Slow update..😁
"Setiap tangis ku akan menjadi kutukan bagi mu.. Setiap Air mata ku yang menetes karna mu. Akan selalu menjadi masa kelam yang akan selalu kau ingat. Setiap derita yang kau torehkan di setiap inci tubuh ku, akan menjadi karma penyesalan yang akan terus membelengu jiwa mu... Ini bukan sekedar umpatan atau kutukan belaka. Tapi ini api kemarahan seorang wanita yang sudah kau hancurkan hidup nya..." Aelin Dirwantar.
"Aku akan mengambil seluruh kehidupan mu. Merenggut setiap senyum mu. Menghisap semua sari pati hidup mu. Hingga kamu memohon untuk tiada. Tapi aku tidak akan membiar kan hal itu. Karna mu cinta ku terluka. Jangan salah kan takdir atau pun siapa pun. Karna ini adalah salah mu telah berani menyingung seorang Davin Arselion.." Davin Arselion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cymut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Brengsek !
...5...
Degg...
Jantung Mr. Arkelin terasa meluncur bebas, saat ke dua netra nya menatap ranjang tidur sang putri.
Ke dua bola mata pria tua paruh baya itu begitu mengerikan, seakan siap keluar dari ke dua cangkang nya.
Tepat di depan nya, putri kebanggaan serta putri kesayangan kini tengah terlelap dengan seorang pria yang tak lain adalah bos nya sendiri.
Dan yang lebih mengaget kan lagi, tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di antara tubuh mereka.
Rasa kecewa, marah, hancur dan menyesal menjadi satu dengan jantung Mr. Arkelin yang berdetak semakin kencang, menimbulkan rasa nyeri yang bersarang di sana.
"Aelin....!!!" Pekik Mr. Arkelin dengan suara tinggi, sembari tangan kanan nya menahan dada diri nya yang tiba- tiba merasa sakit.
Tubuh Mr. Arkelin limbung dan siap untuk merosot jatuh, namun dengan sigap Darren menyanggka tubuh lemah itu.
"Papy...Hmmmmm..." Lenggkuh Aelin, yang terbangun dari tidur panjang nya.
Wajah bangun tidur Aelin langsung berubah panik, saat melihat tubuh Mr. Arkelin limbung.
Aelin segera bangkit dan segera menghampiri sang ayah.
"Jangan sentuh aku...!!!" Teriak Mr. Arkelin saat tangan putih aelin hendak menyentuh diri nya.
Semua pengawal termasuk Darren segera menunduk kan kepala nya.
Pasal nya tanpa sadar Aelin bangkit dan melupakan jika tubuh nya tak tertutupi kain sedikit pun.
"Cih,,,,," Decih Mr. Arkelin jijik , menatap tubuh polos putri nya yang sudah tidak lagi suci.
Terpaan hawa dingin seketika menyerang kulit Aelin.
Aelin terbelalak kaget dengan ke dua bola mata yang hampir pecah, saat melihat tubuh nya yang polos.
Dengan sigap Aelin menarik selimut lalu melilit kan nya pada tubuh polos nya.
Mr. Arkelin segera berlalu pergi, di papah oleh Darren. Lalu di ikuti para anak buah nya.
Kini hanya tertinggal Aelin dan Davin yang masih asik dengan tidur lelap nya.
Tubuh Aelin seketika merosot jatuh di lantai, bersamaan dengan menghambur nya keluar air mata dari ke dua mata nya yang indah.
Ternyata semua nya bukan mimpi. Semua nya nyata.
Mahkota nya benar- benar hilang.
Rasa sakit dan derita kemarin malam memang adalah sebuah kenyataan.
"Hiks... Hiks...." Isak tangis Aelin frustasi.
Ia meringkuk di lantai, dengan ke dua mata bersimbah air mata ini.
Apa yang harus ia lakukan sekarang?.
Bos ayah nya merenggut harta berharga yang diri nya miliki.
Diri nya benar- benar sangat kotor.
Di rumah nya tepat di kamar nya sendiri yang sudah seperti surga bagi nya. Diri nya di perkosa di jadi kan wanita pemuas nafsu.
"Brengsek...!!! Laki- laki sialan... " Pekik Aelin dengan tangis terisak.
Kepala nya menoleh ke arah Davin yang masih tertidur dengan lelap.
"Pria brengsek.. Sudah mengambil keperawanan ku masih bisa tidur dengan nyenyak..." umpat Aelin segera bangkit.
Dia memandang wajah Davin yang begitu damai. Ingin rasa nya saat ini diri nya mengambil pisau dan menusuk setiap inci tubuh pria busuk ini.
Kebencian dan dendam begitu mengalir di seluruh tubuh Aelin , menjadi dendam dan kebencian yang mendarah daging.
Bagaimana bisa seorang pria busuk ini menjadi seorang presdir dengan kelakuan bejad nya.
"Bangun sialan!!!... Bangun... !!!" Teriak Aelin dengan kaki menghujam tubuh Davin.
Hanya sekali tendangan, kesadaran Davin kembali seutuh nya.
Pukulan dari Aelin rasa nya seperti pukulan semut, tapi mampu membuat nya terbangun.
"Berani sekali kamu mengganggu tidur ku...!!!" Bentak Davin yang langsung terduduk dari tidur nya.
Ia sedikit bergidik ngeri saat melihat tampilan Aelin yang sudah mirip dengan monster betina.
Mata memerah dengan kebencian yang begitu jelas terlihat, rambut indah yang berantakan, dengan selimut tebal yang melilit tubuh kecil nya.
"Kamu berani membentak ku hhhhh...??? Pria brengsek kamu sudah mengambil mahkota ku dan berlagak menjadi tuan rumah di sini.. Gara- gara kamu hidup ku menjadi hancur... Sialan..." Caci Aelin dengan wajah menyeram kan.
Siluet kenangan semalam terlintas di memori Davin. Saat ia mengambil hal yang paling berharga dari gadis yang tengah mengamuk dengan segala kefrustasian.
Davin tersenyum tipis, cacian dan hinaan Aelin bagai pujian di telinga nya.
"Hidup ku sudah hancur... Pria macam apa kamu hingga memperkosa seorang gadis di rumah nya sendiri.. Huks... Hiks..." Tangis Aelin kembali pecah, tubuh nya bergetar dengan hebat.
Beban nya kali ini benar- benar berat.
Ia sudah mengecewakan ayah nya, lalu masa depan nya hancur berkeping- keping tak bersisa lagi. Itu semua karna pria brengsek seperti Davin.
Aelin langsung berlari ke kamar mandi, menutup pintu kamar mandi rapat- rapat.
Diri nya tidak ingin lagi gegabah dengan membiar kan pintu terbuka. Jika tidak pria bejad seperti Davin akan masuk lagi.
Suara shower kamar mandi di nyalakan.
Rembesan air dingin menerpa seluruh tubuh Aelin yang masih terlilit selimut.
"Semua nya sudah hancur, bagaimana aku bisa menghadapi dunia... Hiks... Hiks..." Lirih Aelin dengan tetesan air yang meredam isakan tangis nya.
...----------------...
...****************...
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
Davin & Ael1in biar bahagia1. thor