NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 - Ketar-Ketir

"Mau bicara apa? Kalau tentang uang yang kamu maksudkan .. aku tidak punya untuk menggantinya, lagipula aku tidak memintanya tadi malam."

Bukan soal itu, Syakil tidak seperti Mikhail yang melakukan hal curang lantaran memiliki banyak uang. Meski bisa saja dia menuntut ganti rugi dengan cara yang lain, akan tetapi bagaimana Mikhail dulu cukup jadi pelajaran, Syakil tidak ingin memiliki awal yang buruk meski tujuan yang dicapai seindah itu.

"Tidak, lagipula aku tahu kau tidak akan punya uang untuk menggantinya."

Tanpa beban, tanpa khawatir lawan bicaranya akan sakit hati. Syakil mengutarakannya enteng sekali. Amara hanya menghela napas kasar mendengar kesombongan pria ini.

"Lalu kenapa masih mengejarku jika bukan mempermasalahkan uangmu?"

Dalam otak Amara jelas saja pria itu tengah berusaha membuatnya di posisi terpojok. Ya, hidup Amara tidak semulus situ, cukup banyak dia temui cara pria yang begini. Kebanyakan dari teman-teman Eva hendak memberikan sejumlah uang namun dengan syarat harus kencan dengannya sebagai balasan.

"Tidak ada ... aku hanya tidak terima kau pergi tanpa pamit, kau tau seberapa paniknya aku ketika kau sudah tidak berada dalam pelukanku?"

Amara tersentak sesaat, Syakil sadar jika memeluknya. Artinya dia sendiri yang tidak merasakan apa yang Syakil lakukan tadi malam. Tunggu, apa hanya sebatas peluk? Amara mulai berpikir macam-macam dan spontan menjauh.

"Kau mau kemana? Duduk yang benar!" titah Syakil menarik kursi Amara dengan mudahnya hingga tubuh wanita itu hampir kehilangan keseimbangan.

"Kau belum makan? Tubuhmu seringan ini, apa mungkin kurang nustrisi?"

Setelah tadi menghinanya tidak punya uang, kini mengatakan Amara kurang nutrisi. Ya, terserah Syakil saja. Bukan tubuh Amara yang terlalu ringan. Akan tetapi, tenaga Syakil saja yang terlalu besar.

Wanita itu berdebar tak karuan, jarak mereka yang tadinya masih menyisakan beberapa jengkal kini hampir tidak berjarak bahkan deru napas Syakil dapat Amara dengar kini.

"T-tapi aku tidak merasa kita pelukan, tidurpun kita saling membelakangi." Dia berbohong? Tentu saja, malunya bahkan melebihi ukuran tubuhnya sendiri. Syakil yang begini hanya membuat Amara makin pusing saja, bisa-bisanya dia dipertemukan dengan pria semacam Syakil.

"Tidurmu seperti mati, wajar saja tidak bisa merasakan."

Melihat Amara yang begini pikiran jahatnya mulai berdatangan. Wanita ini mungkin sama sekali belum pernah disentuh laki-laki, terlihat jelas dengan tubuhnya yang bergetar setiap Syakil menyentuhnya.

"Hahaha iya, kata kak Eva juga begitu."

Syakil tidak salah lihat, Amara terbahak bahkan menepuk pundak Syakil tiba-tiba. Nyatanya kaum wanita memang sama, salah tingkah sedikit tangan yang berbicara.

"Hm, wajar ... jadi kau tidak merasakan sama sekali apa yang kulakukan padamu?" tanya Syakil dengan sudut bibirnya yang tertarik begitu tipis.

Tawa Amara mendadak hilang, wajahnya berubah murung dan kini mengalihkan pandangan. Jika dipeluk saja dia tidak sadar, lalu bagaimana dengan yang lainnya.

"Memangnya ap-apa? Aku merasa tidurku nyenyak-nyenyak saja," jawab Amara dengan sejuta keyakinannya, rasanya tidak mungkin jika Syakil macam-macam dan dia tidak merasakan, pikirnya.

"Baguslah jika merasa nyenyak, artinya aku tidak menyakitimu."

Syakil mengerlingkan matanya, senyumnya melebar dan demi Tuhan Amaa jadi takut sekali. Syakil kembali menikmati orange juice yang sejak tadi baru berkurang setengah, dari samping pria ini memang begitu sempurna, kenapa bisa pesona manusia belum mandi sudah sekuat ini, pikirnya.

"Maksudmu apa? Memangnya apa yang kau lakukan padaku?"

Cemas, panik, takut dan khawatir menjadi satu. Hidup sebagai adik Eva yang memang hanya perihal becinta bahkan hampir setiap hari membuat Amara memandang pria memang sama saja. Meski sama sekali dia belum merasakan, setidaknya bagaimana Eva bercumbu dengan teman lelakinya sudah bisa jadi gambaran.

"Menurutmu? Aku pria dewasa ... dan kau juga sudah dewasa, tidak perlu dijelaskan secara detail kan, Amara?"

Semakin dia takut sendiri, Amara memeluk tubuhnya sendiri dan merenungi apakah ada rasa sakit di dalam tubuhnya. Karena sepengetahuan Amara dari beberapa teman sebayanya yang juga belum menikah sepakat jika melakukan hal semacam itu akan sakit.

"Bohong, buktinya tubuhku biasa saja ... tidak ada rasa sakit atau ngilu seperti yang teman-temanku katakan."

"Kau tau dari mana kalau sakit? Sesuai skill ... jika laki-lakinya bodoh iya sakit."

Pembicaraan mereka sudah seperti pasangan kekasih, Syakil bahkan tidak malu menyentuh bibir Amara yang kini terbuka lebar karena bingung dengan pernyataan pria ini.

"Tutup mulutmu, nanti kemasukan lebah."

Syakil tertawa sumbang, benar-benar sama dan dia belum menemukan bedanya. Bagaimana cara dia memandang Syakil di saat bingung dan terkejut mendengar sesuatu benar-benar semirip itu.

"Jangan melihatku begitu, aku menyukai matamu."

Dalam hati Amara mungkin bertanya siapa pria sinting ini, saat ini dia baru mengetahui nama. Itupun karena Syakil memberikan kartu namanya. Sungguh aneh sekali, Amara tidak mengenal pria ini akan tetapi diperlakukan persis wanita penting dalam hidupnya.

-

.

.

Waktu yang Syakil minta nyatanya cukup lama, bahkan dia baru bersedia mengantar Amara pulang ketika selesai makan siang. Sebagaimana layaknya seorang kekasih, Syakil mengembalikan Amara pulang ke tempat tinggalnya.

"Di sini saja, aku takut kakakku semakin marah."

"Kakakmu di rumah sekarang?" tanya Syakil kemudian melangkah mendekati Amara, bukankah semakin baik jika dia juga bertemu kakaknya? Penasaran sekaligus ingin memastikan sesuatu.

"Hm, biasanya siang begini dia belum pergi."

"Baguslah, aku masih punya hutang pada kakakmu ... sisa pembayaran yang dia inginkan belum aku berikan," tutur Syakil semakin membuat Amara tidak nyaman.

Belum bertemu saja Eva sudah berani membuat Syakil mengeluarkan uang. Padahal, di antara mereka bukanlah hubungan antara pelanggan dan penyedia jasa.

Amara melarang Syakil mendampinginya hanya karena malu sebenarnya, hendak dibawa kemana wajah Amara jika Syakil mengetahui bagaimana Eva yang sesungguhnya.

"Tidak usah, aku yang akan bicara padanya ... lagipula aku bukan wanita bayaranmu." Geli sekali dia mengutarakan ini, Eva yang bertindak sesuka hati membuat Amara seakan benar-benar murahan.

"Aku yang membawamu pergi, maka aku juga yang bertanggung jawab dan memastikan kau benar-benar kembali."

Keras kepala, pemaksa dan juga pria yang sudah berhasil membuat Amara ketar-ketir dengan pernyataannya. Namun, hendak kembali melarang juga percuma lantaran kini Syakil sudah berjalan lebih dulu darinya.

"Belok kiri ... di sana jalan buntu!!" teriak Amara, langkah syakil begitu semangat bahkan meninggalkan Amara cukup jauh seakan dia begitu paham kemana arah jalan pulangnya Amara.

"Ck, kenapa tidak bilang dari tadi?"

Selain bisa bersikap hangat, Syakil juga bisa memperlihatkan kesalnya dalam waktu sekejab. Dia mendengkus kesal kemudian berbalik dan menatap tajam Amara padahal dia yang salah.

Tbc

1
SNN 💠
bagus.. 💫
🌺 Tati 🐙
karyamu tuh paling bisa mengocok perut😂😂
🌺 Tati 🐙
syakil ingat kamu di suruh pulang sama mamahmu,jangan keluyuran😅
🌺 Tati 🐙
keturunanya udah aku baca,biangnya baru sekarang aku baca🤭
Desy Puspita: Makasih banyak kak
total 1 replies
Gintania nia
selalu bagus sampai titik terakhir
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Menantu Presiden" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35)? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
apajalah
👍👍🍂🍂🍃🍃🍁🍁👍
apajalah
😊🍂🍃🍁🍂🍃🍁😊👍👍👍
apajalah
👍🍁🍁🍃🍂🍁🍃🍂🍂😊
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waahh beneran Tamat, Ceritanya TOP Markotop pokoknya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagi tegang²nya nunggu Amara mau lahiran malah ambyyaaarr sama kelakuan Mikhail.. ampuunn, ga hilang² kocaknya Khail.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dasar Syakil air masuk kamar malah ngawur... saking stresnya ngadepin bumil ya yang moodnya gampang berubah².🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kocak Syakil asisten merangkap jadi ipar dari mantan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
somplakkk Syakil pengen di bejek sama Zia kalau dia denger.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunnn ternyata Wanita yang ikut Mikhail Kendrick toohh.... di kirain wanita beneran ... biar apa siihh pake nyamar segala.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh Amara nasibnya nanti gimana baru juga bahagia malah ada badai lagi..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mungkin Ibra mikirnyabAmara bekas wanita malam kah.... jangan² Eva berulah ngomong ke Ibra yang aneh² tentang Amara karna jatah uangnya berkurang.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mending lepaskan saja Ganeta lah Syakil, mau di apain juga terserah orang sama ortunya sendiri.... mending cukup fokus dengan rumah tangga mu dari pada yar kamu yang nyesel kalau ada apa² dengan Amara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
.ikhail bukannya ngademin biar Syakil tenang malah tambah ngacawin... sebagai kakak harusnya bisa lihat situasi dan kondisi laahh... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
balas Ra peluk siapa kekk... peluk Mikhail juga ga apa² buat bikin Syakil cemburu tapi ijin dulu sama Zia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bagus Syakil kamu sudah ambil tindakan tepat dengan membawa Amarabdenganmu ke RS bertemu Ganeta tapi jangan sampe kamu lupakan Amara saat kamu bertemu dwngan masa lalu mu meskipun Ganeta ingin kembali padamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!