimpitnya membuat Tama benar-benar kehilangan separuh jiwanya.

Sakit patah hati karena cinta tak terbalas tidak seberapa, kali ini rasanya sungguh membuat imannya goncang. Hidup seakan tak berpengharapan. Sekadar menyemangati dirinya sendiri saja sulit, bagaimana bisa Tama menjaga putrinya?

“Apa aku bisa menjaga Citra dengan baik, Sayang? Alih-alih aku, Baby C lebih membutuhkanmu,” ucap Tama dengan memejamkan matanya.

Oh Tuhan, jika ini cobaan terberat, Tama ingin menghapus cobaan terberat ini dari ingatannya. Rasa sesak menghantam dadanya. Rasa sesak yang sekarang menghimpitnya. Sungguh, Tama merasa benar-benar terpuruk kali ini. Sangat terpuruk.

1
Deistya Nur
keren semangat terus dan ditunggu karya terbarunya ka 👍💪
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!