Lindsey Georgina Lane. Gadis muda berambut coklat dan bermata hazel yang selalu menyukai hal-hal berbau fantasi. Hingga suatu hari ketika hobinya membawa dirinya ke perpustakaan nasional terbesar di kota London saat itu.
Stereo Nation Library adalah perpustakaan dengan berbagai buku, apapun buku yang kau butuhkan pasti akan terpenuhi jika memasuki perpustakaan ini.
Kala itu setelah ia berkeliling perpustakaan, ia terkesima dengan satu buku usang yang bertuliskan "Open Me" Karena penasaran ia pun meminjam buku tersebut.
Tetapi ia tidak tahu, bahwa ternyata buku itu menyimpan banyak misteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Writter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kutukan Jarum Pintal
Lindsey mengerjapkan kedua matanya yang terasa sangat berat dan saat ini ia kembali berada tepat di sebuah hutan yang dipenuhi oleh tanaman berduri.
Ia sempat berpikir, kenapa kalung itu harus membawanya ke dunia dongeng melalui hutan gelap yang menyeramkan? Ia kesal sekali karena selalu berurusan dengan binatang buas.
"Kenapa hutan lagi?!" teriaknya frustasi.
"Hei, kalung! Kau itu kan punya kekuatan sihir, sekarang beritahu aku di mana kita sekarang?" tanya Lindsey pada kalungnya. Dia seperti orang yang kehilangan akal sehat karena mengajak bicara pada benda mati.
Seperti portal antar dimensi yang bahkan Lindsey pun tak mengerti bagaimana cara kerjanya. Bertemu cinderella, menjadi ibu peri konyol, membantu putri salju dari amukan nenek sihir. Dan sekarang? Hutan gelap pengap ditambah dengan semak belukar berduri yang sangat menakutkan.
"Aku sudah meninggalkan rumah selama tiga hari. Mom pasti sedang kebingungan karena aku tidak ada di rumah. Aargh! Apa yang harus aku lakukan?!" ucapnya sambil mengacak-acak rambut karena frustasi.
"Apa kau baik-baik saja?" Tiba-tiba seorang gadis berambut pirang datang dan menepuk bahu Lindsey.
"Aaaakkkkhh!" Lindsey berteriak karena terkejut dengan kedatangan gadis berambut pirang itu.
"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. Aku juga manusia sepertimu," jelas gadis berambut pirang.
"M-manusia, ya? Huft ... syukurlah." Lindsey menghela napas lega.
"Kau sedang apa di hutan ini?" tanya gadis itu.
"Aku sedang, ehm ... mencari makanan." ucapnya berbohong.
Gadis itu mengerutkan keningnya, merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dari Lindsey. "Kau sudah menemukannya?" tanyanya.
"Belum."
"Kebetulan sekali aku membawa buah-buahan, kau mau?" tawar gadis itu, lalu menyodorkan sekeranjang penuh apel merah, dan beberapa jenis buah berry.
"Untukku? Wah, terima kasih, kebetulan aku sangat lapar." Lindsey menerima satu keranjang penuh buah-buahan segar itu. Ia pun memakannya dengan lahap, sampai-sampai mulutnya berceceran karena air yang keluar dari buah-buah itu.
"Pelan-pelan saja," ucap gadis itu sambil tersenyum kecil melihat kelakuan Lindsey. "Kau terlihat kelaparan sekali." lanjutnya.
Lindsey terkekeh kecil mendengar ucapan gadis pirang itu.
"Wah, aku sangat kenyang. Terima kasih ya. Oh ya, siapa namamu?" tanya Lindsey yang baru menyadari bahwa mereka belum berkenalan.
"Namaku Aurora, dan siapa namamu?" kata gadis pirang yang ternyata bernama Aurora itu pun bertanya pada Lindsey.
"Aurora?" Lindsey mengernyit dan mencoba mengingat nama itu.
Apakah ini dongeng Putri tidur? pikirnya.
"Ada apa?" tanya Aurora.
Lindsey langsung menggeleng pelan. "Ahh, tidak apa-apa. Perkenalkan namaku Lindsey." jawabnya.
Aurora tersenyum kecil. "Apa kau tersesat?" tanyanya. Lindsey diam tak menjawab pertanyaan Aurora.
"Sudah kuduga kau pasti tersesat," kata Aurora menyimpulkan.
"Ng? I-iya sepertinya begitu, hehe." Lindsey terkekeh.
"Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku untuk sementara?" ajaknya.
"T-tentu, jika kau memaksa," balas Lindsey mengangguk cepat. Itu lebih baik daripada mengawasi Aurora dari kejauhan.
"Hari sudah mulai gelap, ayo!" ujar Aurora dan meraih tangan Lindsey lalu menariknya berjalan menuju rumahnya.
"Iya."
Akhirnya, Lindsey pun ikut dengan Aurora ke rumahnya yang terletak di tengah-tengah hutan. Aurora sendiri tinggal bersama tiga bibinya, yang sebenarnya adalah seorang peri.
Aurora tak tahu bahwa ketiga bibinya adalah seorang peri yang berasal dari suatu kerajaan, mereka sengaja merahasiakannya dari Aurora agar Aurora tidak terpancing rasa penasaran. Itu bisa membahayakan diri Aurora dan akan berakibat fatal. Alasan kenapa Aurora harus tinggal di tengah hutan bersama tiga peri itu karena sang Raja telah memerintahkan ketiga peri itu untuk membawa Aurora pergi jauh dari istana, ia takut bahwa kutukan peri hitam saat itu akan menjadi kenyataan.
Kutukan itu mengatakan bahwa saat Aurora menginjak usia 18 tahun, ia akan tertusuk jarum pintal dan tertidur selamanya. Hanya ciuman cinta sejati yang dapat mematahkan mantra kutukan itu. Untuk melindungi putrinya, sang Raja rela tidak bertemu dengan Aurora selama bertahun-tahun demi keselamatan sang anak. Raja juga telah memerintahkan para pengawalnya untuk menghancurkan jarum apapun yang ada di istana.
...***...
Mampir yukk, ada chat story haikyuu lohh, trus ada ff papa claude, dan novel romance!!! Jangan lupa kasih dukungan yaa