Kali ini novel berjudul "Taubatnya Wanita Hina" diperankan oleh gadis cantik yang tumbuh besar dalam lingkungan bebas.
Hidup bebas hingga membuatnya terjerumus pada dunia malam.
Hidup yang hanya berisikan foya-foya dan pergaulan bebas.
Hingga suatu kondisi membuatnya bertemu dengan seorang pria mapan yang juga taat beragama dan akhirnya mampu membawanya ke jalan yang benar.
Tapi tak berhenti disitu, kisah kelam di masa lalunya membawa imbas di kehidupan masa depannya.
Siapakah pria hebat yang mampu mengubahnya?
Bagaimanakah perjuangan mereka dalam menghadapi celaan masyarakat tentang masa lalunya?
Simak ceritanya dan jangan sampai ketinggalan yaa*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05 Hampir Hilangnya Mahkota
Jika tidak bisa menjadi kekasihnya setidaknya berkencan buta dengan Zee adalah impian yang wajib ia wujudkan. Itu adalah prinsip Angga.
Karena terlalu banyak minum Zee akhirnya mabuk parah.
Ini adalah kesempatan besar bagi Angga agar bisa dengan mudah untuk mendekati Zee.
Zee yang mulai sempoyongan ingin segera pulang ke apartemennya.
Namun karena terlalu mabuk, Zee hampir jatuh dari kursinya.
Angga segera menangkap tubuhnya dan menarik Zee ke pangkuannya.
Wangi dari rambut Zee semakin membuatnya tergoda. Hasratnya sebagai pria normal mulai bangkit.
Zee melepas tangan Angga dan mencoba berdiri sendiri.
"Gue bisa sendiri. Gue ga butuh bantuan lo atau siapapun" ucap Zee dengan terbata-bata
"Oke oke Sory. Gue cuma mau nolongin lo takutnya lo sampe jatuh"
Zee menepis tangan Angga dan mulai berjalan keluar dari bar.
Angga diam-diam membuntuti Zee dari belakang.
Zee berjalan dengan tidak seimbang mengelilingi area parkiran. Ia lupa kalau tadi dirinya meminta Dita dan supirnya untuk pulang lebih dulu.
"Sial...!! Bego amat gue. Kenapa gue nyuruh supir gue pulang tadi, kenapa? Dasar bego!"
Zee menggertui dirinya sendiri. Karena kepalanya semakin terasa berat dan pusing, Zee terjatuh ke tanah dan mulai kehilangan kesadarannya.
Angga segera mendekati Zee dan membawa ke mobilnya.
"Zee... Zee... Lo emang cantik banget. Tak ada satu laki-laki pun yang tak tergoda oleh kecantikan lo. Keberuntungan memang sedang berpihak pada gue, hingga membawa gue bertemu dengan lo. Gue ga bakalan menyia-nyiakan kesempatan ini dengan melewatkan malam yang indah dengan lo. Hahahhaa...."
Angga merasa sangat bahagia bermalam dengan idolanya. Kali ini Angga benar-benar gila, hasratnya semakin memuncak melihat tubuh Zee yang tergeletak lemas tak bertenaga.
Angga akan membawa Zee ke tempat yang sepi agar tak ada siapa pun yang mengganggu mereka malam ini.
Di tengah perjalanan mobil Angga berpapasan dengan gerombolan bapak-bapak dan ibu-ibu yang baru pulang dari pengajian, dan dengan kondisi jalan yang sempit membuat mobilnya tak bisa melaju.
Suara yang riuh dari luar mobil membuat Zee tersadar.
"Gue dimana...?" Tanya Zee
"Lo ada di mobil gue. Udah tenang aja, gue bakalan anterin lo pulang."
"Lo siapa?"
"Lo udah lupa sama gue, gue Angga"
"Turunin gue. Gue mau pulang sendiri"
"Udah tenang aja, bentar lagi sampai kok"
Angga mulai meraba tangan dan lengan Zee.
Sontak Zee langsung menepis tangan Angga. Hal itu membuat Angga semakin gemas dengan Zee.
Semakin Zee menolaknya semakin tinggi gairahnya.
Karena sudah tak tahan melihat tubuh seksi Zee yang begitu menggoda, juga dengan pakaian yang menunjukkan belahan dadanya, Angga tak dapat lagi menahannya.
Angga mematikan mobilnya dan langsung memeluk Zee.
Zee yang terkejut dengan perbuatan Angga dan segera berontak dan mencoba melawan.
Angga semakin gila, ia terus menciumi Zee mulai dari wajahnya dan mulai turun ke lehernya.
Kedua tangan Zee di pegang erat oleh Angga. Zee mulai berteriak sekuat tenaga untuk meminta bantuan, namun Angga menggigit bibirnya hingga berdarah dan membuat Zee merintih kesakitan.
"Aaa....... Sakit brengs*k. Lepasin gue!!"
Angga mencoba melepas baju Zee dengan paksa tapi Zee berusaha untuk menolak.
Karena tenaga Angga lebih kuat Zee pasti akan kalah.
Zee kemudian menendang bagian sensitif Angga dan membuatnya terpental.
Segera Zee membuka pintu mobil untuk kabur.
Tapi Angga kembali menarik tangannya, tapi Zee menggigit tangan Angga dengan kuat hingga Angga pun melepaskannya.
Segera Zee berlari untuk mencari bantuan. Meski menahan sakit di bagian selangkangannya, Angga tetap berusaha untuk mengejar Zee.
Zee berlari sambil sesekali melihat ke arah Angga di belakang, sampai akhirnya ada mobil yang lewat dan hampir saja menabrak dirinya.
Tubuhnya yang masih dalam pengaruh alkohol membuatnya hampir saja di tabrak mobil yang melintas.
"Aaa......" Zee berteriak sekuat tenaga.
Nasib baik mobil itu mampu mengerem dengan tepat waktu.
"Astaghfirullah... Kamu ga papa?" Tanya seseorang dari dalam mobil
Zee segera berlari ke pintu mobil sambil menggedor-gedor kaca mobil dan mencoba membukanya.
"Tolong saya. Tolong saya. Berikan saya tumpangan, tolong"
"Ada apa?"
Zee terus melihat ke belakang dan benar saja Angga semakin dekat.
"Tolong buka pintunya, biarkan saya masuk dulu. Tolong.... Saya di kejar preman!"
Setelah pintu mobil terbuka Zee segera masuk dan mengunci pintunya.
"Cepat jalankan mobilnya, cepat cepat...."
Ketika Angga sudah sangat dekat, mobilpun melaju.
"Terimakasih... Terimakasih telah menolongku..." Ucap Zee terengah-engah
"Sama-sama" balasnya
Bau alkohol begitu menyengat bersamaan dengan masuknya Zee ke dalam mobil.
"Astaghfirullah... Kamu suka minum alkohol?"
Zee melihat orang yang sedang mengemudi itu,
"Bagaimana kau tau?"
Tanya Zee sambil terus memegangi bibirnya yang berdarah.
"Ini adalah kali kedua saya bertemu denganmu"
"Dimana?"
"Di salah satu hotel di Bali"
"Saya lupa. Auh..." Zee merintih kesakitan
Zee mencoba mencari tisu di tasnya untuk mengelap bibirnya namun tak ada.
Setelah berjalan lumayan jauh mobilpun berhenti.
"Ini"
"Apa? Saya tidak butuh kain ini, saya cuma butuh tisu untuk mengelap bibir saya" tolak Zee
"Ini kain surban ku, gunakanlah untuk menutup aurat mu yang terbuka. Tisunya ada di dalam kotak di bawah kaki mu"
Ucap pria itu lalu kembali melajukan mobilnya.
Zee mengambil surban itu lalu ia selimut kan di tubuhnya. Zee kemudian mengambil tisu lalu mengelap bibirnya.
Sesekali ia merintih menahan perih.
Bajunya yang seksi kini sudah compang camping karena ulah Angga.
Zee merasa malu karena baru kali ini ada pria yang malu menatapnya karena pakaiannya yang terlalu terbuka.
Pria itu bahkan tidak berani menatap wajah Zee.
Setelah beberapa lama mobil pun berhenti di depan sebuah rumah yang sederhana namun rindang dengan banyaknya pepohonan dan tanaman hias.
"Jangan turun dulu. Tunggu saya ambil kan baju ganti untuk mu"
Pria itu turun dari mobil meninggalkan Zee sendiri.
Zee terus memandangi pria itu dari belakang.
Baru pertama kali baginya melihat laki-laki yang sangat menjaga pandangannya.
Bukankan melihat wanita cantik dengan penampilan seksi adalah impian semua laki-laki? tapi tidak dengan pria itu.
Pria itu membuka bagasi mobilnya dan mengambil pakaian. "Ini sebenarnya pakaian untuk umi, tapi tak apalah di buat sedekah dulu, insya Allah untuk umi pasti akan ada rezeki lain" batin pria itu
Pria itu diam-diam ingin memberi hadiah untuk umi nya, tapi berhubung ada keadaan mendesak, jadilah baju itu ia berikan pada Zee.
"Pakai ini dan ikuti saya"
Zee mengambil pakaian itu lalu memakainya di dalam mobil.
Pria itu menunggu Zee di luar mobil dan membelakanginya.
Zee lalu turun dari mobil dengan jilbabnya yang hanya di jadikan selendang.
"Itu kain untuk menutupi rambut mu, bukan untuk di jadikan selendang seperti orang India" tutur pria itu dengan sedikit tertawa
"Tapi saya tidak bisa memakainya, saya tidak biasa"
"Baiklah, tapi setidaknya letakkan kerudung itu di kepalamu bukan di lehermu"
Zee pun menuruti kata pria itu.
"Ini dimana? Dan kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Zee
"Ini rumah ku. Aku membawa mu kemari karena aku tidak tau harus membawamu kemana dengan luka seperti itu. Mari ikut dengan ku agar luka mu bisa segera di obati"
Zee mengikuti pria itu dari belakang.
Pria itu membuka pintu dan
"Assalamualaikum... Umi, Adam pulang"
Pria itu adalah Adam Firmansyah. Pria yang pernah menolong Zee saat hampir jatuh di depan salah satu lobby hotel di Bali.
Mungkin Zee lupa dengan Adam karena saat itu Zee sedang mabuk berat. Sedangkan Adam ingat betul wajah Zee.
"Wa'alaikum salam..." Suara yang terdengar lembut menjawab salam dari dalam rumah.
Saat pintu rumah terbuka terlihat sosok yang sudah paruh baya dengan wajah dan senyuman yang ramah menyambut kedatangan Adam.
Umi Fatimah namanya.
☀️☀️☀️☀️☀️
moga d berikelancaran sampe lahiran nanti
moga" anaknya ze kembar ya thor🥰🥰🥰
smg zee cpt pulih sehat begitu jg bayi nya..smg kebahagiasn ini jg bertambah bust zee..smg ada kabar baik dita jg choki sadar dr komay..lanjuut up thoor