NovelToon NovelToon
KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Badboy / Anak Genius / Berondong / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ikko Suwais

Sinopsis : Kisah Pria Miskin Yang Tajir.

Doni adalah seorang anak yatim yang dibesarkan oleh ibu kandung dan ayah tiri nya yang sangat kejam terhadap nya.
ia tumbuh menjadi pria dewasa dan mendapat harta warisan dari ayah nya yang telah meninggal. ia tak pernah tahu, bahwa ayah nya semasa hidup memiliki perusahaan yang besar dan terkenal diluar kota. harta warisan itu masih dititipkan oleh sekertaris ayah nya Doni yang bernama pak Yaris.

Ibu anak itu pun tidak tahu menahu akan harta warisan yang masih ada dan disimpan oleh mantan suami nya yang telah meninggal itu. harta warisan yang tersisa itulah yang nanti nya akan diberikan pak Yaris kepada anak tunggal bos nya jika anak itu sudah berumur dua puluh lima tahun. masalah harta warisan tersebut akan menuai kritikan pedas dari sang ibu dan konflik perebutan harta warisan itu akan terjadi disetiap cerita ini ke depan nya.

Kisah cinta pun tak luput dari kehidupan Doni dan dimulai ketika kisah asmara yang akan ia jalani setelah permasalahan dengan ibu nya itu usai, akan ada permasalahan lagi diantara kisah cinta yang akan ia jalani nanti ke depan nya.

Ingat!!!
ini hanya karya fiksi!! tidak diperuntukan untuk pembaca yang baperan dan malas membaca cerita yang bertele-tela!! ambil hikmah dan pelajaran didalam sebuah cerita fiksi ini dan jangan di tiru perbuatan tercela di dalam cerita ini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikko Suwais, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMIMPI

SORE Hari mulai membias menggantikan terik nya sinar matahari disiang hari kala itu. seorang pemuda terlihat sedang tertidur di emperan depan ruko yang sedang tertutup. ia hanya menghiraukan suara mobil yang berlalu-lalang dengan berisik dan menganggu telinga siapa saja yang mendengar nya. Doni masih tertidur dengan pulas nya. ternyata ia sedang Bermimpi dan duduk di sebuah kamar rumah yang mewah dan besar. di depan nya terlihat samar-samar ada sesosok lelaki berwajah tampan dan terlihat masih muda.

Lelaki muda itu berkata kepada Doni yang masih bingung dengan apa yang ada di hadapan nya.

"nak..., jaga diri mu baik-baik ya. ayah akan selalu menyertai mu kemana pun kamu pergi."

"si..siapa kau..???" tanya doni melihat wujud samar-samar di hadapan nya. sosok lelaki itu tersenyum dan berkata kembali.

"aku adalah ayah mu nak. kamu jangan sedih dan jangan putus asa dalam menjalani hidup ini. anggaplah kejadian pahit ini ujian dari hidup mu nak."

"ayah..?! ayaaah..!! hah..hah..hah.." Doni terbangun dan menggeragap memanggil ayah nya. napas nya tersendat-sendat karena mimpi yang ia alami barusan membuat nya berkeringat dingin.

Pemuda itu langsung membuka tas nya dan mengambil air minum yang sebelum nya diberi oleh pak satpol pp yang baik kepada nya. setelah Doni minum air mineral itu dan memasukan nya kembali ke dalam tas nya, ia kini merenungi ucapan yang ada di dalam mimpi nya. ia masih mengingat jelas yang hadir di mimpi nya adalah suara ayah nya dan nampak jelas samar-samar. ayah nya memanggil nama nya serta sebuah pesan yang masih ia ingat.

Orang-orang yang melintas di depan emperan ruko melirik ke arah Doni yang berpakaian kusam dan dekil. ia tak pernah mencuci muka nya bahkan berganti pakaian pun tidak. padahal, di dalam koper nya masih banyak baju dan celana yang masih bagus. ia tidak mau memakai nya dan membiarkan pakaian yang ia kenakan kusam dan kotor.

Ia duduk memeluk kedua lutut nya dan masih melamuni kejadian yang ia alami di alam mimpi tadi. tanpa ia sadari, ada orang yang melemparkan uang pecahan dua ribuan ke arah nya. Doni kaget dan melihat seorang karyawan kantoran lewat tiga orang di depan nya. satu dari ketiga orang itu melemparkan uang dua ribuan tiga lembar dan pergi begitu saja seakan acuh tak acuh kepada Doni.

Doni mengambil uang itu dan membatin.

"apa aku jadi pengemis saja ya..???"

ketika Doni berpikiran ingin menjadi seorang pengemis, timbul pikiran ketika ia masih kecil dan ingatan itu tentang cerita bibi Asih kepada nya ketika akan tidur.

"manusia mempunyai dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga, dua lubang hidung dan sepasang bibir. tuhan menciptakan anggota tubuh kita dengan berpasangan agar saling bekerja sama. contoh nya den, jika aden Doni lubang hidung nya tersumbat satu, bagaimana rasa nya..???"

"mampet lah bi. susah napas." jawab Doni kecil.

"hehehe benar den. sama hal nya dengan anggota tubuh lain nya. fungsi nya dua tangan untuk bekerja atau melakukan kegiatan yang tidak bisa dipakai oleh kaki. begitu pun pekerjaan kaki seperti contoh berjalan, tangan tidak bisa melakukan pekerjaan kaki karena berbeda fungsi."

"aku tidak paham maksud bibi bicara apa." gerutu Doni dengan wajah polos nya.

"yah singkat nya. jika kita masih bisa mempunyai tangan dan kedua kaki, bekerja lah yang halal dengan jerih payah kita sendiri. langkah kan kaki kita untuk berjalan mencari pekerjaan itu dan ketika sudah dapat, kerjakan dengan tangan kita. begitu den" ujar bibi Asih menjelaskan.

Doni Kecil Masih merenungi ucapan bibi Asih. lalu ia bertanya lagi.

"lalu, jika pengemis itu bagaimana bi..?? Doni pernah melihat pengemis yang tangan nya buntung atau jalan nya yang terpincang-pincang. apakah mereka pantas bekerja dengan cara meminta-minta uang kepada orang lain..???" bibi Asih termenung mendengar ucapan Doni dan tak lama, bibi Asih tersenyum dan berkata.

"jika kita masih mampu bekerja, lebih baik kerja keras hasil keringat kita sendiri. entah itu bekerja apa yang penting halal. jika orang cacat yang tidak bisa bekerja lalu kerjaan nya cuman meminta-minta, itu sih beda lagi cerita nya den."

ujar penjelasan bibi Asih kala Doni masih berumur sepuluh tahun.

Kini Doni sedang merenungi ingatan masa lalu itu dan sesekali tersenyum karena rindu dengan sosok bibi Asih yang penyabar dan tekun dalam bekerja. Doni masih menimbangkan pikiran nya untuk menjadi seorang pengemis. tetapi ia masih terngiang-ngiang ingatan tentang cerita bibi Asih kepada nya dulu.

Kemudian Doni bangun dan memasukan uang lembaran dua ribu itu ke kantong celana nya. ia melanjutkan perjalanan nya lagi ke dalam kota dan entah tujuan nya akan kemana ia belum tahu jelas. padahal di sebelah ruko tempat Doni tidur, ada kantor yang mencari karyawan untuk bekerja di tempat itu. ada kertas kecil menempel di dinding ruko dekat Doni tertidur. Doni baru melihat nya dan ia melirik ke arah kantor itu. di depan kantor itu ada satpam yang sedang berjaga dan sedang mengobrol dengan beberapa perempuan muda memakai seragam kantor. Doni malu dan tidak jadi menanyakan tentang lowongan pekerjaan itu. ia menunggu para karyawan kantor itu pergi karena waktu telah sore sebentar lagi cahaya langit petang muncul.

Tak lama, para karyawan itu pulang dengan kendaraan nya masing-masing dan satpam itu juga siap-siap mau pulang. Doni segera mendekati satpam itu dan berkata.

"permisi pak saya mau tanya.."

"oh mau tanya apa dek..??"

"anu, benarkan di tempat ini ada lowongan pekerjaan..???"

"ada dek. kenapa emang nya..??"

"syarat menjadi karyawan di tempat ini apa ya pak. saya mau melamar tapi tidak punya pengalaman kerja." ujar Doni kepada satpam itu.

"wah dek. jangankan dirimu yang tidak punya pengalaman kerja, yang sudah berpengalaman pun tidak ada yang lolos ketika di interview oleh bos di sini." ujar satpam itu mematahkan semangat Doni.

Doni merenungi ucapan satpam itu dan ia menatap ke arah palang atas kantor itu.

lalu satpam itu terdengar bicara lagi.

"sudah dek kamu cari kerjaan yang lain saja seperti di restoran atau office boy. pasti kamu diterima jika melamar di tempat seperti itu."

"terima kasih pak saran nya. kalau begitu saya lanjut meneruskan langkah saya. permisi pak." lalu Doni meninggalkan satpam itu dan berjalan dengan gontai nya menyusuri pinggiran ruko-ruko kantor disepanjang jalan itu.

Satpam itu hanya mengangguk dan ia pulang berlawanan arah dengan Doni. langkah kaki pemuda itu terus saja berjalan dan sesekali mata nya menatap para karyawan-karyawan yang berseragam keluar dari ruko kantor-kantor itu dan pulang membawa kendaraan mereka masing-masing. ada juga yang berjalan dengan teman nya sambil berbincang-bincang di perjalanan pulang menuju tempat tinggal nya masing-masing.

...*...

...* *...

1
Mazree Gati
yg benar aja hal begituan di ceritakan sama kedua cucunya,,
Mazree Gati
10thn kls 4sd kaya anak tk lari larian
Alfin
Luar biasa
Rafanda 2018
langsung ending aja tor bosa bacanya
Rafanda 2018
10tahun,,berati dona pacaran sejak umur 15thn sama andi ck ck ck
Rafanda 2018
ko lompat itu pemakaman blum selesai
Rafanda 2018
songgong bgt masuk rumah orang lg banyak orang main nyelonong ga pake salam
Akatsuki _2x
makanya suaminya Bu Dewi cari istri itu yang bener! jangan fisiknya aja yang diincer!
Deki Marsoni
nah loh ghibah pak ustad😲
Deki Marsoni
ya kota jakarta seperti hutan rimba yg penuh dgn.... 😁
Narendra Kusumadjati
bagus
Drs. Mardelis Mardelis
tasanya cepat boaan baca alur ceeitanya
Drs. Mardelis Mardelis
perempuan2 jahat teenyata
Drs. Mardelis Mardelis
ya maulah pak yaris, pak orang baik dan kebapakan
Drs. Mardelis Mardelis
babnya pendek swkali
Drs. Mardelis Mardelis
sabar yang berkah
Drs. Mardelis Mardelis
ayah angkat?
Drs. Mardelis Mardelis
pintar juga doni ya
Drs. Mardelis Mardelis
apakah dia akan jadi jodoh doni?
Drs. Mardelis Mardelis
syukurlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!