🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!
Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?
Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....
Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan
SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS
SLOW UPDET!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 5
HAPPY READING
.
WARNING!! ADEGAN INI ADA UNSUR BERBAHAYA, MOHON JANGAN DI TIRU DAN BILA TIDAK SUKA SILAHKAN DI SKIP. MAKASIH!☺
.
"benci jadi cinta??, gue gak percaya dengan pepata itu"
Elvina Viola Elvarette
.
.
Byurrrr
seorang gadis dengan pakaian sekolah yang masih melekat di badan nya kini tengah menyiram air panas ke arah seorang laki laki yang amat dia benci siapa lagi kalau bukan ketua geng mafia DrakDevil
"panas anj*ng!!" umpat pria tersebut tak sadar membuat seorang gadis yang tengah menatap nya dengan sinis tersenyum simrik
"sudah bangun hmm" ucap gadis tersebut (Alana) sambil mencengkram rahang pria tersebut dengan kuat
"siapa lo?" tanya ketua DrakDevil (Berly) sambil meringgis kesakitan
"putri dari seorang wanita yang hampir lo bunuh!!" kesal Alana menghempaskan begitu saja cengkraman nya
"mau lo apa bocah!!" bentak Berly menatap tajam seorang gadis yang tengah memainkan pisau di depan nya
"nyawa lo" seketika tubuh Berly menegang mendengarkan nya
"ok kita mulai permainan nya, gue pernah dengar cerita tentang mommy gue bahwa tangan manis lo ini pernah menembak ban mobil mommy gue membuat mommy gue hampir saja mati" sambung Alana menatap jari jari tangan Berly yang tengah terikat dengan tali membuat Berly dengan susah payah menyembunyikan tangan nya tapi sayang nya itu sia sia saja
tek
tek
tek
bunyi Alana yang tengah memotong satu persatu jari Berly membuat nya berteriak minta tolong, namun seakan tuli Alana malah melanjutkan kegiatan nya hingga jari jari Berly yang awal nya 10 kini 0 tak tersisa
puas dengan jari jari Berly kini Alana berpindah ke jari jari kaki Berly membuat Berly lagi lagi berteriak kencang, setelah selesai ia langsung berpindah ke mata kiri Berly
"oke karya gue bagus sekali" ucap Alana menatap kagum tubuh Berly yang kini telah di penuhi banyak darah, Alana langsung mengarah kan pisau nya ke arah pipi Berly mengukir sebuah tulisan "to*ol"
drrrttt drrttt
ponsel milik Alana bergetar menandahkan ada satu panggilan membuat Alana mengumpat karena kegitan nya terganggu
"halo mommy!" ucap Alana dengan ceria setelah mengetahui bahwa mommy nya yang menelpon
"kamu mau pulang atau di marahi daddy seperti kemarin?" tanya mommy Alana dengan nada datar
"tapi mom, Alana lagi main"
"5 menit lagi daddy datang"
tut tut tut
baru saja Alana ingin protes tapi panggilan tersebut langsung di mati kan oleh mommy nya membuat Alana mendengkus kesal
dor
Alana langsung menggambil pistol lalu mengarahkan nya tepat pada jantung Berly membuat Berly tak lagi bernafas
"Bastian!" teriak Alana membuat si punya nama langsung belari dan mendobrak paksa pintu ruangan yang kini di tempati Alana
"hadir" ucap Bastian dengan nafas yang terengah engah
"urus pria menjijikan itu, gue mau ganti baju, selanjutnya siapa?" tanya Alana
"Salma Aqila dulu dia anak tiri dari keluarga Alexandra"
"di mana dia?"
"rumah sakit jiwa xxxxx" jawab Bastian membuat Alana berjalan ke luar ruangan
satu mainan lagi batin Alana
"terus cari informasi dari dia" ucap Alana setelah sampai pada pintu ruangan tersebut membuat Bastian langsung mengangguk
tenang boy gue akan terus mencari lo batin Alana menatap sayang gelang bersimbol bulan yang bertengger manis di pergelangan tangan nya
sementara di mafia Redmoon seorang pria yang di ketahui bahwa ketua nya tengah memarahi dengan anak buah nya
blashhh
pria tersebut tanpa rasa bersalah menebas kepala anak buah nya hingga kepala tersebut menggelinding layak nya bola
"lihat ini akibat nya jika kalian tidak becus menjalan kan perintah, sekarang gue minta kalian cepat cari informasi tentang dia!!" kesal pria tersebut (Leo) dengan nada datar dan dingin membuat semua anak buah nya mengganguk patuh dan pergi menjalan kan perintah dari ketua nya
"sudah lah kak, apa lo gak capek cari dia terus, sebegitu penting nya kah dia??" tanya Nessa santai
"dia amat sangat penting bagi gue" jawab Leo menatap gelang nya yang bersimbol bintang di pergelangan tangan nya
Nessa langsung menatap kasihan ke arah kakak nya, sudah berkali kali kakak nya tersebut menatap ke arah gelang tersebut bahkan sikap kakak nya yang dulu hangat dan ceria kini berganti datar dan dingin cuman gara gara seorang gadis yang tidak jelas asal usul nya
semoga dia cepat di temukan, gue rindu dengan sikap kakak yang dulu batin Nessa lalu berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan untuk pulang
kemana saja lo girl, gue udah furtasi mencari lo batin Leo memijat pelan pelipis nya, pasal nya sudah bertahun tahun Leo terus mencari sosok gadis yang telah mencuri hati nya tapi tidak ada sedikit pun informasi tentang gadis tersebut
👍👍👍👍LIKE👍👍👍
brmmm brmm brmmm
bunyi knalpot motor yang amat nyaring dan asap motor di mana mana itu lah ciri khas dari Alana dkk membuat semua menatap tajam ke arah Alana dkk kecuali Calista, jangan tanya kan tentang gadis itu, pasti lah dia sudah terlebih dahulu sampai di sekolah bahkan pagar sekolah belum di buka dia sudah datang dengan alasan yang sama yaitu takut jika Alan tidak menyukai nya bila dia terlambat sekolah lagi cukup kemarin dia terlambat sekarang jangan
"hanya geng nya saja yang berani membuat keributan di AIHS"
"wuihhh mostwanted girl nya datang"
"keren"
"cari muka aja lo bertiga, males gue liat nya"
"lagi lagi geng nya dia"
"gue heran tuh masih anak baru, sudah jadi mostwanted girl aja"
"najis"
begitu lah ucapan ucapan dari murid murid AIHS ketika Alana dkk datang tapi Alana tak menghiraukan nya ia malah menancapkan gas nya kembali lalu pergi ke arah parkiran, percuma saja meladeni mereka yang bermental lemah hanya dapat mencemoh nya dari belakang tak mau langsung di depan nya
"kita gak terlambat kan gaisss" ucap Viola setelah melepaskan helm yang melekat di kepala nya lalu berjalan menghampiri sahabat sahabat nya yang sudah jauh beberapa langkah dari nya
"gak terlambat nenek lo kiper" sahut Nessa
"nenek gue dah mati oy"
"siapa?"
" nenek gue lah"
"yang tanya" ucap Nessa membuat Viola ingin sekali mengubur Nesaa hidup hidup
"woi woi woi lihat tuh" tunjuk Alana ke arah bel yang membuat semua murid di AIHS tunduk
"lo mau apa?" tanya Nessa dan Viola bersamaan ketika melihat Alana menghampiri bel tersebut
"lo berdua mau cepet cepet pulang kan?" tanya balik Alana membuat kedua sahabat nya mengganguk
"berapa kali bel pertanda pulang?"
"3 kali" jawab Nessa membuat Alana langsung menekan bel tersebut sebanyak tiga kali
tringggg tringggg tringggg
bunyi bel tersebut mampu membuat semua murid murid AIHS bertanya tanya sedangkan Alana dkk langsung tertawa terbahak bahak
"hei, sedang apa kalian di sana" sebuah suara yang amat Alana dkk paham betul siapa lagi kalau bukan bu Anis sang guru cerewet
"cabut gaiss" ucap Alana langsung belari terbirit birit dengan kedua sahabat nya di belakang nya
"berhenti kalian, dasar anak nakal!!" kesal Anis ikut belari mengejar Alana dkk
BERSAMBUNG~
NAKAL BANGET AELAH😆
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA 😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~